Connect with us

KRIMINAL

Pura-pura Menolong, IKAW Ambil Paksa Cincin Korban yang Lumpuh di Gunaksa

BALIILU Tayang

:

de
Tersangka pelaku berinisial IKAW alamat Dusun Takmung Kawan yang melakukan perampasan dengan kekerasan di sebuah warung di Gunaksa.

Klungkung, baliilu.com – Pura-pura menolong korban yang mengalami keterbatasan lumpuh dengan memberikan nasi bungkus dan seutas benang tridatu, IKAW (40) mengambil paksa cincin yang melekat di jemari korban hingga luka, pada Senin 14 Juni 2021 di warungnya di Gunaksa Klungkung. Dua hari kemudian, Tim Sat Reskrim Polres Klungkung berhasil membekuk tersangka pelaku yang beralamat Dusun Takmung Kawan saat melintas di jalan raya Gunaksa.

Saksi sekaligus korban Ketut Marta (54) dalam keterangannya menyampaikan pada Senin 14 Juni 2021 sekira pukul 15.00 Wita, korban yang mengalami keterbatasan lumpuh didatangi oleh seorang perempuan  yang tidak dikenal dan ngobrol di warung depan rumah. ‘’Perempuan ini memberikan saya nasi bungkus dan seutas benang tridatu. Saat memberikan benang perempuan ini melihat cincin yang saya kenakan sembari menarik paksa,’’ ungkap korban Marta.  

Sempat terjadi tarik-menarik, namun cincin itu lepas dari jemari korban hingga mengalami luka di bagian tangan. Cincin itu akhirnya dibawa kabur perempuan itu dengan mengendarai sepeda motor. ‘’Saya tidak bisa berbuat apa karena kedua kaki saya lumpuh,’’ tutur Marta. 

Atas kejadian perampasan dengan kekerasan ini dengan laporan Polisi LP- B / 96 / VI / 2021 / Bali / Res Klungkung tanggal 16 Juni  2021, Tim Opsnal Sat Reskrim yang dipimpin Kanit I Ipda I Gusti Lanang Nyoman Parwata, S.H. melakukan penyelidikan dengan  mendatangi korban ke rumahnya di Desa Gunaksa. Dari keterangan korban dan keterangan saksi-saksi di sekitar TKP akhirnya didapatkan  plat nomor kendaraan pelaku. Kemudian penyelidikan dilanjutkan dengan mengecek Nopol kendaraan pelaku, akhirnya pada Rabu, 16 Juni 2021 sekira pukul 16.00 Wita pelaku yang beralamat Dusun Takmung Kawan Desa Takmung Klungkung ini dapat diamankan saat melintas di jalan raya Gunaksa.

‘’Dari hasil introgasi pelaku mengakui telah mengambil paksa cincin korban pada hari Senin sekira pukul 15.00 Wita. Kini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Klungkung guna proses lebih lanjut,’’ terang Ipda  I Gusti Lanang Nyoman Parwata dalam keterangannya kepada media, Jumat (18/6).

Dari kejadian perampasan dengan kekerasan ini, korban mengalami kerugian 1 buah cincin emas senilai Rp 2.385.000. Barang bukti yang diamankan 1 buah cincin, 1 buah nota pembelian (toko Sari Kencana), 1 unit SPM Honda Genio DK 5973 NA, 1 lembar STNK DK 5973 NA, 1 buah jaket warna hitam. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Kurang 24 Jam, Polisi Ungkap Pelaku Pengeroyokan Gede Budi Hingga Meninggal di Monang-maning

Published

on

By

de
KONFERENSI PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.H., M.H. saat menggelar konferensi pers, Senin (26/7) di Mapolresta Denpasar. Kapolresta Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H.

Denpasar, baliilu.com – Kurang dari 24 jam, polisi akhirnya berhasil mengungkap 7 pelaku kasus pengeroyokan yang terjadi di Simpang Jalan Subur- Kelimutu Monang-maning Denpasar, Jumat sore, 23 Juli 2021 yang mengakibatkan korban Gede Budi (24) meninggal dunia dengan beberapa luka tebasan pedang.

Hal itu terungkap saat Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.H., M.H. menggelar konferensi pers, Senin (26/7) di Mapolresta Denpasar. Kapolresta Avitus Panjaitan yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan, berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP-B / 610 / VII / 2021 / SPKT.SAT RESKRIM / POLRESTA DPS/ POLDA BALI, 23 Juli 2021, Tim Gabungan Resmob Direskrim Polda Bali, Satreskrim Resta Denpasar dan Opsnal Unit Polsek Denbar B melakukan penangkapan terhadap 7 orang pelaku kurang dari 24 jam.

Kapolresta Avitus Panjaitan lanjut membeberkan kronologis kejadian berawal pada Jumat, 23 Juli 2021, sekira jam 14.00 Wita, 4 orang depkolektor dari PT Beta Mandiri Multi Solusien datang ke tempat kos korban Ketut Widiada untuk menarik unit sepeda motor Yamaha Lexi DK 2733 ABO yang dibawa korban karena bermasalah dalam pembayaran kredit.

Pihak korban bersama 4 orang depkolektor menuju ke kantor PT Beta Mandiri Multi Solusien selanjutnya korban mengendarai Honda Beat DK 6016 QF, dengan mengajak Gede Budiarsana dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4266 XJ ke PT Beta Mandiri Multi Solusien di Jalan Patuha Monang-maning Denpasar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Saat itu terjadilah keributan / pengeroyokan terhadap korban Gede Budiarsana dan Ketut Widiada.

‘’Korban Gede Budi melarikan diri dan dilakukan pengejaran oleh pelaku hingga ke simpang Jalan Subur – Kalimutu Monang-maning dan terjadilah penebasan dengan sanjata tajam jenis pedang hingga korban meninggal dunia. Korban Ketut Widiada alias Jro Dolah mengalami luka robek pada bagian kepala,’’ ungkap Kapolres.

Dari identifikasi, papar Kapolresta, korban Gede Budi asal Kubutambahan mengalami luka-luka terbuka dan patah tulang disebabkan kekerasan. Pada kepala samping kiri (daerah temporalis) terdapat luka terbuka berbentuk garis sepanjang 15 cm, dasar luka tampak patah tulang berbentuk garis. Pada kepala bagian belakang samping kiri terdapat luka terbuka bentuk flap (seperti daun pintu). Pada pertengahan lengan bawah kiri terdapat luka terbuka berbentuk garis. Dari dasar luka tampak kedua tulang lengan bawah kiri patah. Pada lengan atas kiri hingga lengan bawah kiri terdapat luka terbuka berbentuk garis. Pada paha kanan bagian depan terdapat luka lecet di sekitarnya terdapat memar. Pada lengan bawah kanan terdapat luka terbuka dengan dasar luka tulang. Sedangkan Ketut Widiada mengalami luka robek pada bagian kepala.

Kapolresta mengungkap identitas pelaku sebanyak 7 orang di antaranya berinisial I Wayan S (40) asal Karangasem melakukan penebasan pada korban Gede Budi, FK (31) asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, BB (42) asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, Jos BL (30), lahir Karanganyar, GBC (24) lahir Denpasar, GP (27) asal Kecamtan Sirimau Ambon, dan DBB (23) asal Kecamatan Nusanniwe Kota Ambon.

‘’Modus pengeroyokan dimana pelaku melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban dengan menggunakan sajam yang mengakibatkan korban meninggal,’’ ujarnya.

Kapolresta menyampaikan kronologis penangkapan pelaku, dari hasil olah TKP dan saksi-saksi di TKP, Tim Resmob melakukan penyelidikan/ pengejaran terhadap pelaku. Pada 23 Juli 2021, sekira jam 17.30 Wita tidak lebih dari 24 jam, Tim Gabungan Resmob Direskrim Polda Bali, Satreskrim Resta Denpasar dan Opsnal Unit Polsek Denbar berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Barang bukti yang diamankan sebilah pedang gagang pegangan terlepas yang digunakan pelaku I Wayan  S untuk menebas korban, 4 buah pedang yang ditemukan di kantor PT Beta Mandiri Multi Solusien Jl. Gunung Patuha Denpasar, tiga buah kursi plastik untuk melempar korban, sebuah batu untuk melempar korban, 2 unit sepeda motor milik korban yang dibawa ke PT Beta Mandiri Multi Solusien (Honda Vario dan Honda Beat ), 1 unit sepeda motor Yamaha Lexi DK 2733 ABO (yang ditarik oleh PT. Beta  Mandiri Multi Solusien).

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap perkara tindak pidana pembunuhan dan atau pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau membawa atau menguasai senjata tajam sebagaimana dimaksud dalan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat (2) ke-1, ke-3 KUHP, Pasal 351 Ayat (3) KUHP dan atau Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951, Pasal 338 KUHP diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun (15). Pasal 170 Ayat (2) ke-1, ke-3 KUHP diancam karena secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang pidana penjara paling lama dua belas tahun (12), Pasal 351 Ayat (3) KUHP diancam karena penganiayaan mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun (7), Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 diancam karena mempergunakan senjata penikam atau senjata penusuk, diancam dengan  pidana penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun (10). (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Produksi Ekstasi Home Industri, Sam To Diamankan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

KONPRES: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. saat konferensi pers kasus narkoba, Kamis (22/7/2021) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar berhasil mengungkap home industri pil ekstasi di sebuah rumah kontrakan Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan pada Rabu, 14 Juli 2021 pukul 16.00 Wita.

“Pelakunya bernama Sam To berusia 49 tahun seorang residivis kasus narkoba. Dari tangan pelaku kita amankan ekstasi sebanyak 286 butir serta sabu seberat 106,92 gram,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K.,M.H. Kamis (22/7/2021) di Mapolresta Denpasar.

Pengungkapan kasus bermula ketika petugas memperoleh informasi akan ada transaksi narkoba jenis ekstasi di Perumahan Kerta Petasikan, Denpasar Selatan, Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Polisi kemudian melakukan pengintaian dan melihat pelaku mengendarai sepeda motor dengan melawan arus menuju sebuah halte bus di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan, saat itu berusaha kabur dan membuang botol kecil yang dibalut plaster hitam, dimana botol tersebut berisi dalam 5 butir ekstasi warna merah muda.

Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan dikontrakannya kemudian menemukan 281 butir ekstasi dan sabu seberat 106,92 gram beserta dengan alat pembuatan/produksi ekstasi.

“Pengakuan pelaku bahwa dirinya belajar membuat ekstasi dari youtube sedangkan bahan- bahanya didapat dengan membeli secara online dan sudah selama empat bulan pelaku memproduksi ekstasi,” jelas Kapolresta Denpasar.

Lebih lanjut Kapolresta Denpasar menjelaskan dalam satu minggu pelaku dapat menghasilkan 100 butir ekstasi yang diedarkan di wilayah Denpasar.

Terhadap pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (2) dan 113 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan denda 1 milyar s/d 10 milyar). (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Dalam Sehari, Polres Klungkung Ungkap Kasus Pencurian Emas

Published

on

By

eka
PENCURIAN EMAS: Kapolres Klungkung AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H. saat konferensi pers kasus pencurian emas.

Klungkung, baliilu.com –  Seorang pelaku pencurian emas berhasil dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Klungkung. Pelaku berinisial AS berumur 26 tahun dan GM berumur 32 tahun tersebut dibekuk oleh petugas tanpa perlawanan.

Kapolres Klungkung AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H., Kamis siang (15/7/2021), menyampaikan, penangkapan tersebut berawal dari kejadian yang dilaporkan pada tanggal 13 Juli 2021 lalu. Saat itu, seorang warga JGSP, beralamat di Jalan Srikandi IV Kelurahan Semarapura Kelod Kangin  Kecamatan Klungkung,  terkejut  melihat kondisi rumahnya telah berantakan. Ia  mendapati kondisi rumah berantakan,  dan lemari pakaian yang ada di dalam kamar juga sudah acak-acakan.

Setelah korban memeriksa, ternyata diketahui perhiasan emas seberat 50 gram milik korban sudah raib dan tidak ada lagi. Taksiran kerugian yang dialami senilai Rp 30.000.000. “Korban yang mengetahui barang berharganya lenyap, kemudian melaporkan kejadian ke SKPT Polres Klungkung,‘’ ujar Kapolres.

Selanjutnya personil  yang menerima laporan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres KLungkung  melakukan penyelidikan. Dalam rentang hitungan jam pelaku dapat diamankan berdasarkan petunjuk di lapangan. Orang yang dicurigai sebagai pelaku pencurian emas berada di Jalan By Pas Ida Bagus Mantra tepatnya di wilayah Klotok.

Di bawah kendali Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ario Seno Wimoko, S.I.K., M.H. bersama Kanit 1 mengamankan seseorang berinisial  WAS asal Klungkung dan IGM asal Denpasar. Ario Seno menyatakan hanya dalam kurun waktu 1 hari, kasus berhasil terbongkar, dan tersangka berhasil diamankan. Ia mengatakan kedua pelaku dibekuk tanpa perlawanan. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Klungkung guna proses penyidikan.

Ario Seno menambahkan, berdasarkan konfirmasi dengan pihak penyidik Polres Klungkung, pelaku merupakan residivis pelaku curat yang baru keluar dari LP dan pelaku dapat dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca