Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Putri Koster: Perlindungan Endek Bali Harus Dilakukan dari Hulu hingga Hilir

BALIILU Tayang

:

Putri Koster
HADIRI JOURNEY OF WASTRA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat menghadiri Journey of Wastra, serangkaian peringatan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel, di Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Kabupaten Badung, Jumat (2/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan pentingnya perlindungan kain tenun tradisional Endek Bali secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga identitas Endek sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat daya saing dan kesejahteraan perajin.

Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat menghadiri Journey of Wastra, serangkaian peringatan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel, di Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Kabupaten Badung, Jumat (2/10).

Ibu Putri Koster mengatakan, pelestarian Endek Bali tidak cukup hanya dilakukan pada sisi hilir melalui peningkatan penggunaan, promosi, dan pemasaran. Perlindungan juga harus dilakukan pada sisi hulu dan proses produksi agar kualitas, motif, serta karakter Endek sebagai warisan budaya Bali tetap terjaga.

“Untuk menjaga keberadaan kain tenun tradisional Endek Bali, harus ada upaya perlindungan dari hulu hingga hilir. Ketika di hilir keberadaannya mulai diangkat, maka di hulu dan bagian tengahnya juga harus dijaga. Jangan sampai produksinya keluar dari koridor yang akhirnya membuat kita kehilangan identitas warisan leluhur,” ujar Ibu Putri Koster.

Menurutnya, setiap daerah di Nusantara memiliki kekayaan wastra dengan ciri khas masing-masing. Kekhasan tersebut harus dipertahankan dan tidak diseragamkan karena menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dan perajin.

Selain pelestarian, Ibu Putri Koster menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ide, desain, dan motif karya perajin. Regulasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran kekayaan intelektual diperlukan agar karya perajin tidak digunakan pihak lain tanpa memperhatikan hak penciptanya.

“Kalau ada yang memiliki ide dan motif kemudian diambil oleh pihak lain, aturan dan sanksinya harus ditegakkan. Kalau kita diam saja, kita akan semakin kehilangan warisan kita. Jangan menyamakan satu daerah dengan daerah lainnya karena masing-masing harus memiliki dan mempertahankan ciri khasnya,” tegasnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Apresiasi Langkah IPB Internasional Wujudkan TPS-3R di Lingkungan Kampus

Dari sisi ekonomi, Ibu Putri Koster mendorong terciptanya ekosistem yang mampu mempertemukan perajin dengan pasar. Dekranasda Provinsi Bali, antara lain, menyediakan ruang di Art Center sebagai wadah pemasaran produk kerajinan lokal sehingga karya perajin semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Menurutnya, meningkatnya permintaan terhadap Endek Bali akan membuka peluang bagi perajin untuk meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan kreativitas dan variasi motif. Namun, peningkatan kuantitas harus tetap diimbangi dengan kualitas serta mempertahankan karakter daerah asal Endek tersebut.

Regenerasi konsumen juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Endek Bali. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk mencintai produk lokal dan diberikan ruang mengembangkan penggunaan Endek sesuai selera serta perkembangan fesyen tanpa menghilangkan identitas wastra tersebut.

“Anak-anak muda harus kita ajarkan mencintai produk lokal terlebih dahulu. Setelah itu, biarkan mereka menggunakan dan mengembangkannya sesuai selera masing-masing, tetapi tetap dengan bahan Endek yang kita miliki,” katanya.

Ibu Putri Koster juga mendorong penguatan kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan kerajinan daerah. Setiap pihak diharapkan menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya, termasuk dalam perlindungan kekayaan intelektual serta penegakan ketentuan yang berlaku.

ehadiran Journey of Wastra dinilai menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra Bali kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran karya perajin IKM Bali, kegiatan membatik, talk show, serta peragaan busana. Talk show menghadirkan Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian Dickie Sulistya Aprilyanto, Idon Pande selaku Creative Director, serta Tjok. Istri Ratna selaku Coordinator of Fashion Design.

Journey of Wastra juga menampilkan peragaan busana dengan karya desainer Cok Abi, Padmi, serta desainer dari Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan tersebut, wastra Bali diharapkan semakin berkembang sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki nilai tambah ekonomi bagi perajin dan pelaku industri kreatif Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Jalan Panjang Dunia Seni Ny. Putri Koster, Peduli Keseimbangan Seni Tradisional dan Modern di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Antisipasi Banjir, Walikota Jaya Negara Tinjau Normalisasi Sungai Tukad Loloan Sanur Kauh

Published

on

By

Tukad Mati
TINJAU NORMALISASI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau langsung pekerjaan normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu (3/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau langsung pekerjaan normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu (3/10) pagi.

Kegiatan di bawah komando Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah banjir pada musim penghujan mendatang.

Ditemui di sela peninjauan, Walikota Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, pekerjaan normalisasi ini telah dikerjakan sejak satu setengah bulan lalu.

Di Tukad Loloan Sanur Kauh, pengerjaan berlangsung cukup lama. Hal tersebut dikarenakan sedimentasi sungai cukup tinggi. “Makanya kita sudah kerjakan sejak satu setengah bulan lalu. Mudah-mudahan bisa mencegah banjir,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jaya Negara mengatakan, saat ini setidaknya di seluruh Kota Denpasar terdapat 40 titik aliran sungai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar, termasuk di antaranya Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, dan Tukad Ayung.

“Kemarin di Tukad Mati, kami juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendatangkan dua wheel loader untuk mempermudah pekerjaan ini,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya kemudian menjelaskan, pekerjaan normalisasi ini ditargetkan selesai di akhir Oktober nanti.  “Kita targetkan akhir Oktober bisa selesai dikerjakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pengendalian banjir di Kota Denpasar dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni pembangunan sistem drainase dan operasi pemeliharaan (OP) drainase.

Pembangunan sistem drainase, kata dia, di Denpasar tahun ini telah berjalan di 11 titik yakni, Jalan Kerta Raharja Sidakarya, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Catur, sekitar Pantai Duyung Kelurahan Sanur, sekitar SD 10 Sesetan, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Pulau Adi Pedungan, Jalan Kebo Ireng Padangsambian Kaja, Gang Klampit Jalan Gunung Batur, Jalan Pura Demak III dan Jalan Suradipa. Kemudian untuk OP drainase dalam hal ini termasuk pengerukan atau normalisasi sungai dilakukan di 40 titik di Kota Denpasar.

Baca Juga  Salurkan Bantuan Sembako, PLN Sasar 7.000 Masyarakat Kurang Mampu di Bali

Sistem pengelolaan drainase di Kota Denpasar, kata dia, mengacu kepada 5 sistem. Diantaranya, sistem satu ada di Tukad Badung, dua di Tukad Ayung, tiga di Tukad Mati, empat ada di Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya dan sekitarnya serta kelima ada di Pemogan.

“Masing-masing sistem itu ada strategi tersendiri di dalam pengendalian pengelolaan untuk mengantisipasi banjir. Termasuk di sini di sistem 4, ada beberapa sungai yang dalam ukuran yang medium, tidak seperti besar seperti Ayung, Tukad Mati, maupun Tukad Badung, pengelolaannya seperti ini, kita lakukan OP,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yowana Bali Siapkan Pemilihan Manggala Kabupaten/Kota, Aturan Baru Mulai Diterapkan

Published

on

By

Yowana Bali
RAPAT PERSIAPAN: Yowana Provinsi Bali menggelar rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan berlangsung di Ruang Gosana Lantai 3, Puspem Badung, Sabtu, 3 Oktober 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Yowana Provinsi Bali menggelar rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan berlangsung di Ruang Gosana Lantai 3, Puspem Badung, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Rapat tersebut dihadiri para ketua yowana kabupaten/kota serta ketua yowana kecamatan se-Bali. Sejumlah hal teknis berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan dibahas, termasuk surat keputusan (SK), mekanisme pemilihan, hingga berbagai kendala yang ditemukan di masing-masing wilayah.

Ketua Yowana Provinsi Bali, Diana Putri, S.Ked., mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan pemilihan yowana di tingkat kabupaten/kota. “Acara hari ini Yowana Provinsi Bali menggelar persiapan pemilihan yowana kabupaten/kota. Hari ini digelar teknis pemilihan, SK dan lain sebagainya dibahas termasuk kendala-kendala dari setiap kabupaten,” kata Diana.

Lebih lanjut kata dia, pembahasan utama dalam rapat tersebut berkaitan dengan tata cara pemilihan ketua di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan. Yang mana tahun ini terdapat perubahan aturan yang menjadi acuan dalam proses pemilihan.

“Konsen kita di agenda hari ini adalah bagaimana tata cara pemilihan dari setiap ketua ring kabupaten-kota dan juga di kecamatan masing-masing, karena saat ini di tahun ini ada peraturan baru di mana yang dulunya kami menggunakan pemilihan, menggunakan peraturan yang sesuai peraturan MDA Provinsi Bali dan tapi di tahun ini peraturannya baru yaitu menggunakan peraturan yang ada di MDA di kabupaten masing-masing,” jelasnya.

Diana juga menyampaikan harapan agar para ketua yang nantinya terpilih dapat menjalankan tanggung jawab selama masa kepemimpinan lima tahun dengan mendedikasikan diri terhadap adat, seni dan budaya Bali.

“Imbauan saya sebagai ketua di Provinsi, semoga ketua yang terpilih saat ini yang akan memimpin lima tahun ke depan, orang-orang yang memang benar-benar mau mendedikasikan diri terhadap adat seni dan budaya yang ada di kabupaten masing-masing, terutama di Provinsi Bali,” ujarnya.

Baca Juga  Bali Mencatatkan Inflasi 0,91 Persen pada Maret 2022

Menurut Diana, kepengurusan yowana yang baru juga diharapkan siap menjalankan pengabdian secara lahir dan bathin. Salah satu program Yowana Provinsi Bali yang telah berjalan selama setahun adalah Yowana Meplesiran.

Program tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi kabupaten dan kota di Bali. Kegiatan itu di antaranya memberikan literasi mengenai makna Catur Brata Penyepian serta melakukan kunjungan ke sejumlah Sekaa Teruna Teruni (STT), termasuk yang berada jauh dari kawasan perkotaan.

Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali, dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa yowana memiliki peran penting bagi bangsa, keluarga, desa adat, hingga MDA di Bali.

Ia mengatakan yowana akan menjadi generasi penerus yang menerima tongkat estafet kepemimpinan. Karena itu, generasi muda diharapkan tetap menghargai dan tidak melupakan para pemimpin serta generasi sebelumnya.

“Nanti seandainya adik-adik menjadi pengurus yowana di kabupaten kota dan kecamatan, agar tidak lupa dengan yang menjabat sebelumnya. Karena kita tidak lepas dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” kata Dewa Nyoman Rai.

Ia menambahkan, perhatian terhadap masa depan perlu tetap disertai dengan penghargaan terhadap pengalaman dan pengamalan generasi sebelumnya. “Oleh karenanya kita selalu melihat walaupun kita harus menatap masa depan, namun kita tidak boleh melupakan masa lalu,” ujarnya.

Dewa Nyoman Rai juga menyampaikan selamat atas pelaksanaan rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan Paruman Madya dan pembentukan prajuru yowana kabupaten/kota serta kecamatan. “Saya berpesan agar pemargi paruman madya berjalan lancar dan rahayu,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” Sasar Tiga Lokasi di Kabupaten Karangasem

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Hadiri Aksi Sosial di Karangasem
HADIRI AKSI SOSIAL: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri aksi sosial di Balai Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, pada Jumat (2/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” pada Jumat (2/10/2026) dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis; Dusun Dukuh, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem; dan Banjar Dresta Sudharma Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat.

Aksi sosial di setiap lokasi menyasar 50 penerima manfaat yang terdiri atas 10 lansia, 10 ibu hamil, 10 penyandang disabilitas, 10 kader PKK, dan 10 balita. Bantuan yang disalurkan Ketua TP PKK Provinsi Bali di setiap lokasi terdiri atas 1.500 kg beras, 3.000 butir telur, dan 100 kotak susu. Dengan demikian, total bantuan yang diserahkan dalam Aksi Sosial di Kabupaten Karangasem mencapai 4.500 kg beras, 9.000 butir telur, dan 300 kotak susu.

Dalam pelaksanaan aksi sosial ini, TP PKK Provinsi Bali mendapat dukungan penuh dari sejumlah mitra kerja yang turut menyalurkan bantuan. Di setiap lokasi, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyalurkan 50 paket Gemarikan yang masing-masing berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali membantu 10 paket sembako yang diperuntukkan bagi lansia di setiap lokasi. Setiap paket berisi minyak goreng, gula pasir, kopi bubuk, biskuit Regal, dan biskuit gandum.

Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali menyerahkan paket bantuan berupa susu formula bagi 10 ibu hamil dan balita. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memberikan paket multivitamin. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyalurkan 50 pak telur, masing-masing berisi 40 butir, serta 1.000 bibit cabai. Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali menyerahkan bantuan 50 bibit tanaman yang terdiri atas manggis, alpukat, dan durian. Adapun Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali mendukung kegiatan melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) memasak.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Apresiasi Langkah IPB Internasional Wujudkan TPS-3R di Lingkungan Kampus

Aksi sosial di Balai Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan program TP PKK Provinsi Bali yang bertujuan menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah dari tingkat desa hingga pusat.

“Apa pun yang menjadi program pemerintah untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, mari kita dukung bersama. Jangan asal protes yang bisa menghambat pembangunan,” ujarnya.

Salah satu program yang menurutnya sangat membutuhkan dukungan masyarakat adalah gerakan Bali Bersih. Ia mengajak masyarakat mengubah pola penanganan sampah dengan menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber.

“Ubah pola lama yang keliru. Sampah jangan hanya dikumpulkan dan ditimbun, tetapi harus dikelola dari sumber,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait tata laksana pencegahan rabies.

Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan aksi sosial yang menyasar tiga desa di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, selalu dinantikan masyarakat. “Terima kasih. Bantuan Ibu untuk warga kami tentunya sangat bermanfaat,” ucapnya.

Aksi sosial juga diisi dengan paparan singkat dari perangkat daerah yang menjadi mitra kerja TP PKK Provinsi Bali. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, memberikan edukasi mengenai pencegahan rabies melalui perawatan hewan peliharaan. Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi rabies di Kabupaten Karangasem yang baru mencapai 24 persen. “Ini menjadi perhatian serius kita saat ini,” ucapnya.

Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, M.Kes., dan Direktur RSU Dharma Yadnya, dr. Kadek Iwan Darmawan, M.P.H., mempromosikan layanan unggulan pada fasilitas kesehatan yang mereka kelola. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan berbagai penyakit, salah satunya influenza.

Baca Juga  Jalan Panjang Dunia Seni Ny. Putri Koster, Peduli Keseimbangan Seni Tradisional dan Modern di Bali

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada lansia, anak, dan penyandang disabilitas yang telantar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca