Connect with us

NEWS

Putus Penularan Covid-19, Tim Yustisi Perketat Penertiban Prokes di Kota Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan penertiban protokol kesehatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh kecamatan di Kota Denpasar Rabu (13/1).

Denpasar, baliilu.com – Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan penertiban protokol kesehatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyasar tempat  keramaian seperti pasar, pertokoan, ruang terbuka hijau/taman kota dan pengguna jalan di seluruh kecamatan di Kota Denpasar Rabu (13/1).

Penertiban Protokol Kesehatan melibatkan Tim Gabungan dari unsur  BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Diskes  Dishub dan Pecalang menjaring 35 orang pelanggar prokes. Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui awak media di Denpasar, Rabu (13/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, semua pelanggar protokol kesehatan kali ini tidak ada yang didenda karena mereka semua menggunakan masker. Namun penggunaannya tidak pada tempatnya. Sebagai sanksi semua pelanggar diberikan pembinaan dan sanksi fisik yakni  diberi hukuman push up. Selain itu mereka juga diberikan sanksi moril  yakni menandatangangi surat pernyataan tidak akan melanggar protokol kesehatan lagi. “Jika setelah ini kembali ditemukan melanggar maka akan diproses ke sidang Tipiring,” ungkap Sayoga.

Dalam penertiban pihaknya juga melakukan pemantauan bagi pelaku usaha agar jam  tutup tidak sampai lewat waktu yang telah ditetapkan. Jika ditemukan buka lewat jam operasional yang telah ditentukan maka akan dilakukan pencatatan dan diberikan pembinaan. Jika setelah diberikan pembinaan kembali melakukan pelanggaran pihaknya juga akan memproses untuk disidang Tipiring.

“Saya mengajak masyarakat agar taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan  mengingat orang yang terjangkit Covid-19 semakin banyak sedangkan fasilitas rumah sakit dan tenaga kesehatan sangat terbatas,” kata Sayoga.

Sementara Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menambahkan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan. “Dalam dua hari terakhir kasus Covid di Denpasar di atas angka 100 kasus per hari. Oleh karena itu mari bersama-sama ikut berpartisipasi mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 3 M,” ajaknya (ayu/eka)

Baca Juga  Kopi Badung Tembus Pasar Ekspor, Badung Gelar Pelatihan Barista Masuk Specialty Grade

NEWS

Update Covid-19 (18/1) di Bali, Pasien Sembuh Melonjak 251 Orang

Published

on

By

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 238 orang (196 orang melalui transmisi lokal dan 42 PPDN), pasien sembuh melonjak sebanyak 251 orang, dan 4 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut. Terkonfirmasi positif 21.682 orang, sembuh 18.706 orang (86,27%), dan meninggal dunia 595 orang (2,74%). Kasus aktif per hari ini menjadi 2.381 orang (10,98%).

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2021 pada tanggal 6 Januari 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

SE ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun.(gs)

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Padangbai Guna Sukseskan Moto GP 2021 di Mandalika
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Instruksikan Perbaikan Sarana Penghubung yang Rusak Akibat Banjir di Kalsel

Published

on

By

Presiden Joko Widodo meninjau Jembatan Mataraman yang putus. (Foto: Lukas)

Banjar, baliilu.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menangani kerusakan sejumlah sarana penghubung yang rusak karena bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya ialah Jembatan Mataraman. Rusaknya jembatan tersebut menyebabkan akses jalan nasional di Kalimantan Selatan menjadi terputus.

“Saya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi. Ada beberapa jembatan yang runtuh, seperti kita lihat di belakang ini. Tadi saya sudah minta ke Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu,” ujar Presiden saat meninjau Jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, pada Senin, 18 Januari 2021.

Sementara yang berkaitan dengan evakuasi warga terdampak, dalam peninjauan kali ini Kepala Negara mendapati bahwa proses evakuasi di lapangan telah tertangani dengan baik. Selanjutnya, Presiden menitikberatkan pada ketersediaan logistik dan kebutuhan lain bagi para pengungsi yang berada di pengungsian.

“Ini yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian. Kekurangan-kekurangan yang ada nanti bisa dibantu dari pemerintah pusat selain dari logistik yang ada di pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota,” tuturnya.

Untuk diketahui, curah hujan yang sangat tinggi selama hampir sepuluh hari secara berturut-turut menyebabkan Sungai Barito yang biasanya menampung kurang lebih 230 juta meter kubik air kini menghadapi lonjakan debit air secara signifikan. Hal itu diperkirakan memicu banjir yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan dukacita bagi para korban sekaligus mendoakan ketabahan bagi para keluarga yang ditinggalkan.

“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal di musibah banjir di Kalimantan Selatan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan keikhlasan,” tandasnya. (gs)

Baca Juga  Update Covid-19 (19/10) di Denpasar, Kasus Sembuh dan Positif sama-sama Bertambah 26 Orang, 1 Pasien Meninggal

Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Published

on

By

Presiden Jokowi tinjau sarana terdampak bencana banjir di Kabupaten Banjar bagikan makanan siap saji. (Foto: Lukas)

Banjar, baliili.com – Di tengah guyuran hujan, Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, 18 Januari 2021.

Di lokasi tersebut, Kepala Negara menyaksikan kondisi lokasi yang hingga kini masih terjebak banjir. Kepala Negara tampak memberikan instruksi kepada jajaran terkait yang di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo dari atas Jembatan Pekauman.

Dalam kesempatan tersebut, tampak pula Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Banjar Khalilurrahman yang turut serta dalam peninjauan.

Di sela peninjauan, Presiden turut menyerahkan sejumlah bantuan sembako, makanan siap saji, dan masker ke beberapa warga di lokasi terdampak.

Sebelum keberangkatan menuju Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa kunjungan Presiden ke lokasi terdampak bencana kali ini bertujuan untuk meninjau sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana.

Selain itu, Presiden juga akan memeriksa apakah keperluan warga terdampak yang kini berada di lokasi pengungsian telah terpenuhi.

“Sarana yang terdampak (bencana) akan ditinjau Presiden agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat segera menindaklanjuti. Kebutuhan lainnya yang diperlukan warga juga akan diperhatikan oleh Bapak Presiden,” tuturnya. (gs)

Baca Juga  Update Covid-19 (19/10) di Denpasar, Kasus Sembuh dan Positif sama-sama Bertambah 26 Orang, 1 Pasien Meninggal
Lanjutkan Membaca