Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Raker Banggar DPRD Badung dengan TAPD Badung, Pendapatan Daerah Optimis Tercapai, Usulan Dewan Dipertimbangkan

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta

Badung, baliilu.com – Rapat Kerja Pimpinan dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah  (TAPD) Kabupaten Badung membahas soal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022 digelar, Senin (25/10) di Ruang Rapat Madya Gosana lantai 3 Gedung DPRD Badung.

Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta dihadiri pimpinan dan anggota Banggar di antaranya I Putu Alit Yandinata, Nyoman Satria, I Made Ponda Wirawan, I Wayan Sandra, Ni Komang Tri Ani, I Nyoman Graha Wicaksana, I Wayan Sugita Putra, Sekwan I Gusti Made Agung Wardika. Dari pihak eksekutif hadir Ketua TAPD sekaligus Sekda Badung Adi Arnawa, Kepala Bapenda I Made Sutama, kepala BPKAD Suryaniti, beserta jajaran.

Alit Yandinata, yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan keoptimisannya pendapatan daerah 2021 dari pajak target 1,5 triliun lebih akan tercapai. Kekurangan 400 miliar optimis terealisasi paling tidak 150-200 miliar. Indikatornya dengan dibukanya penerbangan internasional 14 Oktober lalu, diselenggarakannya acara internasional di Bali termasuk ada pertemuan G20 dan tur melihat langsung kondisi restoran-restoran yang mulai ramai. Karena itu, Yandinata optimis di tahun 2022 akan ada peningkatan pendapatan daerah. Ia juga menyarankan soal peningkatan pendapatan dari BPHTB. Selain optimis pendapatan daerah dari pajak akan terealisasi, politisi asal Abiansemal dari PDI Perjuangan ini juga menyoroti masalah belanja tak terduga yang dirasakan terlalu tinggi dan usulan anggaran konsumsi dewan yang perlu dipertimbangkan kembali.

Hal yang sama juga dilontarkan I Nyoman Satria. Wakil Ketua Komisi III yang juga Ketua Bapemperda DPRD Badung ini menegaskan soal BTT, sesuai Surat Edaran Kemeterian Dalam Negeri yang sudah menginstruksikan BTT boleh ditambahkan 5 sampai 10 persen dari BTT yang terpasang bukan APBD sebelumnya. Berdasarkan Perda, BTT Badung Tahun 2021 di APBD induk sebesar 49,560 miliar lebih, di APBD perubahan 2021 naik sebesar 294 miliar. Sementara sekarang, data BTT terbaru dari Setda 185 miliar. Jika mengacu surat edaran menteri ada penurunan dan seharusnya bisa ditambah 5-10 persen.

Baca Juga  Banggar Kasih Solusi Cespleng Antisipasi Risiko Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Apa Saja?

Selain soal BTT, Nyoman Satria juga kembali menyoroti Perbup 44 termasuk keadilan anggaran konsumsi dewan. Soal aset yang jumlahnya seribuan lebih yang sebaiknya dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai pendapatan daerah seperti yang disarankan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Suasana raker Pimpinan, Banggar dan TAPD Badung soal APBD TA 2022, Senin (25/10).

Made Ponda Wirawan dalam kesempatan itu menekankan pendapatnya soal aset tanah pemkab yang bermasalah. Ia memohon aset daerah agar didata dengan baik, jangan sampai ada perorangan atau perusahaan memohon tanah milik pemkab. Ia juga menyinggung soal konten di medsos dari bagian humas Pemkab Badung agar ada regulasinya, untuk mengantisipasi tidak mendapatkan masalah baru di kemudian hari.

Wayan Sandra, pembicara terakhir dari dewan merasa optimis pendapatan daerah 2022 akan ada peningkatan. Ia mencermati saat ini sudah ada pesawat Arab yang datang juga indikator lainnya. Jika ada kenaikan pendataan agar dinaikkan di anggaran perubahan.

Sementara itu, usai rapat Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta kepada awak media menyampaikan raker antara pimpinan dan Banggar dengan TAPD sudah berjalan bagus di mana teman-teman badan anggaran dewan, memberikan solusi untuk meningkatkan pendapatan. Pertama, BPHTB agar meningkat, NJOP daerah Mengwi, Abiansemal, Petang itu bisa ditinjau kembali. Dengan demikian transaksi jual beli tanah hotel yang tertunda selama ini karena pajak itu bisa masuk nantinya.

Kedua, ungkap Sunarta, saran Dewan untuk memanfaatkan aset-aset Pemkab Badung yang diam, sesuai dengan saran Menteri Keuangan agar bisa mendatangkan pendapatan. Di samping meningkatkan harapan dari peningkatan pariwisata.

‘’Sedangkan soal nilai 15 miliar untuk Sekretariat Dewan  itu adalah usulan kebutuhan bukan kepentingan dari Dewan. Kebutuhan Dewan itu antara lain bukan konsumsi untuk Dewan tetapi konsumsi untuk reses kan untuk rakyat. Konsumsi juga untuk tamu, jadi dapat ditingkatkan sehingga sesuailah dengan kewajaran. Kalau sekarang ‘kan kurang dari kewajaran,’’ ujarnya.

Baca Juga  Raker Banggar DPRD Badung Bersama TAPD, Dalami APBD Badung 2025

Soal angka yang dipatok APBD 2022 sebesar 2,9 triliun, Sunarta menjelaskan, ini bukan asumsi, tetapi prediksi forecasting. Forecasting ini berlaku ceteris paribus yakni keadaan seperti sebelumnya. Tetapi saat ini keadaan tidak sama seperti sebelumnya jadi untuk membuat forecasting agak susah, sehingga dengan demikian apakah tercapai tidak, ini sangat tergantung dari situasi tahun 2022. Jika sama seperti cetiris paribus sekarang, bisa tidak tercapai, tetapi jika ada perubahan maka bisa lebih besar. Jadi harapan kita karena kita membuat pada saat kondisi tidak baik maka harapan kita 2,9 triliun ini bisa tercapai.

Sementara itu Ketua TAPD Badung Adi Arnawa usai raker menyampaikan, secara prinsip angka tetap di 2,9 triliun lebih, sesuai dengan perintah Bupati, yang mempertimbangkan berbagai tren. ‘’Kita harus jujur, kita tidak berani terlalu muluk-muluk, angka 2,9 triliun ini kan cukup tinggi, karena di dalamnya ada 1,9 triliun dari PAD dan ada 1,5 triliun lebih dari pajak, itu cukup tinggi,’’ ujarnya.

Padahal, lanjutnya, kalau dilihat kondisi sampai sekarang ini cukup tinggi dan kita juga belum tahu walaupun sekarang sudah open border, kita belum tahu kondisinya karena kenyataannya, wisatawan yang datang ini sebagian besar adalah wisatawan domestik, dan dengan rate (harga) yang diturunkan.

Masalah ada dinamika di rapat banggar, ia kira itu wajar. Ia akan coba pertimbangkan nanti untuk disampaikan kepada Bapak Bupati soal angka APBD 2,9 triliun. Ia rasa bukan saja pertimbangan berdasarkan kenyataan sekarang, yang kedua usulan dewan pun bisa dipertimbangkan.

Ditanya BTT (belanja tak terduga) yang dinilai dewan terlalu tinggi, Adi Arnawa mengungkapkan, pihaknya memasang 180 sekian miliar BTT di 2022 ini kan salah satu langkah antisipasi. Jauh lebih fatal bila kita tidak siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita harapkan. ‘’Karena masalah Covid ini kan sangat unpredictable, tidak bisa kita ketahui, tidak bisa kita fikirkan. Oleh karena itulah memasang angka sekian dengan berbagai perspektif sasaran, apakah kesehatannya nanti, implikasi kalau toh terjadi sesuatu, bagaimana dengan pemulihan ekonominya, kan ini harus dijaga, kenapa kita memasang angka sekian artinya kita tetap juga melihat beberapa belanja-belanja modal yang urgent sekali ya kita akan pasang. Termasuk ada beberapa usulan tadi itu akan kita pertimbangkan,’’ ungkapnya, seraya menegaskan belanja tidak terduga ini adalah untuk belanja yang unpredictable. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. (gs)

Baca Juga  Raker Banggar DPRD Badung Bersama TAPD, Dalami APBD Badung 2025

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD di Istana Negara

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik KSAD Tandyo
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pengangkatan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai KSAD didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo secara langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh Jenderal Tandyo Budi Revita. Pengucapan sumpah tersebut menjadi penegasan komitmen KSAD yang baru untuk menjunjung tinggi konstitusi, menjaga kehormatan prajurit, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sapta marga dan sumpah prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan sumpah jabatan.

Usai pengucapan sumpah, rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan oleh para pejabat negara serta tamu undangan yang hadir.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD dan kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Jenderal TNI Tandyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991.

Lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969, Jenderal TNI Tandyo memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian dan kepemimpinan di lingkungan militer.

Baca Juga  Banggar Kasih Solusi Cespleng Antisipasi Risiko Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Apa Saja?

Dalam jabatan barunya, Jenderal TNI Tandyo menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat. Menurutnya, sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mulai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, hingga ketahanan pangan, menjadi perhatian utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran TNI Angkatan Darat.

“Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat, khususnya untuk operasionalisasi apakah itu KDKMP, apakah itu sekolah rakyat, apakah itu ketahanan pangan yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan,” ujar Tandyo dalam keterangannya usai pelantikan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, dan undangan lainnya. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir sebagai saksi dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI Merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Wakil Panglima TNI
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan.

Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan oleh Presiden Prabowo. Acara dilanjutkan penandatanganan berita acara.

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Usai pelantikan, Maruli mengatakan bahwa Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil merupakan gagasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. Sementara, terkait dengan tugasnya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas.

Baca Juga  Raker Banggar DPRD Badung Bersama TAPD, Dalami APBD Badung 2025

“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, dan para undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi MA, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Published

on

By

Kapolri Kunjungi Mahkamah Agung
KUNJUNGI MA: Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia di Gedung Balairung MA, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system).

Kapolri hadir bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri dan disambut langsung oleh Ketua MA RI Sunarto beserta jajaran hakim agung.

Suyudi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi sebagai pejabat baru untuk memperkuat hubungan antarlembaga penegak hukum dalam pelaksanaan tugas ke depan.

“Ini adalah bentuk koordinasi sekaligus juga silaturahmi sebagai pejabat baru agar kita semua bagian dari criminal justice system ini bisa lebih solid, lebih kuat, dan lebih koordinatif dan kolaboratif dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujar Suyudi.

Ia berharap, penguatan sinergi tersebut dapat mendukung terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia tetap aman dan kondusif.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat, hukum yang berkeadilan bisa terwujud. Situasi masyarakat, kondisi kamtibmas di Indonesia bisa aman, lancar, dan kondusif,” kata Suyudi.

Melalui kunjungan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan MA dan lembaga penegak hukum lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penegakan hukum yang profesional, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Banggar Kasih Solusi Cespleng Antisipasi Risiko Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Apa Saja?
Lanjutkan Membaca