Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Raker Komisi II dengan Dinas Pariwisata Badung, Bahas Khusus Masalah DTW

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H., dalam rapat kerja Komisi II DPRD Badung dengan Dinas Pariwisata yang digelar di Ruang Rapat Gosana II Sekretariat DPRD Badung, Senin (17/1).

Badung, baliilu.com –  Daya Tarik Wisata (DTW) perlu dibahas secara khusus karena merupakan sumber atau inti pokok pariwisata Kabupaten Badung, sehingga saat pariwisata dibuka kembali, semua yang berkaitan dengan DTW sudah siap. Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H., dalam rapat kerja Komisi II DPRD Badung dengan Dinas Pariwisata yang digelar di Ruang Rapat Gosana II Sekretariat DPRD Badung, Senin (17/1).

Hadir dalam rapat kerja Anggota DPRD Badung, I Nyoman Dirga Yusa, S.E., Ni Luh Kadek Suartiari, S.E., I G A Agung Trimafo Yudha, I Gst. Lanang Umbara, S.Ssos., I Nyoman Karyana, S.T., I Nyoman Suka, S.E., dan I Made Wijaya, S.E. Sementara dari pihak eksekutif hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiartha beserta jajaran.

Ketua Komisi II, Anom Gumanti selepas raker mengungkapkan, rapat kerja bersama Dinas Pariwisata ini membahas khusus masalah Daya Tarik Wisata. Karena ini dalam rangka kesiapan kita untuk menyambut pariwisata Badung ke depan, supaya saat pariwisata mulai dibuka kita tidak kelabakan lagi dalam urusan DTW, karena ini merupakan sumber atau inti pokok dari pariwisata Badung.

Untuk persiapan, lanjut Anom Gumanti, sekarang kita ingin mengolaborasikan ini dengan para pihak seperti desa adat, masyarakat, pengelola dan lain sebagainya. Ini harus kita jelaskan melalui sebuah regulasi-regulasi. Misalnya kerja sama antara pemerintah dengan pengelola, siapa pengelolanya, dasar hukum pengelolaannya, kerja samanya seperti apa. Semua itu harus dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis.

‘’Kejelasan-kejelasan seperti ini ke depan harus terang dan jelas, DTW yang kita miliki kita ingin memotivasi juga teman-teman di Dinas Pariwisata untuk nanti mampu menaikkan nilai retribusi sesuai dengan targetnya. Kalau tidak ada inovasi-inovasi dan penguatan regulasi ke depannya saya yakin tidak bisa mencapai target,’’ ujarnya.

Ditegaskan, inilah fungsi dewan untuk memberikan dorongan dan sekaligus juga berkolaborasi ketika itu ada ranah regulasi dan jika perlu perda inisiatif, kita akan lakukan.

Sementara itu Kadis Pariwisata Badung, I Komang Rudiartha mengatakan, terkait kondisi kepariwisataan saat ini untuk meningkatkan pendapatan, apa yang harus dilakukan, termasuk regulasi yang ditetapkan mengenai kepariwistaan yang ada. Di samping itu, ada pengusaha sebagai pengembang, ada masyarakat sebagai subyek dan obyek pariwista, akademisi yang memberi masukan secara akademis, dan tidak lepas juga peran media yang diharapkan nanti bisa melakukan sebuah promosi secara tidak langsung tentang pariwisata yang ada.

Selain itu, sambung Rudiartha, ada empat sektor dasar yang harus ditekankan, yakni  facility, perbaikan sebuah destinasi kepariwisataan dari segi fasilitas seperti program Bupati Badung dengan penataan Samigita, service atau pelayanan, dalam hal ini akan digelar pembinaan-pembinaan kepada para pramuwista bagaimana memberikan sebuah pelayanan yang baik, safety atau keamanan, seperti disampaikan oleh anggota dewan bagaimana kita mampu menciptakan sebuah kondisi keamanan dan kenyamanan di destinasi pariwisata yang tentunya ini harus berkolaborasi juga dengan pihak-pihak keamanan dan juga pihak-pihak yang ada di wilayah desa adat. Dan yang terakhir adalah promosi yang tentunya tidak bisa kita lakukan hanya dengan cara konvensional.

‘’Di era digitalisasi ini mari kita lakukan sebuah promosi pariwisata dengan memanfaatkan informasi teknologi. Di tahun 2022 ini kita merancang ada penambahan Daya Tarik Wisata (DTW) sebanyak lima DTW yang nanti menjadi harapan, bahwa lima DTW ini akan memberikan sebuah kontribusi positif terkait dengan pola kerja sama yang akan kita bangun antara desa adat dan juga pemerintah,” paparnya.

Karena begitu ditetapkan sebuah DTW pastinya akan ada sebuah permohonan hak pengelolaan oleh desa adat kepada pemerintah dan itu juga akan menjadi kajian Pemerintah Kabupaten Badung, dan tentunya Bupati akan memberikan sebuah keputusan mengenai hak pengelolaan. Berbarengan dengan itu juga bekerja sama dengan pengelola melakukan sebuah konsep kerja sama yang di dalamnya tentunya akan dituangkan dalam peraturan daerah tentang retribusi untuk menghindari besaran retribusi yang dirancang itu berdampak negatif pada masyarakat.

‘’Sementara harapan kami hal ini akan berdampak positif karena ada payung hukum dalam pemungutan retribusi yang juga nanti ada persentase yang akan diberikan kepada pihak pengelola dan kepada pemerintah daerah,’’ tutupnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca