Raker Pergeseran Anggaran dengan Bapedda dan BPKAD dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata, didampingi Wakil Ketua II Made Sunarta dan I Wayan Regep dari Komisi I. (Foto: gs)
Badung, baliilu.com – Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung dengan Bapedda dan BPKAD dengan agenda terkait Pergeseran Anggaran APBD tahun 2022 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung yang menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dipimpin langsung Ketua Dewan Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., di ruang pimpinan DPRD Badung, Rabu, 22 Juni 2022.
Hadir mendampingi Ketua Dewan adalah Wakil Ketua II Drs. I Made Sunarta, M.M., M.Si. dan I Wayan Regep, S.H. dari Komisi I, serta Sekwan DPRD Badung I Gusti Made Agung Wardika. Dari pihak eksekutif hadir wakil dari Bapedda dan BPKAD.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari BPKAD menyampaikan pergeseran anggaran APBD 2022 dengan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) adalah dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung dengan sub-kegiatan peningkatan kapasitas Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional (penyelenggaraan PKB 2022) sebesar 225.000.000, Inspektorat Kabupaten Badung dengan kegiatan APIP TA 2022 sebesar Rp 24.641.100, BPBD Badung dengan sub-kegiatan pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana kabupaten/kota Rp 141.114.518, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Badung untuk subsidi pajak pertambahan nilai (PPN) alat tulis kantor Rp 1.557.
Raker Pergeseran Anggaran APBD 2022 dihadiri Pimpinan Dewan dan pihak eksekutif diwakili Bapedda dan BPKAD. (Foto: gs)
Terkait dengan permohonan pergeseran anggaran APBD 2022 itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan secara yuridis memang memungkinkan karena menyangkut anggaran antar-organisasi OPD. ‘’Cuma, walaupun jumlahnya tidak besar, supaya di anggaran perubahan ini dilakukan lebih rigit lagi terutama APBD 2023. Kami sebetulnya tidak mengharapkan hal-hal seperti ini dan supaya lebih profesional dalam melaksanakan anggaran APBD-nya,’’ terang Putu Parwata.
Putu Parwata menjelaskan, seperti yang dijelaskan BPKAD soal pergeseran anggaran di Dinas Kebudayaan, Inspektorat, Badan Penanggulangan Bencana, Badang Pengelola Keuangan, sebagai bentuk pemerintahan bersama-sama, kita ingin selalu Badung ini dikelola dengan baik, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran supaya ke depan agar bisa lebih bagus.
‘’Atas nama pimpinan DPRD Badung terkait pemberitahuan pergeseran anggaran 2022 pada prinsipnya kami sepakati, silakan dilakukan proses lebih lanjut,’’ ujar Putu Parwata di depan wakil dari eksekutif.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata. (Foto: gs)
Usai raker, Putu Parwata menegaskan pihaknya selalu berhati-hati bagaimana anggaran itu supaya dikelola dengan baik. Jadi berapa incomenya berapa programnya. Tetapi dalam hal ini disampaikan oleh OPD bahwa memang ada beberapa yang belum dibuat programnya. ‘’Misalnya tadi ada parade PKB, di dalam APBD kami tidak ada parade, tahu-tahu Provinsi minta ada parade, nah ini kami geser Rp 225 juta, kemudian harus dengan absen digital, terpaksa harus dibuat. Kemudian mobil pengangkut jenasah oleh BPBD tidak ada duitnya, belum dipasang ini, bagaimana caranya, nah digeser,’’ terang Parwata.
Ditegaskan, hal-hal seperti inilah walaupun tidak ada persetujuan tapi ada pemberitahuan. Pemberitahuan itu aspek filosofisnya ya karena kita adalah satu rumah harus saling memberitahu dan saling melakukan kontrol. ‘’Nah tadi itu adalah fungsi anggaran dan kontrol kami jalankan, bener tidak ini digunakan, jangan-jangan untuk yang lain-lain. Nah inilah diskusi yang kami sampaikan, kita sudah menemukan bahwa ini memang urgensi dan memang diperlukan. Jadi kami dapat pahami dan ini bisa diproses,’’ ujar Parwata seraya mengatakan terkait pergeseran anggaran ini program lain tidak ada yang dikorbankan tapi diefisiensikan. Kita tidak mengubah postur anggaran, nilainya, jumlahnya tidak berubah tetapi yang dilakukan adalah efisiensi saja. Jadi kita ambilkan dari BTT, kemudian kita atur kembali program-program yang bisa kita atur.
Terkait adanya kekecewaan perihal seragam PKB, Putu Parwata menanggapi, memang kurang layak saja seragamnya kalau dilihat dari segi warna, kualitas, kurang pas. ‘’Itu penampilan, kalau penampilan pakaiannya harus bagus, kualitasnya harus bagus, tolonglah pilih yang bagus. Kita orang Bali sudah biasa berpakaian adat,’’ ucapnya. (gs/bi)
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.
Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.
“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.
Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.
Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.
Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.
“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.
Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.
Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.
“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.
“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)
DENPASAR CITY EXPO: Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya saat mengunjungi stand UMKM Denpasar City Expo, Jumat (22/5). (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Gelaran Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Denpasar menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya Denpasar City Expo yang digelar di kawasan Prama Sanur Beach Bali, Jumat (22/5). Kegiatan ini menjadi wadah promosi berbagai inovasi pelayanan publik sekaligus menampilkan produk unggulan UKM/IKM dari daerah peserta Komwil IV APEKSI.
Pelaksanaan Denpasar City Expo diikuti oleh pelaku UKM/IKM dari 13 kota peserta Rakerkomwil IV APEKSI, serta 12 UKM/IKM unggulan binaan Dekranasda Kota Denpasar. Berbagai produk kreatif dan unggulan dipamerkan, mulai dari fesyen, kriya, tenun, kuliner hingga produk berbasis kearifan lokal yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.
Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya mengatakan bahwa pelaksanaan Denpasar City Expo merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui Denpasar City Expo ini kami ingin memperkenalkan produk-produk UKM dan IKM lokal yang menjadi peserta Rakerkomwil IV APEKSI. Produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan kreativitas yang sangat baik serta menjadi kebanggaan daerah masing-masing,” ujar Ayu Kristi.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi sekaligus mempertemukan para pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional. Dengan keterlibatan berbagai kota di wilayah Komwil IV APEKSI, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam mendukung kemajuan sektor UMKM dan industri kreatif.
“Kami berharap expo ini dapat menjadi wadah bagi pelaku UKM dan IKM untuk naik kelas, semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menembus pasar regional. Tentu hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, Denpasar City Expo juga menghadirkan semangat kolaborasi antar-pemerintah kota dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
“Melalui kegiatan ini, Kota Denpasar ingin menunjukkan komitmennya sebagai kota kreatif yang terus mendorong pengembangan industri lokal berbasis budaya dan inovasi,” ujarnya. (eka/bi)