Connect with us

NEWS

Raker Tim Banggar dengan TAPD Badung, Fokus Penanganan Covid dan Maksimalkan Pendapatan Daerah

BALIILU Tayang

:

de
RAKER: Rapat Kerja Tim Banggar DPRD Kabupaten Badung dengan Tim TAPD Kabupaten Badung diselenggarakan, Selasa (24/8), di ruang rapat pimpinan Kantor DPRD Badung, dipimpin Ketua Dewan Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M., menghadirkan Ketua TAPD sekaligus Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

Badung, baliilu.com – Rapat Kerja Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Badung dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Badung  diselenggarakan, Selasa (24/8), di ruang rapat pimpinan Kantor DPRD Badung, dipimpin oleh Ketua Dewan Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M., menghadirkan Ketua TAPD sekaligus Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. 

Seusai raker, Ketua Dewan Putu Parwata menyampaikan hasil rapat Tim Banggar dengan TAPD yang pertama, sesuai dengan instruksi Gubernur Bali, Pemerintahan Kabupaten Badung harus fokus kepada penanganan Covid-19. Oleh karena itu, dalam rancangan APBD Perubahan 2021 untuk penanganan Covid sudah dialokasikan Rp 311 miliar. Yang kedua, menyiapkan bed untuk sentral isolasi, disiapkan Rp 33 miliar untuk perbaikan gedung D RSUD untuk menampung pasien Covid. ‘’Ini yang kita lakukan berharap tidak ada masalah lagi dalam penanganan Covid. Kalau lainnya, belanja pegawai, belanja barang dan jasa itu sesuai dengan kebutuhan,’’ ucapnya.

Politisi asal Dalung Kuta Utara ini mengatakan, masukan dari kawan-kawan Tim Banggar untuk memaksimalkan pendapatan daerah itu bagus sekali. Yang pertama, bagaimana supaya BPHTB ini menjadi sumber pendapatan Daerah Badung, diharapkan dilakukan penyesuaian kembali tentang NJOP baik di Kuta Utara, Kuta Selatan, Mengwi, Abiansemal, Petang sehingga akan bisa mendongkrak pendapatan.

Advertisements
de

Yang kedua, masalah tover lagi diselaraskan. Artinya, bagaimana nomenklatur-nomenklaturnya supaya tidak bertentangan dengan undang-undang peraturan yang ada, termasuk juga rooftop-nya nanti disesuaikan. Kita akan konsultasikan ke pihak-pihak yang berkompeten, sehingga kominfo tidak ragu mengeluarkan sebuah rekomendasi. ‘’Saya kira itu yang dapat saya sampaikan termasuk penyelesaian tata ruang. Jadi target yang dapat kami sampaikan, tata ruang ini adalah bagian dari sumber pendapatan juga, tata ruang itu kami harapkan November sudah selesai. Kami dorong November selesai dan Januari 2022 on air investasi di Badung akan bisa berjalan dengan normal,’’ ujarnya.

Baca Juga  Kelola APBD Badung, Pemerintah dan Dewan sudah Miliki ‘’Frame’’ yang Sama

Sementara itu, Ketua TAPD sekaligus Sekda Badung Adi Arnawa menyampaikan, sesuai yang dikatakan Ketua DPRD, bahwa Covid ini menjadi satu penyebab juga terjadinya penurunan pendapatan. Oleh karena itu dari hasil rapat banggar, menyarankan beberapa masukan termasuk salah satunya melakukan diversifikasi pendapatan. Dimana, segera mendorong regulasi untuk dimungkinkan optimalisasi pendapatan, salah satunya adalah sedang berkomunikasi dengan Dewan, menyampaikan rancangan peraturan bupati terkait dengan retribusi perpanjangan INTA (ijin mempekerjakan tenaga asing).

Retribusi INTA ini juga merupakan sumber pendapatan dari sektor retribusi, dan juga sesuai dengan undang-undang cipta kerja ada turunannya bahwa ada perubahan nomenklatur terkait dengan IMB, dimana sekarang berubah menjadi persetujuan bangunan gedung (PBG).

Terhadap dua hal ini, kita sudah minta persetujuan kepada DPRD untuk segera diagendakan untuk membuat dua ranperda. Yang mana dua ranperda ini adalah berpotensi dalam rangka peningkatan pendapatan. Selain itu, juga disarankan terkait dengan bagaimana kebijakan untuk menurunkan NJOP karena memang seperti apa yang disampaikan bahwa kelihatannya dari progress pendapatan kita untuk sekarang ini yang merajai sektor-sektor penerimaan pajak adalah dari sektor BPHTB. ‘’Jadi kalau kita lihat case-nya di BPHTB sekarang ‘kan dengan terjadinya penurunan ekonomi akan berimplikasi pada penurunan beli itu akan berimplikasi juga kepada nilai jual objek pajaknya. Yang tadinya dalam NJOP mungkin X rupiah kalau disandingkan sekarang menjadi turun. Kalau itu dibawa ke BPHTB ‘kan tidak bisa diturunkan, harus tetap mengacu kepada NJOP,’’ ujarnya.

Inilah salah satu saran agar disesuaikan, sehingga kalau bisa disesuaikan otomatis nanti akan berproses kepada BPHTB. Termasuk juga sektor-sektor lain yang sedang didorong untuk saat ini.  ‘’Karena terus terang mohon maaf, walaupun kita memasang Rp 1,9 triliun itu juga tidak mudah. Kita harus mengerahkan sumber daya kita semuanya terutama di Bapenda termasuk lintas perangkat daerah yang terkait harus mulai mendorong meningkatkan kinerjanya untuk bagaimana mendapatkan angka Rp 1,9 triliun ini,’’ ujarnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Putu Parwata Dukung Program GenRe Edukasi Remaja soal Pernikahan Dini, Seks Bebas dan Napza

Kapan target penyesesuaian NJOP-nya, Arnawa menegaskan wacananya sudah cukup lama dan sudah memanggil dan memerintahkan kepala bapenda untuk segera menindaklanjuti. ‘’Saya minta dispenda cepat progress dalam menyikapi penyesuaian NJOP ini,’’ ujarnya.

Ditambahkan, di perubahan ini sesuai dengan rancangan KUPA PPAS ada dana bangunan gedung Rp 33 miliar menindaklanjuti kebijakan bupati bahwa dalam rangka penanganan Covid ini walaupun sedikit melandai dengan kebijakan kita mendorong isoter. Kelihatan sudah mulai ada penurunan, walaupun tingkat kematiannya cukup tinggi. Dari terkonfirmasi positive rate-nya cukup rendah dan kelihatannya ini menjadi indikator perkembangan penanganan Covid cukup bagus. ‘’Hanya namanya Covid ‘kan unpredictable tidak bisa kita prediksi, sehingga langkah kita tetap konsisten di perubahan untuk masuk ke gedung D. Untuk penanganan gedung D maka satu-satunya itulah belanja modal kita yang kita dorong hanya semata-mata dalam rangka penanganan Covid,’’ pungkasnya.  (eka/gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de

NEWS

Kadis Kesehatan Bali dr. Suarjaya: TBC Mudah dan Dapat Disembuhkan

Published

on

By

de
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menyampaikan dengan pengobatan tepat dan waktu yang tepat, sebenarnya penderita TBC mudah dan dapat disembuhkan. ‘’Seringkali kasus penderita TBC yang tidak sembuh karena drop out minum obat,’’ terang Suarjaya usai membuka Konferensi Wilayah X PPTI Bali yang digelar di ruang Rapat Gosana III Gedung DPRD Badung, Jumat (3/12).

Lebih lanjut, Suarjaya menegaskan, memang disadari pengobatan terhadap penderita TBC jangka waktunya cukup lama dan obatnya juga cukup banyak. Hal ini kadang-kadang menimbulkan ketidakdisiplinan. Karena efeknya agak lambat, minum obat lama menyebabkan penderita itu drop out. Maka itu, di sinilah pengobatan penderita TBC membutuhkan pengawas minum obat.

Dikatakan, selama ini Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) berperan sangat aktif dalam upaya mulai dari pencegahan, penanggulangan TBC kemudian juga dalam upaya pelayanan pengobatan membantu masyarakat dalam pengawasan minum obat. ‘’Selama ini kami rasakan PPTI Wilayah Bali termasuk sangat aktif di Bali,’’ ujarnya. Hal ini karena memang baik PPTI provinsi dan kabupaten kota didukung tenaga yang memang walaupun sebagai relawan tetapi juga memiliki komitmen yang baik untuk penanggulangan TBC.

Advertisements
de

Suarjaya memaparkan penemuan kasus TBC sejak pandemi Covid-19 di Bali agak menurun, juga terjadi di Indonesia. Dan angka penemuan kasus TBC di Bali belum mencapai yang ditargetkan 44 persen, dimana baru mencapai 34 persen dalam penemuan kasus dari target yang diharapkan.

Sedangkan angka kesembuhan sangat baik, dimana penderita TBC di Bali sudah mencapai 90 persen. Artinya 90 persen orang yang terdeteksi menderita TBC diobati sudah sembuh. Hanya kita melihat ada 10 persen yang belum sembuh sehingga ini berpotensi bisa menjadi resisten dan meninggal. Ini yang harus menjadi perhatian bersama. Kasus resistensi obat pada TBC berdampak pada meningkatnya gejala yang lebih berat dan bahkan meningkatnya angka kematian. ‘’Ada datanya setiap kabupaten beda-beda, tetapi yang saya lihat penemuan tertinggi ada di Buleleng dan di Denpasar,’’ paparnya.

Baca Juga  LKPJ Bupati Badung 2020, Putu Parwata: Dana 3,8 Triliun Program yang Sudah Dirancang Nampaknya Semua Terlaksana
Kadis Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta menyampaikan dalam penanggulangan TBC perlu ada upaya-upaya lokus yang lebih intensif. Dengan adanya transformasi kesehatan di Badung termasuk salah satu lokus untuk ujicoba transformasi layanan terintegrasi antara puskesmas dan FKTP swasta dalam hal penanganan, penanggulangan TBC, maternal dan penyakit tidak menular. ‘’Artinya sekarang ini di swasta penemuan tak sampai ke catatan kita, dengan terintegrasinya kita harapkan pencapaian kita bisa lebih meningkat dengan melibatkan teman-teman di praktek swasta,’’ ujarnya.

Ditegaskan, jika memang di dokter umum tak bisa melakukan pendiagnosaan seperti cek dahak, segera dirujuk ke puskesmas agar bisa didiagnosa secara lengkap. Ini sedang dilakukan di dua tempat di Puskesmas Mengwi 1 dan Abiansemal 1. Sampai akhir Desember dievaluasi. ‘’Kalau ini berhasil meningkatkan cakupan pencapaian dalam penanganan TBC, maka semua puskesmas akan diterapkan seperti itu. Jadi akan diterapkan kolaborasi, integrasi antara puskesmas dan FKTP swasta yang ada di wilayah kerjanya,’’ papar Gunarta. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

NEWS

Erupsi Gunung Semeru, Kepala BNPB Letjen Suharyanto Menuju Kabupaten Lumajang

Published

on

By

de
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Pagi ini Minggu 5 Desember 2021, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Surabaya untuk mengecek langsung penanganan dampak erupsi Gunung Semeru.

“Bapak Kepala akan tiba di Surabaya pukul 08.00 pagi dan selanjutnya menggunakan jalur darat menuju Kabupaten Lumajang Jawa Timur,” demikian disampaikan Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB kepada wartawan sebelum naik pesawat di Bandara Soetta Cengkareng Jakarta.

Letjen Suharyanto yang hingga kini masih menjabat Pangdam Brawijaya Jawa Timur semalam sudah memerintahkan Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat dan Kedeputian Logistik/Peralatan BNPB untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat terdampak.

Advertisements
de

“Sejak tadi malam Bapak Kepala BNPB terus melakukan koordinasi dengan TNI Polri serta pemerintah daerah guna memastikan dukungan bantuan segera tiba dalam waktu sesingkat-singkatnya. Juga memastikan penanganan pengungsi berjalan dengan baik,” tambah Egy Massadiah.

Sebagaimana diketahui Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Baca Juga  Turun Rp 900 Miliar, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Rancangan KUPA 2021
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ops Yustisi Prokes Polsek Dentim Sampaikan Imbauan dan Bagikan Masker

Published

on

By

de
Personel Polsek Dentim bagi-bagi masker. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur secara rutin menggelar yustisi dalam penegakan dan ketaatan protokol kesehatan di wilayahnya sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 63 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 2 Corona Virus Disease di Wilayah Jawa dan Bali dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 18 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM level 2.

Seperti kegiatan Sabtu pagi 4  November  2021 sekitar pukul 09.00 Wita, Polsek Dentim menggelar yustisi di seputaran Jalan By Pas IB Mantra Dentim dengan kekuatan 10 personil gabungan dipimpin Pawas Polsek Dentim Iptu I Wayan Merta Adi, S.H.

Dalam giat ini, personel menyampaikan imbauan dan pembagian masker kepada warga. Sasaran kegiatan ini dimana sebagian masyarakat yang melakukan aktivitas pagi di sepanjang jalan By Pass IB Mantra seperti pedagang pasar, buruh pasir dan warga yang melintas.

Advertisements
de

Polri dalam hal ini terus membantu pemerintah dalam meningkatnya kesadaran masyarakat terkait ketaatan protokol kesehatan guna memutus dan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Dalam yustisi pagi ini kami memberikan 1 kali teguran kepada warga yang tanpa masker kemudian kami berikan masker secara gratis, selanjutnya memberikan 5 kali imbauan kepada warga,” Kata Pawas I Wayan Merta Adi. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dukung Yayasan LBH CES yang Bergerak secara Sosial
Lanjutkan Membaca