Denpasar, baliilu.com - Gelaran konsep Catur Desa serangakaian Denpasar Festival Ke-14 tahun 2021 pertama kalinya dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pohgading, Minggu (12/12). Turut hadir dalam acara tersebut para juara seni karawitan di Kota Denpasar. Serta diselenggarakan Lokakarya Gamelan Mulut dan Genggong. Acara turut disemarakkan stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah terpilih oleh pihak desa setempat.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara nampak hadir meninjau stand UMKM di wantilan Desa Adat Poh Gading, dengan berkeliling sembari berbincang dengan para penjaga stand.
“Kenapa saya hadir mendahului, karena berharap di mana spirit kita adalah pelaksanaan Denfest ini memberikan peluang terhadap seniman, musisi, dan pelaku UMKM walaupun belum maksimal tapi kita menyesuaikan kondisi pandemi ini,” ujarnya.
Menjelang perhelatan seni karawitan, Jaya Negara nampak duduk di tengah-tengah penonton. Di bangku depan, ramai anak-anak dari desa setempat yang turut bersama Walikota Denpasar membaur menyaksikan penampilan para seniman Denpasar. Pentas seni karawitan pun digelar pukul 19.00 Wita.
Selain aktivitas kreatif berupa Lokakarya Gamelan Mulut dan Instrumen Genggong yang disampaikan oleh I Made Wardana, S.Sn., acara dilanjutkan dengan pentas seni karawitan yang dipersembahkan oleh beberapa komunitas seni, diantaranya, pentas bapang barong dan tabuh pategak dari Komunitas Kubu Gendok, gong suling dari gamelan suling madu suwata, tabuh baleganjur dari Sanggar Gita Widya Kencana, dan pementasan genggong beserta gamelan mulut dari Sanggar Qakdanjur.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator acara pentas seni di bidang Karawitan Denpasar Festival, I Gusti Ngurah Murthana, S.T., menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan Denfest di Desa Adat Poh Gading, memberi ruang bagi para seniman juara dari seluruh Kota Denpasar.
“Di Kota Denpasar ada banyak lomba, baik itu parade maupun semua jenis bidang seni karawitan. Seperti genggong ini punya potensi pestasi kita tempatkan di Denpasar Utara,” paparnya.
Murthana lebih lanjut menjelaskan, garapan seni yang melibatkan para seniman dari Desa Adat Pohgading baru akan dilaksanakan besok, Senin 13 Desember 2021.
Para Juara hadirkan Kesenian Karawitan Inovatif yakni, Komposer dari seni karawitan, Putu Yoga Pradana Putra dari Sekaa Suling Madu Suwara menampilkan garapan spesialnya untuk Denpasar Festival. Sekaa Suling Madu Suwara menampilkan gong suling yang bertajuk Enjoy Skank dan “Kumbang Ayana”.
Skank merupakan suatu gaya ritmis dalam musik reggae. Musik reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen sinkopasi. Inspirasi genre musik raggae ini dikolaborasikan oleh Yoga dengan media gamelan suling. “Sebenarnya terinspirasi dari raggae ini karena musiknya relaks. Jadi ingin benar-benar menghibur penonton. Apalagi musik gamelan Bali yang cenderung berada pada nentatonis, sementara raggae diatonis sehingga menciptakan tantangan tersendiri,” ungkap Yoga saat dijumpai sebelum pementasan.
Lebih lanjut Yoga mengaku kesulitan mengkolaborasikan musik raggae dan suling ini utamanya terletak pada pola dan instrumen yang berbeda. “Benar-benar harus mengandalkan intuisi,” tambahnya.
Sementara di Gedung Dharma Negara Alaya, berlangsung pula pameran seni rupa 10 Fine Art. Denpasar Sineas Festival juga belum surut, terdapat beberapa film yang diputar hari ini, diantaranya Belajar pada Pandemi, Bagaskara, Laut Nusa Penida, dan Story. (eka/bi)