Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rayakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Seminar Kesehatan Jiwa

BALIILU Tayang

:

Seminar
Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar Seminar Kesehatan Jiwa di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Selasa (11/10). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Merayakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun 2022, Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar Seminar Kesehatan Jiwa dengan tema “Kolaborasi Bersama PKK Mantap Jiwa Untuk Generasi Sehat Jiwa” di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Selasa (11/10).

Sebelum seminar dimulai Istri Wakil Walikota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa  bersama Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan semua peserta melaksanakan Senam Sehat Mantap Jiwa.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang diwakili Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan tersebut berarti tubuh dan jiwa adalah dua hal yang saling berkaitan mempengaruhi satu sama lain dan menjadi kunci dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pandemi Covid -19 tidak dipungkiri membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan kita semua, salah satunya pada aspek kesehatan jiwa. Tak Peduli usia, gender, profesi maupun jabatan, gangguan kesehatan jiwa dapat menyerang siapa saja.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, pencegahan terjadinya gangguan kesehatan jiwa di masyarakat perlu diawali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat. Peran pemerintah menjadi sangat sentral untuk mendorong upaya investasi jangka panjang yang sangat menentukan bagi kokohnya bangsa ini. Tentu saja partisipasi berbagai sektor elemen masyarakat, profesional juga sangat dibutuhkan untuk mendorong pemerintah. Selain itu berbagai sosialisasi edukasi dan pelatihan perlu dilakukan sampai menjangkau ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Disinilah peran ibu -ibu Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK) sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkap Ayu Kristi.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Tinjau Tahap Awal Pembangunan Jembatan di Kawasan Desa Pemogan

Mengingat PKK bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Untuk itu diharapkan bersama- sama melalui peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini agar sama- sama berkomitmen untuk menciptakan generasi sehat jiwa di Kota Denpasar, pulih bersama generasi sehat jiwa.

Sementara itu Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung  Ngurah Gede Dharmayuda M.Kes mengatakan, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia jatuh setiap tanggal 10 Oktober. Menurutnya, penting untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan mental bagi para peserta seminar sekaligus penguatan kemitraan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Seminar ini melibatkan peserta yakni 75 orang Ketua PKK Kecamatan se- Kota Denpasar beserta Ketua TP PKK Desa/Kelurahan se- Kota Denpasar. Dengan narasumber Agus Tresna Yasa S.Pt,M.Pd  selaku Sekretaris DPMD Kota Denpasar  dan dr. I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ Psikiater RSUD Wangaya.

Lebih lanjut  Dharmayuda mengatakan, dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia  pihaknya  juga melaksanakan berbagai kegiatan lainnya diantaranya,  Bulan Agustus hingga Oktober pelaksanaan deteksi dini gangguan kesehatan jiwa kepada seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan seluruh pegawai Puskesmas se-Kota Denpasar dengan menggunakan Self Reporting Quetionnaire (SRQ) 20. Rapat koordinasi TPKJM Kota Denpasar, Sosialisasi pengisian Assist (alcohol, smoking and substances invovement screening test).

Menurutnya, kesehatan jiwa masyarakat Kota Denpasar pada umumnya sehat, meskipun kita harus selalu berpikiran bahwa sehat mental dan jiwa adalah nomor satu. Meskipun indek kesehatan di Kota Denpasar sudah bagus, namun yang harus diperhatikan adalah kesehatan jiwa dan mental masyarakat juga harus dijaga dengan baik.

“Dengan seminar seperti ini yang melibatkan kader PKK dan masyarakat tentang mengetahui kesehatan mental yang ada di lingkungan keluarga terdekat. Setelah tahu apa yang harus dilakukan, dengan hal itu minimal kita telah memiliki jejaring ke mana harus melaporkan,” kata Dharmayuda.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Kampanye Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan

Usai Seminar disampaikan bahwa Lomba Tingkat Nasional, dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun 2022 Kota Denpasar mendapat juara 3 Kategori Institusi yang diwakili oleh Rumah Berdaya dan harapan II kategori perorangan oleh pemegang program kesehatan jiwa Puskesmas III Denpasar Utara I Nyoman Dharma Wisnawa S.Kep, M.Kes. (ayu/eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Ngurah Gede Resmi Jabat Ketua DPRD Denpasar 2024-2029, Gus Yoga, Wandhira dan Oka Cahyadi Wakil Ketua

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gelar Patroli Dialogis

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Berkolaborasi dengan Wardah Bali Gelar Workshop Kecantikan

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca