Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sagung Antari Kunjungi Kebun Imut, Olah Sampah Organik Basah Berbasis Maggot

BALIILU Tayang

:

Kebun Imut
KUNJUNGI INOVASI KEBUN IMUT: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara secara langsung mengunjungi Inovasi Kebun Imut untuk melihat proses pengelolaan sampah berbasis maggot tersebut pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Denpasar, muncul sebuah solusi inovatif berbasis masyarakat dalam mengatasi sampah organik, khususnya sampah organik basah. Solusi tersebut datang dari tangan kreatif, Ana Rohanah Salamah pemilik Integrasi Maggot Unggas dan Tanaman (Kebun Imut) yang berlokasi di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan.

Inovasi ini pun menarik perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang secara langsung mengunjungi Inovasi Kebun Imut untuk melihat proses pengelolaan sampah berbasis maggot tersebut pada Kamis (23/4) bersama Dinas Terkait.

Dalam kunjungannya, Antari Jaya Negara mengapresiasi upaya yang dilakukan Ana dalam membantu mengurangi volume sampah organik di Kota Denpasar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ana Rohanah Salamah karena telah berkontribusi membantu pemerintah dalam mengurangi sampah dengan sistem maggot ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan agar pengelolaan maggot ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain sebagai tempat pengolahan sampah, Kebun Imut juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Ana Rohanah Salamah selaku pemilik Kebun Imut atau Rumah Imut menyampaikan rasa terima kasih dan mendapat anugrah besar dalam hidupnya  atas perhatian dan kunjungan Ketua TP PKK Kota Denpasar ke tempatnya. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik berbasis maggot menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi permasalahan limbah organik.

Ana memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam yang mampu mengurai limbah organik hingga 70 persen, atau sekitar 50 hingga 100 kilogram per hari. Menurutnya, maggot merupakan makhluk yang sangat efektif dalam mempercepat proses penguraian sampah.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Lantik Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan

“Saya mengelola sampah organik berbasis maggot ini secara spontan. Melihat ciptaan Tuhan yang luar biasa, justru maggot ini mampu mengolah sampah organik dengan sangat baik,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketika pengelolaan maggot dilakukan secara sistematis dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, maka berapa pun volume sampah organik dapat dikelola dengan baik. Prosesnya dimulai dari pencacahan atau pembuburan sampah menggunakan mesin, sehingga memudahkan maggot dalam mengurai limbah tersebut.

Dalam siklusnya, larva maggot pada minggu pertama masih mengonsumsi sampah dalam jumlah kecil. Namun, memasuki minggu kedua, kemampuannya meningkat pesat, bahkan mampu menghabiskan sampah hingga dua kali lipat dari berat tubuhnya setiap hari. Hal inilah yang membuat proses penguraian sampah menjadi sangat cepat dan efisien.

Selain mengurangi sampah, maggot yang telah tumbuh juga memiliki nilai ekonomis karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak  miliknya.  Bisa diberikan baik dalam kondisi segar, kering, maupun diolah lebih lanjut. Sementara sisa penguraian sampah oleh maggot dimanfaatkan menjadi kompos atau kasgot yang berguna untuk berkebun.

Perjalanannya dalam mengelola sampah dimulai sejak tahun 2015. Meski sempat mengalami kendala dan berhenti, dalam dua tahun terakhir ia kembali mengembangkan metode ini hingga berjalan optimal.

Kini, Kebun Imut yang dikembangkan di lahan seluas dua are di Jalan Raya Pemogan, Gang Sholeh, menjadi tempat integrasi pengelolaan maggot, peternakan unggas, serta budidaya tanaman. Selain itu, hasil pengolahan sampah juga dimanfaatkan menjadi eco enzyme serta pengolahan minyak jelantah menjadi sabun.

Dalam pengelohan sampah Ana mengaku juga berkolaborasi dengan Go Green Deen, Bali Waste Management Training Center, TPS-3R Kubu Lestari dan  Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan. Dimana dalam Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan dia sebagai ketua.

Baca Juga  Intervensi Pencegahan Stunting, Ny. Antari Jaya Negara Buka Posyandu Paripurna di Kecamatan Denbar

Ana Rohanah Salamah berharap metode yang dikembangkannya dapat menjadi solusi alternatif yang dapat diterapkan secara lebih luas dalam upaya mengatasi permasalahan sampah organik di Kota Denpasar, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

BI Perkuat Sinergi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Bali di Tengah Gejolak Geopolitik

Published

on

By

BALINOMICS
BALINOMICS: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali saat menyelenggarakan kegiatan BALINOMICS pada 21 April 2026 di The Meru Sanur.  (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi di tengah gejolak geopolitik, pada 21 April 2026 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan BALINOMICS, di The Meru Sanur.

Kegiatan tersebut dibuka dengan penyampaian welcoming remarks oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja serta keynote speech oleh Sekretaris Daerah, Dewa Made Indra dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, akademisi, konjen negara sahabat, perbankan, dan pelaku usaha. Sejumlah narasumber baik tingkat daerah dan nasional hadir dalam BALINOMICS yakni, Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (Indra Gunawan Sutarto); Dekan FEB Universitas Udayana (Prof. Wiwin Setyari); Ekonom Senior Samuel Sekuritas (Fithra Faisal Hastiadi); dan Redaktur Pelaksana Media Investor Daily (Nasori).

Pada kesempatan tersebut, Erwin Soeriadimadja menyampaikan apresiasi atas pencapaian pertumbuhan ekonomi di Bali kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholders di Bali sehingga pada tahun 2025 ekonomi Bali mampu tumbuh 5,82% (yoy), di atas nasional dan merupakan pertumbuhan tertinggi selama 7 (tujuh) tahun terakhir yang turut didukung dengan inflasi yang terkendali. Namun demikian, perlu dicermati eskalasi konflik Timur Tengah yang terjadi pada awal tahun 2026.

Lebih lanjut, konflik tersebut diprakirakan berdampak terutama pada sektor pariwisata sebagai backbone pertumbuhan ekonomi Bali, antara lain melalui terganggunya konektivitas penerbangan internasional, khususnya dari kawasan Eropa, serta kenaikan harga tiket pesawat. Berdasarkan asesmen terkini, kondisi ini diprakirakan menimbulkan loss ekonomi Bali pada tahun 2026 sebesar 0,05%. Terdapat Four Strategic Pilars untuk menjaga ekonomi Bali tetap berdaya tahan yakni: (i) Menjaga kinerja backbone ekonomi Bali yakni Sektor Pariwisata, (ii) mendorong kinerja new hero ekonomi Bali untuk menciptakan multiplier yakni investasi, (iii) memperkuat sektor pertanian untuk diversifikasi sumber pertumbuhan, (iv) mendorong UMKM dan digitalisasi sebagai penyangga dan katalisator ekonomi.

Baca Juga  Intervensi Pencegahan Stunting, Ny. Antari Jaya Negara Buka Posyandu Paripurna di Kecamatan Denbar

Dewa Made Indra, juga mengapresiasi dedikasi Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian Bali tumbuh berkelanjutan di tengah gejolak global. Dalam sesi diskusi para narasum

Dalam sesi diskusi para narasumber menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah. Fithra Faisal menyampaikan bahwa untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada triwulan I 2026 tetap membutuhkan dorongan supply side seperti stimulus fiskal di tengah tantangan melambatnya permintaan masyarakat akibat gejolak geopolitik Timur Tengah. Strategi front-loaded fiscal menjadi salah satu langkah percepatan perputaran modalitas dari sisi supply.

Hal ini terkonfirmasi oleh Supendi (Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali) yang menyampaikan bahwa pada triwulan I 2026 transaksi belanja APBN di Bali tumbuh positif, utamanya pada belanja modal.

Indra Gunawan Sutarto memandang bahwa digitalisasi menjadi game changer katalisator pertumbuhan ekonomi. Fenomena transformasi digital diprakirakan semakin akseleratif menyusul pergeseran preferensi transaksi masyarakat kearah digital yang ditopang oleh meningkatnya partisipasi ekonomi Gen Y, Z, dan Alpha, serta prospek ekonomi yang terus membaik. Pada sektor pariwisata transaksi melalui kanal digital QRIS cross border perlu dioptimalkan, sebagai kemudahan dan kenyamanan bertransaksi wisatawan.

Selain digitalisasi, diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi di Bali perlu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Prof. Wiwin Setyari mengungkapkan bahwa 50% kontribusi pariwisata nasional bersumber dari Bali. Kondisi ini menunjukkan besarnya peran Bali dalam menopang sektor pariwisata nasional, namun sekaligus menegaskan tingginya ketergantungan perekonomian daerah terhadap pariwisata. Berkaca pada masa pandemi, struktur ekonomi Bali yang sangat terkonsentrasi pada pariwisata terbukti rentan terhadap shock, meskipun proses pemulihannya relatif cepat. Oleh karena itu, meskipun Bali hingga saat ini tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, Pemerintah Provinsi Bali perlu terus mendorong transformasi ekonomi agar diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, berdaya tahan serta mampu berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Ke depan, gejolak geopolitik yang berpotensi mengganggu kinerja sektor pariwisata juga dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan. Respons Pemerintah dan persepsi publik atas resiliensi pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak geopolitik tidak terlepas dari peran media. Dalam prospektif media, headline eskalasi konflik Timur Tengah menjadi sinyal respons publik.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Capacity Building dan Serahkan Bantuan Beras dari TP PKK Provinsi Bali

Nasori menyampaikan bahwa untuk menjaga persepsi kondisi perekonomian di Bali tetap kondusif, diperlukan keseimbangan penyampaian fakta yang juga menjadi poin penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang relevan, mudah dipahami, dan tentunya menjaga konteks dan akurasi. Dalam sesi diskusi, secara keseluruhan, pandangan narasumber mengarah pada pentingnya penguatan sisi supply, digitalisasi, dan diversifikasi ekonomi untuk menjaga resiliensi Bali.

Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan tahun 2026 dengan 5 (lima) Perguruan Tinggi di Bali. Program Pendidikan Kebanksentralan ini terdiri atas tiga pilar utama yaitu; Pembelajaran, Penelitian, dan Pemberdayaan, selaras dengan area Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, kapasitas akademik, serta pengembangan SDM unggul yang berkontribusi pada efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan tercapainya visi Bank Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sidak Pansus TRAP DPRD Bali di KEK Kura-Kura Bali Memanas

BTID Tak Mampu Tunjukkan Dokumen Lahan Pengganti

Loading

Published

on

By

KEK Kura-Kura
SIDAK: Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan, Denpasar, Kamis, 23 April 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dugaan tukar guling lahan mangrove di Bali kembali memanas dan menjadi sorotan publik. Ternyata, hasil penelusuran diketahui dugaan tukar guling lahan mangrove berakar sejak era kepemimpinan Ida Bagus Oka, pada tahun 1990-an.

Menyikapi hal tersebut, Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan, Denpasar, Kamis, 23 April 2026.

Menariknya, sidak tersebut memicu ketegangan antara Pansus TRAP DPRD Bali dan pihak pengembang, PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Adu argumen terjadi saat Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha, mempertanyakan kejelasan lahan pengganti dalam skema tukar guling yang dinilai belum terbukti secara konkret di lapangan.

Pansus TRAP menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara dokumen administrasi dengan kondisi faktual di lokasi. Dalam peninjauan sebelumnya di Karangasem, Pansus TRAP DPRD Bali mengaku tidak menemukan bukti sertifikat atas lahan pengganti yang disebut mencakup sekitar 58,14 hektar perairan dan 4 hektare mangrove.

Situasi semakin memanas, ketika pihak BTID tidak dapat menunjukkan dokumen sertifikasi yang diminta secara langsung. Hal ini memunculkan keraguan serius terkait legalitas dan transparansi proses tukar guling yang disebut telah berlangsung sejak dekade 1990-an.

Meski demikian, BTID membantah adanya pelanggaran dalam proses tersebut. Perusahaan menyatakan seluruh tahapan telah dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan instansi pemerintah terkait, termasuk kementerian teknis. Mereka juga menyebut lokasi lahan pengganti berada di wilayah yang sulit diakses sehingga tidak mudah diverifikasi dalam waktu singkat.

Perbedaan klaim antara BTID dan temuan lapangan menunjukkan belum sinkronnya data yang tersedia.

Pansus TRAP menegaskan akan terus mendalami persoalan ini guna memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam pengelolaan aset dan tata ruang daerah. Sidak ini menjadi bagian dari investigasi yang lebih luas terkait dugaan kejanggalan tukar guling lahan mangrove di kawasan strategis Bali.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Pelatihan Membuat ‘’Banten Otonan’’

Ketegangan di lapangan mencerminkan kompleksitas persoalan sekaligus menunjukkan komitmen DPRD Bali dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas kebijakan yang berdampak pada lingkungan serta kepentingan publik. (*/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fakta dan Dokumen Tak Sinkron, Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Aktivitas BTID di Kura Kura Bali

Published

on

By

btid
LANGKAH TEGAS: Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas PT Bali Turtle Island Development (BTID) di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan, Denpasar, Kamis, 23 April 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas PT Bali Turtle Island Development (BTID) di kawasan KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar, Kamis, 23 April 2026.

Keputusan penghentian ini diambil, setelah Pansus TRAP DPRD Bali menemukan dugaan ketidaksesuaian antara dokumen administrasi perusahaan dengan kondisi faktual di lapangan, terutama terkait proses tukar guling lahan mangrove yang selama ini menuai sorotan publik.

Sekretaris Pansus TRAP, I Dewa Nyoman Rai menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil evaluasi dari serangkaian inspeksi lapangan, termasuk peninjauan ke wilayah Karangasem dan Jembrana.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan indikasi bahwa sejumlah kewajiban administrasi belum dipenuhi secara menyeluruh oleh pihak perusahaan.

Penutupan sementara difokuskan pada beberapa titik strategis, seperti pembangunan marina dan kawasan yang dikenal sebagai area “mangkok”. Kedua lokasi ini dinilai memiliki persoalan serius, baik dari sisi legalitas maupun kelengkapan dokumen.

“Kami memutuskan penutupan sementara terhadap kegiatan yang diduga memiliki pelanggaran atau kekurangan administrasi. Termasuk tukar guling lahan yang setelah dicek di lapangan tidak ditemukan sesuai harapan,” kata Dewa Rai.

Langkah Pansus TRAP tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali dengan menghentikan aktivitas di lokasi. Pengawasan ketat juga akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kegiatan yang berlangsung selama masa penghentian.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha mengungkapkan bahwa temuan paling krusial adalah tidak ditemukan bukti sertifikat lahan pengganti dalam skema tukar guling yang diklaim telah dilakukan oleh perusahaan BTID.

Menurutnya, hal ini menimbulkan pertanyaan besar terkait keabsahan proses tersebut. “Jika sertifikat pengganti tidak ada, bagaimana bisa dikatakan sudah terjadi tukar guling? Ini yang masih kami dalami,” kata Made Supartha.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Pimpin Penghijauan dan Resmikan Teba Modern di Kawasan Pura Luhur Batukau

Lebih lanjut, Pansus TRAP DPRD Bali menegaskan, penghentian sementara ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga tata ruang Bali tetap tertib, transparan, dan berkeadilan. Selain itu, upaya pendalaman terhadap temuan di lapangan akan terus dilakukan guna mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan daerah maupun lingkungan.

Hingga kini, polemik tukar guling lahan mangrove di kawasan Kura Kura Bali masih berlangsung dan menjadi sorotan publik. Perbedaan antara klaim perusahaan BTID dan temuan fakta di lapangan menjadi perhatian serius publik serta mendorong pengawasan lebih lanjut dari pihak legislatif. (*/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca