Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sambut Hari Saraswati, “Pustakeling Ayang Ebeb” Gelar Mesatua di SD 1 Peguyangan

BALIILU Tayang

:

Perpustakaan Keliling di SD 1 Peguyangan
MESATUA: Perpustakaan Keliling "Pustakeling Ayang Ebeb" saat menggelar kegiatan Mesatua di SD 1 Kelurahan Peguyangan, pada Jumat (15/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Serangkaian dengan hari raya Saraswati, dan untuk menguatkan program literasi di lingkungan sekolah, Perpustakaan Keliling “Pustakeling Ayang Ebeb” menggelar kegiatan Mesatua di SD 1 Kelurahan Peguyangan, pada Jumat (15/12).

Tema yang diangkat yakni menyinggung isu penting terkait kebersihan sungai dan sumber air, mengingat dampak banjir di musim penghujan.

Saat dihubungi, Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana, menyampaikan, selain peningkatan literasi, kegiatan yang dihadiri juga Bunda Literasi Kelurahan Peguyangan, Ny. Dian Ekawati Sudi Arcana ini juga ditujukan untuk mempererat hubungan antara sekolah dan kelurahan.

“Kita harapkan nantinya kegiatan ini akan dapat melibatkan berbagai unsur  tingkatan pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga universitas yang ada di lingkungan Kelurahan Peguyangan,” katanya.

Sudi Arcana juga menuturkan, kegiatan perpustakaan keliling di Kelurahan Peguyangan adalah bentuk edukasi literasi era baru. Dirinya juga menekankan bahwa kehadiran kepala sekolah, bunda literasi, dan pihak terkait lainnya, termasuk penyuluh Basa Bali dan PLKB Kelurahan Peguyangan, akan menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan literasi serta melestarikan Bahasa Bali.

Selain mesatua, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi kesehatan dan reproduksi oleh penyuluh KB, yang menyampaikan informasi penting terkait kesehatan dan reproduksi kepada anak-anak.

“Pemberian pemahaman tentang reproduksi ini akan ditujukan untuk membekali anak-anak mengenai hal-hal yang dulu dianggap tabu terkait organ tubuh yang vital, khususnya pada anak perempuan, agar mereka dapat menjaga dan melindungi diri dengan lebih baik,” urai Gede Arcana.

Sementara salah seorang siswa Putu Eka Suasti merasa senang dan gembira dengan adanya kegiatan seperti ini. “Kegiatan yang sangat menyenangkan, selain itu kegiatan seperti ini menambah wawasan dan pengetahuan kita,” ujar gadis cilik ini sambil tersenyum sumringah. (eka/bi)

Baca Juga  Kelurahan Peguyangan dan Padangsambian Gencarkan Penertiban Administrasi Kependudukan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Denpasar Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Barito Timur

Published

on

By

walikota jaya negara
TERIMA KUNKER: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Bupati Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Yamin beserta jajaran di Kantor Wali Kota Denpasar, pada Selasa (2/6) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Bupati Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Yamin beserta jajaran di Kantor Wali Kota Denpasar, pada Selasa (2/6) pagi.

Pertemuan antar keduanya diisi pembicaraan terkait berbagai hal di berbagai sektor, diantaranya pengembangan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, pengembangan UMKM dan berbagai isu strategis lainnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan selamat datang di Kota Denpasar kepada Bupati Kabupaten Barito Timur, Muhammad Yamin beserta jajaran.

“Semoga pertemuan ini dapat menjadi wadah bertukar pikiran dan informasi antara Pemkot Denpasar dengan Kabupaten Barito Timur membahas berbagai isu strategis untuk kemajuan kedua daerah,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya, Jaya Negara juga mengatakan, Kota Denpasar baru saja mendapat kesempatan menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) 2026. Pihaknya juga ingin berbagi pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Semoga pertemuan ini, dapat mewujudkan kekompakan antara APEKSI dan APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) untuk memajukan daerah masing-masing,” kata Jaya Negara.

Bupati Kabupaten Barito Timur, Muhammad Yamin berterima kasih atas sambutan hangat Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara kepada jajarannya.

“Semoga dari pertemuan ini kami dapat mengambil berbagai hal positif di Kota Denpasar yang dapat kami terapkan untuk kemajuan daerah kami. Sekaligus juga mempererat silaturahmi antara kedua daerah untuk kemajuan bersama,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bank Sampah Mawar Banjar Tengah Peguyangan Kembali Gelar Penimbangan Sampah
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026

Gubernur Koster: Bulan Bung Karno Merawat Ingatan Kolektif Mewujudkan Bangsa Berdaulat, Berdikari, serta Berkepribadian dalam Kebudayaan

Loading

Published

on

By

gubernur koster
BUKA BULAN BUNG KARNO: Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Pembukaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan gamelan tradisional Bali, Bende dihadiri langsung oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Bupati dan Wakil Bupati, Ny. Seniasih Giri Prasta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, dan ribuan masyarakat Bali.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang mengambil tema “Kawya Atma Kerthi” bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dilaksanakan dalam suasana penuh semangat kebangsaan, kebudayaan, dan spiritualitas yang mendalam.

Koster menjelaskan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Babak Proklamator dalam kesadaran kolektif.

Tema Kawya Atma Kerthi, juga mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa. Kawya adalah ekspresi jiwa yang luhur, Atma adalah esensi kesadaran terdalam, dan Kerthi adalah upaya penyucian serta pemuliaan. Maka, tema ini mengajak semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan Kita sehari-hari.

Koster mengatakan Bali sebagai provinsi yang konsisten menggelar Bulan Bung Karno. Menurut Gubernur dua periode ini, Bulan Bung Karno merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.

Baca Juga  Lestarikan Aksara Bali, Kelurahan Peguyangan Gelar Pelatihan ‘’Nyurat’’ Aksara Bali

“Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat” katanya.

kata Koster, sejarah mencatat, jalan perjuangan beliau ditempa oleh tekanan, penjara, dan pengasingan. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka; bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bung Karno menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali. Beliau memandang Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis.

Dijelaskan Koster, dalam pandangan Bung Karno, Bali mencerminkan kekuatan jati diri bangsa. di mana warisan leluhur tetap terjaga, sekaligus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

“Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi Kita semua, bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia,” urai Gubernur Koster.

Bagi Bali, Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat. Nilai-nilai beliau terus bertransformasi dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan. Melalui Bulan Bung Karno, tidak sekedar mengenang, tetapi menghidupkan kembali api perjuangan itu dalam tindakan nyata.

Dengan semangat yang diusung, peringatan tahun ini mengajak semua masyarakat Bali menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup; sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter, dan menuntun arah pembangunan.

Koster menambahkan, semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. “Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” jelasnya.

Baca Juga  Bank Sampah Mawar Banjar Tengah Peguyangan Kembali Gelar Penimbangan Sampah

Berpijak pada nilai-nilai tersebut, lanjut Koster harus diteguhkan untuk menata kehidupan Bali dengan kesadaran yang utuh. Dengan semangat itu, Bali tidak hanya akan bertahan, melainkan terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat sekaligus memberi makna bagi dunia.

“Dalam kesadaran inilah, Kita melangkah bersama; merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat,” tambahnya.

Momentum Bulan Bung Karno ini, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, terutama generasi muda, untuk tidak berhenti bertumbuh; memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing. Masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini. Tata kehidupan masyarakat Bali hendaknya terus ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat sebagai jati diri. Kebersamaan, rasa saling menghormati, dan keselarasan dalam bertindak bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi sosial yang menjaga keutuhan dan kekuatan Bali.

“Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, Kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, Kita akan mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian Kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi Nindihin Gumi Bali,” pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dalam perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 dimeriahkan oleh sejumlah seniman, artis dan band lokal Bali seperti Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, dan seniman musik Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer. (gs/bi)

Baca Juga  Serangkaian Hari Anak Nasional 2024, Kelurahan Peguyangan Luncurkan Taman Bermain Anak dan Pustaka Bojana

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Beragam Lomba Edukatif dan Kreatif Meriahkan Bulan Bung Karno VIII

Gubernur Koster: Aktualisasi Perjuangan Bapak Proklamator RI

Loading

Published

on

By

Bulan Bung Karno
BUKA BULAN BUNG KARNO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Provinsi Bali yang mengambil tema Kawya Atma Kerthi yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dirangkaikan dengan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif sebagai upaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata.

Kegiatan kreatif dan edukatif tersebut antara lain meliputi, Lomba Cipta dan Baca Puisi bertema “Proklamator Bung Karno” serta Lomba Pidato bertema “Bung Karno Bapak Bangsa”.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan partisipasi dalam kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa se-Bali.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang ekspresi sekaligus refleksi generasi muda dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” kata Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dihadirkan kategori Lomba Tari Teruna Jaya yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Bali. Tari Teruna Jaya merupakan warisan seni tari Bali  yang lahir dari ekspresi jiwa kepemudaan, dinamis, penuh semangat, dan sarat dengan keberanian dalam mengekspresikan jati diri.

Penamaan “Teruna Jaya” sendiri diberikan oleh Bung Karno, yang merefleksikan semangat pemuda yang bangkit, berani, dan penuh daya juang. Nilai ini selaras dengan karakter Bung Karno pada masa mudanya, yang sarat idealisme, keberanian, serta kekuatan dalam membangkitkan kesadaran bangsa.

Oleh karena itu, kehadiran Tari Teruna Jaya dalam Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tidak hanya sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda sejak dini, untuk menumbuhkan karakter, semangat juang, serta kecintaan terhadap budaya dan bangsa, sejalan dengan tema “Kawya Atma Kerthi” Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator. (gs/bi)

Baca Juga  Kelurahan Peguyangan dan Padangsambian Gencarkan Penertiban Administrasi Kependudukan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca