Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sandiaga Uno Apresiasi Penerapan Prokes CHSE di Kawasan Uluwatu

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa bersama Sekda Adi Arnawa di saat mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di saat meninjau vaksinasi massal di Wantilan Kawasan Wisata Uluwatu dan pementasan cak Uluwatu, di Kecamatan Kuta Selatan, Senin (22/3).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa terus bergerak memastikan pemberian vaksin kepada masyarakat. Setelah sebelumnya melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi  di beberapa wilayah, giliran pada hari Senin (22/3) melaksanakan pemantauan vaksinasi massal di Wantilan Kawasan Wisata Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut juga ditinjau oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beserta jajaran, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta serta Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya dan Manager DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Wijana. Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, Sandiaga Uno juga mengecek kesiapan protokol kesehatan di lokasi pertunjukan Kecak di obyek wisata kawasan luar Pura Uluwatu.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin oleh pihak pengelola Kawasan DTW Uluwatu. Dimana, protokol kesehatan sangat diterapkan dengan baik, mulai dari akses masuk, di dalam kawasan hingga ke tempat pertunjukan Kecak. “Saya mengapresiasi kesiapan pengelola Uluwatu. Sangat-sangat disiplin, mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer bahkan para penari kecak juga menerapkan protokol yang ketat. Harus dipertahankan ke depannya,” ungkap Menparekraf, Sandiaga Uno.

Bahkan untuk transaksi di obyek wisata Uluwatu sudah dilakukan secara digitalisasi. Hal ini tentunya menekan resiko penularan Covid-19. “Saya melihat, kesiapan destinasi sudah sangat siap,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk penerbangan wisatawan mancanegara atau internasional di bulan Juni dan Juli segera bisa dibuka sesuai dengan harapan dan target Presiden.

Terkait dengan vaksinasi menurut Sandiaga Uno merupakan persiapan menjelang dibukanya pariwisata yang memungkinkan kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.

“Vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama di Bali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga sempat berbincang dengan salah seorang peserta vaksinasi yang mengungkapkan harapannya agar pariwisata Bali bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Tadi saya sempat berbincang dengan salah seorang peserta vaksinasi yang berharap agar pariwisata Bali bangkit kembali. Dulu sebelum pandemi, Bali merupakan salah satu destinasi wisata unggulan,” katanya.

Sementara itu Manager DWT Kawasan Luar Uluwatu Wayan Wijana menyampaikan vaksinasi dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 21-22 Maret 2021 dengan total yang divaksinasi di Uluwatu Desa Adat Pecatu dengan total 400 orang terdiri dari staff management Uluwatu, Sekaa Kecak, pemandu wisata dan pedagang. “Ini bukti kesiapan kami, semua stakeholder di Uluwatu ini mulai divaksin dari tanggal 20 Maret lalu dan hari ini 22 Maret. Jadi totalnya sudah 400 orang,” paparnya.

Selain itu, Wijana juga mengungkapkan kalau penerapan protokol kesehatan di kawasan Uluwatu sudah dilakukan jauh hari. Dengan rampungnya vaksinasi pihaknya menegaskan sangat siap, jika gerbang pariwisata internasional mulai dibuka. Karena hal ini akan membangkitkan kembali perekonomian masyarakat sekitar. (bt)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca