Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sekda Adi Arnawa Apresiasi Dukungan Program Vaksinasi Massal Binda Bali

BALIILU Tayang

:

PANTAU VAKSINASI MASSAL: Sekda Badung Wayan Adi Arnawa memantau pelaksanaan vaksinasi yang digelar Binda Bali di Gereja Bukit Pujian Pecatu Graha, Kuta Selatan, Sabtu (13/11).

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Sabtu (13/11) menghadiri vaksinasi massal yang dilaksanakan oleh Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali yang bekerjasama dengan Sosial Ummat Masjid Agung Palapa dan pihak Gereja Bukit Pujian Pecatu.

Vaksinasi yang diperuntukan bagi pelajar dan masyarakat itu dilaksanakan secara terpusat di Gereja Bukit Pujian Pecatu, dengan  pendaftaran di Masjid Agung Palapa. Selain itu juga dilakukan vaksinasi door to door dengan sasaran warga kurang mampu, terutama lansia yang memiliki keterbatasan pendengaran dan kemampuan berjalan yang terbatas.

Turut hadir Kepala Binda Bali Brigjen Pol. Hadi Purnomo, Ketua PWNU Bali KH. Abdul Aziz, Ketua Gereja Bukit Pujian Veny Ros, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta.
 
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Badung berterima kasih serta menyambut baik peranan BIN dalam membantu pelaksanaan vaksinasi secara nasional. Sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama pihaknya mengakui kegiatan tersebut merupakan bentuk kerukunan beragama karena fenomena unik di dalamnya, yakni pendaftaran di masjid dan pelaksanaan vaksinasi di gereja.

“Ini adalah hal yang sangat baik dan positif bagi kerukunan beragama sehingga harus dilestarikan,” ucap Adi Arnawa.

Lebih lanjut Adi Arnawa mengatakan, Kabupaten Badung dikenal sebagai sektor wisata, dimana dalam rangka mewujudkan itu maka Pemkab telah berupaya mendorong masyarakat untuk mematuhi prokes dan pelaksanaan vaksinasi massal agar dunia internasional dapat kembali hadir ke Kabupaten Badung. “Untuk itu diharapkan tidak ada warga Badung yang tertinggal dalam melaksanakan vaksin, agar masyarakat tidak ragu-ragu dalam melaksanakan vaksinasi karena ini merupakan satu-satunya langkah dalam menyelamatkan saudara satu sama lain,” ungkapnya.
 
Sementara itu Kepala Binda Bali Brigjen Pol. Hadi Purnomo mengatakan, kegiatan vaksinasi kali ini diprakarsai oleh Binda Bali, dimana BIN yang menaungi 34 provinsi seluruh Indonesia mendapatkan jatah vaksin dari Kemenkes berupa stok 10.000 vaksin. Sebagian besar sudah terselenggara di berbagai wilayah, dan minggu depan rencananya vaksinasi untuk wilayah Bali akan dilaksanakan di Jembrana kemudian dilanjutkan ke Karangasem dan Klungkung.

“Kegiatan vaksinasi massal bertujuan untuk mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi di daerah maupun provinsi. Sehingga diharapkan kondisi pandemi segera berlalu dengan adanya kegiatan positif ini. Selain itu, perlu kita sadari bersama bahwa kondisi kita semua saat ini sangat terpuruk khususnya karena hampir 80 persen wilayah di Badung didukung sektor wisata. Sehingga diharapkan adanya vaksinasi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi ke depannya,” terangnya.
 
Selain itu Binda Bali diakuinya juga melakukan kegiatan vaksinasi door to door dengan sasaran warga yang kurang mampu terutama lansia yang memiliki keterbatasan pendengaran dan  kemampuan berjalan yang terbatas sehingga tidak bisa datang ke lokasi vaksinasi massal di wilayah Desa Pecatu Kuta Selatan. Kegiatan vaksinasi dilakukan oleh 6 Tim Gabungan 4 dari Dinkes Prov. Bali dan 2 tim dari Dokkes Polda Bali. Untuk jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 1.000 dosis Sinovac dan 250 dosis Astrazeneca.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Badung atas didukungnya pelaksanaan kegiatan ini baik secara finansial dan moril. Atas segala kebaikan tersebut  semoga Kabupaten Badung semakin baik dan semakin jaya ke depan. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Masjid Agung Palapa dan Gereja Bukit Pujian Pecatu yang turut serta menyukseskan kegiatan ini dan semoga acara dapat berjalan dengan lancar. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca