Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Adi Arnawa Terima Audiensi Dekorkab Badung

BALIILU Tayang

:

dekorkab
Sekda Wayan Adi Arnawa menerima audiensi dari Dekorkab Badung di Ruang Rapat Sekda, Puspem Badung, Selasa (14/3). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menerima audiensi dari Dewan Koordinator Kabupaten (Dekorkab) Badung, berkaitan dengan telah terbentuknya kepengurusan baru Dekorkab Badung, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Puspem Badung, Selasa (14/3). Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Koordinator Kabupaten Badung I Nyoman Sarjana, yang juga turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Komang Giriyasa, beserta para Ketua Pasraman nonformal.

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung memberikan selamat, karena sudah ada satu wadah organisasi, maupun berkumpulnya orang-orang yang memiliki dedikasi, terutama dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan.

“Di tengah-tengah suasana, Indonesia dihadapi masalah sosial anak-anak, Dekorkab Badung sudah memiliki dedikasi yang tergabung dalam Perkumpulan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasraman se-Indonesia (P3I). Saya berharap agar pasraman benar-benar mengarahkan untuk bagaimana mencetak anak-anak yang beriman, berakhlak, pintar, dan memiliki budi pekerti yang baik. Untuk itu melalui pasraman, kita memberikan pelajaran agama Hindu. Apalagi kita di Provinsi Bali khususnya di Kabupaten Badung, sudah saatnya kita mendorong pemahaman akan ajaran agama Hindu yang berbasis seni dan budaya, dikarenakan pariwisata kita berbasis budaya. Jika berbicara budaya, tentu berlandasan dengan ajaran-ajaran agama Hindu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Dekorkab yang tergabung dalam P3I. Hal yang paling penting ketika implementasi agar benar-benar sesuai dengan platform persamaan sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan sampai keluar dari aturan tersebut. Jika ini benar-benar diarahkan, untuk bagaimana menjaga kearifan lokal tetap terjaga.

“Mari kita jaga kearifan lokal kita yang sudah ada sejak dulu, dimana kearifan lokal kita yakni bergotong-royong dan pertanian. Kepada jajaran P3I, bagaimana memberikan langkah-langkah positif, sehingga pemerintah tetap mensupport, mendorong daripada keberadaan P3I. Saya kira itu yang perlu saya sampaikan kepada organisasi ini, tentu saya menunggu langkah-langkah kongkret, sebatas mana program-program yang dilakukan, sepanjang program tersebut bersifat positif demi mencetak SDM berwawasan agama, seni dan budaya,“ ungkapnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Ikuti Rapat Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi dari KPK RI

Sementara itu Ketua Dewan Koordinator Kabupaten Badung I Nyoman Sarjana mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekda Badung yang sudah menerima audiensi Dekorkab. Dijelaskannya organisasi P3I adalah Perkumpulan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasraman se-Indonesia. Khusus di Badung sudah terbentuk pasraman nonformal sebanyak delapan (8) dan persamaan formal sebanyak sebelas  (11). “Harapan kami ke depan Pemerintah Kabupaten dapat mensupport dan mendukung terhadap program-program yang ada di pasraman,“ harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah

Published

on

By

titik nol singaraja
NARASUMBER: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja terus menjadi perhatian masyarakat. Selain digadang-gadang menjadi ikon baru kota bersejarah di Bali Utara, proyek tersebut juga dinilai strategis karena mampu menjawab berbagai kebutuhan perkotaan, mulai dari pengendalian banjir, penataan kawasan heritage, hingga pengembangan pariwisata. Menariknya, proyek ini dilaksanakan dengan inovasi anggaran sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Adiptha, penataan Titik Nol merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan strategis tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.

“Proyek ini anggarannya kita inovasikan tanpa memberatkan APBD Kabupaten Buleleng. Pendanaannya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik sehingga pembangunan tetap bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, penataan kawasan Titik Nol tidak hanya berorientasi pada keindahan kota. Di balik proyek tersebut terdapat fungsi penting sebagai upaya penanggulangan banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan perkotaan Singaraja.

Lebih lanjut dijelaskan kawasan Titik Nol terdapat saluran utama yang memiliki peran besar dalam sistem drainase kota. Melalui proyek tersebut, saluran yang ada dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal menuju Tukad Banyumala.

“Tujuan awalnya memang untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan peningkatan kapasitas saluran, diharapkan genangan yang selama ini terjadi di beberapa kawasan perkotaan seperti Jalan Anggrek, Kampung Anyar dan wilayah sekitarnya dapat berkurang secara signifikan,” kata Adiptha.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-24 ST Yowana Darma Yowana Banjar Selat Anyar

Selain aspek infrastruktur, penataan Titik Nol juga diarahkan untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Kota Singaraja. Kawasan tersebut berada di jantung kota lama yang dikelilingi berbagai bangunan bersejarah dan memiliki nilai penting dalam perjalanan pemerintahan maupun perkembangan ekonomi Buleleng.

Adiptha mengatakan, keberadaan Kantor Bupati Buleleng, Gedung Gallery, Gedung Laksmi Graha, serta sejumlah bangunan heritage lainnya menjadikan kawasan itu layak dikembangkan sebagai pusat wisata sejarah perkotaan.

“Titik Nol adalah pusat kawasan bersejarah Singaraja. Penataan ini menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang kita miliki dengan kebutuhan kota modern. Kami ingin masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengenal sejarah daerahnya,” ungkapnya.

Penataan juga dilakukan melalui pengaturan utilitas perkotaan. Jaringan kabel listrik dan telekomunikasi secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Lebih jauh, kawasan Titik Nol dirancang menjadi bagian dari jalur city tour yang menghubungkan sejumlah destinasi sejarah dan budaya di Kota Singaraja. Jalur tersebut nantinya akan terkoneksi dengan berbagai titik wisata, mulai dari Puri Agung Singaraja, Taman Bung Karno, sentra kerajinan perak dan songket Beratan, kawasan heritage SMAN 1 Singaraja, hingga Pabean dan Labuan Buleleng.

Ditambahkan, konsep tersebut juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Buleleng Festival pada Agustus mendatang. Kawasan Titik Nol dan Gedung Gallery direncanakan menjadi ruang ekspresi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami ingin kawasan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu fasilitas pendukung seperti Wi-Fi, toilet, keamanan, serta kantong parkir juga telah menjadi bagian dari perencanaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adiptha juga mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai program penataan kota di Buleleng. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan pembangunan.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Sholat Idul Fitri di Puspem Badung

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Kepedulian masyarakat menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa memiliki terhadap daerahnya. Itu menjadi modal penting untuk membangun Buleleng yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi mampu menjadi simbol kebangkitan kawasan kota lama Singaraja yang modern, tertata, dan tetap berakar pada nilai-nilai sejarahnya. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi antarpemerintah yang terus terjalin, kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Kesenian Inklusif, K3S Badung Fasilitasi Sekaa Arja Tuna Netra Tampil di PKB

Published

on

By

k3s badung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). Bantuan berupa sembako dan dana operasional sebesar Rp 10 juta ini diserahkan untuk mendukung persiapan mereka mewakili Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Plt. Camat Abiansemal, Yayasan Bunga Bali, serta tim Gerakan Badung Peduli.

Nyonya Rasniathi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas dedikasi para seniman. Ia menegaskan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk melestarikan budaya dan meraih prestasi.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat Bapak-Ibu sekalian. Apa yang Bapak-Ibu lakukan ini bukan sekadar berkarya seni, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan kemauan yang kuat segala sesuatu dapat diwujudkan. Arja bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga, dan Bapak-Ibu telah membuktikan bahwa Bapak-Ibu adalah pelestari budaya yang hebat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan ini merupakan wujud nyata kepedulian K3S Badung dan pemerintah daerah agar sekaa dapat berlatih dengan fokus. Kehadiran mereka di panggung provinsi diharapkan membawa nama harum daerah sekaligus menyampaikan pesan inklusi sosial.

“Kami berharap Bapak-Ibu dapat tampil percaya diri, tunjukkan bakat terbaik, dan buktikan kepada seluruh masyarakat Bali bahwa Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Badung memiliki kualitas seni yang luar biasa,” tambahnya.

Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Badung, Anak Agung Mayun, mengucapkan terima kasih atas perhatian besar tersebut. Dukungan ini menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh anggota untuk berlatih lebih keras demi menampilkan pertunjukan terbaik di PKB. (gs/bi)

Baca Juga  ‘‘Pujawali‘‘ Pura Dhang Kahyangan Gunung Payung Desa Adat Kutuh

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Patroli Skala Besar di Kuta, Wujudkan Rasa Aman dan Cegah Gangguan Kamtibmas

Published

on

By

patroli polresta denpasar
PATROLI: Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. saat memimpin Patroli Skala Besar pada Sabtu malam (30/5/2026) hingga Minggu dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di kawasan pariwisata Kuta, Polresta Denpasar kembali menggelar Patroli Skala Besar pada Sabtu malam (30/5/2026) hingga Minggu dini hari.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 22.50 Wita hingga 00.52 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H.

Patroli diawali dengan apel kesiapan personel di Central Parkir Kuta yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar. Sebanyak 178 personel gabungan dari Polresta Denpasar dan jajaran Polsek diterjunkan untuk melaksanakan patroli di sejumlah titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat di wilayah Kuta.

Dalam pelaksanaannya, personel dibagi menjadi dua regu yang menyisir jalur-jalur utama dan kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Patroli menyasar kawasan Jalan Raya Kuta, Jalan Pantai Kuta, Jalan Melasti, Jalan Legian, Jalan Patih Jelantik, Jalan Sunset Road, Jalan Raya Seminyak serta sejumlah ruas jalan lainnya yang menjadi pusat aktivitas malam hari.

Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat, pelaku usaha, petugas keamanan, dan wisatawan. Petugas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Patroli skala besar ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan yang dikenal dengan 4C, yakni Curat (Pencurian dengan Pemberatan), Curas (Pencurian dengan Kekerasan), Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor), dan aksi premanisme maupun tindak kriminalitas lainnya.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta wisatawan yang beraktivitas pada malam hari. Selain itu, patroli juga bertujuan meningkatkan pengawasan pada pusat-pusat keramaian sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Tari Bali, Ajak Lestarikan Seni, Adat dan Budaya

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli skala besar akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di kawasan pariwisata yang menjadi wajah Bali di mata dunia.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas. Dengan partisipasi aktif masyarakat, keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah Kuta terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca