Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Buka Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-anak Kota Denpasar

Jaring Bibit Kesenian, Jadi Ruang Ekspresi Pembinaan Gong Kebyar

Loading

BALIILU Tayang

:

Parade Gong Kebyar denpasar
PARADE GONG KEBYAR: Pelaksanaan Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-anak Kota Denpasar Tahun 2024 yang dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wirdana disertai penyerahan piagam penghargaan di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar pada Sabtu (23/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-anak Kota Denpasar tahun 2024 secara resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, pada Sabtu (23/11) dan akan berlangsung hingga Minggu (24/11). Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada perwakilan 12 peserta.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Wayan Duaja, Pimpinan OPD terkait serta undangan lainya. Pada hari pertama, sebanyak 6 sekaa turut tampil. Yakni pada sesi satu mempertemukan Sekaa Gong Anak-anak Gita Budaya, Banjar Tenten dan Sekaa Anak-anak Kumara Semara Gita, Banjar Ledaton. Selanjutnya pada sesi II turut tampil Sekaa Gong Wanita Gayatri Swara Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin dan Sekaa Gong Wanita Srikandi Metu Swara, Banjar Pagan Kelod. Dan pada sesi III turut tampil Sekaa Gong Anak-anak Swara Gita, Banjar Kertajiwa dan Sekaa Gong Anak-anak Wirama Tirtayasa, Banjar Sekar Kangin Sidakarya.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dalam kesempatan tersebut menjelaskan, penguatan seni budaya telah menjadi komitmen Pemkot Denpasar dalam pemberdayaan dan pelestarian potensi seni budaya yang ada di perkotaan. Hal ini sesuai dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Sehingga Parade ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian dari salah satu kesenian tradisional khususnya kesenian klasik dan gong kebyar yang telah berkembang di wilayah Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita guna memberikan pembinaan dan pengembangan sekaligus pelestarian seni. Sehingga mampu memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tehniknya serta memanfaatkan olah kreativitas dalam permainan gong kebyar serta melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya.

Baca Juga  Gong Kebyar Legendaris Hipnotis Gubernur Koster hingga Detik Akhir, Minta Dukungan Krama Bali agar Seni Hidup Selamanya

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini dilaksanakan pembinaan untuk disiapkan sebagai Duta Kota Denpasar kedepannya, kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreatifitas dan tidak kehilangan jati diri, bahkan semua peserta penampilannya luar biasa,” ujar Alit Wiradana.

Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan, pelaksanaan Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-anak ini sejatinya memiliki tujuan yang sama dengan kegiatan seni lainnya. Hal ini tidak lain adalah untuk melestarikan dan mengembangan kesenian Bali, khususnya Gong Kebyar yang banyak digandrungi masyarakat Denpasar dari berbagai kalangan.

“Hampir di setiap banjar kita memiliki gambelan gong kebyar, pembinaan dan latihan juga sudah terus dilaksanakan, sehingga melalui Parade Gong Kebyar ini dapat menjadi puncak apresiasi proses pembinaan dan pelatihan kesenian di Kota Denpasar yang dilaksanakan di banjar-banjar,” ujarnya.

Lebih Lanjut Kabid Kesenian, I Wayan Narta mengatakan bahwa secara teknis kegiatan ini akan diikuti oleh 12 Sekaa yang merupakan perwakilan Banjar/Desa/Kelurahan di Kota Denpasar. Jumlah tersebut dibagi dalam dua kategori yakni sebanyak 8 sekaa gong anak-anak dan 4 lainnya merupakan sekaa gong wanita.

“Jadi sebagai upaya mempersiapkan duta kesenian, kami rancang parade ini agar mampu menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilaksanakan di masing-masing banjar di Kota Denpasar, nantinya setiap sekaa akan membawakan 2 materi, yakni Tabuh Bebas dan Tari Bebas,” ujarnya.

Narta menambahkan, nantinya seluruh peserta akan dilaksanakan pengamatan oleh Tim Pengamat yang terdiri dari Tim Pembina Seni Kota Denpasar. Dari pengamatan tersebut akan ditetapkan 4 penampilan terbaik dari Sekaa Gong Kebyar Anak-anak dan Terbaik dari Sekaa Gong Kebyar Wanita.

“Nantinya peserta berpenampilan terbaik akan mendapatkan piagam dan tambahan uang sebesar Rp. 9 juta, sedangkan seluruh peserta yang tampil juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 35 juta, mari bersama kita sukseskan Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-anak Kota Denpasar Tahun 2024 guna mendukung kelestarian dan pengembangan seni budaya Bali,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hidupkan Semangat Seni Perempuan Melalui Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Gong Kebyar Semara Budaya Duta Denpasar Sukses Pukau Penonton PKB XLVII

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hidupkan Semangat Seni Perempuan Melalui Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Kembang Merta dalam Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan Hadiri Karya Pelebon dan Memukur
HADIRI KARYA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran saat menghadiri pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan ketulusan dalam menjalankan kewajiban beragama menjadi wujud nyata keharmonisan sekala dan niskala di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Desa Adat Kembang Merta, yang dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10).

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat. Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp 16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan 4 sawa ngelungah. Rangkaian upacara juga mencakup Manusa Yadnya yakni metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp 300 ribu per orang, serta nelubulanin/mepetik sebanyak 16 orang. Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga ini mencapai puncaknya pada Selasa (13/10), dengan upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi krama Desa Adat Kembang Merta yang telah melaksanakan kewajiban beragama melalui Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong-royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan wujud tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya membayar utang kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai bagian dari keharmonisan sekala dan niskala serta implementasi nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong-royong, serta dipuput oleh sulinggih dan disaksikan murdaning jagat dalam hal ini, unsur pemerintah, akan menjadi karya yang satwika, utamaning utama. Komitmen tersebut senantiasa diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Baca Juga  Wujud Pembinaan dan Pelestarian Seni, Pemkot Denpasar Gelar Parade Gong Kebyar Anak-anak dan Wanita

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang senantiasa hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca