Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Alit Wiradana Buka Pembinaan Redkar 2025

Denpasar Ditunjuk Kemendagri Sebagai Pilot Project Program Resiko Kebakaran

Loading

BALIILU Tayang

:

redkar denpasar
PEMBINAAN REDKAR: Sekda Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, I Made Tirana membuka Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kota Denpasar Tahun 2025 pada Jumat (1/8) pagi, bertempat di Gedung Graha Sewaka Dharma, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menggelar Pembentukan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kota Denpasar Tahun 2025 pada Jumat (1/8) pagi, bertempat di Gedung Graha Sewaka Dharma, Denpasar.

Kegiatan dibuka secara langsung Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, I Made Tirana serta puluhan peserta Relawan Pemadam Kebakaran yang mengikuti jalannnya kegiatan.

Sekda Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana membacakan sambutan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi semangat seluruh pemangku kebijakan dalam pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana, khususnya penanggulan kebakaran di Kota Denpasar.

“Kebakaran di Kota Denpasar lebih banyak mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berdampak negatif pada ekonomi, sosial dan budaya, serta kerugian lain baik jiwa maupun harta benda,” ujarnya.

Ada tiga pokok pengendalian kebakaran, yakni pencegahan, pemadaman dan penyelamatan. Sesuai dengan konsep dasar penanganan kebakaran mengedepankan upaya pencegahan melibatkan masyarakat mulai perencanaan sampai operasional lapangan.

“Kegiatan ini adalah bentuk mitigasi kesiapsiagaan pencegahan kebakaran, sehingga kita siap menghadapi kemungkinan kebakaran yang dilakukan terorganisir dan terpadu,” ujar Sekda Alit Wiradana.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa dari Laporan Kadis Damkar, Kota Denpasar menjadi salah satu dari enam daerah yang memenuhi syarat penilaian dari Kementerian Dalam Negeri RI untuk menjadi pilot project pelaksanaan program peningkatan ketahanan masyarakat terhadap resiko kebakaran melalui pembangunan manusia.

Hal tersebut diberikan melalui program peningkatan kapasitas penyelenggaraan sub-urusan kebakaran daerah, khususnya peningkatan capaian waktu respons melalui pengadaan stasiun pemadam kebakaran dan pertolongan pertama Satelite Fire dan First Aid Station (SFFAS), dimana akan diberikan 16 unit sarana prasarana kendaraan operasional. Pemkot telah menindaklanjuti penunjukan itu dengan Surat Pernyataan Kesediaan Sebagai Pilot Project Nomor : 300/176/Disdamkar Tertanggal 29 Desember 2023. Pihaknya yakin para relawan yang dibentuk dan dilatih ini nantinya dapat berperan maksimal dalam penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Seriusi Penanganan DBD, Pemkot Denpasar Gelar Rakor Antarpihak Terkait

Sekda Alit Wiradana juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, relawan pemadam kebakaran serta masyarakat atas kepekaan, partisipasi hingga kesiapsiagaan dalam menanggulangi kebakaran di Kota Denpasar.

“Marilah melalui kegiatan ini kita tingkatkan pengetahuan, dan koordinasi sehingga betul- betul mampu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran,” ujar Sekda Alit Wiradana.

Sementara Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana dalam laporannya mengatakan Pembentukan dan Pembinaan Redkar Kota Denpasar Tahun 2025 ini sangat strategis untuk menjawab kepercayaan dari Pemerintah Pusat terkait penunjukan Kota Denpasar sebagai pilot project yang akan menerima bantuan hibah 16 unit kendaraan operasional. Adapun jenis kendaraan yang akan dihibahkan yakni jenis kendaraan Damkar spesifikasi menampung 1.000 liter air mendukung penanganan kebakaran di Kota Denpasar.

“Namun sebelum menerima, kita melengkapi persyaratan terlebih dahulu seperti pembentukan relawan dan ketersediaan tempat untuk mobilnya. Kalau dinyatakan sudah melengkapi baru akan diverifikasi oleh tim dari pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Tirana, pembentukan dan pembinaan Redkar Denpasar 2025 ini diikuti 50 orang peserta kader desa/kelurahan dimana diambil sebanyak 12 hingga 13 orang di masing-masing kecamatan. Kegiatan pembinaan diisi materi berupa teori pengenalan dasar, praktek simulasi tindakan darurat kebakaran yang disampaikan oleh instruktur berpengalaman dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Badung.

Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan peran serta dan ketahanan masyarakat dalam pencegahan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, juga membantu pencapaian mutu layanan SPM Sub-Urusan Kebakaran serta menciptakan sinergi antara Dinas Damkar dan Penyelamatan Denpasar dengan masyarakat.

Salah satu relawan peserta, Suartana menyambut baik pembentukan dan pembinaan Redkar Kota Denpasar Tahun 2025 ini. “Tentu ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membantu tugas Dinas Damkar dalam penanganan bencana kebakaran di Kota Denpasar nantinya,“ ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kelurahan Sesetan Terapkan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Evakuasi Jenasah di Bawah Tebing

Published

on

By

Pantai Savaya
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi jenasah tanpa identitas dari Pantai Savaya, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026) sore. (Foto: Hms SAR)

Pecatu, Badung, baliilu.com – Sesosok tubuh laki-laki ditemukan terdampar di Pantai Savaya, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026) sore. Info kejadian baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.10 Wita dari anggota Polsek Kuta Selatan.

Tak berselang lama, 3 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi melibatkan unsur SAR lainnya dari Polsek Kuta Selatan, Bhabinsa Desa Pecatu Pecatu, Linmas Desa Pecatu, petugas Ambulance Banser dan masyarakat setempat.

Upaya evakuasi cukup memakan waktu, karena akses ke posisi jenasah harus menuruni medan yang curam dan batu karang tajam. “Jenasah dibawa secara manual dengan melewati medan curam hingga bisa dibawa naik ke atas,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Selain kondisi yang beresiko tersebut, evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati karena situasi gelap, pencahayaan terbatas.

Akhirnya kurang lebih pukul 19.40 Wita, tim SAR gabungan selesai melakukan evakuasi. Jenasah tanpa identitas tersebut dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah menggunakan Ambulance Banser. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tinjau Lima Proyek Fisik, Walikota Jaya Negara Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wondr Kemala Run 2026 Sukses Digelar, Dongkrak Ekonomi Bali, Libatkan UMKM dan Salurkan Donasi Kemanusiaan

Published

on

By

Kemala Run
PEMBUKAAN AJANG LARI: Pembukaan Wondr Kemala Run 2026 di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Minggu (19/4), berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. (Foto: Hms Polri)

Gianyar, baliilu.com – Pelaksanaan Wondr Kemala Run 2026 di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Minggu (19/4), berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Event lari yang digelar di kawasan Jalan Ida Bagus Mantra hingga Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, itu dinilai tidak hanya berhasil dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian daerah, masyarakat lokal, hingga aksi sosial kemanusiaan.

Ketua Race Management Kemala Run 2026, Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana, dengan total 11.000 peserta mengikuti lomba mulai dari kategori half marathon, 10 kilometer, hingga 5 kilometer.

“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan Kemala Run 2026 dapat berjalan dengan lancar dan baik, sesuai yang kita rencanakan. Hampir seluruh peserta saat ini sudah memasuki area finish, dan semuanya berjalan lancar,” ujar Sambodo usai kegiatan.

Menurut Sambodo, tingginya antusiasme masyarakat dan peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ajang ini memiliki daya tarik besar dan layak menjadi agenda tahunan.

“Kalau melihat animo yang luar biasa seperti ini, mudah-mudahan acara seperti ini bisa kita laksanakan setiap tahun,” katanya.

Keberhasilan Wondr Kemala Run 2026 juga terlihat dari dampak ekonominya. Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora Panasea, menilai event seperti ini menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang saat ini berada di angka 5,82 persen (year on year), lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Ekonomi Bali sangat bergantung pada mobilitas. Ketika kita mampu menarik ribuan orang datang, maka diperkirakan akan terjadi stimulus ekonomi melalui konsumsi pada sektor akomodasi, perdagangan, dan transportasi,” ujar Nandya.

Baca Juga  Rakor Kinerja 2025, Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas

Ia menjelaskan, dengan jumlah peserta sekitar 11.000 orang dan pola belanja tertentu, potensi perputaran ekonomi selama acara berlangsung diperkirakan mencapai Rp 110 miliar hingga Rp 140 miliar.

“Untuk peserta luar daerah, rata-rata pengeluaran dapat berada pada kisaran Rp 10 juta per orang. Dengan asumsi sekitar 11.000 peserta dan skenario optimistis, potensi perputaran ekonomi dari kegiatan ini diperkirakan dapat mencapai Rp 110 miliar hingga Rp 140 miliar,” jelasnya.

Selain menggerakkan sektor pariwisata dan jasa, event ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal. Puluhan UMKM dilibatkan untuk meramaikan area acara sekaligus melayani kebutuhan peserta dan pengunjung.

Sambodo menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi perhatian utama panitia. Selain personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, pecalang, dan unsur masyarakat, UMKM juga diberikan ruang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung.

“Kita juga melibatkan UMKM, termasuk juga untuk memberikan cheering semangat kepada para peserta,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nandya menekankan pentingnya pelibatan UMKM agar dampak ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu.

“Pelibatan UMKM lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” katanya.

Di sisi lain, Wondr Kemala Run 2026 juga membawa misi sosial melalui penggalangan donasi kemanusiaan. Panitia membuka kesempatan berdonasi bagi peserta dan masyarakat, termasuk melalui lelang lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kita bisa berdonasi juga di sini, dan ada lelang lukisan juga dari anak-anak ABK, dan nanti semua dana yang terkumpul kita akan berikan bantuan kepada daerah yang terdampak bencana kemarin, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat,” tutur Sambodo.

Baca Juga  Kelurahan Sesetan Terapkan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Dengan suksesnya pelaksanaan, besarnya antusiasme peserta, dampak ekonomi yang signifikan, keterlibatan masyarakat luas, serta aksi sosial kemanusiaan, Wondr Kemala Run 2026 dinilai menjadi contoh event olahraga yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kepedulian sosial. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Beri Harapan Palsu, Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan Tanpa Empati

Published

on

By

harga bbm
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam.( Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Langkah Pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis, mendapatkan kritik tajam dari Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menyebut langkah tersebut dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi.

“Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam, dalam keterangan tertulisnya kepada media, di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April ini, untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat.

Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter.

Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara harga BBM subsidi masih sama.

Mufti pun menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi sebuah langkah kemunduran setelah sebelumnya Pemerintah dinilai berani karena tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia.

“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

“Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh Mufti.

Baca Juga  Kelurahan Sesetan Terapkan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Mufti menyatakan apa yang dilakukan Pertamina saat ini sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran sejak lama, di mana Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi namun melakukan berbagai langkah substitusi.

Bahkan Mufti sebelumnya sudah mengingatkan agar Pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM.

“Ternyata Pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.

Karena meskipun yang dinaikkan adalah harga BBM nonsubsidi yang biasanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas, kata Mufti, namun dampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Termasuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah.

Belum lagi, fakta sulitnya BBM subsidi ditemukan di sejumlah daerah juga terjadi usai Pemerintah memberi kebijakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ini dinilai sebagai sebuah ironi.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.

“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok  BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” imbuhnya.

Mufti memandang, kenaikan harga BBM sekarang tak lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Sebab kondisi memaksa masyarakat yang seharusnya berhak memperoleh BBM subsidi terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang kini harganya meroket.

“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas Pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tegasnya.

Mufti menambahkan, ketika yang berhak tidak bisa mendapatkan subsidi, lalu harga alternatifnya dinaikkan signifikan, maka yang terjadi adalah Pemerintah sedang memindahkan beban langsung ke pundak rakyat.

Baca Juga  Rakor Kinerja 2025, Walikota Jaya Negara Dorong OPD Perkuat Sinergi Capai 33 Program Prioritas

“Yang membuat kita semakin heran, ketika situasi global mulai mereda dan jalur distribusi energi kembali terbuka, justru harga dinaikkan,” ujar Mufti.

Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan kawasan perdagangan dan bermitra dengan Pertamina ini pun meminta Pemerintah dan Pertamina memperbaiki distribusi BBM subsidi. Mufti mendorong agar stok BBM subsidi yang sulit di beberapa daerah segera ditangani.

“Pastikan yang berhak benar-benar bisa mendapatkan BBM subsidi agar tidak perlu membeli BBM nonsubsidi yang harganya melangit tinggi,” kata Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.

Mufti juga mengingatkan agar Pemerintah segera melakukan penyesuaian harga saat kondisi global sudah membaik. Ia meminta Pemerintah memahami dampak turunan yang terjadi saat harga BBM naik.

“Jika harga minyak dunia mulai turun, maka segera turunkan harga. Jangan tunggu tekanan rakyat baru bergerak,” tutup Mufti. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca