Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Hadiri “Karya” di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Padangsambian

BALIILU Tayang

:

Sekda
Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana saat menghadiri serta turut melaksanakan mendem pedagingan dan persembahyangan bersama di Desa Adat Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, pada Kamis (22/9) pagi. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana hadiri serta turut melaksanakan mendem pedagingan dan persembahyangan bersama serangkaian Karya Melaspas, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Agung Balik Sumpah, Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dalem Kahyangan, Desa Adat Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (22/9) pagi.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar AA Ketut Asmara Putra, anggota DPRD Provinsi Bali, I Wayan Kariarta, Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara, Kadis DPMD Kota Denpasar, Wayan Budha, Camat Denpasar Barat, IB Made Purwanasara, Ketua Forum Perbekel/Lurah, I Gde Wijaya Saputra , serta undangan lainnya.

Ketua Panitia Karya Jro Mangku Nyoman Sujantara mengatakan, upacara yang dilaksanakan saat ini merupakan upacara melaspas, dan mupuk pedagingan.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan upacara ini sudah dimulai sejak tanggal 6 Agustus 2022 lalu yang diisi dengan upacara Nuasen Karya. Lalu dilanjutkan pada tanggal 25 September 2022 dilaksanakan Tawur Balik Sumpah, tanggal 29 September 2022 Ida Bhatara Mesuci di Pantai Peti Tenget. Dan puncak karya dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2022 mendatang. Adapun pelinggih yang di-plaspas saat ini yaitu Pelinggih Ratu Dalem, Pepelik, Peselang, Penyawang Gunung Agung, dan Pelinggih Ratu Nyoman. Selain pelinggih-pelinggih tersebut ada juga yang di-plaspas saat ini seperti Bale Gong, Bale Pengerauhan, Puri Agung, dan termasuk pelinggih yang berada di Pura Dalem Prajapati.

“Dengan dilaksanakannya upacara ini kami berharap kedepannya dapat memancarkan energi positif kepada masyarakat. Apalagi ini merupakan upacara yang pertama kali dilaksanakan di Desa Padangsambian sehingga kedepannya kami harapkan dapat meningkatkan keharmonisan masyarakat di Desa Adat Padangsambian dan Kota Denpasar,” kata Jro Mangku Sujantara.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Lepas Utsawa Dharma Gita ke Tingkat Provinsi Bali

Sementara Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana mengatakan, selain untuk meningkatkan keharmonisan dan sradha bhakti masyarakat khususnya kepada krama Desa Adat Padangsambian, kedepannya dengan dilaksanakannya upacara ini agar dapat memberikan energi yang positif, baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat Desa Adat Padangsambian dan  masyarakat Kota Denpasar,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon

Published

on

By

wawali arya wibawa
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan dana bantuan saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).

Pada kesempatan itu, Wawali Kota Arya Wibawa juga turut menyerahkan secara simbolis bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan karya tersebut.

Wawali Kota Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong-royong dan kebersamaan warga dalam menyukseskan pelaksanaan karya. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai srada dan bhakti umat Hindu di Kota Denpasar.

“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan harapan supaya renovasi merajan yang telah rampung dapat terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia menilai keberadaan tempat suci sangat penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan budaya.

“Semoga keberadaan merajan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi pangempon, serta masyarakat sekitar,” harap Arya Wibawa.

Sementara ketua panitia, Putu Wira Yudha Segara menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 April lalu. Puncak karya dilaksanakan hari ini, setelah rampungnya renovasi merajan.

“Kami bersyukur bisa menyelesaikan renovasi merajan ini secara gotong-royong. Terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota atas kehadiran dan dukungannya kepada pangempon,” katanya.

Upacara ini menjadi simbol semangat pelestarian adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui pelaksanaan karya ini, para pangempon diharapkan terus menjalankan swadharma untuk kepentingan umat dan generasi mendatang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara SPBE dan SRIKANDI
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Ngenteg Linggih” di Pura Ulun Empelan Subak Aban

Published

on

By

bupati adi arnawa
NODYA KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa nodya Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit dan Caru Panca Kelud di Pura Ulun Empelan Subak Aban, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa nodya Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit dan Caru Panca Kelud di Pura Ulun Empelan Subak Aban, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4). Pada kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa menandatangani prasasti dan melakukan persembahyangan bersama guna mohon kerahayuan jagat.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan terima kasih kepada krama Subak Aban yang telah selesai memperbaiki Parahyangan Pura Ulun Empelan Subak dan melaksanakan karya ngenteg linggih. Hal ini sangat sejalan dengan komitmen dan prioritas pembangunan di Kabupaten Badung terutamanya dalam menjaga kelestarian adat budaya khususnya keberadaan subak.

“Ke depan apapun rencana pembangunan di Pura Ulun Subak ini, kami Pemkab Badung akan berusaha membantu. Untuk karya ngenteg linggih ini kami sudah siapkan dana aci sebesar Rp 350 juta,” imbuh Bupati.

Dijelaskan, berbicara masalah subak sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan pariwisata karena pertanian menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus menjadi kearifan lokal di Bali. Untuk itu Bupati berkomitmen dan mengajak masyarakat Badung menjaga keberadaan subak dan berpihak kepada petani. Keberpihakan kepada petani diwujudkan melalui program beasiswa kuliah S1 gratis bagi anak petani.

“Melalui program yang dimulai tahun 2026 ini, kami dorong petani yang telah berjasa dalam menyiapkan produksi pangan, di satu sisi kami memberikan kesempatan peluang kepada anak-anak petani agar menjadi orang hebat ke depan. Biar tidak selalu orang mengatakan anak petani itu identik dianggap orang miskin, tidak seperti itu. Tiang ingin merubah semua itu, anak petani suatu saat bisa menjadi orang penting,” jelasnya.

Selain itu mulai tahun ini pula di Badung, masuk SMA juga digratiskan. Termasuk yang swasta dibantu untuk SPP 200 ribu per bulan dan sudah disiapkan. Selain beasiswa, masih banyak program yang akan didorong untuk petani-petani di Badung.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Lokashaba I “Pratisentana Pangeran Tangkas Kori Agung”

Ketua Panitia Karya I Nyoman Sanggra menjelaskan, perbaikan Pura Ulun Empelan Subak Aban telah dilakukan pada tahun 2024 lalu dari bantuan Pemkab Badung. Untuk karya telah disepakati krama subak dilaksanakan tahun ini dengan tingkatan ngenteg linggih, pedudusan agung dan caru panca kelud. Rangkaian karya di Pura Ulun Empelan Subak ini juga dilaksanakan pecaruan di tujuh munduk di Subak Aban. Pihaknya berterima kasih kepada Bupati Badung yang telah membantu dana aci untuk karya ini. Ke depan krama subak akan tetap memohon dukungan Pemkab Badung, karena masih banyak bangunan pendukung di pura yang perlu diperbaiki. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Badung Hadiri Puncak Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh Kedonganan

Published

on

By

Pemerajan Ageng Pasek Gaduh
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri puncak Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Kedonganan, Kuta, Badung, Rabu (21/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri puncak Karya Dewa Yadnya yang dirangkaikan dengan upacara mecaru, melaspas, dan mendem pedagingan di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Kedonganan, Kuta, Badung, Rabu (22/4).

Sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan Karya Dewa Yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana kesra sebesar Rp. 25 juta diterima Ketua Merajan Ageng Pasek Gaduh Made Aryana.

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Telaga dari Griya Sanur dan turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Lurah Kedonganan I Kadek Laksana, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja, serta para pengempon.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa kehadirannya selain sebagai upasaksi juga untuk turut mendoakan agar seluruh rangkaian Karya Dewa Yadnya berjalan lancar labda karya dan Krama Gemah Ripah Loh Jinawi.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga mengingatkan masyarakat terkait permasalahan sampah kiriman yang sering terjadi saat musim angin barat. Mengingat Kedonganan merupakan kawasan pariwisata, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kedonganan adalah salah satu wajah pariwisata Badung. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan, khususnya kawasan Pantai Kedonganan ini, harus terus dijaga dengan kerja sama seluruh krama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat, serta mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban wilayah.

Sementara itu, perwakilan Jero Mangku Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Nyoman Suarjana, menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Dewa Yadnya dilakukan setelah rampungnya pembangunan pelinggih, yang sekaligus dirangkaikan dengan Pujawali. Kegiatan ini juga diisi dengan upacara Pawintenan kepada enam pasang krama (suami-istri), sebagai bentuk penyucian dan pembersihan diri yang akan bertugas ngayah di Merajan Ageng Pasek Gaduh seperti ngayah masang Wastra, melakukan bersih-bersih serta melakukan kegiatan lainnya di masa mendatang.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara SPBE dan SRIKANDI

Ia juga menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan baik dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca