Tuesday, 5 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Sekda Badung Apresiasi Baliwood Land

Kembangkan Desa Jadi Wisata Film Dunia Berbasis Budaya

BALIILU Tayang

:

sekda badung
Sekda Adi Arnawa saat menerima Tim Baliwood Land dan Tim Digital Kemenparekraf RI di Puspem Badung, Jumat (20/5). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa sangat mengapresiasi kehadiran Baliwood Land sebagai pionir pengembangan desa wisata film bertaraf internasional berbasis budaya.

“Semoga pengembangan dua desa di Badung menjadi pilot projek, tempat produksi film dunia akan berkelanjutan yang berdampak pada pengembangan potensi budaya dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelas Sekda Adi Arnawa saat menerima Tim Baliwood Land dan Tim Digital Kemenparekraf RI di Puspem Badung, Jumat (20/5).

Pada kesempatan tersebut hadir Kadis Pariwisata I Nyoman Rudiarta serta OPD terkait, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, pihak Desa Abiansemal dan Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Tim Baliwood Land, R. Arvin I. Miracelova selaku CEO-Founder Baliwood Integration Nusantara serta Hendra dan Debora dari Tim Digital Kemenparekraf RI.

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa menekankan, dengan munculnya pengembangan desa film dunia ini, Pemkab Badung akan terus mendukung dan mendorong desa-desa yang lain untuk membangkitkan potensi yang dimiliki. Terlebih program ini gayung bersambut dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dengan program pembangunan desa kreatif, membangun desa melalui inovasi dan kreatifitas yang berkelanjutan guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami pemerintah sangat mendukung kegiatan ini. Kami juga harapkan nantinya Desa ini menjadi sebuah destinasi baru dan unggulan bagi badung. Untuk itu kami perintahkan Dinas Pariwisata untuk segera membuat SK Desa Kreatif, ” tambahnya, seraya mengharapkan adanya suatu kemitraan antara Kemenparekraf, Pemkab Badung, Baliwood Land dan pihak Desa, sehingga lebih mendorong peningkatan ekonomi kreatif di desa dan memotivasi masyarakat mengembangkan potensinya.

Baliwood Land hadir seiring pesatnya pertumbuhan digital media dunia tanpa batas dan perkembangan industri kontennya, dimana Baliwood akan menjadi pusat dunia. Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani dan Desa Abiansemal telah dipilih sebagai tempat pembangunan Baliwood Land dan Pencanangan Desa Film Internasional Berbasis Budaya Lokal. Sebagai Desa Wisata Film Dunia dan Zona Global Industri Konten Digital adalah sangat tepat, karena memiliki berbagai sport yang sangat menonjolkan keindahan alam yang masih sangat asri, berkelas dunia dan masih jarang dijamah oleh para wisatawan.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Mancing Air Deras

“Kami Baliwood Land hadir untuk mengembangkan Desa Wisata Film bertaraf Internasional, berbasis Budaya dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan. Baliwood Land memiliki multi zona yakni zona world tourism (wahana-wahana Film Adventures dikelola oleh warga desa filmmakers), global community scale production (digital media/filmmaking worldwide), world friendships (Baliwood TV prog) dan zona edukasi internasional  (cultural assets for film production assets),” jelas Tim Baliwood Land, R. Arvin I. Miracelova. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Jelaskan Kebangkitan Pariwisata Bali di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

By

bali
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan bahwa kebangkitan pariwisata Bali di masa pandemi Covid-19 sejak dibukanya bulan Maret yang lalu terus bergerak di angka yang memuaskan. Hal tersebut dijelaskannya saat wawancara secara live dengan CNBC Indonesia secara virtual bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar pada Jumat, Sukra Pon Medangsia (1/7/2022).

Berbagai indikator menurutnya yang menandakan perkembangan positif tersebut antara lain jumlah kunjungan wisatawan yang di awal dibukanya dengan berbagai relaksasi pada bulan Maret masih di angka ratusan kini sudah menginjak angka 7.000 wisatawan per hari. Selain itu jumlah maskapai penerbangan yang terus bertambah juga membawa angin segar bagi para pelaku pariwisata. “Saat ada 21 penerbangan ke Bali dan minggu depan bertambah menjadi 23 penerbangan. Tentu saja penambahan ini berdampak pada penambahan penumpang juga,” bebernya.

Mengenai penambahan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa hari ini, Wagub yang juga merupakan Ketua PHRI Bali ini mengatakan bahwa kondisi di Bali sangat terkendali. Menurutnya meskipun penambahan kasus harian sempat meningkat, namun rata-rata orang yang terjangkit Covid-19 adalah OTG. “Jadi perkembangan kasus masih fluktuatif, di samping itu tingkat BOR juga masih sangat rendah. Sehingga keadaan kita sangat terkendali,” bebernya.

Akan tetapi, ia juga menambahkan Pemprov Bali tidak lengah dan tetap waspada menentukan langkah-langkah preventif agar kasus tidak semakin meningkat. Beberapa langkah menurutnya seperti menggenjot vaksin booster di Bali serta terus mengadakan rapat-rapat terkait pencegahan dan pengaplikasian CHSE dengan Bupati/Walikota se-Bali.

Wagub Cok Ace, berharap bahwa varian baru Covid-19 ini tidak mengganggu kebangkitan pariwisata Bali. Karena saat ini pertumbuhan perekonomian Bali sudah di angka positif 1,48. Tentu saja dikatakannya ini angka yang menggembirakan dibandingkan dengan awal pandemi yang kontraksi hingga 9,31%. “Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan seperti even-even internasional,” imbuhnya seraya mengatakan optimisnya akan bangkitnya pariwisata Bali, mengingat Bali masih menjadi primadona wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Hadiri Gertam Padi di Desa Tibubeneng, Sekda Badung Ajak Krama Subak Bangga Jadi Petani

Tak hanya pariwisata, Wagub Cok Ace juga mengatakan untuk keseimbangan pembangunan dan perekonomian Bali, maka Pemprov Bali akan menggenjot sektor lainnya, seperti pertanian, perikanan hingga UMKM. Diharapkan dengan memajukan sektor tersebut bisa menopang sektor pariwisata jika mengalami keterpurukan lagi. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

PUPAR LPPM Unud Kritisi Rancangan UU Kepariwisataan yang Disusun Tim Ahli DPR-RI

Published

on

By

pupar
Ketua Tim Uji Konsep Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan Kuntari, S.H., M.H., saat diskusi dengan tim PUPAR LPPM Unud di Gedung Pascasarjana Unud, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Udayana (PUPAR LPPM Unud) menjadi institusi yang ditunjuk mengkritisi draft rancangan UU Kepariwisataan Republik Indonesia. Penunjukan mengingat PUPAR sebagai pemangku kepentingan pariwisata dari elemen akademisi.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Uji Konsep Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan Kuntari, S.H., M.H., saat diskusi dengan tim PUPAR di Gedung Pascasarjana Unud, Denpasar, pada Senin (27/6/2022). Menurut Kuntari, tim ahli DPR yang hadir di Unud sebanyak 11 orang bertujuan minta masukan dari akademisi pariwisata untuk menyempurnakan draf RUU yang sedang disusunnya. “Kami  ingin mengoptimalisasi peran akademis dalam menyusun RUU ini,” tegas Kuntari. Ditambahkan, draft RUU kepariwisataan ini sebagai pengganti UU No. 10 Tahun 2009. Draft yang disusun terdiri dari 18 Bab dan 79 Pasal.

Ketua PUPAR Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. menyatakan terima kasih atas kepercayaan tim ahli DPR-RI kepada PUPAR untuk memberikan masukan draft RUU Kepariwisataan. Diakui, Bali sebagai destinasi pariwisata sering dijadikan benchmarking atau patokan kesuksesan pembangunan pariwisata. Hanya, kata Agung Suryawan, Ph.D., pembangunan pariwisata di Bali seperti pisau bermata dua. “Selain pembangunan pariwisata berdampak positif tetapi negatif, silahkan yang positif diadaptasikan di daerah lain,” jelasnya.

Berbagai konsep kepariwisataan didiskusikan antara tim ahli DPR dengan PUPAR diantaranya istilah daya tarik wisata, destinasi maupun kawasan pariwisata. Agung Suryawan Wiranatha, Ph.D. menjelaskan daya tarik wisata sebelumnya dikenal dengan istilah obyek, mengingat secara internasional istilahnya tourism attractions sehingga diartikan daya tarik wisata. Dicontohkan, Pantai Sanur atau museum masuk daya tarik wisata. Destinasi wisata adalah kumpulan daya tarik wisata, dilengkapi fasilitas, aksesibilitas, dan didukung masyarakat. Sanur, katanya dapat dikatakan sebagai destinasi pariwisata tingkat kabupaten/kota  karena ada berbagai daya tarik, ada aksesibilitas, akomodasi dan didukung masyarakat.  

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima Sumbangan Buku dari FKD Kompas Gramedia

Agung Suryawan Wiranatha mengharapkan RUU Kepariwisataan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Saat ini banyak travel agen yang dikelola secara online di samping ilegal atau tidak bayar pajak, juga sering susah dimintai pertanggungjawaban jika terjadi masalah yang merugikan masyarakat pariwisata atau memperburuk citra pariwisata,” tuturnya. Ditambahkan, regulasi terhadap pariwisata yang membahayakan (resiko tinggi) harus diatur sebaik mungkin agar kejadian yang membahayakan wisatawan dapat diantisipasi.

Tim PUPAR Unud yang ikut menerima tim ahli DPR-RI antara lain Dr. IBGA Pujaastawa, Dr. Anak Agung Raka Dalem, Dr. I Made Sarjana, serta Agus Muriawan Putra, M.Par. Berbagai aspek dikritisi pada draft RUU Kepariwisataan contohnya jenis wisata spa diganti dengan wisata kebugaran wellness tourism dimana spa, yoga maupun meditasi menjadi aktivitas/daya tariknya. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peletakan Batu Pertama Paon Bali

Cok Ace Tegaskan Pemprov Komit Bentengi Alam dan Budaya Bali

Published

on

By

cok ace
Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Paon Bali IPB Internasional. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Peletakan Batu Pertama Pembangunan Paon Bali IPB Internasional dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati, Jumat (Sukra Umanis Langkir), 24 Juni 2022.

Saat ini Paon atau Dapur masyarakat Bali telah banyak mengalami modernisasi. Sudah kehilangan keasliannya yang didasari oleh tradisi turun-temurun leluhur Bali. IPB Internasional menginisiasi pembangunan Paon Bali sesuai dengan aslinya. Yang mana nantinya Paon Bali ini juga akan dijadikan mini museum sebagai tempat menyimpan alat-alat masak tradisional Bali. Selain juga digunakan untuk kursus singkat memasak makanan tradisional Bali bagi pelajar internasional yang belajar di Bali.

Serangkaian dengan itu, Wakil Gubernur Bali yang juga merupakan praktisi Pariwisata Bali turut membuka Table Talk Series ‘Bali Destination of Tomorrow’, bertempat di auditorium IPB Internasional.

Dalam sambutannya Cok Ace menyampaikan bahwa topik ini sangat penting untuk didiskusikan dan disepakati bersama untuk menentukan tujuan ke depan Pariwisata Bali.

“Covid-19 sangat menyadarkan kita semua arah perkembangan pariwisata, tidak hanya Bali tapi juga dunia. Kita harus sepakati kemana trend Pariwisata Bali kedepannya. Kalau kita lihat fenomena saat ini trend yang dikembangkan adalah Pariwisata berbasis Lingkungan. Walaupun sebenarnya kalau di Bali, yang dimaksud Lingkungan tidak hanya Lingkungan Alam namun juga Budaya Bali,” papar Cok Ace.

Lebih lanjut Cok Ace juga menyampaikan bahwa bukan karena Covid-19, namun tanda-tanda pergeseran trend Pariwisata Bali telah ada sejak beberapa dekade yang lalu. Dan ini telah disadari, melalui visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pemerintah telah berupaya membentengi alam dan budaya Bali, yakni dengan menerbitkan peraturan dan kebijakan sebagai upaya perlindungan alam, budaya serta tradisi Bali.

Baca Juga  Dari Muskab KNPI Badung 2021, Sekda Adi Arnawa Ajak Kaum Muda Informasikan Penanganan Covid-19

Ia menyampaikan bahwa konsep Padma Buana pun telah diterapkan dalam pembangunan infrastruktur di Bali. Tidak lagi terfokus di Bali Selatan namun telah seimbang di setiap wilayah antara lain di Timur dengan penataan kawasan Pura Besakih, di Selatan dengan pembangunan Pelabuhan Sanur, Pelabuhan Benoa dan pembangunan Rumah Sakit Internasional, di Barat dibangun Tol Denpasar-Gilimanuk, di Utara dibangun Tower Turyapada dan di arah Tengah (Tengah Pulau Bali) dengan dibangunnya Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI wilayah 8, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota serta stakeholder Pariwisata Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca