Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Badung Hadiri Acara Kebaktian Padang Keluarga HKBP Denpasar

BALIILU Tayang

:

kebaktian
KEBAKTIAN: Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Ibadah Kebaktian Padang Keluarga Besar Umat Kristiani Gereja HKBP Denpasar Resort Bali di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (29/6). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Ibadah Kebaktian Padang Keluarga Besar Umat Kristiani Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Denpasar Resort Bali bertempat di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (29/6) dengan tema “Kerjakanlah Keselamatanmu dengan Takut dan Gentar”.

Kebaktian Padang Keluarga HKBP Denpasar 2023 dipimpin oleh Pendeta HKBP Denpasar Pendeta Sianturi dan dihadiri oleh Penatua (Parhalado) HKBP Denpasar, beserta  400 lebih jemaah Kristiani yang berasal dari Kabupaten Badung, Tabanan dan Kota Denpasar. Pada kesempatan itu Sekda secara pribadi memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta yang terima oleh panitia dan disaksikan oleh ratusan Jemaah Kristiani.

Sekretaris Daerah Badung Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung merasa bangga dan bahagia karena bisa hadir pada Kebaktian Padang Keluarga Besar HKBP Denpasar Resort Bali 2023. Pemerintah Kabupaten Badung menyambut baik kegiatan seperti ini dan diharapkan bisa tetap dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang.

“Kita patut bersyukur karena bisa berkumpul di Lapangan Outdoor Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala serangkaian kegiatan Kebaktian Padang Keluarga Besar HKBP Denpasar sekaligus juga saudara kita Umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, jadi momentum hari ini mungkin sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa bahwa ada dua pertemuan kegiatan baik dari Umat Kristiani maupun Umat Muslim yang secara kebetulan di satu sisi melaksanakan kebaktian dan di satu sisi merayakan Idul Adha. Ini suatu bentuk bahwa kita menyadari bersama kalau kita berada di tengah-tengah kebhinekaan dan harus dipahami bersama serta tidak bisa kita pungkiri  bahwa Indonesia terdiri dari dasar kebhinekaan, karena Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku, ras, bagaimanapun juga kebhinekaan itu tidak menjadikan suatu kekhawatiran bagi kita, tapi mari kita jadikan suatu kekuatan dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan negara Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus PWRI Badung Masa Bakti 2023-2028

Perlu diketahui bahwa Provinsi Bali dan Kabupaten Badung menjadi destinasi pariwisata internasional yang tidak bisa dipungkiri bahwa persoalan kondusivitas, keamanan, ketertiban itu menjadi hal yang sangat mutlak. Itu akan bisa diwujudkan oleh semua komponen, oleh semua elemen yang berada di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung termasuk salah satunya Keluarga Besar Batak yang ada di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.

“Ketika panitia menyampaikan akan ada kegiatan kebaktian Keluarga Besar HKBP, Bapak Bupati beserta jajaran tidak ada keraguan sedikitpun untuk memberikan izin menggunakan fasilitas yang ada di Puspem Badung, dengan tetap menjaga keamanan dan kebersihannya. Bali ini kondusif tidak bisa dilakukan oleh satu komponen saja, tetapi harus dijaga oleh seluruh komponen dan elemen yang ada di Badung. Saya mengimbau dan mengajak pada saudara-saudari kami Keluarga Besar Batak HKBP Denpasar, mari kita lanjutkan perjuangan kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dengan 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung,” tutupnya.

Sementara Ketua Panitia Kebaktian Padang Keluarga HKBP Denpasar Resort Bali 2023, Erikson Sihotang mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Badung yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa karena sudah berkenan hadir pada Kebaktian Padang Keluarga Besar HKBP Denpasar Resort Bali 2023 yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan keluarga Besar HKBP Denpasar Resort Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Ikuti Arahan Presiden Jokowi, Antisipasi Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Sekda Badung Kembali Serahkan Santunan Pensiun bagi Anggota KORPRI

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Sekda Badung Kembali Serahkan Santunan Pensiun bagi Anggota KORPRI

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca