Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sekda Dewa Indra Buka Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RS PTN Unud

BALIILU Tayang

:

de
Pembukaan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 RS PTN Unud ditandai dengan pemberian vaksinasi kepada guru besar dan civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana, Kamis (4/3)..

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Dewa Made Indra yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali membuka pos pelayanan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) Universitas Udayana Jimbaran Kabupaten Badung, Kamis (4/3/2021). Pembukaan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 ditandai dengan pemberian vaksinasi kepada guru besar dan civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana.

Dalam sambutan singkatnya, Sekda Dewa Indra menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Unud, khususnya Fakultas Kedokteran karena menjadi bagian penting dalam penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam setahun terakhir. Oleh sebab itu, Pemprov Bali mendukung usulan vaksinasi bagi jajaran civitas akademika di lingkungan Unud melalui Posko Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RS PTN.

Untuk tahap pertama, Pemprov Bali menyuplai 2.500 dosis vaksin dan akan ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan stok vaksin. “Silahkan berikan vaksinasi bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujarnya. Dewa Indra berharap, gerakan vaksinasi bagi para akademisi ini mampu menepis narasi negatif dan kekhawatiran masyarakat akan keamanan vaksin Covid-19. Selain itu, ia ingin mendorong percepatan vaksinasi karena hal itu akan menjadi pertimbangan pusat untuk mendatangkan suplai vaksin bagi Daerah Bali.

“Kalau vaksinasinya bisa kita percepat, pusat akan percaya dan tak ragu mengirim suplai vaksin untuk Bali,” imbuhnya sembari menyebut Bali mencapai target tertinggi pada vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga medis.

Untuk mempercepat target realisasi tahap kedua, birokrat kelahiran Singaraja ini terus memantau pelaksanaan vaksinasi. Ia berharap, Daerah Bali bisa secepatnya mencapai target vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok. Selain melakukan vaksinasi bagi civitas akademisi di lingkungan Unud, Dewa Indra juga menyarankan agar RS PTN juga memberi layanan vaksinasi bagi masyarakat khususnya di wilayah Kuta Selatan.

Dirut RS PTN Unud Dewa Putu Gede Purwa Samatra menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Bali sehingga pihaknya bisa membuka pos pelayanan vaksinasi Covid-19 yang untuk tahap awal diperuntukkan bagi civitas akademika di lingkungan Unud. Ia menambahkan, sejak awal pihaknya berkomitmen penuh mendukung Pemprov Bali dalam penanganan Covid-19 di Pulau Dewata. Hingga saat ini, RS PTN Unud telah merawat 1.600 pasien Covid-19 mulai dari gelaja ringan, sedang hingga berat.

“Tingkat kesembuhannya di atas 90 persen. Saat ini dari 105 tempat tidur yang ada, masih terisi 50 persen. Kami berharap tak ada lagi penambahan,” harapnya. Selain membuka pos pelayanan vaksinasi di RS PTN, pihaknya juga mengirimkan tenaga vaksinator untuk kegiatan vaksinasi massal bagi tenaga pariwisata di BNDCC yang dilaksanakan baru-baru ini.

Ucapan terima kasih kepada Pemprov Bali juga disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa dan Rektor Unud Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi. Keduanya berharap, ke depan akan terbangun sinergitas yang lebih baik antara Unud dan Pemprov Bali sehingga persoalan yang dihadapi Daerah Bali lebih cepat tertangani. Secara khusus, Rektor Unud Raka Sudewi menyampaikan terima kasih atas dukungan material dan nonmaterial yang diberikan Pemprov Bali kepada RS PTN Unud sehingga dapat melaksanakan tugas penanganan pasien Covid-19 dengan baik. Dalam kesempatan itu, Sekda Dewa Indra juga sempat memantau proses pemberian vaksinasi yang diberikan kepada para guru besar dan civitas akademika di lingkungan Unud. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca