Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Semarak Perayaan Imlek Toleransi Tahun 2023 di Kota Denpasar

Walikota Jaya Negara: Momentum Kolaborasi dan Toleransi Jaga Keberagaman

Loading

BALIILU Tayang

:

Walikota
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas serta Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara saat mengikuti rangkaian Perayaan Imlek Toleransi di Kawasan Heritage Gajah Mada, Senin (23/1). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek Toleransi Tahun 2023 di Kota Denpasar berlangsung semarak di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada, Denpasar, Senin (23/1). Perayaan kali ini dihadiri langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Kapolresta Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas serta Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar I Ketut Suteja Kumara.

Tampak hadir pula Anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, Panglingsir Puri, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Widnyani Wiradana serta undangan lainya.

Pemrakarsa kegiatan I Ketut Siandana, AA Ngurah Jaka Pratindya, dan Jro Mangku Gede Kuning yang bernaung di bawah Bahan Komunitas Bali Tionghoa Nusantara mengatakan, perayaan Imlek Toleransi ini difokuskan pada prosesi dan doa-doa. Hal ini bertujuan untuk berdoa bersama untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat.

“Hari ini kita fokuskan untuk doa-doa, prosesi, sujud syukur sebagai makna utama perayaan Imlek, yang tentunya bermuara pada kemakmuran bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut Siandana menambahkan, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek Toleransi di Kota Denpasar diawali dengan ritual di Palinggih Ratu Gede Syahbandar di Puri Agung Jro Kuta, ritual di Pelinggih Dewi Kwan Im di Pura Taman Sari. Dilanjutkan dengan ritual mengawali parade di Konco Sing Bie Bio Jalan Kartini. Iring-iringan Parade diawali dengan ritual Menyalakan Petasan, dilanjutkan dengan memohon restu di Pura Desa Denpasar. Setalah itu, rangkaian bergerak ke kawasan Patung Catur Muka untuk selanjutnya kembali ke kawasan Ratu Mas Melanting, Pelataran Pasar Badung Denpasar.

Baca Juga  Pemkot Gelar Pasar Murah Sambut HUT Ke-236 Kota Denpasar

Selanjutnya, di kawasan pelataran Pasar Badung juga dipentaskan beragam garapan budaya. Seperti halnya Barong Sai, Liong, Tari Baris Cina dan Bala Ngarebeg dari Naluri Manca, Garapan Tari dari Pancer Langit yang menggabubgkan Kukus Arum, Barong Landung dan Lango Dewi. Selain itu turut dimeriahkan penampilan Agung Ocha, Gus Wicak dan Gede Kurniawan.

“Harapan kami, ini menjadi momentum toleransi serta memupuk kebersamaan untuk saling mendoakan menuju kemakmuran bersama,” ungkapnya.

Di tempat terpisah Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta didampingi Ketua Pelaksana Festival Imlek Bersama 2023, Paulus Hery Arianto menjelaskan, dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek tahun 2023,  Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali dan didukung Pemkot Denpasar menggelar Festival Imlek Bersama 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 23, 28 dan 29 Januari 2023 mendatang. Adapun pelaksanaan festival ini bertujuam untuk memperkuat kebersamaan di Kota Denpasar.

“Hari ini adalah perayaan Imlek Toleransi untuk memperingati Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Minggu kemarin, kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Imlek Bersama yang dilaksanakan pada 23, 28 dan 29 Januari mendatang, festival ini merupakan keinginan kami dengan para pangelingsir dan tokoh masyarakat di Gajah Mada sejak 23 tahun lalu dan kali ini bisa terwujud,” katanya.

Dijelaskannya, Festival Imlek Bersama 2023 ini bertemakan Merajut Kebhinekaan Memperkuat Kerukunan. Sebelum festival resmi dimulai, juga sudah terpasang gapura khas China dan 1.200 lampion. Gapura dan lampion ini terpasang di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, Festival Imlek Bersama yang dikemas lewat parade nusantara akan digelar pada Sabtu, 28 Januari pukul 16.00 – 18.00 Wita di kawasan Jalan Gajah Mada – Catur Muka hingga Lapangan Puputan Badung. Selanjutnya pukul 18.00 Wita dilanjutkan dengan panggung nusantara yang digelar 28 – 29 Januari ini akan dihadirkan 1.200 penampil.

Baca Juga  Kapolda Bali Hadiri Festival Imlek Ke-2574 Tahun 2023

“Penampilan ini meliputi 200 barongsai dari 9 paguyuban barongsai serta parade wushu sebanyak 200 peserta. Juga ada peserta dari banjar-banjar dengan penampilan barong, rangda khas Bali, serta Reog Ponorogo,” katanya.

Ditambahkannya, pihak panitia nantinya menyediakan sebanyak 100 stand UMKM kuliner dimana 70 persennya adalah stand kuliner khas Tionghoa.

 “Selama pelaksanaan festival ini kami menargetkan jumlah pengunjung yang hadir sebanyak 3.000 orang. Sebelum itu, pada 23 Januari 2023 juga digelar perayaan Imlek toleransi dan persembahyangan bersama,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Perayaan Imlek Toleransi dan Festival Imlek Bersama Tahun 2023 ini. Di mana, Pemerintah Kota Denpasar sangat fokus dalam merangkul keberagaman yang dapat memperkaya Kota Denpasar sebagai kota berbudaya dalam  spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya (persaudaraan) dan meneguhkan Denpasar sebagai Kota Toleransi.

“Ini merupakan implementasi spirit kolaborasi dan toleransi dalam menjaga keberagaman, berbagai kebudayaan dari etnis yang ada di kota Denpasar ini dapat semakin meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Denpasar sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19,” ucap Jaya Negara sembari mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi umat yang merayakan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Rakor Bersama Forkopimda

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Perumda Air Minum Denpasar Jalin Kerja Sama dengan Korea Project Smart Water Management

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Bhakti Penganyaran” di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Giri Tohlangkir

Published

on

By

Sekda Surya Suamba Pimpin Bhakti Penganyaran di Pasar Agung Besakih
BHAKTI PENGANYARAN : Sekda Surya Suamba saat memimpin pelaksanaan Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Senin (26/10). (Foto: Hms Badung)

Karangasem, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung IB Surya Suamba memimpin pelaksanaan Bhakti Penganyaran Pemerintah Kabupaten Badung pada rangkaian upacara Pujawali Purnama Kelima di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Senin (26/10).

Kehadiran jajaran Pemkab Badung dalam persembahyangan bersama tersebut disambut langsung oleh Manggala Karya Pujawali Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih, Jero Mangku I Wayan Sukra, bersama para pemangku dan panitia setempat.

Sekda Badung IB Surya Suamba menyampaikan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyaran ini merupakan bagian dari langkah nyata Pemkab Badung untuk senantiasa merawat hubungan harmonis lintas sektor. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Tri Hita Karana.

“Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung menghaturkan sembah bhakti dan memohon anugerah serta kerahayuan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kami berharap seluruh masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian adat, agama, tradisi, dan kebudayaan Bali merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan nilai spiritual agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi masa depan.

“Adat, agama, dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Bali. Karena itu, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti ini hendaknya terus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga keharmonisan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan rasa bhakti dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Surya Suamba.

Rangkaian Bhakti Penganyaran pemedek dari jajaran OPD Gumi Keris ini diakhiri dengan penyerahan punia secara simbolis sebagai wujud dukungan pemeliharaan pura kahyangan jagat tersebut. (gs/bi)

Baca Juga  Pasar Sudha Merta Sidakarya Masuk Peringkat 5 Besar Lomba Pasar Aman Tingkat Nasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca