Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Seminar Pendidikan Politik: Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Masyarakat Menyongsong Pilkada 2024

BALIILU Tayang

:

seminar politik kesbangpol buleleng
SEMINAR POLITIK: Suasana seminar pendidikan politik Kesbangpol Buleleng di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Buleleng pada Senin (10/6). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menggelar seminar pendidikan politik dengan tema “Politik Berdaulat, Pilkada Bermartabat, Buleleng Kuat” di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Buleleng pada Senin (10/6). Acara ini bertujuan menggali konsep Tri Sakti Bung Karno dan memberikan spirit untuk menyongsong Pilkada Serentak Nasional 2024.

Kepala Kesbangpol Buleleng, Kappa Aryandono, membuka seminar dengan menekankan pentingnya pendidikan politik guna meningkatkan partisipasi dan animo masyarakat dalam menyukseskan Pilkada Serentak Nasional 2024, khususnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Buleleng.

“Seminar ini menyasar berbagai organisasi kemasyarakatan termasuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Karang Taruna, mahasiswa, dan pelajar. Ke depan, kami juga akan melibatkan komponen masyarakat lainnya,” jelas Aryandono.

Aryandono juga menekankan peran penting organisasi kemasyarakatan dalam pemilu dan pemilihan kepala daerah, khususnya dalam menciptakan situasi kondusif serta merajut semangat persatuan dan kesatuan bangsa. “Kami berpesan kepada seluruh peserta agar membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tahun 2024,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta tentang pemilihan kepala daerah, serta mendorong mereka menjadi pemilih cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menggunakan hak pilih pada 27 November 2024. Diharapkan pula seminar ini mampu memotivasi masyarakat Buleleng untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan politik yang berdaulat dan pilkada yang bermartabat.

Kegiatan seminar ini mendapat sambutan positif dari Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang turut hadir sebagai pemateri. Lidartawan menekankan pentingnya wawasan politik bagi generasi muda yang menjadi ujung tombak dalam proses pemilu nanti. Ia mendorong generasi muda untuk mendapatkan literasi pemilu dan berperan aktif menjadi penyelenggara pemilu. “56% pemilih kita adalah generasi muda. Jadi, saya tantang anak-anak muda untuk berperan aktif dalam proses pemilu. Jangan biarkan orang yang punya niat buruk masuk dalam pusaran pemilu. Edukasi ini penting untuk menciptakan Buleleng yang kuat,” tegasnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada 2024, Kapolda Bali Beri Pembekalan kepada Bhabinkamtibmas

Di sisi lain, I Nengah Muliarta, Koordinator Wilayah AMSI Bali, memberikan materi tentang mitigasi hoax sebelum Pilkada Bali. Ia menekankan pentingnya pemahaman generasi muda tentang media sosial dan online sebelum menerima informasi. “Banyak calon pasangan calon sudah mulai berseliweran di media sosial dan online. Kita harus bijak menyaring informasi sebelum adanya penetapan langsung dari KPU. Saya ingatkan untuk berhati-hati,” pintanya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pencarian Warga yang Diduga Terjatuh ke Jurang di Bangli Dihentikan Atas Permintaan Keluarga Korban

Published

on

By

Tim SAR gabungan melakukan pencarian warga yang diduga terjatuh ke jurang di Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli.
Tim SAR saat melakukan pencarian warga yang hilang. (Foto: Hms SAR)

Bangli, baliilu.com – Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bersama unsur SAR lainnya, masyarakat dan pihak keluarga melaksanakan pencarian terhadap seorang warga yang diduga terjatuh ke jurang di Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Sabtu (25/7/2026). Dari laporan yang kemarin diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, diketahui identitas korban atas nama Ni Nyoman Ngenu (65), merupakan warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan.

“Laporan kami terima pada hari Sabtu pukul 13.20 Wita dari I Ketut Suciawan, disampaikan warga dan pihak keluarga sudah berupaya mencari selama 5 hari, namun hasilnya nihil,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Ni Nyoman Ngenu terakhir kali terlihat pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 00.30 Wita melalui rekaman CCTV di area Kantor Desa Peninjoan saat kondisi hujan deras. Sejak saat itu korban tidak diketahui keberadaannya. Selama lima hari, upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak kepolisian, keluarga, dan masyarakat, namun belum membuahkan hasil. Keluarga menduga korban terjatuh ke jurang yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.40 Wita Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem yang beranggotakan enam personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di rumah keluarga korban, tim berkoordinasi sebelum memulai pencarian bersama unsur SAR gabungan, keluarga, dan warga Banjar Tampuagan.

Penyisiran dimulai pukul 15.30 Wita hingga 17.45 Wita di area yang dicurigai. Tim SAR gabungan turun menyisiri jurang di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuh korban. Upaya pencarian kemarin tidak juga menemukan titik terang. Hingga pencarian berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Hari ini Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Bhayangkara bersama tim kembali menemui pihak keluarga. Pertemuan hari ini untuk memastikan penghentian pencarian dan penandatanganan berita acara penutupan operasi SAR.

Baca Juga  Gubernur Terpilih Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta Temui Ratusan Pendukung dan Makan Nasi Jinggo Bareng di Jembrana

“Hasil koordinasi dengan pihak keluarga target, bahwa pencarian telah dilaksanakan selama lima hari, dari hari Senin 20 Juli 2026 sampai hari ini, 25 Juli 2026, dari hasil koordinasi bahwa pencarian dihentikan sesuai permintaan keluarga terget,” terang Bhayangkara saat dimintai keterangan, Sabtu (25/7/2026). Keputusan tersebut diambil oleh pihak keluarga karena akan ada upacara keagamaan di desa tersebut dan sebelumnya pencarian telah dilakukan selama enam hari oleh warga setempat.

Tim SAR gabungan menyatakan siap memberikan bantuan evakuasi apabila di kemudian hari korban ditemukan dan masyarakat memerlukan dukungan dalam proses evakuasi. Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Tembuku, Koramil Tembuku, Babinsa Desa Peninjoan, Bhabinkamtibmas Desa Peninjoan, keluarga korban, serta warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Gerakan Tanam Mangrove Setiap Bulan, Perkuat Ekosistem Pesisir Bali

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan jajaran pemerintah pusat dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Ekowisata Batu Lumbang, Tahura Ngurah Rai.
TANAM MANGROVE: Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta jajaran pemerintah pusat dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu (26/7/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk memperluas kawasan mangrove melalui gerakan penanaman rutin setiap bulan dengan melibatkan pelajar, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Koster saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta jajaran pemerintah pusat dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu (26/7/2026).

Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi serentak penanaman mangrove di berbagai wilayah Indonesia yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, media, hingga kalangan pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa gerakan penanaman mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam upaya meningkatkan kawasan dan tutupan hutan sebagai bagian dari menjaga keseimbangan alam Bali.

“Gerakan ini sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk meningkatkan kawasan hutan dan tutupan hutan. Salah satu upayanya adalah perluasan kawasan mangrove. Saat ini di Bali terdapat lebih dari 3.000 hektare mangrove yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng,” ujar Koster.

Menurut Koster, upaya pelestarian mangrove tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia, tetapi akan dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

“Ini akan diperluas. Setiap bulan kita membuat gerakan penanaman mangrove dengan melibatkan anak-anak sekolah. Gerakan ini juga akan terus dilanjutkan bersama para pelaku usaha maupun pihak lainnya agar lebih progresif dalam memperluas penanaman mangrove, karena ini sangat penting untuk menjaga ekosistem alam yang ada di Bali,” tegasnya.

Baca Juga  Tahap Kampanye, Satgas Humas Rutin Pantau Media Online dan Medsos

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pelajar, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa mangrove memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai pelindung ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai sumber penghidupan masyarakat.

“Mangrove merupakan sumber pendapatan nelayan dan masyarakat pesisir serta menjadi penopang utama sumber daya kelautan. Indonesia memiliki sekitar 23 persen mangrove dunia, namun setiap tahun menghadapi laju kerusakan sekitar 52 ribu hektare, belum termasuk kawasan yang sudah berada dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Trenggono menambahkan, keberhasilan memulihkan ekosistem mangrove akan memberikan dampak luas terhadap kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“KKP berkomitmen menjaga dan memperbaiki ekosistem mangrove. Pesisir yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove yang menjadi amanah besar untuk dikelola secara berkelanjutan.

“Mangrove merupakan benteng alami dari abrasi, penyaring polutan, penghasil oksigen, sekaligus sumber pendapatan masyarakat pesisir. Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem ini dan komitmen bersama menjadi kunci keberhasilannya,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat turut menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan lingkungan.

“Melestarikan lingkungan hidup berarti juga melestarikan manusia beserta kebudayaannya. Semua kementerian terkait memiliki komitmen yang sama untuk memperbaiki dan menjaga ekosistem mangrove. Hari ini kita tidak hanya merayakan, tetapi membuktikannya melalui aksi nyata penanaman pohon bersama ribuan peserta,” katanya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Ikuti Proses Coklit Data Pemilih Pilkada 2024

Ia juga menyoroti kemampuan mangrove dalam menyerap karbon yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman daratan.

“Mangrove mampu menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan pohon biasa. Menanam satu hektare mangrove setara dengan manfaat penyerapan karbon sekitar empat hektare tanaman darat,” jelasnya.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Bali diwujudkan melalui aksi nyata penanaman ribuan bibit mangrove di sejumlah lokasi. Di kawasan Batu Lumbang, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta lingkungan, kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga.

Secara simbolis, Gubernur Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Arya Wibawa, serta jajaran pemerintah pusat turut menanam mangrove di kawasan Batu Lumbang yang juga menjadi pusat pembibitan mangrove. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Resmi Buka Rare Angon International Kite Festival 2026

Harapkan Ajang Ini Terus Berkembang Jadi Daya Tarik Wisata Denpasar

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Rare Angon International Kite Festival 2026 di Pantai Mertasari, Sanur.
RARE ANGON FESTIVAL 2026: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Rare Angon International Kite Festival 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (25/7) petang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Rare Angon International Kite Festival 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (25/7) petang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Perbekel Desa Sanur Kauh Made Ada, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti, jajaran OPD terkait, serta para undangan lainnya.

Prosesi pembukaan festival juga dihadiri para pelayang internasional dari 23 negara yang menampilkan beragam layang-layang unik dan artistik di langit Pantai Mertasari, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rare Angon International Kite Festival 2026. Menurutnya, festival ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pelestarian seni, budaya, dan kreativitas masyarakat sebagai implementasi visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Festival ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Panitia Rare Angon International Kite Festival 2026, Eka Surya Wirawan, menjelaskan bahwa festival yang digelar pada 23–26 Juli 2026 tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan daya tarik pariwisata Sanur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para pelayang maupun masyarakat. Festival ini mengusung konsep perpaduan antara tradisi layang-layang Bali dengan kreativitas modern dari para pelayang internasional.

“Sebanyak 96 pelayang internasional dari 23 negara berpartisipasi dalam festival ini. Harapan kami, tradisi layang-layang Bali dapat terus berkembang melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan para pelayang dunia,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada 2024, Kapolda Bali Beri Pembekalan kepada Bhabinkamtibmas

Selain pameran dan atraksi layang-layang internasional, festival juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti workshop, lomba Baleganjur, lomba Pindekan, lomba Sunari, serta lomba Kober Layangan.

Untuk kategori layang-layang tradisional, terdapat 26 kategori perlombaan, sementara penampilan layang-layang internasional dikemas dalam bentuk atraksi (show). Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan layang-layang malam hari, aneka kuliner UMKM lokal, hiburan ramah keluarga, dan berbagai aktivitas menarik lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Indonesia, Sari Madjid, berharap Rare Angon International Kite Festival dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata sekaligus kebanggaan Sanur, Bali, dan Indonesia di mata dunia.

“Festival ini merupakan ajang yang mempertemukan tradisi layang-layang Bali dengan kreativitas para pelayang internasional dalam harmoni yang indah. Semoga melalui festival ini persahabatan tanpa batas antara pelayang Bali, Indonesia, dan dunia dapat terus terjalin. Hari ini Kota Denpasar menjadi tuan rumah bagi para pelayang dari berbagai penjuru dunia, dan bersama-sama kita menjaga langit Sanur sebagai ruang yang menyatukan kita semua,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca