Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Senat Mahasiswa FIB Unud Gelar Seminar Nasional “Characters Reinforcement in the Society Era 5.0”

BALIILU Tayang

:

senat mahsiswa
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU, saat mendampingi Menteri PPPA menghadiri seminar nasional FIB Unud. (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Seminar Nasional yang digawangi Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Tahun 2022 mengambil tema “Characters Reinforcement in the Society Era 5.0” dilaksanakan secara hybrid dari Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Jumat (9/9/2022). 

Seminar ini menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia sebagai keynote speaker dan beberapa narasumber lainnya yakni I Made Andi Arsana, ST, ME.,Ph.D, Esther Natalia, Ni Made Satya Risma Dewi dan Nuwahidiah. Seminar dibuka oleh Rektor Unud dan juga dirangkaikan dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Udayana dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Ketua Panitia Pelaksana Ni Putu Githa Cahyani Pratiwi  melaporkan seminar nasional ini merupakan program kerja tahunan Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang secara khusus dibidangi oleh bidang I yaitu bidang Penalaran Individu, Keilmuan dan Penelitian. Seminar ini ditujukan untuk meningkatkan minat peserta untuk mengenal apa itu Era Masyarakat 5.0, membagikan informasi mengenai pembangunan karakter pada Era Masyarakat 5.0 dan menambah wawasan mengenai pengetahuan dan pengalaman yang disajikan oleh para pembicara.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud Dr. Made Sri Satyawati, S,S.,M.Hum, menyampaikan penyelenggaraan seminar kali ini merupakan penyelenggaraan pertama yang dikaitkan dengan HUT Fakultas Ilmu Budaya dan Dies Natalis Universitas Udayana. Pihaknya mengharapkan seminar ini menjadi cikal bakal seminar nasional yang tidak hanya diikuti oleh beberapa universitas tetapi seluruh mahasiswa FIB di Indonesia. Di samping itu diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam memahami betapa pentingnya ajang mimbar akademik seperti ini untuk mendapatkan wawasan keilmuan.

Lebih lanjut Dekan juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU optimalisasi peran Tridharma  Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan merdeka belajar antara Unud dengan Kementerian PPPA. Dimana tujuannya adalah untuk menjalin kerja sama dalam lingkup pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. MoU ini juga akan dilengkapi dengan PKS yang tidak hanya dapat dilakukan oleh Fakultas Ilmu Budaya, tetapi juga fakultas lainnya di lingkungan Unud. 

Baca Juga  Tim PPK Ormawa UKM Pramuka Unud Ikuti Seminar Nasional Pemberdayaan Desa
senat
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dan Menteri PPPA memperlihatkan dokumen kerja sama kedua belah pihak. (Foto: Ist)

Sementara Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU, dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menteri PPPA ini menyampaikan sekilas tentang Universitas Udayana yang tahun ini berusia 60 tahun. Dalam Dies ini juga akan mengundang Mendikbudristek untuk memberikan orasi ilmiah dan Menkopolhukam untuk menerima Udayana Award. Rektor juga menginformasikan keberadaan Unud saat ini yang berbentuk BLU dan akan bergerak menuju PTN BH dalam rangka peningkatan layanan pendidikan kepada mahasiswa. 

Harapannya Unud bisa menjadi PTN BH ke-17, sehingga perkembangan Unud tidak begitu jauh dengan universitas lainnya yang sudah ber-PTN BH, dengan salah satu ciri khas Unud yaitu memiliki mahasiswa asing terbanyak di Indonesia. 

Melalui seminar nasional yang menghadirkan Menteri PPPA sebagai keynote speaker dan beberapa narasumber lainnya ini  diharapkan dapat melengkapi kompetensi mahasiswa tidak hanya di Fakultas Ilmu Budaya tetapi seluruh mahasiswa yang ada di Unud. Menteri PPPA diharapkan memberikan arahan untuk membangun SDM kita agar lebih kompetitif di masyarakat ketika telah lulus. Kemudian Rektor juga berharap mudah-mudahan dengan MoU yang ditandatangani, pihaknya bisa mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program MBKM di Kementerian PPPA. Di samping itu juga ada beberapa pusat penelitian yang mungkin dapat mengimplementasikan MoU yang ditandatangani kedua belah pihak.

Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau akrab dipanggil Bintang Puspayoga dalam materinya menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan potensi perempuan dan anak oleh Kementerian PPPA, yang dititikberatkan pada 5 (lima) prioritas sesuai arahan Presiden dan mengenai Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual meliputi (1) Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; (2) Peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak; (3) Penurunan kekerasan pada perempuan dan anak; (4) Penurunan pekerja anak dan (5) Pencegahan perkawinan anak.

Baca Juga  FIB Unud Lantik Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Periode 2023/2024

Menteri Bintang juga menyampaikan apresiasinya kepada Rektor Universitas Udayana yang telah melakukan upaya pencegahan kekerasan seksual di kampus. Diharapkan dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat membantu korban untuk mendapatkan hak-haknya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4838-Senat-Mahasiswa-Fakultas-Ilmu-Budaya-Unud-Gelar-Seminar-Nasional-Characters-Reinforcement-in-the-Society-Era-5-0-.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ikuti Presentasi Validasi IPKD, Jaya Negara Pastikan Pengelolaan Keuangan Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat

Published

on

By

jaya negara
IKUTI PRESENTASI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengikuti kegiatan Presentasi Validasi Data Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 Tahun Ukur 2025 yang dilaksanakan secara daring dari Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (18/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengikuti kegiatan Presentasi Validasi Data Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 Tahun Ukur 2025 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri secara daring dari Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (18/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kualitas tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pelaksanaan Validasi IPKD tersebut turut menghadirkan Validator yakni Akademisi Universitas 11 Maret, Surakarta, Sutaryo dan Pimpinan Redaksi Kompas TV, Alexander Wibisono. Tampak mendampingi Walikota Jaya Negara dalam kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ida Bagus Alit Adhi Merta, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ni Ketut Dewi Ratih Purnamasari, Kepala BPKAD Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati, Kadis Kominfos Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi serta OPD terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan daerah sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi, namun juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.

“Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan sehingga setiap program dan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, mulai dari penguatan proses perencanaan pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat, pelaksanaan anggaran yang efektif dan sesuai ketentuan, penyusunan laporan keuangan yang tepat waktu, hingga optimalisasi publikasi informasi keuangan daerah melalui platform digital.

Baca Juga  Beri Manfaat dan Bekal kepada Siswa, FIB Unud Gelar PKM di SMAN 1 Selemadeg

Jaya Negara mengatakan, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan akses informasi yang semakin mudah, masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan sekaligus ikut mengawasi pelaksanaan program yang didanai melalui APBD.

“Transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, kami terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk menjaga kualitas pengelolaan keuangan yang profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dalam presentasi tersebut juga dipaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif di Kota Denpasar. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar pada tahun 2025 tercatat mencapai 85,63. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada pada angka 2,16 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,11 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 1,41 persen.

Menurut Jaya Negara, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik, sehingga mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan secara optimal dan berkelanjutan.

“Capaian yang diraih saat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Transparansi bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar juga terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan melalui penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan sebagai wujud konsistensi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ke depan, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemkot Denpasar akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan inovatif.

“Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Denpasar Maju,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Guru Besar “Craft” dari Swedia Berikan Kuliah Tamu di Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Saksikan Pementasan Calonarang Duta Badung di PKB 2026

Published

on

By

Calonarang
HADIRI PEMENTASAN CALONARANG: Bupati Wayan Adi Arnawa, bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri langsung Pementasan Parade Calonarang Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Selasa (16/6/). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri langsung Pementasan Parade Calonarang Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya (Art Center), Denpasar, pada Selasa (16/6/).

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana beserta jajaran terkait, para seniman, tokoh masyarakat, serta ratusan pecinta seni Calonarang.

Bupati Adi Arnawa menyatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah daerah kepada para duta seni Badung yang berlaga di PKB 2026, mulai dari masa persiapan hingga pentas. “Meskipun hari ini bertepatan dengan Hari Raya Penampahan Galungan, kami tetap hadir untuk memberikan semangat agar Duta Kabupaten Badung bisa tampil maksimal sesuai kemampuan terbaik mereka,” ujar Adi Arnawa di sela-sela acara.

Ia berharap PKB tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kemeriahan tahunan, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian seni budaya Bali. Menurutnya, sektor pariwisata Badung dan Bali pada umumnya hidup dari basis budaya yang kuat, di mana seni menjadi pilar utamanya.

“Kita patut bersyukur PKB menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya sehingga khazanah seni kita tidak akan pernah putus. Sebagai bentuk perhatian nyata, selain dukungan moral, kami juga memberikan bantuan finansial tambahan di luar anggaran resmi dari Dinas Kebudayaan,” tambahnya.

Pada malam tersebut, Duta Kabupaten Badung menampilkan Reksadana (Pergelaran) Calonarang dari Sanggar Seni Majelangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Pergelaran kali ini mengangkat lakon “Geseng Waringin”. Kisah yang berlatar di Kerajaan Dirah ini menceritakan tentang pernikahan Mpu Bahula dengan putri Ni Calonarang, Ratna Manggali. Di balik pernikahan tersebut, terdapat siasat besar dari Mpu Baradah yang mengutus Mpu Bahula untuk mengambil lontar sakti Nicarya Lingga milik Ni Calonarang guna dipelajari demi menegakkan kedamaian. (gs/bi)

Baca Juga  Guru Besar “Craft” dari Swedia Berikan Kuliah Tamu di Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Tinjau Kesiapan Duta PKB Badung 2026

Published

on

By

Latihan menari
TINJAU SESI LATIHAN: Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau langsung sesi latihan penari dan penabuh Duta Kabupaten Badung untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Senin (15/6). (Foto: Hms Badung

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau langsung sesi latihan penari dan penabuh Duta Kabupaten Badung untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kehadiran Bupati bersama Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa ini menjadi suntikan motivasi bagi para seniman muda yang tengah bersiap menuju ajang seni budaya paling bergengsi di Bali tersebut. Peninjauan dilakukan di dua lokasi berbeda pada Senin (15/6) malam.

Lokasi pertama adalah latihan Parade Gong Kebyar Anak-anak oleh Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala di Banjar Basangkasa, Seminyak, Kuta. Di sana, peserta mematangkan tiga materi, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan “Bayung Bidak”, Tari Kreasi Penyambutan “Adnyaswari”, serta Tari Dolanan “Jong Jang Sir”. Lokasi kedua adalah uji coba lomba Tabuh dan Tari Bapang Barong di Pura Dalem Padonan, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi dedikasi para pembina, pelatih, dan seniman muda yang terlibat. Ia menilai kemampuan teknis dan kekompakan peserta sudah berkembang pesat. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan ekspresi dan penjiwaan karakter agar pertunjukan mampu menyentuh emosi penonton. “Perlu diingat bahwa kalian tidak hanya tampil untuk diri sendiri atau kelompok, tetapi membawa nama besar Kabupaten Badung,” ujar Adi Arnawa.

Bupati mengingatkan bahwa keindahan seni tidak hanya bersumber dari suara gamelan, melainkan kesatuan utuh dengan ekspresi wajah dan penghayatan para pemainnya. Ia juga menyoroti aspek tata panggung, kualitas tata suara, dinamika gerak, serta kekuatan karakter, terutama untuk penari Bapang Barong yang dituntut tampil energik dan dinamis.

Selain unsur estetika artistik, faktor kesehatan dan stamina juga menjadi catatan penting Bupati demi menjaga performa puncak saat pementasan. “Kunci utama dari penampilan seperti ini adalah disiplin, fokus, kekompakan, dan stamina. Sebagus apapun program latihan yang dibuat, kalau saat tampil kondisi fisik tidak fit dan kesehatan terganggu, semuanya bisa buyar,” tegasnya.

Baca Juga  Gandeng Center for Young Scientist, FIB Unud Gelar Lomba Peneliti Belia Bali 2022

Ia memastikan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung kelestarian seni budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah yang berbasis pariwisata budaya. “Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap pelestarian seni dan budaya. Kita menyadari bahwa Badung adalah daerah pariwisata yang berbasis budaya,” tambahnya.

Apresiasi atas dukungan pemerintah daerah disampaikan oleh perwakilan Sanggar Rajapala, I Ketut Widia Astika, serta Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya. Mereka sepakat bahwa kesempatan menjadi duta daerah merupakan kehormatan besar sekaligus ruang belajar strategis bagi generasi muda untuk mencintai seni tradisi Bali.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, anggota DPRD Badung I Wayan Sandra dan I Gede Suraharja, jajaran Camat Kuta dan Kuta Utara, Lurah Seminyak, Perbekel Tibubeneng, serta tokoh adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca