Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serahkan Akta Semara Ratih, Bupati Tabanan Harap Program Unggulan Bisa Semakin Populer

BALIILU Tayang

:

akta
PAWIWAHAN: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M menyerahkan akta Semara Ratih saat menghadiri undangan pawiwahan yang berlangsung secara roadshow di Banjar Tanah Pegat Desa Gubug dan Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan, Rabu (21/6). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Menjadi Program Unggulan yang paling diminati di Tabanan, Semara Ratih mendapat perhatian khusus dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M saat menghadiri undangan pawiwahan yang berlangsung secara roadshow di Banjar Tanah Pegat Desa Gubug dan Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan, Rabu (21/6). 

 Dalam undangan yang juga dihadiri oleh Sekda, para Asisten Setda, para Kepala OPD Terkait, para Camat dan Perbekel setempat tersebut, Bupati Sanjaya sekaligus menyerahkan Akta Semara Ratih kepada kedua mempelai di kedua lokasi pernikahan. Kehadiran jajaran pemerintah saat itu disambut hangat oleh pihak keluarga mempelai Candra dan Rhea dari keluarga dr. I Nyoman Suratmika, M.Kes dan Keluarga I Gede Wira Adnyana di Br. Tanah Pegat, Ds. Gubug, Tabanan dan pihak keluarga Andre dan Putri dari Keluarga I Ketut Gede Kusnawa dan keluarga I Dewa Gede Maharsika dari Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan. 

Untuk dapat diketahui, Program Semara Ratih merupakan inovasi program konseling pra-nikah yang dirancang pertama kali oleh Desa Tegalmengkeb yang saat ini diadopsi menjadi program Kabupaten Tabanan. Program ini menjadi sebuah solusi bagai para calon pengantin yang berada di Tabanan, untuk mempermudah pengurusan surat perkawinan.

Manfaat yang didapatkan masyarakat pun dapat dirasakan secara nyata. Dalam program ini, para calon pengantin akan melalui beberapa tahapan sebelum melangsungkan pernikahan. Di antaranya yakni memeriksakan diri terkait reproduksi kesehatan, edukasi tentang kehidupan berumah tangga di dinas adat setempat, hingga mendapat pemahaman dan pengarahan dari Babinkabtibmas dan pihak kepolisian terhadap antisipasi kekerasan dalam rumah tangga di masa perkawinan. Selanjutnya, para calon pengantin akan diarahkan ke Dinas Lingkungan Hidup guna penanaman pohon di sekitar pekarangan rumah, sebagai simbol bertumbuhnya kehidupan dalam membina rumah tangga. 

Baca Juga  Sukseskan Kampung Keluarga Berkualitas Gotong-royong, Bupati Tabanan Bagikan 2.000 Bibit Ikan

Terlibatnya dinas-dinas terkait dalam rangkaian program Semara Ratih ini, mendapat nilai lebih dan apresiasi dari Bupati Tabanan, Sanjaya. Pihaknya meyakini, kolaborasi dari semua dinas yang secara konsisten terlibat dalam program ini, akan mampu menjadikan Semara Ratih sebagai program yang populer dan menjadi contoh hingga di skala provinsi dan nasional. Terlebih, Semara Ratih jika dipahami secara sekala dan niskala, sangat berkorelasi dengan Visi Pemerintah Tabanan, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Dari ke-12 akta Samara Ratih yang diserahkan pada ke-12 mempelai di Tabanan, Bupati Sanjaya secara simbolis serahkan 2 akta program. “Hari ini hari yang sangat berbahagia, Bapak didampingi Pak Sekda dan jajaran, khususnya Pak Capil yang jadi pemrakarsa. Penyerahan Program Semara Ratih oleh Bupati Tabanan. Jadi Program Semara Ratih ini, ritatkala melakukan sebuah perkawinan, yang tadi sudah dilalui secara niskala, mepamit dan natab di sanggah sudah selesai dan secara sekala kita dari Pemerintah langsung menyerahkan akta dan KTP. Sertifikat ini adalah rekomendasi sertifikat siap nikah dan siap hamil,” ujar Sanjaya sekaligus membubuhkan gurauan dalam wejangannya. 

Inovasi Program Semara Ratih ini, disampaikannya, jika konsisten dilakukan akan menjadi satu-satunya di Indonesia, asli dari Tabanan. Berfokus dengan 1 program ini maka 5 menteri di Indonesia bisa memberikan penghargaan bagi kota Tabanan. Baik dari BKKBN, Ketahanan Pangan, Lingkungan hingga Polri dan BIN. “Semoga sukses dan bahagia dalam perkawinannya,” Sanjaya menambahkan, sembari memberikan ucapan selamat berbahagia dalam menempuh bahtera rumah tangga yang baru kepada kedua mempelai.

Dr. I Nyoman Suratmika selaku pihak keluarga dari Candra saat itu menyambut langsung kehadiran jajaran. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Bupati Tabanan di Banjar Tanah Pegat. “Kami pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bupati Tabanan beserta jajaran, ini merupakan suatu kehormatan bisa mendapat perhatian langsung dari Pemerintah. terkait program samara ratih, putra putri kami juga merasakan langsung manfaat dan kemudahannya dalam pengurusan proses pernikahan, semoga program ini juga bisa diberlakukan di desa-desa lain di Tabanan dan bahkan di daerah lain di luar Tabanan,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Peringati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Bupati Tabanan Serahkan Remisi Umum

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Peresmian Seni Tari Legong Kraton dan Jalan Beji di Pejaten

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1445 Hijriah

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Peresmian Seni Tari Legong Kraton dan Jalan Beji di Pejaten

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca