Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serap Masukan Krama Adat Darmasaba, Bupati Giri Prasta Komitmen Tuntaskan Pembangunan Fasilitas Publik

BALIILU Tayang

:

Bupati Giri Prasta saat mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat Desa Adat Darmasaba di Wantilan Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Darmasaba Br. Cabe Desa Darmasaba, Minggu (3/1) malam.

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan ada tiga fokus utama yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengakselerasi pembangunan desa yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Pertama penuntasan pembangunan fasilitas publik, kedua peningkatan kualitas SDM dan yang ketiga penguatan UMKM.

“Hari ini kita turun mesadu ajeng, dengan masyarakat Desa Adat Darmasaba untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan warga, karena selama ini masyarakat Badung pada umumnya dan masyarakat Darmasaba pada khususnya sudah sangat proaktif dalam mendukung dan mensukseskan segala program pemerintah. Tentu saya Giri Prasta selaku Bupati juga tidak boleh lain-lain dan harus mendukung dan mensukseskan program kerja yang dirancang oleh masyarakat,” ujar Bupati Giri Prasta saat mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat Desa Adat Darmasaba bertempat di Wantilan Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Darmasaba Br. Cabe Desa Darmasaba, Minggu (3/1) malam.

Pihaknya ingin semua desa yang ada di Kabupaten Badung harus berkembang maju dan mandiri. Untuk itu akan dilakukan pendataan dan klasifikasi, baik itu dari segi topografi maupun demografi, sehingga bisa diketahui secara mendetail karakteristik dan potensi dari masing-masing desa untuk mempercepat proses pembangunan.

Terkait dengan mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Badung, Bupati Giri Prasta menyampaikan ke depan Pemkab Badung akan merancang beasiswa S1 gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, sehingga diharapkan generasi muda Badung minimal mengenyam pendidikan S1. Demikian pula dalam upaya menguatkan dan menjaga ketahanan perekonomian masyarakat, pihaknya akan mendorong masyarakat untuk menggeluti sektor UMKM dengan memberikan penguatan modal berupa stimulus langsung dari Pemkab Badung.

“Untuk melanjutkan pembangunan Badung di masa mendatang kita membutuhkan SDM yang berkualitas, oleh karena itu kita akan memberikan beasiswa S1 gratis untuk masyarakat yang kurang mampu, karena generasi muda yang berkualitas yang akan kita ajak membangun Badung ke depan. Demikian pula dalam hal penguatan dan menjaga ketahanan perekonomian masyarakat kita akan memberikan dana stimulus untuk mendorong masyarakat menggerakkan sektor UMKM,” jelasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (29/10) di Bali, Total Pasien Sembuh 10.453 Orang atau 89,75 Persen

Sedangkan berkenaan dengan kondisi wilayah dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Darmasaba, Giri Prasta berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan fasilitas publik yang meliputi pembangunan areal parkir pura, balai serba guna, balai subak sampai ke pemasangan lampu LPJ di jalan yang minim penerangan. Bahkan pihaknya berkeinginan menjadikan Darmasaba sebagai desa digital dengan replikasi apa yang sudah dilakukan oleh Desa Punggul.

“Saya ingin menjadikan Darmasaba terang dan aman dengan dilengkapi lampu LPJ dan CCTV di area yang strategis. Darmasaba juga harus menjadi desa digital (smart village) dengan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Desa Punggul. Dan untuk Banjar Cabe akan kita hidupkan kembali sebagai kampung lele,” pungkasnya.

Sementara itu Bendesa Adat Darmasaba Made Suardana menyampaikan terima kasih kepada Bupati Giri Prasta karena sudah meluangkan waktu untuk medarma tula (menyerap aspirasi dan masukan) sekaligus memberikan arahan dan penerangan kepada masyarakat Desa Adat Darmasaba berkaitan dengan usaha untuk membangun Desa Adat Darmasaba.

“Kami mewakili masyarakat Desa Adat Darmasaba menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati, untuk menyerap aspirasi dan masukan masyarakat berkaitan dengan program untuk membangun Desa Adat Darmasaba ke depan. Sekaligus kami meminta beliau untuk melakukan penandatanganan prasasti karya Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan Tawur Balik Sumpah Madya Mapadudusan Agung Mapeselang dan Mapedanan yang kami laksanakan di Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Darmasaba pada 2018 yang lalu. Karena berkat dana hibah yang beliau berikan sebesar Rp 2,8 milyar, pelaksanaan karya yang kami laksanakan bisa berjalan dengan sukses,” ucapnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Abiansemal IB Mas Arimbawa, Pj. Perbekel Darmasaba beserta prajuru adat dan dinas Desa Adat Darmasaba.(bt)

Baca Juga  Lagi, Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan 3 Orang Gepeng, Pengamen

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Putus Penyebaran Covid-19, Desa Pemecutan Kelod Gencarkan Pembinaan Prokes
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Serahkan 2 Unit Kendaraan, Gubernur Koster Terus Berjuang Menguatkan Desa Adat di Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tangani Kasus Kegawatdaruratan, Aplikasi Badung Sehat Disiagakan 24 jam

Published

on

By

Kepala Dinkes Badung Bagus Padma Puspita jelaskan layanan Aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD, MARS., FINASIM. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Arus wisatawan mancanegara yang tinggi ke Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Melalui aplikasi Badung Sehat, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan. Bersamaan dengan itu, pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan (faskes) digalakkan, termasuk menertibkan praktik medis tanpa izin di kawasan akomodasi wisata.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026.

Tingginya arus kunjungan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas, sebagaimana visi pembangunan Kabupaten Badung.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Badung.

“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).

Baca Juga  Menteri Trenggono Paparkan Program Terobosan ke Komisi IV DPR

Melalui sistem Badung Sehat, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kegawatdaruratan. Sistem tersebut didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis serta petugas ambulans.

Integrasi sistem memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi kejadian sehingga waktu tanggap kegawatdaruratan dapat dipangkas. Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, kini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit.

Selain layanan darurat, Badung Sehat menyediakan sejumlah fitur kesehatan lainnya, seperti telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Bagus Padma mengatakan penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap faskes serta praktik pelayanan kesehatan. Pengawasan Dinkes Badung menyasar klinik yang tidak memiliki izin maupun praktik medis yang dilakukan di luar ketentuan regulasi yang berlaku.

Pengawasan juga menyasar layanan IV drip atau infus vitamin/terapi yang ditawarkan secara terselubung dan tidak dilakukan oleh faskes berizin. Termasuk praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi untuk memberikan layanan medis.

Dinkes Badung mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.

Di sisi lain, Dinkes Badung memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Kabupaten Badung telah mencapai lebih dari 80 persen. Selain itu, rabies center telah berjalan di setiap puskesmas dan RS Daerah.

Baca Juga  Lagi, Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan 3 Orang Gepeng, Pengamen

Untuk kawasan wisata dengan potensi interaksi satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, disiapkan prosedur penanganan kasus gigitan satwa. Kasus yang terjadi diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) bila diperlukan.

Surveilans epidemiologi juga diperkuat untuk mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi.

Sementara untuk mencegah gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai Bali Belly, Dinkes Badung melakukan upaya dari hulu hingga hilir. Penanganan tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga keamanan pangan di kawasan pariwisata.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan. Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata untuk memastikan memenuhi persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi.

Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah berizin.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, dan saran terkait pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200. Layanan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp.

Wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca