Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sinergi Kendalikan Inflasi, Bupati Tabanan Teken MoU dengan Perbekel Se-Tabanan

BALIILU Tayang

:

tpid tabanan
HLM: Pelaksanaan High Level Meeting TPID Tabanan yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Bupati Tabanan dengan Perbekel se-Kabupaten Tabanan, berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Rabu (29/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Bupati Tabanan dengan Perbekel se-Kabupaten Tabanan. Kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Rabu (29/10).

Acara dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Turut hadir Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Deputi Direktur BI Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda dan Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMD, Perbekel se-Kabupaten Tabanan, BPD, BKAD, perwakilan UMKM, dan Pekaseh Subak penerima bantuan dari Bank Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan penghormatan kebangsaan dan penayangan video profil kerja sama antara BUMD dan Kejaksaan Negeri Tabanan dalam program Jamu Pangan (Jaksa Mendampingi UMKM dan Ketahanan Pangan). Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Perbekel se-Kabupaten Tabanan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dari 10 Perbekel di 10 kecamatan. Dilanjutkan penandatanganan kerja sama antara Perumda Sanjayaning Singasana dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

Selain itu, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada lima kelompok subak binaan, yakni Subak Timan Agung, Subak Aseman IV, Subak Lanyah Delod Jalan, Subak Gadon III, dan Subak Empas Mal Kangin.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia, jajaran Forkopimda, serta seluruh Perbekel dan BUMD atas dukungan dalam pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi desa di Tabanan. Ia menegaskan, kegiatan ini adalah langkah nyata menuju kedaulatan pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Baca Juga  Berdayakan Petani Lokal, Bupati Sanjaya Apresiasi Pesta Rakyat Dusun Bedugul Asri

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul dalam pertemuan formal, tetapi memulai langkah besar menuju kedaulatan pangan sesungguhnya di Kabupaten Tabanan. Dukungan Bank Indonesia dan seluruh stakeholder menjadi bukti, bahwa ketika pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat bersatu, maka perubahan besar akan tercipta,” ujarnya.

Sanjaya juga menyampaikan Tabanan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Bali, namun masih menghadapi tantangan dalam sistem ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani.

“Kita sering mendengar kisah tragis ketika harga hasil panen lebih rendah dari ongkos memetik. Itu akibat sistem ekonomi kapitalistik yang dikuasai pemodal besar. Karena itu, saatnya kita menguatkan konsep Ekonomi Terpimpin, di mana pemerintah hadir memimpin hilirisasi dan memperkuat desa sebagai basis utama ekonomi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya memaparkan lima strategi utama Pemkab Tabanan dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat kemandirian ekonomi desa, yaitu : Penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui kolaborasi BI, Pemda, Perbekel, dan BUMDes, Peningkatan kinerja Satgas Pangan dengan dukungan Kejaksaan Negeri melalui program Jamu Pangan, Kemitraan strategis antara Perumda Sanjayaning Singasana dan Bank BPD Bali untuk memperkuat hilirisasi hasil pertanian, Percepatan program ketahanan pangan melalui integrasi komunitas lokal dan BUMDes, serta Peningkatan transparansi tata kelola desa presisi untuk pembangunan ekonomi yang akurat dan berkeadilan.

“Kita akan terapkan konsep Ekonomi Terpimpin atau Pola Pembangunan Semesta Berencana. Pemerintah harus hadir di hilirisasi untuk memastikan petani tidak dirugikan. Perumda Sanjayaning Singasana akan menjadi motor yang membantu pemasaran hasil pertanian kita, hingga ke tingkat nasional,” tegas Sanjaya.

Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda Helena Pandjaitan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja TPID Tabanan dalam menjaga stabilitas harga di tengah tantangan global.

Baca Juga  Lestarikan Budaya, Bupati Sanjaya Dukung Workshop Joged Bumbung

8“Capaian inflasi Tabanan adalah bukti kerja keras lintas sektor di bawah kepemimpinan Bapak Bupati. Program seperti Ngantor di Desa, Jamu Pangan, dan kemitraan dengan BUMDes dan Perumda merupakan contoh konkret kolaborasi menjaga ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi semua pihak di Kabupaten Tabanan dalam pengendalian inflasi. Hal ini dikatakannya harus terus diperkuat melalui strategi 4K TPID, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

“Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan Pemkab Tabanan dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama melalui peningkatan produksi, hilirisasi komoditas pangan, dan digitalisasi rantai pasok,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu BI juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada lima subak binaan sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi lokal yang diterima langsung oleh ​Nyoman Warta – Pekaseh Subak Timan Agung, ​I Wayan Suka Artawa – Pekaseh Subak Aseman IV, ​I Wayan Purwadana – Pekaseh Subak Lanyah Delod Jalan, I Made Sudarta – Pekaseh Subak Gadon III dan ​I Gede Japa – Pekaseh Subak Empas Mal Kangin.

Sanjaya berharap, MoU yang ditandatangani bersama mampu menjadi dasar kerja sama konkret antara Perumda Sanjayaning Singasana dan BUMDes di 133 desa, sesuai dengan potensi unggulan masing-masing wilayah yang tentunya membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Sekarang MoU dulu, nanti baru PKS (Perjanjian Kerja Sama). Misalnya di Jatiluwih tentang beras, di Pupuan tentang kopi, dan di Baturiti tentang sayur-mayur dan tomat. Jadi setiap desa punya pasar yang jelas saat panen,” terangnya.

Sanjaya juga berharap melalui MoU ini, pemerintah hadir memotong rantai distribusi, mengawal dan menghindari praktik ekonomi liberal yang kerap merugikan petani. Di samping itu, Pemkab Tabanan juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat desa dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong pengendalian inflasi dan ketahanan pangan berbasis desa, sejalan dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Persembahyangan Secara Roadshow, Bupati Sanjaya Apresiasi ‘’Karya’’ yang Digelar Masyarakat di 5 Desa

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Rocky Gerung, Gubernur Koster Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Marhaenisme di Era Digital

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Bedah Buku Rocky Gerung di Auditorium Unmas Denpasar
BEDAH BUKU: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk merawat semangat Marhaenisme sebagai landasan berpikir kritis, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Rocky Gerung selaku akademisi sekaligus penulis buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ dan Dr. Airlangga Pribadi Kusman sebagai akademisi dan penulis buku sebagai narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan, bedah buku tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pencarian makna untuk menjawab pertanyaan besar mengenai relevansi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa bagi Generasi Z yang tumbuh di era algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan.

“Ini adalah forum pencarian makna. Sebuah upaya kolektif untuk menemukan benang merah antara masa lalu yang kaya dengan pengalaman perjuangan dan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan baru,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, Marhaenisme lahir dari kegelisahan Bung Karno terhadap ketimpangan sosial dan menjadi ideologi kerakyatan yang tumbuh dari realitas masyarakat Indonesia. Kini, melalui buku karya Rocky Gerung tersebut, semangat Marhaenisme diajak untuk dimaknai kembali agar tetap relevan bagi generasi yang menghadapi tantangan zaman yang berbeda.

Gubernur Koster juga menepis anggapan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang apatis dan individualistis. Menurutnya, justru di tengah tantangan pandemi, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga derasnya arus informasi, banyak anak muda tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Kekompakan Krama Desa Dauh Peken

“Kehadiran mahasiswa dalam forum bedah buku seperti ini merupakan bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berpikir, membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan, forum akademik seperti bedah buku harus menjadi ruang latihan demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan diuji melalui argumentasi, bukan kemarahan, dan perbedaan pendapat dipandang sebagai kesempatan untuk saling belajar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai, budaya, moralitas, dan harmoni. Prinsip tersebut menjadi landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, semangat bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Sad Kerthi. Melalui budaya membaca dan berpikir kritis, mahasiswa turut membangun Atma Kerthi melalui penyucian pikiran dan jiwa. Melalui kepedulian terhadap sesama, nilai Jana Kerthi diwujudkan sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan. Sementara komitmen membangun dunia yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup merupakan implementasi Jagat Kerthi, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Gubernur Koster menekankan bahwa Bali membutuhkan generasi muda bukan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif merancang, membangun, dan merawat masa depan Bali. Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berpijak pada kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kearifan lokal Bali bukan berarti menolak modernitas. Justru Bali harus mampu menyerap hal-hal baik dari luar tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi dalam membangun masa depan Bali,” tegasnya.

Baca Juga  Parade Budaya "Gema Singasana" HUT Ke-530 Kota Tabanan

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turut memberikan sentuhan budaya dengan membacakan puisi berjudul “Agustus” karya Yudhistira Massardi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan semakin memperkaya suasana intelektual serta kebudayaan dalam rangkaian kegiatan bedah buku.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditawar di tengah derasnya arus informasi. Kedua, membangun budaya diskusi yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat. Ketiga, mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman dalam berkarya maupun memimpin di masa depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Rocky Gerung atas kontribusi pemikirannya melalui buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“, yang dinilai mampu menghidupkan kembali diskursus kebangsaan di kalangan generasi muda. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terus menghadirkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya pemikiran kritis, dialog yang sehat, serta pembentukan karakter mahasiswa.

Gubernur berharap bedah buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkuat tradisi intelektual, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Terima Kunjungan Atase Perdagangan dan Perindustrian Konjen Timor Leste

Bahas Peluang Kerja Sama Berbagai Bidang

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Atase Perdagangan dan Industri Konjen Timor Leste Apolo Justino Franca da Silva
TERIMA KUNKER: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7).

Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Asisten Atase Perdagangan dan Industri, Ricardo de Araujo, dan staf lokal mereka, Theresia Nur Hayati. Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas tentang peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Timor Leste, yang berkaitan dengan perdagangan, sektor industri, pariwisata, budaya, serta sektor potensial lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan harapan perihal potensi kerja sama kedua belah pihak. Untuk itu, penjajakan lanjutan antara keduanya sangat diperlukan. Diharapkan, potensi kerja sama di bidang ekonomi kreatif, bisnis, budaya, serta pendidikan dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan Pemerintah Timor Leste.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak pihak kota kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” kata Wawali Arya Wibawa.

Sementara itu, Atase Perdagangan dan Industri di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan Kerjasama kedua pihak.

“Terima kasih atas sambutan Bapak Wakil Walikota Denpasar yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan Negara kami,” tutur Apolo Justino.

Melalui pembentukan jalinan kerjasama itu, tak menutup kemungkinan kata Apolo Justino akan semakin membuka peluang kerjasama di bidang lainnya.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Berdayakan Petani Lokal, Bupati Sanjaya Apresiasi Pesta Rakyat Dusun Bedugul Asri

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakerprov KONI Bali 2026, Gubernur Koster Minta Fokus Porprov dan Berjuang Rebut Posisi Kelima PON

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Umum KONI Bali menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026
SAMBUTAN: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap para atlet yang sedang bersiap tanding pada Porprov 2027, yang sesuai rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng.

“Saya minta pembinaan atlet lebih serius dilakukan, baik kesiapan fisik, strategi dan terutama kesehatan. Apabila semua itu sudah dimiliki, maka saya yakin semua atlet akan bertanding dengan fokus, dan berupaya memberikan yang terbaik untuk tanah kelahirannya,” ungkap Gubernur Koster saat membuka Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7).

Rakerprov bertujuan untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja serta memantapkan program kerja Tahun 2026 maupun hal-hal lain yang dianggap perlu guna perkembangan prestasi olahraga di Bali.

Diharapkan dengan adanya Rakerprov dapat menghasilkan gagasan atau ide-ide yang lebih baik untuk program kerja KONI dan cabang olahraga di Tahun 2026 dan Tahun 2027 demi pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga di Bali.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga menitipkan pesan agar seluruh atlet Bali yang berkompetisi dan berlaga, baik Porprov 2027 (di Kabupaten Buleleng) dan PON XXII pada tahun 2028 di NTB-NTT nanti untuk tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik untuk Bali, jika sebelumnya menduduki peringkat ke-7, harapannya ke depan akan semakin meningkat.

“Khususnya PON mendatang, Bali dapat menduduki posisi ke-5, atau setidaknya tetap bertahan di posisi ke-7,” tegas Gubernur Koster.

Melalui Rakerprov hari ini, Gubernur Koster harap mampu melakukan perubahan mulai dari sistem pembinaan, sarana dan prasarana serta pendukung lainnya ke tingkat yang lebih baik.

“Perlu digarisbawahi bahwa sebuah organisasi tanpa perencanaan yang matang, tanpa komitmen bersama yang baik, tanpa kesadaran yang baik akan mustahil organisasi itu dapat berjalan maksimal dan optimal. Namun saya yakin, KONI yang sekarang memiliki komitmen, kerangka berpikir dan cara kerja yang berbeda, sehingga KONI saat ini lebih siap pada tahun ini dan pada tahun-tahun mendatang,” imbuh Gubernur Koster.

Baca Juga  Lestarikan Budaya, Bupati Sanjaya Dukung Workshop Joged Bumbung

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa KONI berprinsip untuk bersiap melangkah bersama, membangun olahraga khususnya di pulau Bali.

Melalui Rakerprov ini, pihaknya sedang melakukan tatanan agar tidak ada lagi persoalan ketika melaksanakan Porprov.

Dalam Rakerprov juga akan dibahas kesiapan untuk melaksanakan Porprov pada tahun 2027 mendatang, agar lebih semakin matang dan siap sehingga saat maju ke PON XXII nanti, Bali memiliki daya saing yang lebih kuat, dan mampu menjadi personal yang tangguh bagi lawannya.

Porprov kali ini diharapkan akan semakin berkualitas dengan salah satunya upaya melibatkan tim kecil atau KONI Kabupaten/ Kota. Dimana para atlet yang sudah masuk pada tatanan internasional bisa ikut di PON nantinya, dan Porprov ini adalah salah satu ajang untuk meningkatkan prestasi para atlet.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan daerah dan pelatihan nasional menjelang PON, sehingga pada pra PON nanti bisa memberikan hasil yang maksimal.

“Tatanan ini juga menutup kepentingan politik yang masuk, dan ini real untuk olahraga, dan berkomitmen untuk Bali yang berprestasi,” ungkap Giri Prasta.

Untuk itu, pihaknya memegang teguh prinsip untuk menghindari masalah dan tidak melanggar aturan, dan tata pendanaan, siap bertanggungjawab sepenuhnya,

“Seribu rupiah pun akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan,” tegas Giri Prasta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca