Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Sistem Transparansi di Pasar Tradisional, Paslon AMERTA: Untungkan Pedagang dan Masyarakatnya

BALIILU Tayang

:

de
Calon Walikota Paslon AMERTA Gede Ngurah Ambara Putra dan Calon Wakil Walikota Made Bagus Kertha Negara saat blusukan di Pasar Padang Sambian dan Pasar Gunung Agung Denpasar, Jumat (6/11-2020).

Denpasar, baliilu.com – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar (Paslon AMERTA) Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara menyampaikan setelah beberapa pekan blusukan ke pasar-pasar mendapat banyak aspirasi dari para pedagang yang berharap system manajemen pasar agar lebih transparan dan adanya standarisasi tentang retribusi.

‘’Mohon maaf, system yang dilakukan secara manual akan rentan terjadinya penyelewengan. Tetapi  dengan menerapkan standarisasi dan digitalisasi maka semuanya akan transparan,’’ terang Calon Wakil Walikota Paslon AMERTA Made Bagus Kertha Negara saat blusukan bersama Calon Walikota Gede Ngurah Ambara Putra saat blusukan di Pasar Padang Sambian dan Pasar Gunung Agung Denpasar, Jumat (6/11-2020).

Lanjut Kertha Negara menandaskan dengan sistem digitalisasi yang akan diterapkan di pasar tradisional seperti di Pasar Padang Sambian, maka semua masyarakat yang ada di Padang Sambian ini bisa melihat kondisi keuangan pasar mereka. ‘’Berapa sih penghasilannya tiap hari, tiap bulan, tiap tahun. Itu harapan kami mengapa kami buat system yang lebih transparan, demi siapa demi masyarakat itu sendiri,’’ tegasnya.

Kertha Negara yang membuka bisnis di dunia perhotelan di Ungasan Badung ini juga mengakui di tengah Covid-19 ini sector pariwisata mengalami kelumpuhan. Namun Paslon AMERTA punya program yang luar biasa. ‘’Saya punya tamu 100 ribu yang sudah bersama kami selama 15 tahun.  Mereka mau stay lockdown di Bali di saat pandemi Covid-19 ini. Mudah-mudahan bisa mendapat peluang bertemu Pak Gubernur Koster untuk memberikan masa tinggal lebih lama di saat pandemi Covid-19 ini minimal bisa lebih dari 6 bulan atau setahun,’’ ujarnya.

Paslon AMERTA siap bangun sistem transparansi di pasar tradisional demi kesejahteraan pedagang dan masyarakatnya

Dari 100 ribu wisatawan ini, lanjut Kertha Negara, akan mengajak berkolaborasi dengan seluruh desa adat di Denpasar dimana akan ada keuntungan setiap desa adat kurang lebih 200 juta per bulannya, jika dari 100 ribu tinggal lockdown di rumah. Mereka tak mau tinggal di hotel karena hotel-hotel menggunakan AC sentral yang bisa memicu klaster baru. Mereka lebih suka tinggal di masyarakat. Ini akan ada pertumbuhan ekonomi yang merata. Rumah yang punya potensi sertifikasi menjadi sumber UMKM, sumber penghasilan baru di Kota Denpasar.

Baca Juga  "Menyapa dan Berbagi", Ny. Putri Koster Sambangi Dua Kecamatan di Kabupaten Tabanan

Untuk meningkatkan kedatangan wisatawan di tengah pandemi Covid-19 ini, imbuh Ambara Putra, seperti kota di daerah lain, rapid dan swab mesti digratiskan. Karena hal ini akan membuat wisatawan berani ke Bali khususnya ke Depasar. Kalau bisa rapid dan swab digratiskan, jika setelah di sini ternyata positif atau sakit maka mesti punya rumah sakit standar internasional yang khusus menanganinya.

Dari mana sumber dananya, Ambara Putra mengatakan di sinilah pembangunan Kota Denpasar tidak cukup mengandalkan govement to goverment. Karena kalau pembangunan Kota Denpasar hanya APBD akan sulit untuk maju. Pembangunan ke depan mesti menyertakan stakeholder, pihak swasta sehingga sector ekonomi semakin bergairah.

Jika paslon AMERTA nomor urut 2 terpilih pada Pilwali 9 Desember mendatang, akan berkomitmen pada warga masyarakat Denpasar melalui program unggulannya. Dimana santunan kelahiran diberikan 1 juta, santunan kematian 10 juta, insentif prajuru/pengurus banjar senilai 30 juta per tahun, dana kreativitas sekaa teruna 25 juta per tahun, dana bantuan program PKK 5 juta per tahun, bantuan tiap dadia 5 juta per tahun, pendidikan dan kesehatan gratis untuk pekerja nonformal (pemuka agama, buruh, nelayan, pedagang dan petani).  (*/eka)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Peresmian PAW Anggota DPRD Provinsi Bali 2019-2024
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Baca Juga  Pimpinan Pascasarjana Unud Audiensi ke Kantor OJK Regional 8 Bali-Nusra

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Baca Juga  Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 26 Orang

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca