Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

SMP PGRI 3 Denpasar Raih Anugerah Revolusi Mental

Konsisten Sebarkan Semangat Inovasi dan Adaptasi Berbasis Pancasila

Loading

BALIILU Tayang

:

mental
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyerahkan Anugerah Revolusi Mental kepada Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd., di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (21/12/2022). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Desember 2022 lalu, SMP PGRI 3 Denpasar (Spiga) menerima Anugerah Revolusi Mental (ARM) dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Penganugerahan yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini adalah bukti konsistensi Spiga sebagai sekolah yang kaya akan nilai-nilai inovasi, adaptasi, bela negara dan sadar lingkungan berbasis Dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila.

​Semangat Spiga dalam menata dunia pendidikan demi melahirkan insan yang merdeka dan mandiri melalui sederet inovasi dan adaptasinya memperoleh apresiasi  dari pemerintah pusat. Apresiasi tersebut berupa Anugerah Revolusi Mental (ARM) dari Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Penganugerahan yang berlangsung pada Rabu (21/12) lalu ini langsung diterima Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd., di Hotel Borobudur Jakarta.

Sekolah yang dikenal dengan semangat sadar lingkungannya melalui program nol sampah plastik ‘Zero Plastic Program’ ini, menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia yang menerima ARM ini.

Anugerah ini diterima Spiga atas konsistensinya dalam melakukan perubahan berani revolusi karakter bangsa melalui kebijakaan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional. Beberapa aspek yang menjadi sorotan perubahan pada pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsioanal aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Keberanian Spiga yang berjalan dengan nilai-nilai tersebut tentu mengubah wajah sekolah menjadi rumah belajar yang sarat akan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong-royong. Spiga yang secara konsisten tampil beda dengan kurikulum ini pun berhasil mewujudkan kinerja prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruh Amin. Jajaran guru Spiga berani keluar dari zona nyaman dengan menerapkan program pembelajaran yang berbasis Pancasila dan dirancang dengan ramah teknologi (modern) dan langsung menerapkan ilmu yang diperoleh melalui program mengasyikkan, salah satunya dengan games berbasis aplikasi hingga media sosial.

Baca Juga  Berbusana Adat Kesultanan Deli, Presiden Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila di Monas

Perjuangan Spiga mewujudkan sekolah revolusi mental tak terlepas dari peranan Alm. Dr. I Made Suada sebagai nahkoda pertama dari Kapal Spiga. “Kami sadar lingkungan yang asri dan berkelanjutan adalah tanggung jawab kita sebagai manusia, terlebih salah satu nilai budaya dalam Tri Hita Karana. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai revolusi mental menjadi salah satu misi kami dalam mewujudkan visi SMP PGRI 3 Denpasar berkarakter,” pesan kenangan penuh semangat dari Alm. Dr. I Made Suada, MM, M.Si.

Tak hanya pada aspek sumber daya manusia melalui pembenahan kurikulum, Spiga turut konsisten terhadap isu lingkungan hidup. Seperti dengan tidak menghasilkan limbah plastik sekali pakai melalui ‘Zero Plastic Program’. Gerakan lainnya yang secara berkelanjutan terimplementasi yaitu pengurangan penggunaan plastik melalui program ‘Ban The Big 5’.

Adapun gerakan lainnya yang secara konsisten dilakukan seluruh keluarga besar Spiga yakni program pemilahan sampah, penghijauan, serta budaya antikorupsi.

Indikator yang membuat SMP PGRI 3 Denpasar menerima anugerah sekolah pelopor revolusi mental adalah dengan tercapaianya tiga nilai utama yang dikembangkan sekolah sebagai pengungkit revolusi mental yaitu integritas. Integritas sendiri dimaknai sebagai kesesuaian antara apa yang dikatakan pada program yang dirancang dengan apa yang diperbuat oleh sekolah.

Tentunya, penerimaan anugerah ini adalah sebuah motivasi bagi Spiga untuk konsisten dengan nilai-nilai revolusi mental termasuk menyebarkan semangat gerakan ini kepada berbagai pihak terkait, khususnya pada aksi nyata yang dilakukan dalam gerakan revolusi mental dan memperluas semangat revolusi mental melalui media sosial Spiga.

Melalui adanya gerakan revolusi mental yang dimulai di bidang pendidikan mampu melahirkan generasi masa depan yang berdikari, berkepribadian luhur, memiliki produktivitas, dan kreativitas. Sehingga terwujud generasi emas yang adaptif menghadapi kemajuan zaman serta semakin banyak pihak yang tergerak melakukan gerakan revolusi mental. (gs/bi)

Baca Juga  Saksikan Laga Indonesia-Argentina, Presiden: Pengalaman Besar bagi Timnas Indonesia

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

rekayasa pecatu
REKAYASA LALIN: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Desa Pecatu, Badung yang berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6).

Dalam pelaksanaannya ada sejumlah perubahan, yakni ada ruah jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan roda empat. Seperti kendaraan dari simpang Jalan Baler Setra – Jalan Belimbing sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu hanya boleh sepeda motor. Kemudian untuk kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang menuju Jalan Toya Ning II. Selanjutnya kendaraan dari Jalan Toya Ning II dilarang menuju arah barat di Jalan Uluwatu. Seluruh rekayasa arus lalu lintas ini hanya berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan. Sebab sehari-harinya saat menuju Pura Uluwatu, di Desa Pecatu kondisi jalan akan mengalami kemacetan. Bahkan ia menyatakan, dalam perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam.

“Untuk mengurangi kemacetan tersebut agar pariwisata merasa nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman, maka kita mengurai dengan mengadakan rekayasa lalu lintas,” ujar Gung Rahmadi.

Pihaknya menyebutkan, perubahan arus lalu lintas ini akan berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita. Hal ini dipilih lantaran pada waktu tersebut kerap terjadi peningkatan kendaraan bermotor. Dalam penerapannya, akan dilakukan pengawasan di Simpang Kantor Perbekel, simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala dan terakhir di Simpang Politeknik.

“Karena pagi agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, sedangkan terjadi peningkatan itu ketika masyarakat, wisatawan menuju ke objek-objek wisata nonton kecak dan melihat sunset biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga  Presiden: Rehabilitasi Lahan Kritis Dimulai dari Pembangunan Persemaian

Gung Rahmadi pun berharap, seluruh pengendara kendaran bermotor dapat mengikuti ketentuan yang telah diterapkan. Meski ada kondisinya sedikit memutar, namun tujuannya agar menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

“Jadi waktu singkat tapi jarak tempuhnya mungkin lebih panjang sedikit, tapi masyarakat dan wisatawan merasa nyaman menuju ke Uluwatu,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Luncurkan Vaksin IndoVac, Presiden: Dorong Terus agar Negara Berdikari dalam Vaksin

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  Hari Kedua di Labuan Bajo, Presiden akan Tinjau Gladi KTT Ke-42 ASEAN

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca