Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sosialisasi Kebencanaan kepada Masyarakat dan Satgas TMMD di Bukit Galah

BALIILU Tayang

:

eka
SOSIALISASI KEBENCANAAN: Kegiatan sosialisasi kebencanaan TMMD di Bukit Galah diisi oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, S.Sos, selaku narasumber.

Amlapura, baliilu.com – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-111 Kodim 1623/Karangasem Tahun Anggaran 2021 di Desa Adat Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem sudah berlangsung selama 23 hari dan tidak terasa dalam seminggu ke depan akan ditutup, sesuai rencana pada 14 Juli 2021 mendatang.

Sasaran fisik maupun nonfisik secara bertahap dapat dikerjakan dengan pencapaian yang signifikan. Seperti halnya kegiatan sasaran nonfisik lanjutan yaitu dengan menyelenggarakan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat dan Satgas TMMD, Rabu (7/7/2021) bertempat di Wantilan Desa Sebudi.

Kegiatan sosialisasi kebencanaan tersebut diisi oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, S.Sos, selaku narasumber.

Kalakhar BPBD Karangasem Arimbawa menjelaskan semua hal terkait kebencanaan termasuk juga bagaimana mengantisipasi sejak dini jika terjadi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar

Menurutnya, jenis-jenis bencana terdiri atas bencana alam seperti gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, sedangkan bencana non-alam seperti kebocoran pipa gas, wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 serta bencana sosial seperti konflik sosial di masyarakat yang sampai menimbulkan pengungsian penduduk.

Dihadapan masyarakat setempat dirinya memberi contoh nyata dimana masyarakat Desa Sebudi termasuk rentan terhadap bencana alam gunung berapi, mengingat Desa Sebudi dekat dengan Gunung Agung yang merupakan gunung berapi yang masih aktif.

“Seperti yang terjadi pada Setember Tahun 2017 lalu  Gunung Agung erupsi atau meletus lagi sehingga BPBD Karangasem melaksanakan langkah-angkah penanggulangan kebencanaan diantaranya membangun tenda-tenda pengungsian dan melaksanakan evakuasi terhadap masyarakat di wilayah rawan, tak lupa juga evakuasi hewan ternak milik masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Langkah-langkah yang disiapkan oleh BPBD Karangasem untuk kesiapsiagaan bencana dimulai dengan mendirikan alat peringatan kebencanaan, melaksanakan dan membuka jalan evakuasi, menyiapkan barang-barang penting dalam 1 tas untuk kesiapsiagaan bencana. Kemudian menyiapkan dan berkoordinasi dengan desa adat atau desa dinas tentang tanda-tanda peringatan kebencanaan dan yang paling terpenting langkah yang disiapkan apabila terjadi bencana gunung berapi yaitu segera mencari tempat berlindung, mencari informasi sebanyak mungkin  tentang bencana yang terjadi, ikuti instruksi dari lembaga terkait dan berwenang. Lebih detail dikatakan jika tidak menemukan tempat berlindung cari tempat ketinggian, jauhi sungai, jauhi lereng gunung jurang dan aliran lahar, selalu gunakan masker, memakai alat bantu pernapasan dan kain lembab, jangan menggunakan lensa kontak, jangan menyeberangi wilayah yang tertutup lahar.

Tetap tenang dan jangan panik dan segera mengungsi apabila ada imbauan dari aparat terkait.

“Intinya pahami apa yang dilakukan bila ada tanda-tanda bencana, antisipasi sehingga bisa untuk melakukan penyelamatan,” imbuhnya.

Selain bencana gunung berapi, di wilayah Karangasem perlu juga diwaspadai bencana gempa bumi mengingat bencana ini tidak dapat dideteksi sebelumya sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk waspada  dan tahu melakukan tindakan penyelamatan diri.

Di akhir penyampaiannya, Kalakhar BPBD Karangasem tersebut kembali mengingatkan  masyarakat di wilayah Bukit Galah untuk tetap siaga dan waspada karena sampai saat ini aktivitas Gunung Agung belum kembali ke level normal, saat ini masih level 2 tetap waspada.

“Kita ingatkan masyarakat Bukit Galah untuk tetap siaga dan waspada karena sampai saat ini aktivitas Gunung Agung belum ke level normal, masih ada di level 2 waspada,” tutupnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Malam Fashion Show Jegeg Bagus Badung 2026

Ajang Kreativitas Muda Dorong Pariwisata dan UMKM

Loading

Published

on

By

Jegeg Bagus Badung
FASHION SHOW: Ketua TP PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri semarak Malam Fashion Show Jegeg Bagus Badung 2026 di Lobi Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (24/4) malam. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri semarak Malam Fashion Show Jegeg Bagus Badung 2026 di Lobi Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (24/4) malam.

Acara yang menjadi bagian penting dari rangkaian pemilihan Duta Pariwisata ini tidak hanya menonjolkan bakat para finalis, tetapi juga menjadi panggung bagi desainer lokal untuk memamerkan kekayaan budaya Bali melalui industri mode.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, jajaran dewan juri, perwakilan Jegeg Bagus se-Bali, serta para pelaku industri kreatif lokal.

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa ajang ini merupakan sarana strategis untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter dan memiliki wawasan luas dalam membangun daerah. “Jegeg Bagus bukan hanya tentang penampilan fisik semata, tetapi juga tentang kecerdasan, kepribadian, dan kemampuan untuk menjadi duta yang mampu mempromosikan keindahan, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Badung. Saya berharap melalui acara ini, semangat generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi semakin terbangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Jegeg Bagus harus menjadi motivator bagi generasi sebaya untuk aktif memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sinergi antara pemerintah dan anak muda dipandang sebagai kunci untuk menciptakan pariwisata Badung yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Badung Perindah Ruas Jalan Kerobokan dengan Penanaman 150 Pohon Bugenvil

Published

on

By

tp pkk badung
TANAM POHON: Ketua TP PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin penanaman pohon Bugenvil di sepanjang ruas jalan Banjar Pengubengan Kangin, Kerobokan, Sabtu (25/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan estetika wilayah. Pada Sabtu (25/4), Ketua TP PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung aksi penghijauan dengan menanam pohon di sepanjang ruas jalan Banjar Pengubengan Kangin, Kerobokan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempercantik tata ruang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pesatnya pembangunan wilayah. Sebanyak 150 pohon jenis Bugenvil dipilih karena karakteristiknya yang kuat terhadap iklim tropis serta memiliki bunga warna-warni yang mampu meningkatkan daya tarik visual jalan raya.

Acara ini turut dihadiri oleh Camat Kuta Utara, Lurah Kerobokan Kelod, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Badung, serta jajaran pengurus TP. PKK tingkat Kecamatan dan Desa.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terlibat dan mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemeliharaan pasca-tanam. “Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi keindahan dan kenyamanan bagi kita semua dan generasi mendatang. Ruas jalan yang asri dan rindang akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Oleh karena itu, saya berharap tanaman yang sudah ditanam ini dapat dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama oleh warga sekitar agar tumbuh subur dan memberikan manfaat yang maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian alam demi mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Badung.

Usai penghijauan, agenda dilanjutkan dengan kunjungan sosial ke perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Lansia Banjar Gaji, Desa Dalung. Kehadiran Nyonya Rasniathi disambut hangat oleh para lansia yang hadir dalam suasana penuh keakraban. “Saya sangat bahagia bisa hadir dan melihat semangat bapak-bapak serta ibu-ibu semua yang masih begitu kompak dan aktif. Usia lanjut bukan halangan untuk tetap berkarya dan bersosialisasi. Semoga Bapak Ibu semua senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan selalu. Semoga komunitas lansia ini semakin solid dan menjadi contoh yang baik bagi kita semua,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian nyata TP. PKK Badung terhadap kesejahteraan sosial dan kualitas hidup masyarakat, khususnya para lansia di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Ajak Civitas Akademika Unwar Batasi Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Kelola Sampah Berbasis Sumber

Jadi Narasumber Dialog Publik BEM Unwar Tema “Koster Menjawab: Menelisik Masa Depan Bali di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan”

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster
NARASUMBER: Gubernur Bali, Wayan Koster saat menjadi narasumber Dialog Publik BEM Universitas Warmadewa (Unwar) dengan tema “Koster Menjawab : Menelisik Masa Depan Bali di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan” yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa pada, Jumat (Sukra Umanis, Ukir) 24 April 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pemberlakuan Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, dan Gerakan Bali Bersih Sampah merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan sampah di Provinsi Bali. Mengingat mulai 1 Agustus 2026, pembatasan sampah organik, anorganik dan sampah residu ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P juga telah menegaskan TPA di Bali maupun di seluruh Indonesia tidak diperbolehkan lagi ada aktivitas open dumping sesuai amanat Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat menjadi narasumber Dialog Publik BEM Universitas Warmadewa (Unwar) dengan tema “Koster Menjawab : Menelisik Masa Depan Bali di Tengah Ancaman Krisis Lingkungan” yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa pada, Jumat (Sukra Umanis, Ukir) 24 April 2026.

Kehadiran Gubernur Bali didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, M.P., Presiden BEM Universitas Warmadewa, Putu Gde Raka Trisna Arisastra, dan dihadiri oleh para mahasiswa serta akademisi Universitas Warmadewa.

Dalam paparannya, Gubernur Koster menyampaikan sampah di Bali memang menjadi masalah serius. Dalam pengelolaannya saat ini, Koster mengungkapkan ada 43 persen sampah dibawa ke TPA, 16 persen telah dilakukan penanganan sampah, 18 persen dilakukan pengelolaan sampah, dan lagi 23 persen ada yang membuang sampah ke lingkungan. Contoh nyata adanya pembuangan sampah ke kawasan lingkungan secara ilegal ditampilkan langsung oleh Koster.

“Ini saya tampilkan foto sampah yang dibuang ilegal ke lingkungan sampai ke sungai, adanya pencemaran sampah di pantai, selain foto kondisi TPA Suwung dan TPS-3R yang menumpuk hingga kondisi sampah yang belum tertangani di kampus,” ujar Koster yang membuat para mahasiswa semakin serius melihat kondisi lingkungan di Bali seraya mengajak kampus untuk bersama – sama melakukan pembatasan plastik sekali pakai, melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, dan aktif melaksanakan gerakan Bali bersih sampah.

Lebih lanjut Gubernur Wayan Koster yang merupakan mantan peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud RI ini menguraikan bahwa saat ini di Bali juga terdapat jenis sampah, seperti sampah organik yang jumlahnya mencapai lebih dari 60 persen, lalu lebih dari 17 persen ada sampah plastik.

Sedangkan untuk jenis sumber sampahnya, Koster menyebut sumber sampah berasal dari kegiatan rumah tangga yang jumlahnya lebih dari 60 persen, sedangkan di pasar jumlahnya lebih dari 7 persen, dan dari perniagaan jumlah sampahnya lebih dari 11 persen.

“Secara keseluruhan volume sampah di Bali mencapai 3.436 ton/per hari yang bersumber dari Kota Denpasar sebanyak 1.005 ton/hari, Kabupaten Gianyar 562 ton/hari, Kabupaten Badung 547 ton/hari, Kabupaten Buleleng 413 ton/hari, Kabupaten Karangasem 281 ton/hari, Kabupaten Tabanan 237 ton/hari, Kabupaten Jembrana 165 ton/hari, Kabupaten Klungkung 112 ton/hari, dan Kabupaten Bangli 114 ton/hari,” terangnya.

Atas kondisi itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa telah memberlakukan program dan upaya dalam penanganan sampah, yaitu Pertama dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dimana regulasi ini mulai berlaku pada 21 Desember 2018. Dalam regulasi tersebut yang dibatasi ialah tas kresek, pipet plastik, dan styrofoam.

“Pencapaian pembatasan plastik sekali pakai untuk di hotel, restoran, pasar swalayan, dan toko modern sudah sangat berhasil. Namun untuk di pasar tradisional belum berhasil. Masih banyak yang menggunakan tas kresek karena dinilai praktis. Tapi kalau bisa kita seperti budaya zaman dulu, dimana kalau ke pasar membawa tas ramah lingkungan dari rumah dan ini tidak akan keluar uang untuk beli tas kresek sekaligus mencegah pencemaran lingkungan. Jadi masalah ini harus kita kendalikan bersama,” kata Koster yang mendapatkan apresiasi dari para mahasiswa, karena telah berhasil melakukan pembatasan plastik sekali pakai selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun 2026 di Pura Agung Besakih. Dimana para Umat Hindu sebelum memasuki kawasan utama mandala Pura, sudah dicek oleh petugas bahwa yang membawa tas kresek akan diambil, sebagai upaya menjaga kesucian Pura terbesar di Bali tersebut.

Program dan upaya dalam penanganan sampah yang Kedua, ialah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, dimana regulasi ini berlaku pada 5 November 2019 dan dalam implementasinya menyasar ke 636 Desa, 80 Kelurahan, 1.500 Desa Adat. Namun kendala yang dihadapi dalam penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber ini diantaranya meliputi, 1) akibat kurang kondusifnya situasi karena adanya Pandemi Covid-19 yang dimulai dari Maret 2020 – 2022, sehingga secara psikologis sulit memberlakukan peraturan dengan tegas; 2) masyarakat belum terbiasa memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Namun saat ini, di tahun 2026 kata Menteri Lingkungan Hidup, bahwa 70 persen warga Kota Denpasar sudah melakukan pemilahan sampah yang sebelumnya hanya 30 persen, kemudian di Kabupaten Badung lebih dari 70 persen warganya memilah sampah; 3) keterbatasan anggaran untuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah berbasis sumber, terutama di Kelurahan (tidak ada anggaran khusus); 4) keterbatasan lahan untuk pembangunan TPS3R, terutama di Kelurahan; dan 5) sulit diterapkan di perkotaan, karena memiliki volume sampah yang besar dan lahan terbatas.

Program ketiga, dengan memberlakukan Gerakan Bali Bersih Sampah sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025. Kebijakan ini dimulai pada 2 April 2025, pertimbangannya untuk menjaga pelestarian alam semesta beserta isinya berdasarkan nilai kearifan lokal Bali, Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Wana Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi sesuai visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia (Sakala-Niskala) melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Pertimbangan selanjutnya, karena Bali merupakan destinasi wisata utama pariwisata dunia, yang harus memberikan kenyamanan bagi wisatawan guna mewujudkan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

Lalu Gerakan Bali Bersih Sampah ini dilakukan karena pengelolaan sampah di Provinsi Bali belum berjalan dengan optimal, yang berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali. “Jadi hal ini sudah sangat mendesak untuk diberlakukan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai,” tegasnya.

Menutup paparannya, Gubernur Koster menyampaikan upaya pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber adalah gerakan dari hulu yang harus kita tangani bersama, kemudian di hilirnya pemerintah memanfaatkan pengelolaan sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Saat ini program PSEL memasuki tahapan pembangunan. Ini adalah program pusat yaitu Danantara. Kita sudah tanda tangan MoU dengan Danantara untuk melaksanakan proyek di atas lahan seluas 6 hektare yang disiapkan Pemprov Bali. Sementara Denpasar dan Badung nantinya akan menyuplai sampah. Saat ini masuk tahap pengurusan perijinan dan amdal. Groundbreaking direncanakan 8 Juli 2026. Kalau sesuai jadwal, proyek ini akan dikerjakan selama 15 bulan sehingga diharapkan rampung awal November 2027 dan diharapkan mulai beroperasi pada Desember 2027,” jelas Wayan Koster ke mahasiswa Universitas Warmadewa.

Sebelumnya Presiden BEM Universitas Warmadewa, Putu Gde Raka Trisna Arisastra menjelaskan dialog publik ini digelar untuk menyikapi situasi Bali, karena kondisi lingkungan menjadi persoalan yang serius, dan masalah ini kami harap tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah semata, tapi tanggungjawab kita bersama masyarakat dan mahasiswa.

“Kami membuka ruang dialog dengan mahasiswa, akademisi dan pemerintahan tujuannya untuk menemukan solusi kongkrit, karena kampus merupakan ruang demokrasi yang melahirkan gagasan untuk memberikan keberpihakan kepada kepentingan publik,” jelasnya.

Sementara Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si, meminta forum dialog publik ini agar dimanfaatkan secara baik.

“Kita bangga punya Gubernur yang hadir langsung menyambut aspirasi dan tuntutan mahasiswa berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan, khususnya lingkungan. Oleh karenanya, hadirlah di forum ini sebagai insan akademik yang tetap kritis, tetapi mengedepankan etika dan sopan santun dalam menyampaikan pendapat. Kampus tempatnya memberikan masukan kepada pemerintah, sehingga apa yang menjadi kebijakan publik bisa disinergikan dengan dunia kampus guna mengatasi setiap masalah yang ada,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca