Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Suasana Baru PKKMB Unud 2023, Aktualisasikan Potensi Mahasiswa

BALIILU Tayang

:

pkkmb unud
BUKA PKKMB UNUD: Rektor Unud Prof. Gde Antara membuka PKKMB Unud yang ditandai dengan penancapan kayon dan penyematan nametag peserta, Selasa (15/8/2023). (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung selama dua hari yakni 15 dan 16 Agustus 2023. PKKMB yang diikuti sekitar 6.500 mahasiswa, dan juga diikuti oleh mahasiswa lama sebanyak 185 orang ini mengambil tema “Aktualisasi Potensi Mahasiswa yang Akademis, Bijaksana, dan Matang Sesuai Visi Universitas Udayana”. PKKMB dibuka langsung oleh Rektor Unud yang ditandai dengan penancapan kayon dan penyematan nametag peserta.

Ketua Panitia PKKMB I Made Sarjana, mengatakan PKKMB 2023 kali ini agak berbeda dengan PKKMB sebelumnya. Kali ini Unud memberikan ruang kepada mahasiswa sebagai panitia untuk berperan aktif dalam pelaksanaannya agar dapat memberikan warna dan suasana yang baru dengan pemikiran-pemikiran yang baru, penuh dengan inovasi sesuai irama kekinian. Walaupun demikian PKKMB ini tetap mengacu pada pedoman, kaidah, nilai dan aturan main serta tidak terlepas dari etika pengenalan kehidupan kampus itu sendiri. Serta motto PKKMB kali ini adalah Chaanakya Hanastha Gyani Divesa (Pelajar yang menguasai ilmu pengetahuan, dewasa, serta bijaksana).

rektor unud
Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. (Foto: ist)

Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. mengatakan, PKKMB merupakan rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru untuk memberikan pengenalan kepada mahasiswa guna menyesuaikan diri dengan ragam kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang dapat meningkatkan potensi dan kreativitas serta inovasi diri mahasiswa. PKKMB ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai – nilai luhur (University Values) dan filosofi pendidikan Universitas Udayana bagi mahasiswa baru sehingga meningkatkan kebanggaan menjadi bagian dari Universitas Udayana.

Dalam rangka menyiapkan mental dan memberikan gambaran tentang sistem pembelajaran dan kehidupan di kampus, maka diperlukan adanya PKKMB untuk mempercepat adaptasi dengan lingkungan universitas. Pada era reformasi pendidikan tinggi yang berbasis kompetensi dan otonomi penyelenggaraan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing, adanya hal-hal paradoksial dalam penerimaan mahasiswa sebagai warga baru kampus harus diakhiri.

Berbagai jargon tujuan dan sasaran manfaat yang sifatnya doktrinal diganti dengan tujuan dan sasaran manfaat yang dapat diuraikan secara akademik benar, serta secara operasional layak untuk dilaksanakan. “Demikian pula berbagai bentuk penyimpangan harus sudah diakhiri dan diganti dalam bentuk kegiatan yang dapat dipantau dan dievaluasi secara terbuka oleh semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

mahasiswa baru
Mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB Unud. (Foto: ist)

Melalui kegiatan PKKMB diharapkan mahasiswa baru mendapatkan pengayaan dalam mendukung kebijakan Kemdikbudristek melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu diharapkan pula terjadi peningkatan ketajaman analisis mahasiswa terhadap dampak globalisasi pada bangsa Indonesia.

Kegiatan PKKMB adalah wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru di lingkungan Universitas Udayana. Hal ini penting dilakukan agar setiap mahasiswa mempunyai kesiapan lebih dini untuk beradaptasi dalam proses pembelajaran.  Di samping itu telah ditetapkan bahwa setiap lulusan baru bisa mengikuti wisuda apabila telah dinyatakan lulus dalam kegiatan PKKMB.

pkkmb
Hari pertama PKKMB diisi dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber di internal Unud dan juga dari Kemendikbudristek yakni Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Prof. Sri Suning Kusumawardani. (Foto: ist)

Oleh karena itu, hendaknya mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini karena Pengenalan Kehidupan Kampus merupakan bagian dari budaya akademik. “Melalui budaya akademik kita akan mampu meningkatkan daya saing bangsa,” imbuhnya.

Hari pertama PKKMB diisi dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber di internal Unud dan juga dari Kemendikbudristek yakni Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Prof. Sri Suning Kusumawardani dengan materi Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 serta beberapa narasumber lainnya dari eksternal Unud. Kemudian hari kedua diisi dengan pengenalan unit kegiatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Udayana serta pagelaran budaya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5829-PKKMB-Universitas-Udayana-Tahun-2023-Aktualisasikan-Potensi-Mahasiswa-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Buleleng Perkuat Sinergi Wujudkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Published

on

By

Satu Keluarga Satu Sarjana
BEE: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata saat menyampaikan sekapur sirih dalam talkshow “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (21/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya mendukung program Pemerintah Provinsi Bali “Satu Keluarga Satu Sarjana” melalui penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta kualitas sumber daya manusia di Buleleng dan Bali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata saat menyampaikan sekapur sirih dalam talkshow “Satu Keluarga Satu Sarjana” pada rangkaian hari kedua Buleleng Education Expo (BEE) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (21/5).

Menurut Surya Bharata, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya terkait angka partisipasi sekolah dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat dipengaruhi rata-rata lama sekolah.

“Program ini sangat dinantikan masyarakat karena diharapkan mampu mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM di Buleleng maupun Bali secara umum,” ujarnya.

Melalui Buleleng Education Expo, lanjut dia, pemerintah berupaya membangun sinergi mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua sekaligus memperkuat Singaraja sebagai kota pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gede Wesnawa Punia yang hadir sebagai narasumber talkshow mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program “1 KK 1 Sarjana”.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.“Program ‘1 KK 1 Sarjana’ merupakan bagian dari grand design pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah,” kata Wesnawa.

Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu dasar penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK mulai tahun 2026. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan lebih objektif dan sesuai kompetensi siswa.

Selain itu, Pemprov Bali juga menerapkan kalender pendidikan berbasis adat, tradisi, dan budaya Bali sesuai visi pembangunan daerah. Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal dilakukan melalui penyusunan bahan ajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, termasuk integrasi nilai budaya Bali dalam mata pelajaran seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola tenaga pendidik guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Setelah siswa menyelesaikan pendidikan menengah, keluarga kurang mampu yang belum memiliki sarjana akan difasilitasi melalui program “1 KK 1 Sarjana”.

Wesnawa menjelaskan, pada 2025 pemerintah menyiapkan kuota bagi 1.450 mahasiswa, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 2.500 mahasiswa. Program tersebut memberikan bantuan berupa biaya pendaftaran kuliah gratis, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp1 juta per bulan, serta bantuan biaya hidup bagi mahasiswa sesuai wilayah tempat studi.“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kualitas SDM Bali,” ungkapnya.

Pemprov Bali juga menyiapkan konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan program tidak menjadi sarjana pengangguran. Dengan demikian, peningkatan investasi di Bali diharapkan dapat berjalan selaras dengan kesiapan tenaga kerja lokal.

“Mekanisme program dilakukan melalui perguruan tinggi. Mahasiswa mendaftar terlebih dahulu ke kampus negeri maupun swasta, kemudian pihak kampus mengusulkan peserta program kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk proses pembiayaan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap program “Satu Keluarga Satu Sarjana” dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus melahirkan generasi muda Bali yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Published

on

By

bupati sanjaya
RESMIKAN GEDUNG: Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis (21/5). (Foto: Hms Tabanan)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Baru dan Grand Opening ACC Café & Resto milik LPK American Cruise College (ACC) yang berlokasi di Jl. Yeh Ho Sanggulan, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Kamis (21/5).

Kehadiran gedung baru dengan fasilitas pelatihan dan praktik industri yang representatif tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Tabanan dan mampu bersaing di industri pariwisata dan perkapalan internasional.

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan ACC Fest 2026, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen LPK American Cruise College atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul dan kompeten. Ia menilai, kehadiran gedung representatif tersebut menjadi bukti nyata dukungan dunia pendidikan dan pelatihan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Bupati Sanjaya yang saat itu turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Direktur American Cruise College, pimpinan partner hotel dan asosiasi, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan dan Singaraja, tokoh masyarakat serta undangan lainnya, menyampaikan pembangunan di Tabanan harus berjalan dalam satu garis perjuangan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap manajemen LPK American Cruise College atas segala upaya selama ini dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi unggul. Kehadiran gedung ini dengan fasilitas representatif menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah, khususnya menyiapkan SDM yang siap bertarung di industri pariwisata dan perkapalan internasional,” ujar Sanjaya.

Keberadaan lembaga pelatihan kerja berkualitas dikatakannya juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui pendidikan dan pelatihan yang baik, pihaknya berharap generasi muda Tabanan akan memiliki peluang kerja lebih luas, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Saya melihat generasi muda yang berangkat ke kapal pesiar ini sebagai pejuang devisa bagi Kabupaten Tabanan. Yang mereka dapat bukan hanya dollar atau pendapatan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika pulang ke daerah, mereka akan ikut membangun masyarakat, membesarkan UMKM dan berkontribusi untuk kemajuan Tabanan,” tegasnya.

Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran ACC Café & Resto yang dinilai turut membantu membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tabanan. Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi tempat menempa ilmu pengetahuan, dedikasi dan keterampilan generasi muda sebelum terjun ke dunia kerja internasional.

Direktur LPK American Cruise College, Putu Deddy Paryana di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran pemerintah daerah, para kepala sekolah dan seluruh undangan yang hadir dan turut mensukseskan kegiatan ini. Ia juga berharap keberadaan gedung baru dan ACC Café & Resto mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, kompetensi dan semangat berkompetisi generasi muda, khususnya di bidang hospitality, service dan kreativitas pelajar maupun mahasiswa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-54 ST Widya Dharma Banjar Tengah Pecatu

Bupati Adi Arnawa Tekankan Peran Strategis Pemuda Jaga Fondasi Pariwisata Budaya Badung

Loading

Published

on

By

ST Widya Dharma
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa hadiri HUT. Ke-54 ST. Widya Dharma Banjar Tengah, Pecatu di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (20/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen dalam mendukung kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian adat dan budaya Bali sebagai pilar utama pariwisata. Komitmen ini ditegaskan kembali dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Sekaa Teruna (ST) Widya Dharma Banjar Tengah Desa Adat Pecatu, Rabu (20/5) yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–2029.

Acara yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini digelar di Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan dalam suasana peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menjadi simbol kebangkitan dan pergerakan positif generasi muda di ujung selatan Kabupaten Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, secara langsung menyaksikan prosesi pelantikan kepengurusan yang baru. Dalam sambutan dan arahannya, Adi Arnawa menyampaikan pesan mendalam mengenai peran vital yang diemban oleh para pemuda-pemudi di tingkat desa adat.

“Sekaa Teruna bukan hanya sebagai pelengkap dalam struktur masyarakat, melainkan harus mampu menjadi motor penggerak utama untuk melestarikan adat, tradisi, dan budaya kita. Terlebih lagi, Desa Adat Pecatu merupakan salah satu destinasi pariwisata berskala dunia yang magnet utamanya berlandaskan pada keluhuran adat dan kebudayaan Bali,” ujarnya di hadapan sekaa teruna.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa wadah sekaa teruna merupakan laboratorium sosial yang sangat efektif bagi generasi muda untuk mulai belajar berorganisasi di tingkat desa.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah awal yang krusial bagi para pemuda untuk mengasah jiwa kepemimpinan (leadership) demi melanjutkan estafet kepemimpinan daerah maupun bangsa di masa mendatang.

“Dari organisasi tingkat desa inilah akan lahir calon-calon pemimpin Badung masa depan. Oleh karena itu, manfaatkan ruang ini dengan baik untuk belajar, berinovasi, dan mempererat tali persaudaraan,” imbuh Adi Arnawa.

Ia berharap, dengan dilantiknya kepengurusan ST. Widya Dharma Pecatu Periode 2026–2029 ini, sinergi antara pemerintah, desa adat, dan generasi muda dapat semakin solid. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pariwisata berbasis budaya di Kuta Selatan.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung, Made Sumerta dan Tommy Martana Putra, Perbekel Desa Pecatu Made Karyana Yadnya, serta tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca