Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tabanan Raih Penghargaan UHC 2026

BALIILU Tayang

:

penghargaan pemkab tabanan
TERIMA PENGHARGAAN: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga (No. 5 dari kanan) saat menerima Penghargaan “Universal Health Coverage” (UHC) Tahun 2026 yang diperoleh Pemkab Tabanan dalam acara yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1). Penghargaan diterima Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ketua DJSN, perwakilan Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Sekretariat Negara, Direksi BPJS Kesehatan, gubernur, serta perwakilan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Universal Health Coverage (UHC) merupakan kondisi ketika seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa mengalami kesulitan finansial. Di Indonesia, UHC diwujudkan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sebagai instrumen negara dalam menjamin perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya Program JKN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “JKN telah terbukti membebaskan masyarakat dari beban finansial kesehatan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi rakyat untuk lebih produktif dan berdaya. Capaian UHC merupakan wujud nyata amanat konstitusi, dan harus terus diperkuat melalui peningkatan kepesertaan JKN serta sinergi pemerintah pusat, BPJS Kesehatan, dan kepala daerah dalam memastikan masyarakat terlindungi jaminan kesehatan,” ujarnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa capaian UHC merupakan hasil kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. “Komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan menjadikan JKN-KIS sebagai salah satu program jaminan kesehatan terbesar dan tercepat mencapai UHC di dunia. Penghargaan UHC 2026 diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewujudkan UHC, sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk memperkuat pelaksanaan program JKN,” sebutnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya: ''Pesamuhan Agung Pesemetonan'' Momen Tingkatkan Harmonisasi dan Lestarikan Ajeg Bali

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyampaikan, penghargaan UHC merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan masyarakat. “Hari ini saya selaku Wakil Bupati Tabanan, mewakili Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, menerima UHC Award sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah. “Di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Komang Gede Sanjaya, melalui misi Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai salah satu kebutuhan dasar,” imbuh Dirga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Wayan Koster Hadiri Karya di Pura Dadia Gelgel Aan

Tegaskan Komitmen Mengawal Pembangunan dan Menjaga Kedekatan dengan Krama Bali

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Tandatangani Prasasti Pura Dadia Gelgel Aan
TANDATANGANI PRASASTI: Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani prasasti saat menghadiri Karya Tawur Malik Sumpah, Ngenteg Linggih lan Mendem Pedagingan di Pura Dadia Gelgel Aan, Manikaji, Peninjoan, Tembuku, Bangli, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Bangli, baliilu.com – Di tengah kesibukannya mengawal pelaksanaan berbagai program pembangunan Bali, Gubernur Bali Wayan Koster tetap meluangkan waktu untuk hadir di tengah masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan dengan menghadiri Karya Tawur Malik Sumpah, Ngenteg Linggih lan Mendem Pedagingan di Pura Dadia Gelgel Aan, Manikaji, Peninjoan, Tembuku, Bangli, Sabtu (17/10/2026).

Kehadiran Gubernur Wayan Koster disambut hangat oleh krama pengempon pura. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, anggota DPRD Provinsi Bali Nyoman Budiutama, serta anggota DPRD Kabupaten Bangli Sang Nyoman Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dan bertatap muka secara langsung dengan krama pengempon. Ia turut mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar serta memberikan kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh krama.

Gubernur Koster mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam berbagai kegiatan adat, agama, dan budaya tidak hanya untuk memenuhi undangan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mesimakrama, menyerap aspirasi, serta melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Bali.

Menurutnya, perjalanan menuju lokasi kegiatan memberikan kesempatan untuk mengamati berbagai potensi dan aktivitas masyarakat, mulai dari sektor pertanian, tegalan, kerajinan, hingga kegiatan perekonomian warga. Pengamatan tersebut menjadi bagian penting untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Hadir dalam undangan ini membuat saya secara tidak langsung bisa melihat bagaimana pertanian, tegalan, kerajinan, hingga ekonomi masyarakat yang saya lewati dalam perjalanan menuju ke sini,” ungkap Gubernur Wayan Koster.

Gubernur Koster mengakui bahwa padatnya agenda pemerintahan membuat dirinya belum dapat memenuhi seluruh undangan kegiatan adat, agama, budaya, maupun kemasyarakatan. Sebagian besar waktu dan perhatiannya saat ini dicurahkan untuk memastikan berbagai program pembangunan strategis Bali dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan Jembatan Kajang Merah di Desa Tua Marga

Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa kedekatan dan komunikasi langsung dengan masyarakat tetap menjadi perhatian penting dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia berupaya memprioritaskan kehadiran pada kegiatan masyarakat di wilayah-wilayah yang belum sempat dikunjunginya secara langsung.

“Untuk daerah-daerah yang belum pernah saya kunjungi, saya selalu upayakan untuk hadir. Karena saya juga berprinsip harus bisa bertatap muka langsung dengan warga Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan masa jabatan yang dipercayakan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Fokus utamanya adalah mengawal realisasi program-program pembangunan yang telah direncanakan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Bali dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Masa jabatan saya tidak panjang. Saya fokus manfaatkan sisa jabatan yang diamanahkan warga Bali ini untuk benar-benar membangun Bali, agar program-program yang saya rencanakan bisa terwujud dengan sukses, bisa bermanfaat untuk membangun Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Kelihan Dadia Gelgel Aan Manikaji, Made Kuat, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bali dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, kehadiran Gubernur menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kehidupan adat, agama, dan budaya masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bangli.

Made Kuat menjelaskan bahwa Dadia Gelgel Aan Manikaji beranggotakan 120 kepala keluarga (KK). Rangkaian karya telah dimulai sejak Agustus 2026, dengan puncak karya dilaksanakan pada 14 Oktober 2026. Sementara itu, upacara Penyineban dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

“Atas nama seluruh anggota dadia, kami sampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur dalam pelaksanaan karya ini,” ujar Made Kuat.

Gubernur Sampaikan Perkembangan Penanganan Distribusi BBM di Bali

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Wayan Koster juga menyampaikan perkembangan penanganan kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali selama sepekan terakhir. Ia memastikan bahwa berdasarkan informasi ketersediaan pasokan yang diterimanya, stok BBM untuk kebutuhan masyarakat Bali dalam kondisi aman.

Baca Juga  Peringati Tumpek Wariga, Pemkab Tabanan Tanam Pohon Secara Simbolis di Pura Luhur Pakendungan

Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait guna mempercepat penyaluran BBM dari fasilitas penyimpanan menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Percepatan distribusi menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berlangsung secara normal.

Menurut Gubernur Koster, berbagai langkah percepatan distribusi mulai menunjukkan perkembangan positif. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung, dilaporkan mulai berkurang dibandingkan dengan kondisi beberapa hari sebelumnya. Meski demikian, upaya pemulihan distribusi terus dikawal agar penyaluran BBM semakin lancar dan merata.

Gubernur Koster juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan serta tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina dan pihak terkait terus mengupayakan percepatan pemulihan distribusi agar pelayanan BBM kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Warga Membludak Hadiri Puncak HUT Kota Tabanan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan Jembatan Kajang Merah di Desa Tua Marga

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Ke-6 DPRD Tabanan, Terkait Persetujuan 3 Ranperda

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  Komitmen Wujudkan Infrastruktur Desa, Bupati Tabanan Resmikan Betonisasi Jalan di Desa Pujungan

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca