Connect with us

KESEHATAN

Tak Tersedia Dalam SIPD, Badung Komit Kawal Jamkesda-KBS untuk Kepentingan Masyarakat

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa foto bersama usai melaksanakan rapat koordinasi dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto di Jakarta, Selasa (30/3).

Badung, baliilu.com – Sejak pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, kodefikasi belanja integrasi Jaminan Kesehatan Daerah Krama Badung Sehat (Jamkesda-KBS) sebagai jasa layanan kesehatan di luar tanggungan BPJS tidak tersedia dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa berkomitmen akan terus mengawal pelaksanaan pelayanan Jamkesda-KBS bisa diakomodir dalam SIPD. Ini dilakukan mengingat program Jamkesda-KBS ini adalah program strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat dan telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Badung.

Dalam rangka menyikapi kondisi ini, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melaksanakan rapat koordinasi secara langsung dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian Noervianto di Jakarta, Selasa sore (30/3). “Kami membutuhkan penegasan terkait dengan program UHC (Universal Health Coverage), mengingat kami di Badung sejak 2016 sudah UHC dan terintegrasi pula dengan JKN (BPJS),” ujarnya.

Namun di sisi lain menurut Suiasa ada juga layanan kesehatan yang tidak bisa diintegrasikan dengan BPJS, karena memang dalam Perpres tentang Jaminan Kesehatan terdapat berbagai layanan kesehatan yang tidak termasuk dalam jenis layanan dalam jaminan kesehatan nasional yang dilaksanakan oleh BPJS.

“Karena masih adanya jaminan kesehatan yang tidak bisa dijaminkan melalui BPJS tersebutlah, maka Pemkab Badung membuat program Jaminan Kesehatan Masyarakat Krama Badung Sehat yang mana terdapat sekitar 18 jenis jaminan kesehatan yang dijaminkan dibiayai pula oleh Pemkab Badung. Sehingga keseluruhan layanan kesehatan masyarakat Badung sudah dibiayai dengan APBD Badung baik melalui JKN yang dilaksanakan BPJS atau dengan program Krama Badung Sehat,” jelasnya.

Dengan diberlakukannya Permendagri 90 Tahun 2019 yang menggunakan Pola SIPD, menurut Suiasa yang bisa dimungkinkan dianggarkan adalah program JKN yang dilaksanakan oleh BPJS saja. Sedangkan program Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat tidak bisa dimasukkan dalam kodefikasi nomor rekening sesuai Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 sehingga dalam APBD tahun 2021, belum bisa dimasukkan penganggarannya.

“Kondisi inilah yang menyebabkan kami harus tetap memperjuangkan kepada pemerintah pusat agar program Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat bisa dibukakan kodefikasi penganggarannya sehingga program tersebut bisa kembali dilaksanakan karena program tersebut sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Badung. Kami kasihan kepada masyarakat kami ini. Untuk itu kami mintakan jalan keluarnya kepada pihak Dirjen Bina Keuangan Daerah agar program UHC ini bisa kita jalankan kembali mengingat sudah kami tetapkan pula dalam Peraturan Bupati,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto menyebutkan bahwa apa yang menjadi aspirasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Badung akan dibuatkan polanya nanti sesuai dengan Permendagri No. 90 Tahun 2019 sehingga program Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat nantinya dapat dilanjutkan. “Intinya nanti akan dibuatkan formulasinya,” ujarnya.

Dikatakan untuk lebih jelasnya nanti pembicaraan akan dilanjutkan antara tim teknis Pemkab Badung dengan Tim Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang dijadwalkan berlangsung, 6 April 2021 mendatang. “Layaknya nanti bentuknya dalam program kegiatan,” ujar Mochamad Ardian.

Menurutnya yang paling penting adalah bagaimana Pemkab Badung bisa menjalankan program kegiatan dalam bidang kesehatan seperti yang diharapkan oleh masyarakat Badung. “Atas permintaan Bapak Wakil Bupati kita akan melakukan mapping agar program kegiatan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS atau memberikan manfaat komplementer sesuai kebutuhan pemerintah daerah agar bisa diakomodir dalam Permendagri 90,” pungkas pejabat alumni STPDN ini. (bt)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Wabup Suiasa Tinjau Vaksinasi di Discovery Shopping Mall, Wantilan Palguna Kedonganan dan Banjar Pasek Kedonganan

Published

on

By

de
Wabup Suiasa saat melakukan pemantauan vaksinasi di Discovery Shoping Mall Kuta, Wantilan Palguna Kedonganan dan Banjar Pasek Kelurahan Kedonganan Kecamatan Kuta, Jumat (9/4).

Badung, baliilu.com – Untuk memastikan target yang ditentukan dan pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan lancar, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat.

Kali ini pemantauan dilaksanakan di tiga tempat yakni di Discovery Shopping Mall Kuta, Wantilan Palguna Kedonganan, dan Banjar Pasek Kelurahan Kedonganan Kecamatan Kuta, Jumat (9/4).

Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD I Gusti Anom Gumanti, Luh Gede Mediastuti, Direktur Utama Discovery Shopping Mall Richard Karwelo beserta staf, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta bersama Sekcam I Made Agus Suantara, Lurah Kedonganan I Kadek Laksana serta tokoh masyarakat setempat.

Wabup Suiasa pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemkab Badung saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksinasi guna mempercepat dan menuntaskan vaksinasi Covid-19. Hal ini dilaksanakan guna mempercepat bangkitnya pariwisata dan perekonomian di Bali serta Badung di masa pandemi ini. “Pemkab Badung sudah berkomitmen menuntaskan pelaksanaan vaksinasi di wilayah khususnya di daerah pariwisata serta pelaksanaan vaksinasi untuk memperluas zona hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup Suiasa menyampaikan, target warga yang harus divaksin setiap harinya kurang lebih 300 orang dan melihat antusias masyarakat yang datang ke tempat vaksinasi, pihaknya yakin target pasti akan terpenuhi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang begitu antusias berpartisipasi aktif dalam kegiatan vaksinasi ini. Dengan antusiasme masyarakat ini, saya yakin target warga yang divaksin setiap hari akan terpenuhi,” katanya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi ini, Wabup Suiasa mengatakan telah menjalin kerjasama dengan pihak Discovery Shopping Mall serta sangat mengapresiasi karena pelaksanaannya sangat luar biasa, tertata rapi dan pasti dijamin prosesnya berjalan dengan baik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Tempat ini memang benar-benar representatif, kegiatan ini kami rancang dalam rangka untuk mempercepat proses terbentuknya herd immunity khususnya di Kuta karena kita sadar betul bahwa Kuta ini adalah sentral dari pariwisata kita dan diharapkan semakin cepat herd immunity tercipta untuk masyarakat Kuta ini maka pariwisata ini juga akan cepat dibuka,” ujarnya.

Untuk itu, Suiasa berharap sebelum Galungan ini semua masyarakat Kuta sudah tervaksinasi, sehingga dengan demikian target sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada bulan Juni atau Juli pariwisata Bali sudah dibuka. “Kita bangun kepercayaan publik masyarakat mancanegara atau sektor pariwisata kalau mereka datang ke Bali merasa aman dan nyaman, tidak ada keragu-raguan dan rasa khawatir. Inilah yang kita akan wujudkan dan tugas kita sekarang adalah ikuti vaksin, taati prokes, serta kami dari pemerintah tidak akan bisa berbuat sendiri,” pungkasnya seraya berharap demi suksesnya pelaksanaan vaksinasi ini dibutuhkan sinergi dan koordinasi semua pihak. (bt)

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kodim Tabanan Gelar Vaksinasi bagi Veteran, Purnawirawan dan Warakawuri

Published

on

By

de
Vaksinasi kepada para veteran di Kodim Tabanan

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka membentuk herd immunity untuk mendukung program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 di wilayah Tabanan, jajaran Kodim 1619/Tabanan kembali menggelar kegiatan vaksinasi.

Setelah melaksanakan vaksinasi terhadap seluruh personel militer dan PNS Kodim Tabanan, saat ini jajaran Kodim menggelar kembali kegiatan vaksinasi terhadap para veteran, purnawirawan dan warakawuri di wilayah Kodim Tabanan.

Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka, seizin Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto mengatakan kegiatan vaksinasi terhadap para veteran, purnawirawan dan warakawuri tersebut, Kamis (8/4/2021) di Tabanan.

“Pada vaksinasi tahap pertama akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu Kamis (8/4) dan Jumat (9/4) di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP Klinik Rindam IX/Udayana. Target peserta sekitar 90 orang. Untuk vaksinasi Kamis ini telah divaksin 63 orang terdiri dari veteran 19 orang, warakawuri 3 orang dan purnawirawan 41 orang, sedangkan sisanya sekitar 27 orang akan dilaksanakan Jumat,” terang Kasdim.

Kasdim menjelaskan program vaksinasi ini merupakan program atau menindaklanjuti perintah dari komando atas yang merupakan wujud perhatian TNI terhadap para veteran, warakawuri dan purnawirawan seiring dengan pelaksanaan vaksin terhadap lansia dan masyarakat yang juga telah mendapat vaksinasi dari pemerintah.

Para veteran, warakawuri dan purnawirawan ini telah lebih dahulu memberikan amal baktinya kepada TNI dan negara, maka sudah sepantasnyalah kita memberikan perhatian sebagai wujud penghargaan atas segala amal baktinya tersebut.

“Di masa pandemi ini para veteran, warakawuri dan purnawirawan sudah banyak yang lanjut usia dan dianggap perlu untuk mendapkan vaksinasi karena termasuk golongan yang rentan terhadap Covid-19,” lanjut Mayor Dewa.

Kita berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi ini para veteran, warakawuri dan purnawirawan akan tetap sehat, produktif dan kekebalan tubuhnya meningkat sehingga terhindar dari penyebaran Covid-19 dan terbentuknya herd immunity.

Salah seorang veteran yang hadir mengatakan cukup senang dan antusias terhadap program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Kodim Tabanan dan merasa mendapat perhatian di usianya yang telah senja.

Kegiatan vaksinasi oleh petugas FKTP Klinik Rindam IX/Udayana dipimpin dr. Karta Sawenda, ditinjau langsung oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto. (gs)

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Suiasa Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Beachwalk dan Legian Beach Hotel

Published

on

By

de
Wabup Suiasa saat melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat di Beachwalk dan Legian Beach Hotel, Kamis (8/4).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat yang dilaksanakan di Beachwalk dan Legian Beach Hotel, Kamis (8/4). Acara ini juga dihadiri Anggota DPRD A A Anom Gumanti, Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Kasatpol PP IGAK Suryanegara, Camat Kuta Nyoma, Rudiarta, Lurah Kuta dan Lurah Legian.

Wabup Suiasa pada kesempatan tersebut mengatakan, Pemkab Badung saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksinasi guna mempercepat dan menuntaskan vaksinasi Covid-19. Hal ini dilaksanakan guna mempercepat bangkitnya pariwisata dan perekonomian di Bali serta Badung di masa pandemi ini. “Pemkab Badung sudah berkomitmen menuntaskan pelaksanaan vaksinasi di wilayah khususnya di daerah pariwisata serta pelaksanaan vaksinasi memperluas zona hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup Suiasa mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah mendukung vaksinasi ini dan memberikan apresiasi, mudah- mudahan dengan vaksinasi ini bisa memperluas kepercayaan kepada publik khususnya wisatawan asing bahwa di Bali ini khususnya Badung merasa aman saat pariwisata dibuka kembali. Untuk di wilayah Kuta ini diturunkan 26 tim, pihaknya akan terus mendorong vaksinasi di luar zona hijau ini agar bisa berjalan maksimal dan sesuai yang diharapkan, sehingga kasus positif Covid-19 ini bisa menurun dan nantinya diharapkan bisa menjadi zona hijau.

“Untuk pencapaian zona hijau khususnya di Kuta sangat kita harapkan bersama karena dengan diberikan vaksinasi kepada seluruh masyarakat dan pelaku pariwisata di Kuta dan Badung, tentunya akan memberikan kepercayaan diri dan akan membuat herd immunity. Sekali lagi mari kita bersama sama dan bersinergi kepada seluruh elemen dan jajaran yang ada guna mensukseskan vaksinasi ini, serta mari sama- sama melakukan pengawasan dan kontrol terhadap vaksinasi sehingga prosesnya berjalan sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.(bt)

Lanjutkan Membaca