Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Target Rampung 31 Mei, Bupati Jembrana Instruksikan Penyaluran Bantuan CPP Pusat Terapkan Sistem Jemput Bola

BALIILU Tayang

:

bupati jembrana
SALURKAN BANTUAN: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026).

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Bulog Bali alokasi periode Februari–Maret 2026 ini diserahkan langsung kepada 10.986 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

​Dalam arahannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi ekonomi yang menantang ini adalah untuk meringankan beban hidup masyarakat rentan.

​Setiap KPM menerima jatah untuk dua bulan sekaligus, dengan rincian 20 kg beras (10 kg per bulan) dan 4 liter minyak goreng. Bupati Kembang menilai jumlah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

​”Sekarang hidup berat, pemerintah hadir untuk memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, uang yang Bapak/Ibu miliki bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya. Gunakan uangnya untuk kepentingan pendidikan anak, seperti membeli pulpen, buku, dan alat tulis. Jangan sekali-kali dipakai untuk memasang togel (judi),” tegas Bupati Kembang di hadapan warga penerima manfaat.

​Bantuan pangan yang bersumber dari Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI ini ditargetkan rampung disalurkan pada 31 Mei 2026. Kendati demikian, terdapat aturan batas waktu pengambilan selama 5 hari di tingkat desa/kelurahan sebelum bantuan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.

​Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Kembang menginstruksikan para Kepala Dusun (Kliang Banjar) untuk proaktif dan menerapkan sistem jemput bola agar bantuan tepat sasaran serta tepat waktu.

Baca Juga  Jegeg Bagus Jembrana Dibekali Praktek Table Manner

“Saya harap kepada para Kliang Banjar, kalau ada warga yang belum mengambil bantuannya dalam batas waktu 5 hari, tolong antarkan langsung ke rumahnya. Jangan langsung diganti, utamakan dulu hak mereka yang sudah terdata,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Kunjungan Kerja ke Perumda

Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Pengembangan Usaha Perumda Pasar

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar didampingi jajaran manajemen
KUNKER: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar, Jumat (21/8). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar, Jumat (21/8). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi organisasi sekaligus memberikan arahan strategis dalam upaya meningkatkan kinerja, tata kelola, serta pengembangan usaha perusahaan.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Walikota Denpasar didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta disambut Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, beserta jajaran manajemen.

Dalam arahannya, Wakil Walikota menekankan pentingnya pembenahan dan penataan organisasi agar perusahaan dapat bekerja lebih efektif, profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Pembenahan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi struktur organisasi, sumber daya manusia, sistem kerja maupun pembagian tugas dan tanggung jawab.

Selain itu, penerapan e-Kinerja juga perlu diperkuat sebagai instrumen pengukuran kinerja yang transparan, terukur dan berorientasi pada hasil.

“Pembenahan organisasi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Setiap pegawai harus memiliki target dan tanggung jawab yang jelas, sehingga kinerja organisasi dapat diukur dan dievaluasi dengan baik,” ujar Kadek Agus Arya Wibawa.

Ia juga mendorong perusahaan untuk menyusun rencana jangka menengah yang lebih terarah, khususnya dalam pengembangan usaha. PD Pasar diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas, namun mampu membaca peluang, melakukan inovasi, meningkatkan produktivitas dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru.

Menurutnya, pengembangan usaha harus disertai dengan kajian yang matang, perencanaan yang jelas serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, perusahaan dapat tumbuh secara sehat dan memberikan kontribusi yang semakin optimal bagi pembangunan serta perekonomian Kota Denpasar.

“Perusahaan harus memiliki arah yang jelas ke depan. Kita perlu melihat potensi pengembangan usaha, melakukan perbaikan dan penataan, sehingga keberadaan perusahaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.

Baca Juga  Bupati Kembang Hartawan Sidak Sumur Bor

Lebih lanjut, Wakil Walikota menegaskan bahwa perbaikan dan penataan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup sistem kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan usaha.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola perusahaan dan integritas seluruh jajaran. Tata kelola yang baik harus dibangun melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme dan tanggung jawab.

“Integritas menjadi pondasi utama. Tata kelola yang baik harus berjalan beriringan dengan integritas, sehingga setiap kebijakan dan keputusan yang diambil benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, khususnya dalam pembenahan organisasi, penguatan sistem kinerja, penataan pengelolaan pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pembenahan organisasi, penguatan e-Kinerja, peningkatan tata kelola dan integritas, serta pengembangan usaha yang terencana, PD Pasar Kota Denpasar diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat pada umumnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli

Published

on

By

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra Edy Purwanto serahkan bantuan Pegadaian Peduli kepada Bupati Ende
PEGADAIAN PEDULI: Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto saat menyerahkan bantuan “Pegadaian Peduli” yang diterima langsung oleh Bupati Ende. (Foto: Hms PT Pegadaian)

Flores, NTT, baliilu.com – Pegadaian bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli”. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pegadaian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan tahap awal yang disalurkan melalui PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali Nusra difokuskan pada kebutuhan mendesak masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT. Pegadaian telah menyalurkan bantuan ke Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.

Bantuan yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan tanggap darurat, di antaranya paket sembako dan bahan pangan pokok, air bersih, perlengkapan bayi dan balita, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, serta kebutuhan pengungsian seperti tenda, selimut, dan tikar lipat.

Penyerahan bantuan dilakukan melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung kepada masyarakat terdampak maupun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan relawan yang berada di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima dengan cepat, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Di Kabupaten Ende, bantuan Pegadaian diterima langsung oleh Bupati Ende. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa sekaligus mendukung proses penanganan bencana di wilayah Kabupaten Ende.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat Pegadaian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa NTT.

“Kami berupaya bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar masyarakat, khususnya para penyintas yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

Baca Juga  Bupati Kembang Buka Turnamen Futsal SD Se-Jembrana, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Sejak Dini

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berdampak pada sejumlah kabupaten di wilayah tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian karena Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas tektonik yang tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Pegadaian terus melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD setempat, serta jaringan kantor Pegadaian di wilayah NTT untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk nasabah maupun fasilitas operasional Pegadaian.

Penyaluran bantuan di tujuh kabupaten tersebut merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Dengan melibatkan pemerintah daerah, BPBD, relawan, serta berbagai elemen masyarakat, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Pegadaian juga akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan bantuan lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Melalui program Pegadaian Peduli, Pegadaian berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana. Kepedulian dan sinergi berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Jajaki Dukungan Teknis Pemerintah Inggris Atasi Kemacetan Badung

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Inggris di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Adi Arnawa menerima kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris ke Puspem Badung, Jumat (21/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung berkomitmen menjaga daya saing wilayah sebagai destinasi wisata utama dunia. Sebagai langkah konkret mengurai masalah perkotaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa gencar menjajaki langkah inovatif guna mempercepat penanganan kemacetan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Komitmen tersebut mendapat perhatian Pemerintah Inggris, ditandai kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris ke Puspem Badung. Delegasi dipimpin Minister Counsellor for Development, Peter Rajadiston, bersama tim teknis serta mitra pelaksana dari PwC di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung, Jumat (21/8).

Bupati Adi Arnawa didampingi Asisten I Bidang Pemerintaha dan Kesra Luh Suryaniti, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kadis PUPR I Nyoman R Karyasa, Kadis Perhubungan AA Gde Rahmadi, serta Kabag Kerja Sama Ida Ayu Yutri Indahgustari. Kedua pihak menjajaki kerja sama pengembangan infrastruktur hijau, transportasi berkelanjutan, dan penataan mobilitas perkotaan.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kunjungan ini sebagai energi positif untuk mempercepat transformasi sistem transportasi daerah agar lebih modern dan ramah lingkungan. “Kami terbuka terhadap kerja sama yang memberikan solusi konkret bagi persoalan transportasi, kemacetan, dan infrastruktur hijau. Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata Badung,” ucapnya.

Fokus utama Pemkab Badung saat ini adalah mempercepat penataan moda transportasi dan kelancaran arus lalu lintas, khususnya di kawasan pariwisata Kuta. Langkah tersebut diarahkan pada penyediaan kantong parkir terpusat, penertiban jalur umum dari parkir liar, penataan pedestrian, hingga pengembangan transportasi publik rendah emisi karbon.

Menurut Adi Arnawa, sterilisasi ruang jalan merupakan prasyarat utama yang wajib diselesaikan sebelum melangkah pada penerapan moda transportasi publik berbasis jalur khusus, termasuk rencana pengembangan massal berbasis trem.

Baca Juga  Bupati Kembang Padukan Pembangunan Infrastruktur dan Edukasi Sampah Berbasis Sumber di Baler Bale Agung

“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril dari kemacetan jalur umum. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegasnya.

Guna mendukung kebijakan itu, Pemkab mematangkan persiapan sejumlah kantong parkir terpadu (center park). Beberapa lahan strategis di kawasan pariwisata dan pusat perbelanjaan sedang disiapkan untuk mendukung skema parkir terpusat ini guna mengurangi penggunaan badan jalan sehingga pergerakan kendaraan serta pejalan kaki lebih tertib.

Kunjungan delegasi Inggris ini merupakan tindak lanjut Strategic Partnership Indonesia-Inggris, sekaligus berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur Bali ke Inggris dalam rangka London Climate Action Week. Inggris berkomitmen memberikan bantuan teknis untuk pengembangan kawasan rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ) serta mendukung transisi menuju sistem transportasi publik rendah karbon.

Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, menegaskan komitmen negaranya mendukung mobilitas berkelanjutan di Badung yang memiliki posisi strategis bagi pariwisata Bali.

“Kabupaten Badung memegang peran kritis dalam perekonomian dan pariwisata Bali. Kami sangat kagum dengan visi Bapak Bupati serta prioritasnya yang jelas mengenai mobilitas perkotaan berkelanjutan. Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung upaya Badung mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau demi masa depan berkelanjutan,” jelas Peter.

Sinergi internasional ini diharapkan memperkuat kolaborasi ke depan guna menghadirkan solusi sistem transportasi yang tertata, hijau, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkokoh posisi Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia yang adaptif terhadap tantangan iklim. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca