Tuesday, 5 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

TCI Fakultas Pariwisata Unud Gelar ‘’International Workshop Wellness Tourism’’

BALIILU Tayang

:

tourism
TCI Fakultas Pariwisata Unud menggelar ‘’International Workshop Wellness Tourism’’. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.comTourism Confucius Institute (TCI) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana bekerja sama dengan Nanchang University, Nanchang Normal University, dan Anhui Medical University, menggelar International Workshop Wellness Tourism bertajuk Practicing Tai Chi in Bali, Enjoying Wellnes Tourism, di Ruang Nusantara, Gedung Agrokompleks, Kampus Unud Sudirman Denpasar, Jumat (3/6/2022).

Workshop internasional bertujuan sebagai perluasan dan pengenalan produk wellness tourism ke pasar global. Mempromosikan tradisi budaya antara Bali dan Tiongkok dari sisi intangible culture dan mempererat kerja sama bilateral di bidang kebudayaan.

Wakil Dekan I Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Sukma Arida, S.Si., M.Si., menuturkan international workshop ini dapat memperkuat dan mendorong tumbuhnya wellness and medical tourism profesional dalam program TCI Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. “Fakultas Pariwisata merupakan lembaga yang mengkaji pariwisata, ke depan kita harapkan bisa menjadi pioner memperkenalkan wellness tourism, yang bisa dinikmati pengunjung di Bali,” ujar Sukma Arida, di sela kegiatan.

Pelaksanaan workshop internasional dilakukan secara hybrid di dua lokasi, yakni di Bali (Indonesia) dan Tiongkok. Menghadirkan empat pembicara, yakni Prof. Yu Qianchun (Anhui Medical University), Prof. Zhang Zhongxing (Anhui Medical University), Teguh Hery Susantho (Sinar Naga Wushu Taijhi Kungfu Club Bali), dan Sudiarta Indrayana, S.E., S.Ag (Perhimpunan Indonesia Tionghoa Bali). Sekitar 100 peserta tampak hadir secara langsung menyimak pemaparan pembicara di Ruang Nusantara.

Direktur Indonesia Tourism Confucius Institute (TCI) Universitas Udayana, Dr. Drs. I Made Sendra, M.Si. (Foto: Ist)

Direktur Indonesia Tourism Confucius Institute (TCI) Universitas Udayana, Dr. Drs. I Made Sendra, M.Si., menjelaskan wellness tourism adalah perjalanan wisata dengan tujuan mengintegrasikan kesehatan, promosi kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup.

Wellness tourism menjadi salah satu produk wisata yang diminati selama pandemi Covid-19, sehingga pertumbuhan dan pengembangan produk wellness tourism mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan mendapat perhatian masyarakat global. Wellness tourism menjadi tren karena perilaku wisatawan yang mulai memperhatikan kesehatan mereka, baik kesehatan fisik maupun mental, kualitas hidup, dan kebahagiaan. 

I Made Sendra mengatakan, Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata favorit wisatawan asal negara Tiongkok sebelum pandemi Covid-19. Ketertarikan wisatawan Tiongkok terhadap Bali disebabkan pemandangan pantai dan alam Bali yang begitu indah, di samping juga karena adanya ikatan sejarah dan budaya pada abad ke-12, yaitu pada masa pemerintahan Raja Sri Jaya Pangus di Bali. 

Akulturasi budaya tidak hanya sebatas penggunaan mata uang berupa koin China, ornamen China, namun adopsi ilmu seni bela diri juga terjadi di Bali, yaitu melalui ilmu seni bela diri Tai Chi. “Ilmu seni bela diri Tai Chi menjadi salah satu produk wellness tourism, karena Bali mengadopsi seni bela diri Tai Chi untuk tujuan kesehatan yang ditawarkan kepada wisatawan,” sebut Sendra.  

Tai Chi berasal dari kata Tai Chi Chuan diterjemahkan menjadi ‘ultimat tertinggi’ atau ‘tinju pamungkas’. Tai Chi selain memanfaatkan gerakan olah tubuh juga memanfaatkan memanfaatkan teknik pernapasan yang bertujuan untuk kesehatan. “Seluruh peserta international workshop diharapkan dapat memanfaatkan momen acara ini dengan baik untuk meningkatkan imunitas melalui menjaga jiwa, raga, dan dalam waktu dekat pariwisata internasional terutama dari pasar Tiongkok bisa pulih dan datang ke Bali kembali,” harap Sendra. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4584-Tourism-Confucius-Institute-TCI-Fakultas-Pariwisata-Unud-Gelar-International-Workshop-Wellness-Tourism.html (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Jelaskan Kebangkitan Pariwisata Bali di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

By

bali
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan bahwa kebangkitan pariwisata Bali di masa pandemi Covid-19 sejak dibukanya bulan Maret yang lalu terus bergerak di angka yang memuaskan. Hal tersebut dijelaskannya saat wawancara secara live dengan CNBC Indonesia secara virtual bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar pada Jumat, Sukra Pon Medangsia (1/7/2022).

Berbagai indikator menurutnya yang menandakan perkembangan positif tersebut antara lain jumlah kunjungan wisatawan yang di awal dibukanya dengan berbagai relaksasi pada bulan Maret masih di angka ratusan kini sudah menginjak angka 7.000 wisatawan per hari. Selain itu jumlah maskapai penerbangan yang terus bertambah juga membawa angin segar bagi para pelaku pariwisata. “Saat ada 21 penerbangan ke Bali dan minggu depan bertambah menjadi 23 penerbangan. Tentu saja penambahan ini berdampak pada penambahan penumpang juga,” bebernya.

Mengenai penambahan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa hari ini, Wagub yang juga merupakan Ketua PHRI Bali ini mengatakan bahwa kondisi di Bali sangat terkendali. Menurutnya meskipun penambahan kasus harian sempat meningkat, namun rata-rata orang yang terjangkit Covid-19 adalah OTG. “Jadi perkembangan kasus masih fluktuatif, di samping itu tingkat BOR juga masih sangat rendah. Sehingga keadaan kita sangat terkendali,” bebernya.

Akan tetapi, ia juga menambahkan Pemprov Bali tidak lengah dan tetap waspada menentukan langkah-langkah preventif agar kasus tidak semakin meningkat. Beberapa langkah menurutnya seperti menggenjot vaksin booster di Bali serta terus mengadakan rapat-rapat terkait pencegahan dan pengaplikasian CHSE dengan Bupati/Walikota se-Bali.

Wagub Cok Ace, berharap bahwa varian baru Covid-19 ini tidak mengganggu kebangkitan pariwisata Bali. Karena saat ini pertumbuhan perekonomian Bali sudah di angka positif 1,48. Tentu saja dikatakannya ini angka yang menggembirakan dibandingkan dengan awal pandemi yang kontraksi hingga 9,31%. “Kita terus melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan seperti even-even internasional,” imbuhnya seraya mengatakan optimisnya akan bangkitnya pariwisata Bali, mengingat Bali masih menjadi primadona wisatawan mancanegara.

Tak hanya pariwisata, Wagub Cok Ace juga mengatakan untuk keseimbangan pembangunan dan perekonomian Bali, maka Pemprov Bali akan menggenjot sektor lainnya, seperti pertanian, perikanan hingga UMKM. Diharapkan dengan memajukan sektor tersebut bisa menopang sektor pariwisata jika mengalami keterpurukan lagi. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

PUPAR LPPM Unud Kritisi Rancangan UU Kepariwisataan yang Disusun Tim Ahli DPR-RI

Published

on

By

pupar
Ketua Tim Uji Konsep Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan Kuntari, S.H., M.H., saat diskusi dengan tim PUPAR LPPM Unud di Gedung Pascasarjana Unud, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Udayana (PUPAR LPPM Unud) menjadi institusi yang ditunjuk mengkritisi draft rancangan UU Kepariwisataan Republik Indonesia. Penunjukan mengingat PUPAR sebagai pemangku kepentingan pariwisata dari elemen akademisi.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Uji Konsep Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan Kuntari, S.H., M.H., saat diskusi dengan tim PUPAR di Gedung Pascasarjana Unud, Denpasar, pada Senin (27/6/2022). Menurut Kuntari, tim ahli DPR yang hadir di Unud sebanyak 11 orang bertujuan minta masukan dari akademisi pariwisata untuk menyempurnakan draf RUU yang sedang disusunnya. “Kami  ingin mengoptimalisasi peran akademis dalam menyusun RUU ini,” tegas Kuntari. Ditambahkan, draft RUU kepariwisataan ini sebagai pengganti UU No. 10 Tahun 2009. Draft yang disusun terdiri dari 18 Bab dan 79 Pasal.

Ketua PUPAR Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D. menyatakan terima kasih atas kepercayaan tim ahli DPR-RI kepada PUPAR untuk memberikan masukan draft RUU Kepariwisataan. Diakui, Bali sebagai destinasi pariwisata sering dijadikan benchmarking atau patokan kesuksesan pembangunan pariwisata. Hanya, kata Agung Suryawan, Ph.D., pembangunan pariwisata di Bali seperti pisau bermata dua. “Selain pembangunan pariwisata berdampak positif tetapi negatif, silahkan yang positif diadaptasikan di daerah lain,” jelasnya.

Berbagai konsep kepariwisataan didiskusikan antara tim ahli DPR dengan PUPAR diantaranya istilah daya tarik wisata, destinasi maupun kawasan pariwisata. Agung Suryawan Wiranatha, Ph.D. menjelaskan daya tarik wisata sebelumnya dikenal dengan istilah obyek, mengingat secara internasional istilahnya tourism attractions sehingga diartikan daya tarik wisata. Dicontohkan, Pantai Sanur atau museum masuk daya tarik wisata. Destinasi wisata adalah kumpulan daya tarik wisata, dilengkapi fasilitas, aksesibilitas, dan didukung masyarakat. Sanur, katanya dapat dikatakan sebagai destinasi pariwisata tingkat kabupaten/kota  karena ada berbagai daya tarik, ada aksesibilitas, akomodasi dan didukung masyarakat.  

Agung Suryawan Wiranatha mengharapkan RUU Kepariwisataan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Saat ini banyak travel agen yang dikelola secara online di samping ilegal atau tidak bayar pajak, juga sering susah dimintai pertanggungjawaban jika terjadi masalah yang merugikan masyarakat pariwisata atau memperburuk citra pariwisata,” tuturnya. Ditambahkan, regulasi terhadap pariwisata yang membahayakan (resiko tinggi) harus diatur sebaik mungkin agar kejadian yang membahayakan wisatawan dapat diantisipasi.

Tim PUPAR Unud yang ikut menerima tim ahli DPR-RI antara lain Dr. IBGA Pujaastawa, Dr. Anak Agung Raka Dalem, Dr. I Made Sarjana, serta Agus Muriawan Putra, M.Par. Berbagai aspek dikritisi pada draft RUU Kepariwisataan contohnya jenis wisata spa diganti dengan wisata kebugaran wellness tourism dimana spa, yoga maupun meditasi menjadi aktivitas/daya tariknya. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peletakan Batu Pertama Paon Bali

Cok Ace Tegaskan Pemprov Komit Bentengi Alam dan Budaya Bali

Published

on

By

cok ace
Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Paon Bali IPB Internasional. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Peletakan Batu Pertama Pembangunan Paon Bali IPB Internasional dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati, Jumat (Sukra Umanis Langkir), 24 Juni 2022.

Saat ini Paon atau Dapur masyarakat Bali telah banyak mengalami modernisasi. Sudah kehilangan keasliannya yang didasari oleh tradisi turun-temurun leluhur Bali. IPB Internasional menginisiasi pembangunan Paon Bali sesuai dengan aslinya. Yang mana nantinya Paon Bali ini juga akan dijadikan mini museum sebagai tempat menyimpan alat-alat masak tradisional Bali. Selain juga digunakan untuk kursus singkat memasak makanan tradisional Bali bagi pelajar internasional yang belajar di Bali.

Serangkaian dengan itu, Wakil Gubernur Bali yang juga merupakan praktisi Pariwisata Bali turut membuka Table Talk Series ‘Bali Destination of Tomorrow’, bertempat di auditorium IPB Internasional.

Dalam sambutannya Cok Ace menyampaikan bahwa topik ini sangat penting untuk didiskusikan dan disepakati bersama untuk menentukan tujuan ke depan Pariwisata Bali.

“Covid-19 sangat menyadarkan kita semua arah perkembangan pariwisata, tidak hanya Bali tapi juga dunia. Kita harus sepakati kemana trend Pariwisata Bali kedepannya. Kalau kita lihat fenomena saat ini trend yang dikembangkan adalah Pariwisata berbasis Lingkungan. Walaupun sebenarnya kalau di Bali, yang dimaksud Lingkungan tidak hanya Lingkungan Alam namun juga Budaya Bali,” papar Cok Ace.

Lebih lanjut Cok Ace juga menyampaikan bahwa bukan karena Covid-19, namun tanda-tanda pergeseran trend Pariwisata Bali telah ada sejak beberapa dekade yang lalu. Dan ini telah disadari, melalui visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pemerintah telah berupaya membentengi alam dan budaya Bali, yakni dengan menerbitkan peraturan dan kebijakan sebagai upaya perlindungan alam, budaya serta tradisi Bali.

Ia menyampaikan bahwa konsep Padma Buana pun telah diterapkan dalam pembangunan infrastruktur di Bali. Tidak lagi terfokus di Bali Selatan namun telah seimbang di setiap wilayah antara lain di Timur dengan penataan kawasan Pura Besakih, di Selatan dengan pembangunan Pelabuhan Sanur, Pelabuhan Benoa dan pembangunan Rumah Sakit Internasional, di Barat dibangun Tol Denpasar-Gilimanuk, di Utara dibangun Tower Turyapada dan di arah Tengah (Tengah Pulau Bali) dengan dibangunnya Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI wilayah 8, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota serta stakeholder Pariwisata Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca