Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Denpasar Rancang Empat Kegiatan Strategis

BALIILU Tayang

:

Inflasi
Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat memimpin rapat perancangan kegiatan strategis dalam penanganan pengendalian inflasi di Kota Denpasar, Kamis (8/9). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk menekan laju inflasi agar tidak semakin meningkat, Pemkot Denpasar merancang empat program strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini sebagai langkah jangka pendek.

Hal ini diungkapkan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat memimpin rapat   perancangan kegiatan strategis dalam penanganan pengendalian inflasi di Kota Denpasar,  Kamis (8/9) di ruang raat Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar. Diharapkan dari rancangan beberapa kegiatan ini dapat melakukan pengendalian inflasi di Kota Denpasar.

Rapat ini juga dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Denpasar Ni Putu Kusumawati,  Kadis Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar Ida Bagus Mayun Suryawangsa, dan Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar I Made Saryawan, hingga Camat se-Kota Denpasar.

Lebih lanjut Sekda Alit Wiradana menyampaikan, adapun empat kegiatan yang akan dilaksanakan  yakni Bantuan Sosial, Penciptaan Lapangan Kerja, Subsidi di Sektor Transportasi dan Perlindungan Sosial lainnya dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) yang di pos kan pada kegiatan Belanja Tak Terduga (BTT) yang besarannya dua persen dari DAU.

“Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar sejak beberapa hari lalu telah  menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat dalam hal pengendalian inflasi. Pengendalian Inflasi selanjutnya  diharapkan aktif hingga ke desa/ kelurahan bahu-membahu untuk mengendalikan inflasi,” ujar Alit Wiradana.

Sekda Alit Wiradana juga menjelaskan, selain menggunakan DAU pengendalian inflasi juga akan dioptimalkan melalui dana desa  yang awalnya digunakan untuk penanganan Covid-19 di realokasikan ke penanganan inflasi dengan rincian Anggaran Dana Desa sebesar 8 persen yang sebelumnya dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dapat direalokasikan

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sosialisai P3DN dan TKDN dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Untuk kegiatan penanganan inflasi. Optimalisasi penggunaan dana desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan, dan anggaran sebesar 30 persen yang belum disalurkan dapat dialokasikan untuk pengendalian inflasi.

“Penanganan pengendalian inflasi melalui penggunaan dana desa sudah jelas sesuai Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 97 Tahun 2022 tertanggal 11 Agustus 2022 tentang Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah di tingkat desa dan hal tersebut sudah disosialisasikan oleh Kementerian Desa dan DPMD juga sudah menginformasikan hal ini ke desa,” ujarnya.

Terkait Penanganan inflasi melalui penggunaan dana desa menurut Alit Wiradana  melalui mekanisme musyawarah desa yang menjelaskan serta melakukan strategi kegiatannya. Di samping itu selain desa, di kelurahan juga agar dialokasikan anggaran untuk penanganan inflasi ini sehingga tidak ada perbedaan penanganan inflasi baik itu di desa maupun di kelurahan.

Sementara Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh perangkat daerah nantinya akan di kompilasi oleh Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan. Berkaitan dengan kegiatan operasi pasar akan dikoordinir aleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar dibantu oleh Perusahan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma.

“Kegiatan-kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi ini baik yang mengunakan dana BTT maupun dana desa harus sesuai dengan aturan yang ada, dan sesuai dengan Permendagri Nomor 39. Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran untuk Kegiatan Tertentu, perubahan alokasi, dan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah yang selanjutnya harus melalui proses review APIP, inspektorat akan mengawal SE dan PMK ini agar sesuai dengan aturan,” ujarnya sembari menyampaikan jika dari desa, kelurahan dapat bahu membahu maka percepatan penanganan inflasi di Denpasar dapat cepat tertangani. (eka/bi)

Baca Juga  Siapkan Air Bersih, Pemkot Denpasar Genjot Percepatan Pembangunan Kanal Air IPA Belusung

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Media Gathering BI Bali-Nusra, Angkat Topik Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

bi bali
Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho didampingi Deputi Direktur KPw BI Bali Donny H. Heatubun. (Foto: gs)

Senggigi, Lombok Barat, baliilu.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali bersama BI Nusa Tenggara, menggelar media gathering di sebuah hotel di Senggigi, Lombok Barat, NTB, pada Jumat (30/9/2022). Topik yang dibahas di antaranya pengendalian inflasi yang kini menjadi fokus Presiden Joko Widodo serta pertumbuhan ekonomi Bali hingga quartal III 2022.

Hadir pada acara tersebut Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho didampingi Deputi Direktur KPw BI Bali Donny H. Heatubun. Selain itu, hadir juga Alex Iskandar dari KPw BI NTB. Selain narasumber, acara diikuti oleh puluhan wartawan media cetak, elektronik dan online di Bali.

Pada kesempatan itu, Trisno Nugroho mendorong Pemerintah Daerah baik Pemprov Bali, pemkab/kota di Bali untuk mengendalikan inflasi. Walau tak mudah, tegasnya, inflasi harus terus digalakkan karena terkait dengan daya beli masyarakat. Setelah sempat kontraksi, kini kebijakan mengalihkan subsidi BBM dipastikan menjadi pemicu inflasi. “Karena itu, pengendalian inflasi harus benar-benar menjadi fokus,” katanya.

bi bali
Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Sejumlah langkah yang dilakukan dinilainya sudah tepat. Kebijakan pemberian bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja bergaji di bawah Rp 3.500.000 tentu sangat membantu mempertahankan daya beli mereka. Demikian juga dengan bantuan sosial lainnya yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Selain itu, pemerintah juga sudah memastikan adanya subsidi transportasi bagi produk-produk terutama kebutuhan masyarakat. Walau ada kenaikan BBM, katanya, dengan subsidi transportasi, harga komoditi kebutuhan pokok dipastikan tidak akan naik. “Pemerintah daerah kami pikir sudah melakukan hal ini,” tegasnya.

Satu lagi strategi yang perlu dilakukan, ungkapnya, kerja sama antardaerah (KAD). Ini mau tidak mau harus digenjot mengingat potensi maupun produksi tiap kabupaten/kota di Bali tidaklah sama. Ketika KAD ini berjalan dengan baik, semua kebutuhan Bali bisa terpenuhi dari produksi dalam daerah sehingga biaya operasionalnya tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan mengambil ke luar pulau.

Baca Juga  Cegah Penularan Rabies, Kelurahan Padangsambian Giatkan Vaksinasi

Dia menegaskan, tiga wilayah yakni Denpasar, Badung dan Gianyar merupakan pasar, tempat penjualan seluruh komoditi di Bali. Jika perlu telur, Bangli sebagai sentra telur harus bisa memasok. Jika perlu beras, tentu saja Tabanan sebagai sentra produksi harus mampu memasoknya. Demikian juga kebutuhan lainnya seperti sayur dan buah-buahan. “Tiap kabupaten dan kota di bawah koordinasi provinsi perlu menggalang perjanjian kerja sama (PKS),” katanya.

Ditanya kenapa inflasi urgen untuk dikendalikan, Trisno Nugroho mengungkapkan ini terkait dengan daya beli masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap. Jika tak dikendalikan, inflasi akan mengurangi daya beli masyarakat dan cenderung menurunkan tingkat kesejahteraannya.

Sementara terkait kebijakan inflasi 3 plus minus satu persen, kata Trisno Nugroho, ini merupakan angka yang ideal untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat. Inflasi sebesar ini akan tertutupi dengan kenaikan upah yang diterima pekerja. “Inflasi sebesar ini akan membuat pertumbuhan ekonomi jadi sehat,” tegasnya.

bi bali
Deputi KPw BI Bali Donny H. Heatubun. (Foto: gs)

Sementara Deputi KPw BI Bali Donny H. Heatubun memastikan inflasi tetap harus dikendalikan. Jika pertumbuhan hanya 4 persen, inflasi misalnya sampai 6 persen, tentu saja masyarakat akan norok. Paling tidak kemampuan belinya menjadi menurun. “Masyarakat tekor 2 persen,” katanya.

Namun saat ini, Donny melihat dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat baik. Misalnya harga komoditi ekspor naik, serta ketahanan ekonomi nasional juga bagus. Cuma yang perlu diantisipasi adalah embargo terhadap gandum. Apa dampaknya, embargo gandum menyebabkan harga naik dan produk ikutannya seperti mie juga akan naik. Ketika harga mie naik, masyarakat akan beralih ke beras dan berasnya pun berpeluang naik dan akan menyebabkan inflasi. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Apresiasi Dukung Program Pemerintah Dorong UMKM Terhubung dalam Ekosistem Digital

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima penghargaan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho pada acara Seminar “Young Entrepreneur Success Zone” oleh Bank BJB bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar, pada Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Keberhasilan Indonesia dalam pemulihan ekonomi nasional tidak terlepas dari peran penting pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sama seperti halnya di Bali, UMKM terbukti menjadi salah satu penyelamat saat pandemi Covid-19 melanda. Untuk itu Pemerintah khususnya Pemprov Bali terus mendukung program UMKM termasuk digitalisasi UMKM.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memberikan sambutan pada acara Seminar “Young Entrepreneur Success Zone” oleh Bank BJB bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar, pada Selasa (27/9).

Ia melanjutkan tercatat sebanyak 99% lebih pelaku usaha adalah UMKM dengan kontribusi sebesar 60% terhadap PDB nasional dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%, namun UMKM masih diberlakukan sebagai ekonomi subsisten, dimana 99,6% pelaku usahanya adalah Usaha Mikro. “Untuk itu beberapa rekomendasi dari lembaga kajian, Indonesia perlu menciptakan lapangan kerja menengah yang berkualitas melalui pengembangan inovasi, membangun kemandirian UMKM serta menciptakan wirausaha-wirausaha baru, yang unggul dan inovatif,” jelasnya.

Pemprov Bali menurutnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan membantu sektor UMKM terutama di masa pandemi seperti relaksasi pajak, kemudahan regulasi, bantuan modal, peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi, promosi UMKM. Selain itu, dengan dukungan banyak pihak salah satunya BPD Bali dan kini Bank BJB, Pemprov juga berhasil menggandeng pelaku UMKM untuk bertransformasi ke arah digital. Karena ia memandang di era ini sangat perlu tidak hanya sebagai media promosi tapi juga untuk kemudahan transaksi.

Untuk mendorong sektor UMKM lebih melesat lagi, tokoh Puri Ubud ini mengatakan Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu adanya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak termasuk swasta dalam ikut berperan dalam menumbuhkan dan memberdayakan UMKM. “Saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini dalam upaya sinergitas penyelenggaraan melalui program untuk scale up bisnis yang mengajak para pebisnis dalam mewujudkan target komunitas handcraft, fashion, beauty serta food and beverage dalam wadah komunitas UMKM,” tandasnya.

Baca Juga  Rayakan HUT Pertama Bank Sampah PELITA , Nasabah Saldo Terbanyak Diberikan “Reward” dan Sembako

Sementara sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho juga mengapresiasi Pemprov Bali yang terus membantu tugas BI di Bali, serta apresiasi kepada Bank BJB yang turut aktif memulihkan perekonomian melalui pengembangan inovasi digital untuk UMKM di Bali. Ia menyampaikan saat ini pemulihan ekonomi Bali terus menguat hingga triwulan II 2022 sebesar 3,04%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,45%.

Untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Bali tersebut tentu tak lepas dari peranan pengembangan UMKM. Sebagaimana diketahui, peranan UMKM terhadap perekonomian sangat penting. Pengembangan UMKM di Bali oleh BI juga dijalankan dengan sangat serius, hingga tercatat saat ini sekitar 40 UMKM binaan BI dan 16 UMKM mitra telah mendapatkan berbagai binaan dari BI. “Pengembangan UMKM perlu mendapat bantuan dan dukungan dari seluruh pihak. Untuk itu, Bank Indonesia bersama kementerian serta otoritas lainnya telah menyusun Strategi Nasional (Stranas) Pengembangan UMKM yang menekankan pada 3 pilar kebijakan, yaitu: korporatisasi, kapasitas dan pembiayaan,” imbuhnya.

Senior Vice President of Digital Banking, Bank BJB Arfianto Ramadhian melaporkan Bank BJB menggelar kompetisi wirausaha muda Indonesia yang penuh inovasi melalui YEZ (Young Entrepreneur Success Zone) 2.0 by Bank BJB dengan total hadiah Rp 230 juta untuk 3 pemenang. YEZ merupakan sebuah program untuk scale up bisnis yang mengajak para pebisnis untuk mengikuti seleksi dan mempresentasikan konsep usahanya di depan para juri yang kompeten di bidang bisnis. YEZ yang dilaksanakan di 4 kota yakni Batam (10 September), Gianyar (27 September), Makassar (5 Oktober), dan Bandung (13 Oktober) akan memperebutkan investasi dari Bank BJB berupa modal usaha. Kategori yang diikutsertakan adalah Food & Beverages, Fashion, Handcraft, dan Beauty. Diharapkan peserta yang daftar bukanlah debitur UMKM Bank BJB. “Peserta juga diwajibkan membuat proposal berupa business plan, innovative product yang belum pernah ada, serta lebih diprioritaskan untuk bisnis yang telah berjalan minimal 2 tahun,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sosialisai P3DN dan TKDN dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

HUT Ke-33 BPR Kanti, Bertabur Prestasi dan Penghargaan

Teranyar Raih “Infobank BPR Award 2022”

Published

on

By

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama jajaran direksi, Selasa (27/9) saat merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Pada Selasa, 27 September 2022 ini, BPR Sukawati Panca Kanti (BPR Kanti) tepat berusia 33 tahun. Di hari ulang tahunnya yang dirayakan secara sederhana itu, berbagai prestasi dan penghargaan telah ditorehkan. Yang teranyar, BPR Kanti meraih penghargaan Infobank BPR Award 2022 untuk Kategori Bank dengan Predikat Kinerja Sangat Bagus.

Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-75 BPR Kanti dianugerahi sebagai Bank Sahabat Koperasi karena telah melaksanakan fungsi Apex Bank bagi koperasi dalam hal memberikan modal kerja kredit untuk disalurkan ke anggota koperasinya, membantu mengatasi kesulitan likuiditas (liquidity mismatch), membuatkan produk bersama serta memberikan pelatihan kepada SDM koperasi (Capacity Building).

‘’Memang apa yang kami lakukan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini suatu tindakan yang sangat luar biasa. Semua itu didasari dari niat kami untuk membantu, melayani, dan berbagi dengan lembaga keuangan yang ada,’’ terang Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, Selasa (27/9) selepas merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar.

Dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19, dimana lembaga keuangan seperti BPR dan koperasi kesulitan likuiditas, Arya Amitaba mengungkapkan BPR Kanti membantu bagaimana menggerakkan perekonomian Bali dan satu-satunya kita harus membackup lembaga keuangannya.

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

‘’Terbukti dengan niat kami yang sungguh-sungguh membantu lembaga keuangan yang ada, kami membukukan kinerja yang sangat luar biasa. Kredit tumbuh 48 persen, asset tumbuh 52 persen, dana pihak ketiga tumbuh 30 persen dan ini pencapaian yang belum pernah kami capai dalam kondisi normal,’’ ucap Arya Amitaba.

Dan, tepat di Hari Ulang Tahun BPR Kanti ke-33 pada Selasa, 27 September 2022 ini, BPR yang berkantor pusat di Batubulan, Gianyar itu berhasil membentuk kelompok Tabungan Arisanku dengan jumlah rekening yang bombastis sebanyak 1.999 rekening dengan total penghimpunan dana hampir Rp. 20 miliar atau tepatnya Rp. 19.990 miliar. Dan yang sangat membangggakan lagi, adalah terbentuknya kelompok tabungan ini tidak sampai 1,5 bulan.

Baca Juga  292 Pasien di Kota Denpasar Sembuh, Kasus Positif Bertambah 287 Orang

Yang lebih fenomenal lagi adalah yang membuka rekening tabungan ini tidak hanya berasal dari nasabah-nasabah BPR Kanti yang ada di Bali, namun juga ada dari luar Bali. Tak hanya diikuti nasabah perorangan namun juga dari kelembagaan baik BPR, koperasi, maupun badan usaha lainnya.

Nasabah perorangan maupun BPR ada dari Medan, Sumatra Utara, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Solo, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Barat bahkan sampai ke Kalimantan Utara. Sehingga BPR Kanti seolah-olah dapat membentuk Tabungan Nusantara – NKRI.

Terbentuknya Tabungan Arisanku ini tentu tidak bisa dipungkiri sebagai dampak akibat langsung dari pelaksanaan Seminar dan Diskusi Hukum Nasional yang menghadirkan Dr. David Tobing selaku Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar Bali, Budi Adnyana, S.H., M.H., dan Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Rudy Hartono yang sekaligus membuka acara Seminar/Diskusi Hukum Nasional tersebut.

Sebelum pelaksanaan Seminar/Diskusi Hukum Nasional itu, kata Arya Amitaba, kelompok tabungan ini baru terkumpul 1.300 rekening. Namun setelah pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rentang waktu yang sangat singkat berhasil memenuhi kuota tabungan dimaksud yaitu sebanyak 1.999 rekening sehingga pelaksanaan kegiatan Seminar/Diskusi Hukum Nasional tersebut dapat dikatakan berdampak langsung terhadap pemenuhan kuota tabungan tersebut.

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama karyawan BPR Kanti, Selasa (27/9) selepas merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar. (Foto: gs)

‘’Oleh karenanya, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun BPR Kanti dirayakan secara sederhana yang hanya melibatkan teman-teman media yang selama ini mem-backup sosialisasi informasi BPR Kanti kepada khayalak masyarakat luas,’’ ujar Arya Amitaba seraya mengatakan sehari sebelum puncak perayaan HUT ke-33, dilaksanakan kegiatan sosial donor darah bertempat di Gedung Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar.

Hal ini sebagai apresiasi telah terbentuknya Kelompok ArisanKU Periode ke-49 dengan 1.999 rekening yang terkumpul dana tabungan hampir Rp. 20 miliar atau tepatnya Rp.19.990 miliar.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Fasilitasi 60 Veteran Ziarah Peringati Hari Veteran dan HUT Proklamasi RI

‘’Namun kami selalu berharap ke depan bagaimana BPR Kanti selalu dirasakan keberadaan dan kebermanfaatannya. Tidak hanya bagi masyarakat perseorangan, UMKM, juga untuk industri lembaga keuangan lainnya yang bersinggungan dengan BPR Kanti,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca