Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Teliti Mekanisme Cegah Nyeri Pascaoperasi, IGN Mahaalit Aribawa Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

BALIILU Tayang

:

teliti
dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR saat menerima SK kelulusan doktor ilmu kedokteran. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di ruang sidang Pascasarjana Lt III, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR dengan judul disertasi “Pengaruh Multimodal Analgesia Terhadap Monocyte Chemoattractant Protein 1, Brain Derived Neurotropic Factor, Mikro RNA-124 pada Fase Nyeri Akut Pascaoperasi Histerektomi” pada Rabu (10/8/2022).

Nyeri akut pascaoperasi masih merupakan salah satu masalah pada periode perioperative sampai saat ini. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia dengan dampak negatifnya antara lain memperlambat pemulihan pascaoperasi, memperlama waktu rawat inap, meningkatkan biaya dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Nyeri akut pascaoperasi yang tidak ditangani dengan baik beresiko berkembang menjadi nyeri persisten pascaoperasi. Nyeri persisten pascaoperasi (NPPO) dapat berkembang menjadi nyeri kronik yang bahkan dapat diderita oleh pasien seumur hidupnya. Prevalensi NPPO dan nyeri kronik cukup tinggi terutama pada operasi seperti torakotomi dan laparatomi. 

Histerektomi merupakan operasi laparatomi terbanyak kedua yang dilakukan setelah operasi seksio sesarea pada wanita usia produktif. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2006-2010, sebanyak 11,7% wanita umur 40-44 tahun telah menjalani operasi histerektomi. Angka kejadian nyeri kronik pascaoperasi histerektomi sebesar 31,9% (Brandsborg et al, 2007). Di Indonesia dan Bali belum terdapat data pasti tentang insiden histerektomi dan angka kejadian nyeri kronik pascaoperasinya.       

Multimodal analgesia secara klinis telah terbukti dapat menangani nyeri akut pascaoperasi secara adekuat dan mencegah terjadinya nyeri persisten / nyeri kronik pascaoperasi. Akan tetapi mekanisme mediator biomolekular belum diketahui secara jelas. Penelitian ini bertujuan membuktikan mekanisme multimodal analgesia pada periode perioperatif terhadap biomarker MCP-1, BDNF dan miRNA-124 yang berfungsi dalam mencegah terjadinya proses sensitisasi perifer, sensitisasi sentral, sehingga dapat mencegah berkembangnya nyeri akut menjadi nyeri kronik pascaoperasi. 

Baca Juga  Buktikan Mekanisme Vitamin D Dalam Penanganan Periodontitis, Hervina Lulus Cumlaude Doktor Ilmu Kedokteran

Pada kelompok perlakuan terdapat sebanyak 37 sampel dan kelompok kontrol sebanyak 39 sampel. Pada kelompok perlakuan terdapat 3 sampel yang drop out sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 3 sampel yang drop out dan 3 sampel darah tidak bisa dianalisa. Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov didapatkan karakteristik usia dan lama operasi berdistribusi normal sedangkan IMT dan NRS tidak berdistribusi normal. Nilai rerata usia secara statistik tidak berbeda dan nilai rerata lama operasi secara statistik terdapat perbedaan bermakna dimana pada kelompok perlakuan rerata lama operasi lebih panjang.

 Pada karakteristik indeks masa tubuh (IMT) secara statistik tidak berbeda antara kedua kelompok. Untuk karakteriatik skala nyeri NRS, secara statistik terdapat perbedaan bermakna meskipun didapatkan nilai median yang sama. Karakteristik status fisik ASA didapatkan perbedaan bermakna dari karakteristik status fisik ASA pada kedua kelompok. Dari hasil analisis multivariate Mancova didapatkan hasil bahwa teknik multimodal analgesia, setelah mengendalikan variabel kendali umur, IMT, lama operasi dan status fisik ASA secara analisis, memang terbukti bahwa perubahan kadar MCP-1, BDNF dan miRNA-124 akibat pengaruh teknik multimodal analgesia, yaitu peningkatan MCP-1 lebih kecil 55,861% dibandingkan analgesia standar, peningkatan BDNF lebih kecil 62,13% dibandingkan analgesia standar dan penurunan miRNA-124 lebih kecil 11,068% dibandingkan analgesia standar.

Penelitian ini membuktikan mekanisme multimodal analgesia dalam mencegah berkembangnya mediator pro-inflamasi pascaoperasi yang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya nyeri persisten pascaoperasi yang dapat berkembang menjadi nyeri kronik melalui mekanisme sensitisasi perifer dan sensitisasi sentral.

 Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Made Wiryana, Sp.An-KIC (Promotor), Prof. Dr. dr. Tjok Gde Agung Senapathi, Sp.An.,KAR (Kopromotor I), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes., Sp.BS(K) Spinal, FICS. FINSS, Prof. Dr. dr. A.A.Wiradewi Lestari, Sp.PK(K), Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK (K), Dr. dr. I Made Gede Widnyana, Sp.An. KAR, Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp.OG (K).  

Baca Juga  Prodi Doktor Ilmu Kedokteran FK Unud Angkatan 2023 Gelar Bakti Sosial di Bangli

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. I Putu Pramana Suarjaya, Sp.An, M.Kes,KMN,KNA,FIPM, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK (K), Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si, dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp.MK(K).,Ph.D, dr. I Made Winarsa Ruma, S.Ked.,Ph.D.

Pada ujian kali ini Dr. dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 355 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1589-Teliti-Mekanisme-Untuk-Mencegah-Nyeri-Pascaoperasi-IGN-Mahaalit-Aribawa-Raih-Gelar-Doktor-Ilmu-Kedokteran.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Prodi Doktor Ilmu Kedokteran FK Unud Angkatan 2023 Gelar Bakti Sosial di Bangli

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Buktikan Mekanisme Vitamin D Dalam Penanganan Periodontitis, Hervina Lulus Cumlaude Doktor Ilmu Kedokteran

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Putu Sarjana Raih Gelar Doktor di FK Unud

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca