Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Teliti Mekanisme Cegah Nyeri Pascaoperasi, IGN Mahaalit Aribawa Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

BALIILU Tayang

:

teliti
dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR saat menerima SK kelulusan doktor ilmu kedokteran. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di ruang sidang Pascasarjana Lt III, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR dengan judul disertasi “Pengaruh Multimodal Analgesia Terhadap Monocyte Chemoattractant Protein 1, Brain Derived Neurotropic Factor, Mikro RNA-124 pada Fase Nyeri Akut Pascaoperasi Histerektomi” pada Rabu (10/8/2022).

Nyeri akut pascaoperasi masih merupakan salah satu masalah pada periode perioperative sampai saat ini. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia dengan dampak negatifnya antara lain memperlambat pemulihan pascaoperasi, memperlama waktu rawat inap, meningkatkan biaya dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Nyeri akut pascaoperasi yang tidak ditangani dengan baik beresiko berkembang menjadi nyeri persisten pascaoperasi. Nyeri persisten pascaoperasi (NPPO) dapat berkembang menjadi nyeri kronik yang bahkan dapat diderita oleh pasien seumur hidupnya. Prevalensi NPPO dan nyeri kronik cukup tinggi terutama pada operasi seperti torakotomi dan laparatomi. 

Histerektomi merupakan operasi laparatomi terbanyak kedua yang dilakukan setelah operasi seksio sesarea pada wanita usia produktif. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2006-2010, sebanyak 11,7% wanita umur 40-44 tahun telah menjalani operasi histerektomi. Angka kejadian nyeri kronik pascaoperasi histerektomi sebesar 31,9% (Brandsborg et al, 2007). Di Indonesia dan Bali belum terdapat data pasti tentang insiden histerektomi dan angka kejadian nyeri kronik pascaoperasinya.       

Multimodal analgesia secara klinis telah terbukti dapat menangani nyeri akut pascaoperasi secara adekuat dan mencegah terjadinya nyeri persisten / nyeri kronik pascaoperasi. Akan tetapi mekanisme mediator biomolekular belum diketahui secara jelas. Penelitian ini bertujuan membuktikan mekanisme multimodal analgesia pada periode perioperatif terhadap biomarker MCP-1, BDNF dan miRNA-124 yang berfungsi dalam mencegah terjadinya proses sensitisasi perifer, sensitisasi sentral, sehingga dapat mencegah berkembangnya nyeri akut menjadi nyeri kronik pascaoperasi. 

Baca Juga  Putu Sarjana Raih Gelar Doktor di FK Unud

Pada kelompok perlakuan terdapat sebanyak 37 sampel dan kelompok kontrol sebanyak 39 sampel. Pada kelompok perlakuan terdapat 3 sampel yang drop out sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 3 sampel yang drop out dan 3 sampel darah tidak bisa dianalisa. Berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov didapatkan karakteristik usia dan lama operasi berdistribusi normal sedangkan IMT dan NRS tidak berdistribusi normal. Nilai rerata usia secara statistik tidak berbeda dan nilai rerata lama operasi secara statistik terdapat perbedaan bermakna dimana pada kelompok perlakuan rerata lama operasi lebih panjang.

 Pada karakteristik indeks masa tubuh (IMT) secara statistik tidak berbeda antara kedua kelompok. Untuk karakteriatik skala nyeri NRS, secara statistik terdapat perbedaan bermakna meskipun didapatkan nilai median yang sama. Karakteristik status fisik ASA didapatkan perbedaan bermakna dari karakteristik status fisik ASA pada kedua kelompok. Dari hasil analisis multivariate Mancova didapatkan hasil bahwa teknik multimodal analgesia, setelah mengendalikan variabel kendali umur, IMT, lama operasi dan status fisik ASA secara analisis, memang terbukti bahwa perubahan kadar MCP-1, BDNF dan miRNA-124 akibat pengaruh teknik multimodal analgesia, yaitu peningkatan MCP-1 lebih kecil 55,861% dibandingkan analgesia standar, peningkatan BDNF lebih kecil 62,13% dibandingkan analgesia standar dan penurunan miRNA-124 lebih kecil 11,068% dibandingkan analgesia standar.

Penelitian ini membuktikan mekanisme multimodal analgesia dalam mencegah berkembangnya mediator pro-inflamasi pascaoperasi yang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya nyeri persisten pascaoperasi yang dapat berkembang menjadi nyeri kronik melalui mekanisme sensitisasi perifer dan sensitisasi sentral.

 Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Made Wiryana, Sp.An-KIC (Promotor), Prof. Dr. dr. Tjok Gde Agung Senapathi, Sp.An.,KAR (Kopromotor I), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes., Sp.BS(K) Spinal, FICS. FINSS, Prof. Dr. dr. A.A.Wiradewi Lestari, Sp.PK(K), Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK (K), Dr. dr. I Made Gede Widnyana, Sp.An. KAR, Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp.OG (K).  

Baca Juga  Buktikan Peran Probiotik Dalam Pencegahan Kanker Usus Besar, Ketut Mariadi Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. I Putu Pramana Suarjaya, Sp.An, M.Kes,KMN,KNA,FIPM, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK (K), Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si, dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., Sp.MK(K).,Ph.D, dr. I Made Winarsa Ruma, S.Ked.,Ph.D.

Pada ujian kali ini Dr. dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An.,KAR dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 355 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1589-Teliti-Mekanisme-Untuk-Mencegah-Nyeri-Pascaoperasi-IGN-Mahaalit-Aribawa-Raih-Gelar-Doktor-Ilmu-Kedokteran.html (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Sebanyak 23 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Meninggal Dunia Nihil

Published

on

By

Satgas Covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar terus bertambah. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Senin (5/12) diketahui kasus meninggal dunia nihil penambahan. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 23 orang. Sementara itu, kasus positif  bertambah 13 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 55.634 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 54.321 orang  (97,64 persen), meninggal dunia sebanyak 1.141 orang (2,05 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 172 orang (0,31 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan  Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Trisnadewi Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Cegah Penyebaran Virus DBD, Kelurahan Sesetan Laksanakan Fogging Fokus

Published

on

By

Fogging Fokus
Kelurahan Sesetan melaksanakan penyemprotan fogging fokus di Lingkungan Taman Sari, Senin (5/12) pagi. (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com  – Untuk mencegah  penyebaran Virus Demam Berdarah Dengue (DBD), Kelurahan Sesetan melaksanakan penyemprotan fogging fokus di Lingkungan Taman Sari, Senin (5/12) pagi.

Lurah Sesetan, Putu Wisnu Wardana saat dikonfirmasi mengatakan, penyemprotan ini  dilaksanakan karena adanya laporan warga yang terjangkit virus DBD. Dalam pelaksanaan ini kami bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar serta tim jumantik melaksanakan fogging fokus di Lingkungan Taman Sari.

“Sebelum penyemprotan, juga sudah dilaksanakan penyelidikan epidemiologi (PE) dan penebaran bubuk abate oleh petugas jumantik. Karena saat ini adanya laporan warga yang terkena virus sehingga kami bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar langsung melaksanakan penyemprotan,” ujarnya.

“Kami berharap setelah dilaksanakan penyemprotan ini dapat meminimalisir serta mencegah adanya virus DBD tersebut. Dan kami turut mengingatkan kepada masyarakat lainnya agar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan serta melakukan pengecekan terhadap adanya genangan air agar tidak menimbulkan sarang nyamuk,” pungkas Wisnu Wardana. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Putu Sarjana Raih Gelar Doktor di FK Unud
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Info Covid-19 di Bali (4/12), Kasus Baru 2 Digit, BOR ICU Rendah

Published

on

By

covid
Data Covid-19 pada 4 Desember 2022 di Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali pada Minggu, 4 Desember 2022 terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif 38 orang terdiri dari WNI sebanyak 35 orang dan WNA 3 orang. Di hari yang sama pasien sembuh bertambah melampaui kasus positif sebanyak 55 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 2 orang.

covid

Made Rentin yang juga menjabat Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini juga menginformasikan terdapat 7 (tujuh) kabupaten dalam Zonasi Risiko Rendah yang ditandai dengan warna kuning yaitu Kabupaten Badung, Gianyar, Jembrana, Klungkung, Karangasem, Bangli, dan Buleleng. Sedangkan terdapat 1 (satu) kabupaten dan 1 (satu) kota dalam Zonasi Risiko Sedang yang ditandai dengan warna orange yaitu Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar.

Disampaikan pula kasus aktif = 804 orang, RS Rujukan = 98 / 12,19 %, Isolasi Mandiri = 706 / 87,81 %. BOR Intensif (ICU) = 7,60 % dan BOR Non-Intensif (Non-ICU) = 4,80 %.

covid-19

Namun dalam penanggulangan pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Pusat juga menginstruksikan penguatan testing, tracing dan treatment sesuai dengan tingkat positive rate mingguan. Testing perlu ditingkatkan dengan target positive rate <5 persen. Target testing harian adalah jumlah tes harian minimal yang harus dipenuhi kabupaten kota. Orang yang dihitung ke dalam target testing adalah suspek dan kontak dari kasus konfirmasi bukan orang tidak bergejala yang diskrining.

covid

Sementara itu, realisasi vaksinasi suntik 3 (booster) di Bali sudah mencapai 74,77%. Rentin lanjut menyampaikan, Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi kelompok lanjut usia.  Surat Edaran ini disampaikan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan mulai November dapat dimulai pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia (usia 60 tahun ke atas). Pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 diberikan dengan interval 6 bulan sejak vaksinasi dosis booster ke-1. Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi lansia bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan /atau di pos vaksinasi Covid-19. (gs/bi)

Baca Juga  Putu Sarjana Raih Gelar Doktor di FK Unud

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca