Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Terapkan Prokes Berbasis CHSE, Badung Gelar Pelatihan Pengemudi Pariwisata

BALIILU Tayang

:

de
Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM I Wayan Weda Dharmaja saat membuka Pembinaan dan Pelatihan Pengemudi Pariwisata Kabupaten Badung Tahun 2020 di Hotel Santika Seminyak, Senin (30/11).

Badung, baliilu.com – Di masa pandemi Covid-19 para pengemudi pariwisata dituntut untuk memberikan pelayanan dan keselamatan terhadap masyarakat serta wisatawan. Dalam mendukung upaya tersebut Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan menyelenggarakan Pembinaan dan Pelatihan Pengemudi Pariwisata Kabupaten Badung Tahun 2020, bertempat di Hotel Santika Seminyak, Senin (30/11).

Pelatihan yang diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) tersebut, dibagi menjadi 2 angkatan dimana masing –masing angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang berlangsung selama 6 hari.

Pelatihan dibuka oleh Pjs Bupati Badung yang diwakili oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Badung I Wayan Weda Dharmaja, didampingi Kepala Dinas Perhubungan AA Ngurah Rai Yuda Darma yang ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis disertai pemukulan gong.

Dalam sambutan Pjs Bupati Badung yang dibacakan oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Badung I Wayan Weda Dharmaja mengatakan, dari tahun ke tahun permasalahan di bidang transportasi semakin meningkat ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19, dimana diperlukan standarisasi dalam pencegahannya. Terlebih sektor transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas pariwisata. Pergerakan wisatawan baik mancanegara maupun domestik tak terlepas dari peran jasa transportasi, pengemudi dan perusahaan angkutan dalam rangka untuk upaya merealisasikan penerapan protokol kesehatan berbasiskan Clean, Health, Safety, Environment (CHSE) dalam tatanan kehidupan era baru.

“Guna mewujudkan jasa layanan transportasi yang bersih, sehat, aman dan nyaman, perlu disadari untuk mewujudkan hal tersebut diikuti dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni para pengemudi pariwisata memiliki disiplin tinggi, baik mengikuti peraturan yang berlaku di bidang perhubungan maupun dalam menerapkan protokol kesehatan yang harus dijalani,“ imbuhnya.

Untuk itu terhadap dampak Covid-19 ini ditambahkan sebagaimana pernyataan Bapak Presiden, seluruh stakeholder masyarakat harus mampu menyiasati kondisi pandemi Covid -19 dengan 3M yaitu menggunakan masker,  mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. “Kita mengambil jalan tengah sehingga kita bisa memulai aktivitas keseharian tanpa harus kehilangan kewaspadaan terhadap virus Corona tersebut.

Di samping itu kita harus mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 dengan berperilaku hidup bersih, sehat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang kita kenal dengan tatanan kehidupan baru seperti mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak baik itu di rumah, di tempat kerja, sekolah dan tempat umum lainnya,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan AA Ngurah Rai Yuda Darma melaporkan tujuan diadakannya pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan para pengemudi pariwisata, sehingga dapat mengubah pola pikir untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan lebih meningkatkan kebersihan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berbasiskan Clean, Health, Safety, Environment (CHSE). Sehingga dalam menjalankan profesinya sebagai pengemudi agar dapat memberikan layanan yang terbaik bagi penumpang/wisatawan, meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam menggunakan angkutan yang bergerak di sektor pariwisata, merupakan angkutan yang bersih, sehat, aman dan nyaman.

“Kami berharap dengan pelatihan ini dapat mengubah sikap dan perilaku pengemudi pariwisata untuk menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan diri sebagai pengemudi yang berkualitas, memiliki kompetensi tinggi dan profesional  untuk mewujudkan jasa pelayanan yang baik, mendorong penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas seperti kejadian kecelakan serta mendorong stakeholder terkait untuk selalu aktif berkoordinasi dalam penerapan protokol kesehatan di sektor transportasi dengan menghasilkan output pelayanan transportasi yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.

Turut juga hadir perwakilan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, perwakilan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala BPTD XII Wilayah Provinsi Bali dan NTB, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, beserta para narasumber. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca