Connect with us

PARIWISATA

Terima Kunker Komisi X DPR RI, Wawali Arya Wibawa Bahas Pemulihan Pariwisata dan Zona Hijau Sanur

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Denpasar, Jumat (26/3).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Kota Denpasar, Jumat (26/3). Kunjungan komisi yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini untuk membahas tentang pariwisata di Kota Denpasar, khususnya Sanur yang ditetapkan sebagai pariwisata  prioritas.

Sebelum dilangsungkan pertemuan, rombongan Komisi X DPR RI  meninjau pelaksanaan vaksinasi massal menuju Sanur Zona Hijau di Kawasan Prime Plaza Hotel, Sanur. Selain itu, seluruh rombongan juga meninjau obyek wisata Pantai Sanur. Tampak hadir pimpinan Rombongan Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pereira, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Pj, Sekda Kota Denpasar I Made Toya serta stakeholder pariwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pimpinan Rombongan Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pereira dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelaksanaan kunjungan kerja spesifik ini dilaksanakan guna menyerap aspirasi pelaku pariwisata di Bali, khususnya Kota Denpasar. Hal ini utamanya untuk mendukung pemulihan pariwisata serta mendukung percepatan Sanur menjadi zona hijau.

“Bali sangat merasakan dampak pandemi ini, sehingga sebagai mitra kerja Menteri Pariwisata dan Ekraf kami ingin mengetahui bagaimana permasalahan di lapangan, serta mendukung upaya-upaya pemulihan pariwisata superprioritas, bahkan kami siap mendukung dengan melaksanakan work from Bali,” jelasnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan, berbagai upaya dilaksanakan untuk mendukung percepatan pemulihan pariwisata di Kota Denpasar. Karenanya, Pemkot Denpasar sangat serius untuk mendukung percepatan penerapan Sanur sebagai zona hijau Covid-19.

“Pencanangan Sanur sebagai zona hijau merupakan angin segar bagi kebangkitan pariwisata di Kota Denpasar,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mendukung kawasan Sanur sebagai zona hijau, pihaknya menggencarkan pelaksanaan vaksinasi massal. Sehingga dengan cakupan vaksinasi yang maksimal di tiga wilayah yakni Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kaja dan Desa Sanur Kauh ini dapat mendukung percepatan penerapan Sanur sebagai zona hijau.

“Dengan demikian, vaksinasi yang dilaksanakan secara maksimal, penerapan protokol kesehatan yang ketat, diharapkan kran pariwisata segera dibuka, utamanya di kawasan Sanur,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Dek Agus ini juga memberikan apresiasi terhadap dukungan Komisi X DPR RI. Hal ini berkaitan dengan upaya pemulihan pariwisata Bali dengan melaksanakan kampanye Work From Bali.

“Memang kita harus bergotong-royong bersama mendukung pemulihan pariwisata yang bermuara pada pemulihan ekonomi, semoga dengan mulai dibukanya kran pariwisata Sanur secara bertahap dapat mendukung pemulihan perekonomian masyarakat,” harap Dek Agus. (ags/eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Bali Cycling Marathon 2021, Event Percontohan Kebangkitan Pariwisata Bali

Published

on

By

de
Ketua Panitia BCM2021 Komang Takuaki Banuartha saat konferensi pers bersama Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa dan Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali I Made Rentin, Selasa (6/4/2021) di Sector Bar and Restaurant Jl. Hang Tuah Sanur Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Terinspirasi dari Bali Cycling Marathon 2020 yang sukses digelar di tengah pandemi Covid, kini penyelenggaraan Bali Cycling Marathon (BCM) 2021 menjadi salah satu percontohan kegiatan untuk memaksimalkan pariwisata Bali khususnya potensi wisatawan Nusantara.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia BCM 2021 Komang Takuaki Banuartha saat konferensi pers, Selasa (6/4/2021) di Sector Bar and Restaurant Jl. Hang Tuah  Sanur Denpasar. Dalam acara yang digelar ketat menerapkan protokol kesehatan, hadir Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa dan Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali I Made Rentin.

“Sejak WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, perekonomian Bali yang tergantung pada sektor pariwisata khususnya wisatawan mancanegara didorong untuk memaksimalkan potensi wisatawan Nusantara melalui atraksi-atraksi wisata lokal yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan adalah Bali Cycling Marathon yang akhirnya menjadi salah satu event percontohan kegiatan yang berhasil diadakan di masa pandemi,” ujar Komang.

Komang Takuaki lanjut mengatakan, dari kesuksesan BCM 2020, Bali Cycling Marathon 2021 telah resmi disupport oleh Kemenparekraf dan Kemenpora sebagai salah satu event yang akan dijadikan percontohan event- event serupa di masa pandemi di Indonesia.

“Dari kesuksesan BCM 2020 kemudian kita mengemas kembali BCM 2021 yang lebih tertata dan lebih banyak series yang akan dilakukan. BCM 2021  akan dibagi menjadi 3 rangkaian utama yaitu BCM 2021 Journey Series, BCM 2021 Virtual Edition, dan Main Event BCM 2021,”  kata Komang Takuaki.

Lebih lanjut dijelaskan BCM 2021 series adalah bersepeda marathon dengan jarak tempuh minimal 84 km yang setiap series diikuti 50 peserta yang terdiri dari all bike series diadakan di Nusa Penida (10/4/2021), Seli (sepeda lipat) series diadakan di Bali Selatan (1/5/2021), fixed gear bike series di Bali Barat (5/6/2021), road bike series di Bali Timur (3/7/2021), dan mountain bike series di Bali Tengah (31/7/2021).

BCM 2021 virtual edition diadakan mulai 17 Agustus – 9 September 2021 dengan target peserta 1.000 pesepeda di seluruh Indonesia dengan berbagai jenis sepeda. Event ini terbuka untuk umum baik perorangan maupun komunitas dengan peserta minimal usia 17 tahun. Acara bersepeda selama 23 hari ini, dapat dilakukan dimana saja sesuai daerah asal peserta dengan jarak tempuh minimal 42,2 km dan maksimal 1.000 km. Pencatatan waktunya direkam secara digital melalui aplikasi yang terhubung otomatis dengan akun panitia. Semua peserta akan dikirimkan medali dan yang bisa mencapai 1.000 km akan diundang ke Bali untuk selanjutnya mengikuti big event di bulan Oktober.

BCM2021 big event terdiri dari medium track A di Nusa penida (16/10/2021), medium track B di Bali (17/10/2021), dan long track di Nusa Penida dan Bali (16-17/10/2021).

Komang menjelaskan, BCM2021 akan melibatkan atlet sepeda serta selebriti untuk ikut berolahraga sekaligus berwisata serta bersama-sama guna membangkitkan pariwisata olahraga di Bali khususnya pariwisata olahraga bersepeda.

‘’Sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan, BCM2021 juga menyediakan water station di beberapa lokasi di Pulau Bali dan Nusa Penida agar masyarakat bisa mengisi ulang botol minum mereka sehingga mengurangi pemakaian botol plastic,’’ ujarnya.

Tiket Journey series Nusa Penida sudah bisa didapatkan melalui loket.com atau bisa dicek melalui website resmi www.balicyclingmarathon.com

Sementara itu, Kadisparda Bali I Putu Astawa menyambut baik diselenggarakannya BCM2021 ini terlebih di masa pandemi Covid jangan sampai teman-teman di pariwisata menjadi patah semangat. ‘’Jadi kami dari Dinas Pariwisata akan selalu merangkul para stakeholder dan ajak berkolaborasi bersama-sama untuk membangkitkan pariwisata Bali,’’ ujar Astawa seraya menegaskan kehadiran BCM2021 sangat linier dengan apa yang menjadi tugas pokok disparda.  Ia lanjut mengajak marilah kita menumbuhkan ekonomi tanpa harus mengabaikan protokol kesehatan.

Sedangkan Sekretaris Satgas Covid-19 Bali I Made Rentin menyampaikan kebanggaannya karena Pemerintah Provinsi Bali melalui satgas betul- betul tidak sendiri dalam perjuangan menghadapi Covid- 19 ini untuk memulihkan sektor pariwisata.

“Sesuai taglinenya bapak gubernur menuju tatanan hidup Bali baru, masyarakat produktif aman terhadap Covid-19. Di satu sisi kita tetap beraktivitas agar geliat perekonomian tetap berjalan, sektor pariwisata tetap mencapai target, tetapi tidak mengabaikan protokol kesehatan. Kendati kita sudah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan harus tetap kita taati,’’ ujarnya.

BCM saat pertama kali diselenggarakan prosesnya panjang. Bagaimana BCM meyakinkan satgas bahwa kegiatan ini betul-betul taat dan patuh pada protokol kesehatan. ‘’Saya mengeluarkan rekomendasi atas nama satgas tidak serta merta, tentu saya melihat dan menyaksikan langsung BCM sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan amat sempurna dengan memenuhi berbagai indikator. Jadi kami dari satgas mendukung acara BCM ini,” pungkasnya. (eka)

Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Vaksinasi Karyawan Bali Safari, Berikan Rasa Aman dan Nyaman Pengunjung

Published

on

By

de
Vaksinasi Covid-19 buat karyawan Bali Safari yang dilaksanakan di area Bali Safari Park, Sabtu (3/4/2021).

Gianyar, baliilu.com – Bali Safari Park melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh karyawan dengan harapan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

Program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di area Bali Safari Park, Sabtu (3/4/2021) merupakan kerjasama antara pihak Bali Safari Park dan Pemerintah Daerah Gianyar.

Operation Manager Bali Safari Park Ketut Suardana memaparkan, dengan dilaksanakannya  program vaksinasi Covid – 19 untuk karyawan diharapkan akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali Safari Park. “Dari jumlah karyawan kami sekitar 600 orang itu, nanti akan kami bagi menjadi 2 tahap vaksinasi,” papar Ketut Suardana.

Pada kesempatan yang sama, Marketing Manager Bali Safari Park Inneke Ficianirum menambahkan, selain memberikan rasa nyaman dan aman, Bali Safari Park juga meluncurkan promo menarik bagi warga Bali yang memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP) Bali. Warga ber-KTP Bali bisa mendapatkan gratis 1 tiket untuk pembelian 1 tiket, dengan harga Rp 150.000 (weekdays) dan Rp 175.000 (weekends).

“Namun promo ini hanya berlaku bagi pengunjung yang langsung memesan melalui nomor reservasi kami yaitu 08224747900 dan kami juga sudah membuka program Night Safari setiap Hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional,” ujar Inneke.

Selanjutnya, Inneke menerangkan, Bali Safari Park merupakan unit dari Taman Safari Indonesia (TSI) Group yang berdiri sejak tahun 2007. Berlokasi di Desa Serongga Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Bali. Bali Safari Park dihuni oleh lebih dari 100 spesies satwa nan eksotik dan menawan. Bali Safari Park bukan sekadar tempat rekreasi keluarga, tapi juga lembaga konservasi yang fokus menyelamatkan satwa-satwa langka. 

Hanya di Bali Safari Park, konservasi satwa menyatu padu dengan budaya khas Bali yang cukup kental. Pengunjung akan dimanjakan dengan aneka ornamen khas Bali ditambah dengan ragam satwa dari berbagai belahan dunia. Tak heran Bali Safari Park menjadi tempat rekreasi, edukasi, dan konservasi terfavorit bagi turis asing serta lokal di Pulau Dewata. Ditambah dengan hadirnya Mara River Safari Lodge, pengunjung akan diajak menginap di resort berkelas dunia dengan panorama alam yang mengagumkan. 

Dengan keistimewaan yang dimiliki Bali Safari Park, untuk tetap menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung d imusim pandemi Covid -19 ini , meskipun sudah divaksin Bali Safari tetap menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh pengunjung dan karyawannya. Semua wajib mematuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) selama berada di area Bali Safari Park. Pengunjung pun wajib diukur suhunya sebelum memasuki pintu gerbang Bali Safari. Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

“Kami ingin menciptakan destinasi wisata yang benar-benar kondusif bagi karyawan dan pengunjung. Saat pandemi seperti sekarang ini, tak ada yang lebih penting selain keamanan dan kenyamanan pengunjung dengan cara mencegah penyebaran Covid-19. Itulah komitmen kami di Taman Safari Indonesia Group bagi masyarakat yang akan time to safari,” pungkas Ketut Suardana. (eka)

Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Parq Space Ubud Hotel Dukung Ubud Zona Hijau, Fasilitasi Vaksinasi Massal

Published

on

By

de
Vaksinasi massal di Parq Space Ubud Hotel, Jumat (26/3).

Gianyar, baliilu.com – Pemkab Gianyar mengebut vaksinasi pada 33 banjar di Kecamatan Ubud, agar  tuntas dalam waktu sepekan, sejak vaksinasi pertama Senin (22/3) lalu. Saat ini setiap balai banjar dijadikan tempat untuk vaksinasi warga.

Namun berbeda halnya di Lingkungan Banjar Tegallantang Kelurahan Ubud, vaksinasi dilakukan di sebuah hotel anyar bernama  Parq Space Ubud Hotel.

Hotel dengan konsep one stop living ini milik Kepala Lingkungan Banjar Tegallantang I Gusti Ngurah Eka Sidimantra. Ditemui di sela-sela pelaksanaan vaksinasi, Jumat (26/3),  I Gusti Ngurah Eka  Sidimantra yang akrab dipanggil Ngurah Eka mengatakan, sasaran vaksinasi sekitar 450 orang. Tidak saja warga lokal,  juga penduduk pendatang yang kos, pekerja pariwisata, warga negara asing, bahkan pekerja bangunan yang berdomisili di Banjar Tegallantang.

“Yang semestinya digelar di balai banjar, kami adakan di Parq Space Ubud Hotel. Kami ingin menyukseskan program vaksinasi ini dengan memfasilitasi tempat,” jelasnya.

Dengan total 450 sasaran, pelaksanaan vaksinasi ini ditarget tuntas maksimal selama 3 hari. Selain tempat, kepala lingkungan kelahiran 1978 ini juga memfasilitasi hal terkait lainnya termasuk konsumsi. “Di sini ada fasilitas lengkap agar vaksinasi bisa lebih cepat. Kalau di balai banjar kita perlu penataan lagi, nanti lama. Makanya langsung di sini, kami dukung penuh,” jelas bapak 4 anak suami Desak Putu Trisnawati ini.

Pada vaksinasi hari pertama ini, dari 200 orang vaksinasi hari pertama, sebanyak 10 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Konsep Apartemen

Di sisi lain,  Ngurah Eka  juga ingin memperkenalkan akomodasi wisatanya yang luasnya sekitar 5 hektar ini. Dijelaskan, Parq Space Ubud baru jalan sekitar satu setengah tahun. Dibangun sebelum pandemi Covid-19. Bukannya terdampak, tempat dengan rencana 285 kamar berkonsep apartemen ini justru diminati tamu. “Kebetulan semenjak pandemi, full okupansi. Karena konsep kita apartemen. Diminati warga asing yang memang sudah lama tinggal di sini,” jelas pria yang juga merangkap kelian adat ini.

Lama tinggal per wisatawan, kata Ngurah Eka  rata-rata sebulan. “Jadi sudah dianggap seperti rumah sendiri. Mereka lebih memilih di sini karena  fasilitas lengkap, ada restoran, coffee shop, spa, sauna, yoga, gym, dan lain-lain,” terangnya.

Ngurah Eka yang 12 tahun merantau di Amerika ini juga mengatakan konsep hotelnya ini tidak benturan dengan akomodasi yang sudah ada seperti villa, home stay atau hotel yang sudah ada pada umumnya. Sebab semua sudah ada pasarnya. “Kami di sini beda, tidak menyediakan breakfast dan housekeeping. Jika ingin breakfast wisatawan harus membelinya begitu juga housekeeping mereka juga bisa bayar di luar sewa bulanan,” tandasnya. (*/gs)

Lanjutkan Membaca