Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terpeleset Saat Perbaiki Saluran Air di Buleleng, Nyawa Melayang

BALIILU Tayang

:

warga bulian
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban terjatuh ke jurang di Desa Bulian Kubutambahan Buleleng, Jumat (20/9/2024). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Seorang warga Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng terjatuh ke jurang, Jumat (20/9/2024), sekitar pukul 13.30 Wita. Awal mulanya korban bersama warga Bulian memperbaiki saluran air minum secara mandiri. Namun nahas salah satu warga terpeleset. Dikarenakan jalur yang terjal mereka tidak berani langsung mengevakuasi jenasahnya dan meminta bantuan evakuasi.

Lokasi kejadian berada di perbatasan Desa Tamblang dan Bontiing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Dari laporan yang diterima petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyebutkan identitas korban atas nama Made Cawiasa (40).

Seizin pimpinan, Donny dari Basarnas Buleleng kepada awak media mengatakan, sebanyak 7 personel Pos SAR Buleleng bersama unsur SAR lainnya bergerak menuju lokasi kejadian. Diantaranya Babinsa Desa Tamblang, Bhabinkabtimnas Tamblang, Camat Kubutambahan, Polsek Kubu Tambahan, BPBD Kabupaten Buleleng, masyarakat setempat dan keluarga korban.

Pukul 17.45 Wita tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya dibawa ke rumah duka dengan menggunakan kendaraan pribadi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tim SAR Temukan Jenasah Kakek 80 Tahun di Bawah Jurang
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pascagempa M 7,7 Nagekeo, Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Evakuasi Pasien RSUD TC Hillers Maumere

Published

on

By

Prajurit Kodim 1603/Sikka membantu evakuasi pasien RSUD TC Hillers Maumere pascagempa Magnitudo 7,7 di NTT.
RESPONS CEPAT: Respons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Pendam IX)

Maumere, baliilu.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari, langsung direspons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat memicu kepanikan masyarakat.

Situasi semakin membutuhkan kewaspadaan setelah gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir NTT dan sekitarnya. Mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan maupun gempa susulan, unsur TNI bersama seluruh komponen terkait segera meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

Merespons kondisi tersebut, Kodam IX/Udayana langsung menggerakkan jajarannya di wilayah terdampak untuk membantu masyarakat, termasuk melaksanakan pemantauan, pengamanan, serta dukungan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

Salah satu aksi tanggap darurat ditunjukkan prajurit Kodim 1603/Sikka yang bergerak membantu evakuasi pasien menuju RSUD TC Hillers Maumere. Dalam situasi yang penuh keterbatasan dan membutuhkan kecepatan, para prajurit bersama tenaga medis dan unsur terkait bahu-membahu memindahkan pasien menuju lokasi yang lebih aman agar proses pelayanan dan penanganan medis dapat terus berlangsung.

Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap memperhatikan kondisi masing-masing pasien. Kehadiran prajurit TNI di tengah situasi darurat tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tenaga kesehatan, memperlancar proses pemindahan pasien, sekaligus menjaga kondisi lingkungan rumah sakit tetap aman dan kondusif.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana, TNI tidak hanya hadir untuk melakukan pemantauan, tetapi bergerak langsung memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti pasien yang berada di fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Pesawat Kargo Hilang di Kalimantan, Polri Turut Bantu Pencarian

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap respons kedaruratan yang dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana.

“Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah terdampak untuk bergerak sigap melakukan pemantauan dan membantu masyarakat. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama, termasuk memastikan pasien di fasilitas kesehatan seperti RSUD TC Hillers Maumere dapat dievakuasi dan mendapatkan penanganan secara aman,” ujar Kapendam IX/Udayana.

Menurutnya, gerak cepat prajurit di lapangan merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Prajurit di lapangan akan terus membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan kondisi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, BPBD, Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran Kodam IX/Udayana terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, mengidentifikasi dampak gempa serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk dalam penanganan evakuasi dan dukungan terhadap masyarakat.

Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, bergerak cepat membantu setiap warga yang membutuhkan, serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak gempa di wilayah NTT berlangsung cepat, aman dan terkoordinasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kodam IX/Udayana Kerahkan Prajurit Bantu Evakuasi Warga Pascagempa M7,7 di NTT

Published

on

By

Personel Kodam IX/Udayana memantau situasi pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, NTT.
SITUASI PASCAGEMPA: Kodam IX/Udayana terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kodam IX/Udayana terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Gempa yang terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya. Seiring perkembangan situasi, BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut berakhir. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution mengatakan, menyikapi kejadian tersebut, jajaran TNI di wilayah NTT bergerak cepat membantu masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait dalam penanganan dampak bencana.

“Begitu terjadi gempa, prajurit TNI di wilayah terdampak langsung bergerak membantu masyarakat. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, membantu proses evakuasi menuju tempat yang aman, memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana,” ujar Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution.

Personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM turut berada di tengah masyarakat untuk membantu proses evakuasi, mendirikan dan mendukung pos-pos pengungsian, memberikan pertolongan kesehatan kepada warga yang membutuhkan, serta mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih aman.

Kapendam menegaskan, keberadaan prajurit di lapangan merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat bencana.

“Prajurit TNI tidak hanya bertugas dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Saat ini personel terus berkoordinasi dengan Pemda, BPBD dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” tegasnya.

Baca Juga  Tim SAR Evakuasi Korban Terseret Arus di Diamond Beach

Menurut Kapendam, pendataan terhadap dampak gempa, baik korban maupun kerusakan materiil, masih terus dilakukan dan dikonfirmasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Oleh karena itu, data yang disampaikan kepada publik akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah maupun aparat di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” pungkas Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Kodam IX/Udayana bersama jajaran kewilayahan akan terus memonitor perkembangan situasi di wilayah NTT dan memastikan kesiapsiagaan personel tetap terjaga untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu diperlukan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Kuat Wujudkan Bali Aman: Pangdam IX/Udayana Raih Penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menerima Penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali.
TERIMA PENGHARGAAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto resmi menerima Penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali pada Jumat (14/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen dan sinergi kuat dalam menjaga stabilitas serta keamanan Bali kembali mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Bali. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto resmi menerima Penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali pada Jumat (14/8/2026).

Penyerahan penghargaan bergengsi ini berlangsung dalam acara Malam Anugerah Dan Kilau Wastra yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Jl. Nusa Indah No. 1, Denpasar, sebagai rangkaian memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali Tahun 2026.

Selain Pangdam IX/Udayana, Gubernur Bali juga menyerahkan penganugerahan kepada sejumlah unsur Forkopimda Bali, antara lain Kapolda Bali, Danrem 163/Wira Satya, dan Kajati Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh jajaran TNI-Polri dan instansi terkait dalam menciptakan situasi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Kondisi ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya melalui kolaborasi dan sinergi antara Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Danrem 163/Wira Satya, serta seluruh jajaran terkait,” ungkap Gubernur Bali.

Gubernur menambahkan bahwa dedikasi seluruh jajaran merupakan fondasi penting bagi kemajuan pulau dewata.

“Sinergi yang solid menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan Bali yang aman, nyaman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Penganugerahan Kerthi Bali Sewaka Nugraha dan Dharma Kusuma ini merupakan momentum penting untuk mengenang perjalanan pembangunan Bali sekaligus bentuk apresiasi Pemprov Bali kepada para tokoh dan lembaga yang telah memberikan pengabdian serta kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Bali.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran DPRD Provinsi Bali, Kapolresta Denpasar, Sekda Provinsi Bali, Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Seniman, Budayawan, Pelaku Usaha/UMKM, serta Insan Wastra Bali.

Baca Juga  BPBD Buleleng Dorong Optimalisasi SIK, Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana yang Inklusif

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution menegaskan bahwa penganugerahan ini menjadi motivasi serta penyemangat bagi seluruh jajaran Kodam IX/Udayana untuk terus memberikan pengabdian terbaik. Kepercayaan yang diberikan oleh Pemprov Bali dan masyarakat akan senantiasa dijaga melalui komitmen kerja keras di lapangan.

Ia menambahkan bahwa keamanan dan kemajuan Bali merupakan tanggung jawab bersama. Kodam IX/Udayana siap untuk terus mempererat kolaborasi lintas instansi dan berbaur bersama masyarakat demi mengawal stabilitas keamanan, baik dalam agenda nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Pulau Dewata.

Lebih lanjut, Kapendam berharap momentum peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali ini dapat memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan fondasi keamanan yang solid dan iklim daerah yang kondusif, diharapkan pembangunan Bali yang maju, sejahtera, berbudaya, serta berkelanjutan dapat terwujud secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca