Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tiga Besar Calon Pejabat Tinggi Pratama (Eselon IIB) Pemkot Denpasar Resmi Diumumkan

BALIILU Tayang

:

eka
Sekda Kota Denpasar selaku Ketua Pansel Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIB), IB Alit Wiradana. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com -Tiga besar hasil seleksi terbuka calon Pejabat Tinggi Pratama (Eselon IIB) Pemerintah Kota Denpasar resmi diumumkan. Hal tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor : 800 / 060 – PANSEL / 2021 yang ditandatangani Ketua Pansel yang juga merupakan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana.

Dari pengumuman tersebut, 36  orang dinyatakan lolos tiga besar untuk 12 formasi yang dilelang. Dimana, hasil tiga besar ini nantinya akan diajukan kepada Walikota Denpasar untuk selanjutnya mendapatkan persetujuan KASN. Sebelumnya ada 60 orang ASN yang mengikuti lelang.

Sekda Kota Denpasar selaku Ketua Pansel Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIB), IB Alit Wiradana mengatakan, seluruh rangkaian tahapan seleksi terbuka calon Pejabat Tinggi Pratama Pemerintah Kota Denpasar telah dimulai sejak 29 November 2021 yang diawali dengan pengumuman, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, penulisan makalah, assesment hingga wawancara  dan presentasi.

“Seluruh proses seleksi sudah dilaksanakan dengan terbuka dan transparan, kemarin telah dilaksanakan rapat penetapan dan tiga besar secara resmi telah diumumkan beserta nilai akhir dan rankingnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah pengumuman nilai akhir, tahapan akan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen tahapan seleksi dan pengajuan tiga nama calon terbaik kepada Walikota Denpasar. Selanjutnya, Walikota Denpasar mengusulkan kepada KASN untuk mendapat persetujuan.

Dari pengumuman tersebut, untuk Jabatan Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni Anak Agung Gede Wiratama (Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar) dengan nilai 81,78, Ranking II yakni Made Rai Edi Mulyawan (Kabid Penagihan dan Keberatan Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 80,35, dan Ranking III yakni Komang Lestari Kusuma Dewi (Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Denpasar) dengan nilai 79,39.

Baca Juga  Peringati HKSN, Walikota Jaya Negara Ajak Pilar-pilar Sosial Bergandengan Tangan dalam Seni

Kedua, untuk Jabatan Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Secara berurutan Ranking I yakni I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty,  (Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar) dengan nilai 82,32. Ranking II yakni Anak Agung Ayu Diah Kurniawati (Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar) dengan nilai 76,34. dan Ranking III yakni  I Ketut Darsana,  (Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Denpasar) dengan nilai 74,75.

Ketiga, Jabatan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni Ida Bagus Mayun Suryawangsa (Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 79,06. Ranking II yakni I Gusti Ayu Ari Puspayeni,  (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar) dengan nilai 73,72 dan Ranking III yakni A.A. Gede Trisnawijaya,  (Pengelola Pemegang Ijin Penyewa Tanah dan Inventarisasi Asset Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali) dengan nilai 72,46.

Keempat, Jabatan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni Ida Bagus Alit Adhi Merta, (Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 87,80. I Gede Putu Krisna Atmaja Karang, (Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar) dengan nilai 77,48 dan I Dewa Gede Rai, (Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 76,15.

Kelima, Jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar secara berurutan Ranking I  Raka Purwantara, (Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 80,13, Dwi Wahyuning Kristiansanti,  (Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar) dengan nilai 78,27 dan Anak Agung Ngurah Oka Wiranata, (Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat Kota Denpasar) dengan nilai 77,21.

Keenam, Jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar secara berurutan  Ranking I yakni  I Wayan Budha, (Camat Denpasar Selatan Kota Denpasar) dengan nilai 82,55, Tresna Yasa, (Kabid Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar) dengan nilai 79,37, Luh Emik Eka Indriyani,  (Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Data dan Informasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar) dengan nilai 74,65.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Sukun Banjar Saren Desa Sibangkaja

Ketujuh, Jabatan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni I Gde Made Bhaju Pravita, MM (Kabid Jasa Konstruksi dan Bina Program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar) dengan nilai 83,27. Ni Luh Putu Ratna Lati Kammanta, (Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar) dengan nilai 75,64. dan I Wayan Putra Sarjana,  (Kabid Perencanaan Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 72,03.

Kedelapan, Jabatan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Denpasar secara berurutan Ranking I Dr. Ni Putu Kusumawati,  (Kabid Perbendaharaan, Akuntansi dan Pelaporan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 83,38,   Luh Nyoman Rai Suryathi, (Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 82,57 dan  Ni Ketut Dewi Ratih Purnamasari,  (Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 80,94.

Kesembilan, Jabatan Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni  I Nyoman Artayasa,  (Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar) dengan nilai 81,78, I Komang Adi Wirawan,  (Kabid Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Denpasar) dengan nilai 80,38, dan  I Wayan Sudiarsa,  (Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung) dengan nilai 80,18. 

Kesepuluh, Jabatan Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni I Gusti Ayu Ngurah Raini (Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar) dengan nilai 80,89, I Gusti Ngurah Putra Sanjaya,  (Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar) dengan nilai 80,86, Ida Bagus Gde Agung Sutha Wijaya,  (Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar) dengan nilai 77,58.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Pimpin Rapat Akselerasi Nilai Manajemen Kearsipan

Selanjutnya, Jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni I Dewa Made Puspawan, (Kabag Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar) dengan nilai 85,50, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja,  (Kabid Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar) dengan nilai 75,60, I Wayan Tagel Sidarta,  (Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Denpasar) dengan nilai 75,45.

Dan yang terakhir, Jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar secara berurutan Ranking I yakni Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, (Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim dan Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar) dengan nilai 79,84, I Wayan Yusswara,  (Sekretaris Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar) dengan nilai 79,74 dan  I Ketut Adhi Saskarayasa,  (Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bali) dengan nilai 78,96. (ags/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Sukun Banjar Saren Desa Sibangkaja

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Angkat Tema "Menjaga Laut, Menata Wisata Bahari", Dispar dan BPPD Denpasar Gelar Gathering

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Virus DBD, Desa Dauh Puri Kaja Laksanakan Fogging

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Koordinasi Pencegahan Korupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.

“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Peringati HKSN, Walikota Jaya Negara Ajak Pilar-pilar Sosial Bergandengan Tangan dalam Seni

Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca