Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tindak Lanjuti Arahan Pj. Gubernur Bali Terkait Pengelolaan Pantai Kuta

BALIILU Tayang

:

gerakan kebersihan pantai kuta
GERAKAN KEBERSIHAN: Bupati Giri Prasta saat mendampingi Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Kapolda Bali Irjen. Pol IB. Kade Putra Narendra dan Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Sachono di acara kolaborasi gerakan kebersihan lingkungan, Jumat (26/1). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Giri Prasta menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Badung bersama Desa Adat Kuta berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti arahan Pj. Gubernur Bali dalam menata kawasan Pantai Kuta agar terhindar dari kesan kumuh, sehingga keberlanjutan industri pariwisata Kuta bisa terjaga dengan baik.

“Kita akan segera adakan rapat dengan Desa Adat Kuta, biar betul-betul arahan dari bapak Pj. Gubernur bisa kita implementasikan dengan baik. Terkait patroli keamanan, Bapak Wakapolda juga menyampaikan bahwa Kuta ini milik bersama, Beliau sudah siap untuk melaksanakan hal itu. Dan kaitannya dengan penataan dan pemeliharaan Pantai Kuta saya pastikan nanti dilakukan dengan baik. Ini harus kita jaga arahan Bapak Pj. Gubernur, pintu masuk Bali adalah Kuta, wajah Bali adalah Kuta, dan Tuban itu ada di Kuta,” demikian ujar Bupati Giri Prasta seusai mendampingi Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Kapolda Bali Irjen Pol IB. Kade Putra Narendra dan Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Sachono di acara kolaborasi gerakan kebersihan lingkungan bersama Pemprov Bali, TNI/Polri dan Pemkab Badung di Pantai Kuta, Jumat (26/1).

Turut hadir Sekda Wayan Adi Arnawa, Kadis LHK I Wayan Puja, Kadis Pariwisata Nyoman Rudiarta, Kadis PUPR IB Surya Suamba, Camat Kuta D. Ngurah Bayudewa, Lurah Kuta dan Bendesa Adat Kuta.

Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta mengajak OPD terkait, Camat hingga desa adat membangun komunikasi yang bersinergi terkait pengelolaan Pantai Kuta, agar wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Kuta selalu merasa nyaman dan betah.

“Pariwisata membutuhkan sentuhan/touch, saya kira ini harus kita lakukan dengan baik sehingga tindak lanjut terhadap penataan Pantai Kuta ini harus jelas. Bapak Pj. Gubernur luar biasa perhatiannya kepada Badung, untuk itu kita harus tegak lurus dan semoga Beliau bisa selalu memberikan pengawasan pada kita semua. Terlebih nanti bulan Maret akan ada event WBF di Badung/Bali, ini jauh lebih besar dari G20 dan Kuta juga akan dipakai. Maka segera kita akan rapat dengan prajuru desa adat, mencari solusi bersama. Kami Pemkab Badung dengan masyarakat Desa Adat Kuta wajib berbenah sesuai arahan Bapak Pj. Gubernur,” ucap Giri Prasta.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Berharap Sekaa Teruna Menjadi Agen Perubahan

Sementara itu, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan, Pantai Kuta merupakan tempat yang luar biasa. Namun ada kesan, tempat yang sudah direvitalisasi oleh Bupati Badung dengan menggunakan dana yang tidak sedikit ini, terkesan menjadi kumuh.

Lebih lanjut dirinya menyebut mendapatkan beberapa komplain terkait kondisi Pantai Kuta, dimana banyak wisatawan yang mengeluh, menyatakan kekecewaannya dengan wajah Pantai Kuta yang sudah sangat bagus, tetapi karena tidak dijaga dengan baik terkesan tidak seindah ada yang di foto. Dari luar pagar terlihat pemandangan yang tidak jelas, ada banyak kios-kios kosong dan lain sebagainya.

“Setelah kita masuk ke dalam lebih kumuh lagi kesannya. Karena lingkungan yang telah ditata dengan sedemikian baik, kios-kios dibangun menggunakan kayu mahal yaitu kayu ulin, tetapi di belakangnya banyak tumpukan sampah. Karena Pantai Kuta ini dikelola oleh desa adat, saya minta tolong ini dijaga dengan baik yang sudah dibuat bagus ini. Apalagi Bapak Bupati Badung sudah begitu luar biasa memikirkan Kuta, ini yang harus kita jaga, kawasan Kuta yang luar biasa, wajahnya Bali. Ida Sang Hyang Widhi Wasa telah memberikan anugerah alam yang luar biasa kepada masyarakat Kuta, jadi taksunya harus tetap dijaga,” tegasnya.

Di sisi lain Wakapolda Bali Brigjen Pol. Dr. I Gusti Kade Budhi Harryarsana menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap memberikan atensi keamanan khusus bagi wilayah Kuta dan sekitarnya dengan melakukan evaluasi dan mapping sampai ke tempat-tempat yang tidak terjangkau. Agar kejadian yang terjadi di daerah Canggu dan tempat lainnya dimana ada begal dan lain sebagainya segera bisa ditindaklanjuti.

“Keterbatasan bukan menjadi masalah, kita tetap carikan solusi. Kalau seandainya, mohon maaf Polri tidak cukup, kita akan mohon bantuan kepada Bapak Panglima untuk patroli gabungan TNI-Polri. Nanti kita turun bersama untuk mengentaskan permasalahan tersebut. Masyarakat juga jangan canggung-canggung memberikan informasi, langsung saja laporkan, kami siap dikoreksi, kami siap membantu masyarakat, kami siap untuk mendukung ketertiban bersama. Apalagi menjelang Pemilu, mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Giri Prasta Soft Launching Aplikasi Implementasi Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II

Terkait dengan permasalahan yang ada di Pantai Kuta, Wakapolda meminta Bendesa dan Krama Desa Adat Kuta untuk bermusyawarah mencari solusi yang terbaik, agar Bupati Giri Prasta bisa segera menjembatani semua hal terkait pengelolaan Pantai Kuta secara berkelanjutan.

“Kalau Pantai Kuta kumuh, wisatawan akan pindah ke tempat lain, ini yang kita takutkan nanti. Tolong ini dipertahankan. Sebagai destinasi dunia, Kuta ini harus tetap lestari. Siapa yang menjaganya ya kita. Nanti Jero Bendesa bersama krama, silahkan dikoordinasikan carikan solusi yang terbaik untuk kebersamaan kita,” tutup Wakapolda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Sampaikan Laporan Capaian Kinerja dengan Tagline ‘’Ngrombo-Satu Hati, Satu Kata, Satu Tindakan’’
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Giri Prasta Soft Launching Aplikasi Implementasi Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  Kadiskes Bali Jelaskan Soal Uang Makan PNS, Sesuai Regulasi Memang Tak Dianggarkan Sejak 2021

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca