Connect with us

KESEHATAN

Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan, Badung Wujudkan Puskesmas Induk di Kuta Selatan

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat memimpin rapat permohonan lahan untuk pembangunan Puskesmas Kuta Selatan, di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (22/1).

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung terus berkomitmen meningkatkan pembangunan infrastruktur bidang kesehatan terutama pembangunan puskesmas induk khususnya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Terlebih sekarang ini di Kuta Selatan hanya ada satu puskesmas induk.

Melihat demografi wilayah dan penduduk, idealnya ada tiga puskesmas induk dan satu rumah sakit di Kuta Selatan. Untuk itu Pemkab Badung berkomitmen dalam waktu dekat membangun puskesmas induk guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kuta Selatan.

“Kami akan terus berproses untuk mewujudkan infrastruktur kesehatan di Kuta Selatan. Karena ini sudah menjadi wacana dari dulu dan mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik,” jelas Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat memimpin Rapat Permohonan Lahan untuk Pembangunan Puskesmas Kuta Selatan, di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (22/1).

Rapat tersebut diikuti Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta, Kadis LHK Wayan Puja, dari Dinas Perkim, Kabag Tapem Dewa Gede Sudirawan, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Kepala Puskesmas Kuta Selatan, Lurah Benoa dan Jimbaran, Bendesa Adat Bualu, Kepala Lingkungan Bualu dan Kaling Permata Nusa Dua, Kelurahan Benoa. 

Usai rapat, Wabup Suiasa langsung turun ke lapangan meninjau lahan rencana pembangunan puskesmas yang merupakan fasilitas sosial (fasos) dari Perumahan Permata Nusa Dua di Kelurahan Benoa. Suiasa menerangkan bahwa Pemkab Badung memiliki konsepsi meningkatkan layanan masyarakat di sektor kesehatan. Diakui memang sektor kesehatan di Kuta Selatan, masih minim khususnya infrastruktur puskesmas induk. “Secara demografis di Kuta Selatan, untuk layanan puskesmas induk kita butuh tiga buah. Sementara ini hanya ada satu dan itu pun tidak representatif yang ada di Desa Adat Peminge,” jelasnya. 

Melihat kondisi itu,  Kuta Selatan yang jumlah penduduknya begitu banyak, pihaknya akan mengambil langkah cepat untuk segera membangun puskesmas induk yang baru. Terkait lahan yang ada di Permata Nusa Dua dengan luas kurang lebih 34 are, dimana tanahnya cukup representatif dan selanjutnya akan kembali melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Baca Juga  Update Covid-19 (3/1/21) di Bali, Total Sembuh Capai 16.439 Orang atau 90,67%

“Kami kira lahannya cocok, nanti kita bicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait. Karena lahan ini masih merupakan Hak Pengelolaan (HPL) dari ITDC, perlu kita komunikasikan agar tidak ada permasalahan dan tempat ini dapat dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan,” terangnya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan komunikasi secara lisan pada dasarnya tidak ada permasalahan yang prinsip, tinggal dilaksanakan secara administratif. 

Lebih lanjut dijelaskan, karena lahan ini merupakan fasos, maka sesuai aturan wajib diserahkan oleh pengembang kepada pemerintah daerah. “Ini on the track akan diselesaikan, sehingga fasos ini nanti sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Secara administratif kita akan selesaikan, dan kita pastikan tempat ini sangat relevan kita bangun puskesmas induk Kuta Selatan,” imbuhnya.

Ditanya mengenai target, Suiasa menyebutkan, bila secara administrasi selesai, akan dibuatkan DED pada anggaran perubahan tahun 2021. Dan pada tahun 2022, paling lambat tahun 2023 dapat dilakukan pembangunan. Karena ini sangat mendesak untuk kebutuhan fasilitas infrastruktur kesehatan masyarakat di Kuta Selatan. (bt)

KESEHATAN

Pemprov Bali Permudah Program Vaksinasi Covid-19, Ny. Putri Koster Ajak Semua Warga Ikut Vaksinasi

Published

on

By

de
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak semua TP PKK kabupaten/kota, desa hingga kader PKK di seluruh Bali supaya mengajak masyarakat minimal di tingkat keluarga, untuk ikut gerakan vaksinasi. Hal tersebut terungkap saat Ny. Putri Koster menjadi narasumber bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam acara ‘Perempuan Bali Bicara’ di Denpasar, Jumat (5/3).

PKK sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah, sepakat untuk lebih mengintensifkan kegiatan sosialisasi terhadap program vaksinasi massal yang dicanangkan Pemprov Bali. “Kami ingin memberi pemahaman ke masyarakat tentang pentingnya vaksin agar bisa keluar dari pandemi Covid-19 sekaligus menyukseskan program pemerintah dalam upaya vaksinasi ini,” jelasnya dalam acara yang mengambil tema ‘Peran PKK Mensosialisasikan Vaksinasi Covid-19 sebagai Bagian Upaya Membangun Ketahanan Keluarga’.

Ia mengatakan, dalam upaya mensosialisasikan ke masyarakat, PKK pasti menggandeng ahli atau pihak terkait untuk menjelaskan secara detail mekanisme dan teknik di lapangan. “Seperti saat ini, dalam mengedukasi masyarakat kami mendatangkan Kadis Kesehatan yang bisa menjelaskan secara rinci tentang apa itu vaksin, proses vaksinasi dan teknis-teknis lainnya agar masyarakat benar-benar paham,” bebernya.

Pendamping orang nomor satu di Bali itu juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah. Menurutnya, dalam setiap imbauan selalu ada solusi dari setiap permasalahan yang ada. “Jadi imbauan pemerintah itu juga solusi dari permasalahan yang ada. Jika kerja sama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat yang menuruti imbauan tersebut, maka kita secepatnya akan keluar dari pandemi ini,” tandasnya seraya tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk jangan gampang percaya hoax terkait vaksin. Ia mengimbau agar selalu kroscek kebenaran berita tersebut melalui media kredibel atau melalui situs pemerintah.

Baca Juga  Pembekalan Pakis Bali, Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Agen Sosialisasi Tugas dan Kewajiban sebagai Krama dalam Mebraya
Ny. Putri Koster bersama Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Suarjaya

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, atas perintah Gubernur Wayan Koster, Pemprov Bali telah mempermudah program vaksinasi Covid-19 di Bali. “Cukup datang bawa KTP ke faskes terdekat maupun ke posko-posko vaksinasi yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi maupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, anda bisa langsung mendapatkan vaksin,” bebernya seraya menjelaskan tidak perlu mendaftar terlebih dahulu melalui layanan SMS maupun aplikasi.

Hal itu dikatakannya untuk mempercepat pembentukan imunitas kelompok atau herd immunity yang ditargetkan bisa tercapai Desember tahun ini. Sehingga ia menambahkan untuk mencapai hal tersebut, dalam tahap kedua vaksinasi ini pemerintah harus menyuntikkan vaksin sekitar 3 juta warga Bali dengan rata-rata 10 ribu suntikan per hari. “Itu untuk 2-4 minggu pertama, selanjutnya harus ditingkatkan lagi menjadi 20 ribu suntikan per hari karena ada masyarakat yang menerima suntikan pertama dan kedua,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa tahapan vaksinasi, tahapan pertama adalah untuk tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memerangi virus ini. Hal itu sudah tercapai, meskipun ada beberapa tercecer belum dapat karena kondisi nakes yang belum memungkinkan untuk divaksin. Tahap kedua yang disasar adalah kelompok lansia, pelayan publik seperti guru, TNI/Polri, PNS, pegawai hotel, pegawai swasta, pedagang di pasar dan kelompok yang sering berhadapan dengan masyarakat, dan ini ditargetkan selesai pada bulan Juli 2021. Untuk vaksinasi tahap 3 akan menyasar masyarakat yang jarang berhubungan dengan publik seperti petani, ibu rumah tangga, dan lainnya. Sedangkan vaksinasi tahap akhir akan menyasar warga di daerah terisolir serta menargetkan warga yang tercecer belum mendapatkan fasilitas vaksin.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin. Vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac yang sudah teruji secara klinis sangat aman bagi masyarakat. “Jadi di sini tidak ada alasan lagi untuk takut divaksin. Hingga saat ini kami tidak menemukan bahkan di Indonesia dan di seluruh dunia kasus berat atas efek samping vaksin Sinovac ini,” tegasnya.

Baca Juga  Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih, Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa Hadiri Rapat Pleno KPU

Mengenai aturan setelah vaksinasi, Kadis Suarjaya tetap mengimbau masyarakat menjalan protokol kesehatan dan 6 M. “Hal itu tetap kita tekankan dilakukan. Jangan beranggapan saya divaksin lalu saya kebal, tentu tidak. Kita semua akan kebal jika kekebalan kelompok di seluruh dunia ini tercapai. Dan vaksin adalah jalan satu-satunya saat ini agar cepat mencapai kekebalan kelompok itu,” katanya. (gs)

Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Konfirmasi Varian Baru Korona, Presiden: Jangan Panik, tetap Disiplin Jalankan Prokes

Published

on

By

Presiden Joko Widodo. (Foto: Lukas)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Joko Widodo mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang terkait konfirmasi mengenai dua kasus positif mutasi virus Korona dari Inggris (B.1.1.7) di Indonesia.

Melalui pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 4 Maret 2021, Presiden menerangkan kondisi dua orang yang terpapar varian baru dari virus Korona tersebut.

“Dua orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif,” ungkapnya.

Hingga saat ini, masih belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru tersebut lebih mematikan dari virus Korona yang selama ini menular di Indonesia.

Namun, tetap meningkatkan kewaspadaan dan mencegah dari penularan varian baru virus itu tetap perlu dilakukan bersama-sama.

“Untuk itu mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” tandasnya. (gs)

Baca Juga  Pengumuman Tiga Besar Hasil Lelang Jabatan Eselon II B Kota Denpasar
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Sekda Dewa Indra Buka Pos Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RS PTN Unud

Published

on

By

de
Pembukaan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 RS PTN Unud ditandai dengan pemberian vaksinasi kepada guru besar dan civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana, Kamis (4/3)..

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Dewa Made Indra yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali membuka pos pelayanan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) Universitas Udayana Jimbaran Kabupaten Badung, Kamis (4/3/2021). Pembukaan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 ditandai dengan pemberian vaksinasi kepada guru besar dan civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana.

Dalam sambutan singkatnya, Sekda Dewa Indra menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Unud, khususnya Fakultas Kedokteran karena menjadi bagian penting dalam penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam setahun terakhir. Oleh sebab itu, Pemprov Bali mendukung usulan vaksinasi bagi jajaran civitas akademika di lingkungan Unud melalui Posko Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RS PTN.

Untuk tahap pertama, Pemprov Bali menyuplai 2.500 dosis vaksin dan akan ditambah menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan stok vaksin. “Silahkan berikan vaksinasi bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujarnya. Dewa Indra berharap, gerakan vaksinasi bagi para akademisi ini mampu menepis narasi negatif dan kekhawatiran masyarakat akan keamanan vaksin Covid-19. Selain itu, ia ingin mendorong percepatan vaksinasi karena hal itu akan menjadi pertimbangan pusat untuk mendatangkan suplai vaksin bagi Daerah Bali.

“Kalau vaksinasinya bisa kita percepat, pusat akan percaya dan tak ragu mengirim suplai vaksin untuk Bali,” imbuhnya sembari menyebut Bali mencapai target tertinggi pada vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga medis.

Untuk mempercepat target realisasi tahap kedua, birokrat kelahiran Singaraja ini terus memantau pelaksanaan vaksinasi. Ia berharap, Daerah Bali bisa secepatnya mencapai target vaksinasi guna membentuk kekebalan kelompok. Selain melakukan vaksinasi bagi civitas akademisi di lingkungan Unud, Dewa Indra juga menyarankan agar RS PTN juga memberi layanan vaksinasi bagi masyarakat khususnya di wilayah Kuta Selatan.

Baca Juga  Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih, Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa Hadiri Rapat Pleno KPU

Dirut RS PTN Unud Dewa Putu Gede Purwa Samatra menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Bali sehingga pihaknya bisa membuka pos pelayanan vaksinasi Covid-19 yang untuk tahap awal diperuntukkan bagi civitas akademika di lingkungan Unud. Ia menambahkan, sejak awal pihaknya berkomitmen penuh mendukung Pemprov Bali dalam penanganan Covid-19 di Pulau Dewata. Hingga saat ini, RS PTN Unud telah merawat 1.600 pasien Covid-19 mulai dari gelaja ringan, sedang hingga berat.

“Tingkat kesembuhannya di atas 90 persen. Saat ini dari 105 tempat tidur yang ada, masih terisi 50 persen. Kami berharap tak ada lagi penambahan,” harapnya. Selain membuka pos pelayanan vaksinasi di RS PTN, pihaknya juga mengirimkan tenaga vaksinator untuk kegiatan vaksinasi massal bagi tenaga pariwisata di BNDCC yang dilaksanakan baru-baru ini.

Ucapan terima kasih kepada Pemprov Bali juga disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa dan Rektor Unud Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi. Keduanya berharap, ke depan akan terbangun sinergitas yang lebih baik antara Unud dan Pemprov Bali sehingga persoalan yang dihadapi Daerah Bali lebih cepat tertangani. Secara khusus, Rektor Unud Raka Sudewi menyampaikan terima kasih atas dukungan material dan nonmaterial yang diberikan Pemprov Bali kepada RS PTN Unud sehingga dapat melaksanakan tugas penanganan pasien Covid-19 dengan baik. Dalam kesempatan itu, Sekda Dewa Indra juga sempat memantau proses pemberian vaksinasi yang diberikan kepada para guru besar dan civitas akademika di lingkungan Unud. (gs)

Lanjutkan Membaca