Badung, baliilu.com –
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan penerapan smart city dalam
sebuah kabupaten ibaratnya sebuah kehidupan berkeluarga. Pemerintah diibaratkan
sebagai orangtua, dan stakeholder
lainnya sebagai anggota keluarganya.
Indikator sebuah keluarga yang sukses apabila orangtua sudah
berhasil mendidik anak-anaknya sehingga orangtua cukup memberikan fasilitas
pendukung, sementara anggota keluarga lainnya saling berkolaborasi memanfaatkan
fasilitas tersebut agar efektif dan efisien, bahkan kalau bisa anggota keluarga
lain ikut berkontribusi dalam memberikan nilai lebih terhadap keluarga.
“Hari ini saya menjawab berkenaan dengan smart city di Kabupaten Badung. Saya
sangat mengapresiasi Desa Adat Bindu, Mekar Bhuana, Abiansemal dengan konsepnya
“Bindu Experience”, merupakan sebuah contoh nyata penerapan smart city yang sudah berada dalam level
impact karena sudah melibatkan seluruh unsur dalam memanfaatkan dan
mengoptimalkan sumber daya yang ada. Yang dalam kesempatan ini adalah
memanfaatkan dan mengoptimalkan jaringan akses internet gratis dari Kabupaten
Badung yang dilaksanakan oleh Diskominfo dengan manyasar 52 rumah warga desa
adat,” ujar Bupati Giri Prasta saat melakukan kunjungan ke Desa Adat
Bindu, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal berkenaan dengan pemanfaatan
akses free wifi Kabupaten Badung “Menuju Desa Adat Bindu Mandiri” ,
Kamis (6/8-2020).
Pada kunjungan tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta
didampingi Dandim Badung I Made Alit Yudana, anggota DPRD Badung I Made Ponda
Wirawan, Kadis Kominfo IGN Jaya Saputra, Kadisdikpora I Ketut Widia Astika,
Kadis LHK Wayan Puja, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Made Widiana, Kabag
Humas Made Suardita dan Camat Abiansemal IB Mas Arimbawa.
Lebih jauh Giri Prasta menjelaskan berdasarkan hasil
pengamatan di lapangan, 1 KK di Kabupaten Badung dalam sebulan bisa
menghabiskan biaya Rp 400 ribu hanya untuk kuota internet. “Dalam sebulan
1 KK masyarakat kita bisa menghabiskan biaya Rp 400 ribu hanya untuk membeli
kuota internet. Kalau dikalikan dengan jumlah KK yang ada, berarti dalam
setahun masyarakat kita mengeluarkan biaya sekitar Rp 400 M untuk bisa
mengakses internet. Sedangkan kita pemerintah daerah saja hanya mengeluarkan Rp
23 M setahun untuk penyediaan akses free wifi yang mengcover seluruh wilayah
Kabupaten Badung dan itu pun sudah menggunakan jaringan fiber optik di atas 17
core. Untuk itulah kita ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas
yang sudah kita sediakan,” tegasnya.
Menurut Bupati yang sudah diterapkan oleh Desa Adat Bindu di antaranya pemanfaatan akses wifi untuk siswa belajar online yang merupakan penerapan smart society (learning / pendidikan), pemanfaatan akses wifi untuk pengembangan UMKM yang merupakan penerapan smart economy (industry), pemanfaatan akses wifi untuk pemantauan keamanan melalui CCTV yang merupakan penerapan smart society (security/keamanan) dan pengelolaan TPS 3R yang merupakan penerapan smart environment (waste / sampah).
“Dalam program pemberdayaan yang dilakukan oleh Desa
Adat Bindu kita menerjunkan 4 OPD sekaligus. Ada Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan,
Dinas DLHK dan juga Dinas Koperasi yang semua kompak berkolaborasi dalam
memberdayakan masyarakat, jadi dengan kita membantu semua kebutuhan dasar
masyarakat, mereka akan bisa fokus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan
keluarga. Kita Kabupaten Badung sudah bicara pada tataran indeks kebahagiaan,
sekaligus kita menyiapkan SDM dan infrastruktur untuk menyambut era 5.0 yang
sudah didengungkan oleh Presiden Jokowi,” pungkasnya.
Kadis Kominfo IGN Jaya Saputra menjelaskan konsep eksekusi
pemerataan akses internet di Desa Adat Bindu menerapkan sistem subsidi silang,
yaitu jauh dekat biaya instalasinya sama sehingga yang titiknya jauh tidak
terlalu diberatkan dengan biaya penarikan kabel yang tinggi, dan dengan adanya
kerja sama dengan pihak LPD, juga sangat membantu warga yang kurang mampu dalam
hal pembiayaan.
Selain itu, masyarakatnya juga aktif mendedikasikan ilmu
yang dimiliki untuk membangun desa adatnya. Yang memiliki kemampuan IT
berkontribusi dalam penyebaran akses internet, yang memiliki ilmu dalam
pengelolaan sampah memberikan kontribusi dalam pengelolaan sampah organik, dan
lain sebagainya. “Inilah salah satu penerapan smart city yang baik dan patut dijadikan contoh oleh desa-desa
lainnya,” terangnya.
Sementara itu Bendesa Adat Bindu Gusti Nyoman Suastawa
mewakili masyarakat, menyampaikan terimakasih kepada Bupati Giri Prasta dan
jajaran Pemkab Badung atas perhatian dan dukungan aktif yang diberikan dalam
mewujudkan Desa Adat Bindu yang mandiri. “Harapan kami, penerapan yang
sudah berjalan baik ini agar terus dipertahankan dan dikembangkan lagi,
contohnya dengan optimalisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) desa,
penerapan dalam bidang kesehatan, tata ruang desa, dan lain sebagainya.
Sehingga Badung Smart Village dapat
segera terwujud,” ujarnya. (*/bt)