Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TMMD Ke-111 Kodim Karangasem, Bangun Jembatan di Desa Sebudi

BALIILU Tayang

:

de
VIDCON: Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., Rabu (5/4/2021) mengikuti video conference dari Ruang Puskodalops Korem 163/Wira Satya.

Karangasem, baliilu.com – Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD pada Tahun Anggaran 2021 berlanjut di wilayah Korem 163/Wira Satya, Kodam IX/Udayana.

Pada periode TMMD Ke-111 Tahun Anggaran 2021 menjadi giliran bagi Kodim 1623/Karangasem selaku Satuan Tugas (Satgas) TMMD dengan lokasi sasaran pelaksanaan di Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Sebagai tahap awal Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf. Bima Santosa selaku Dansatgas TMMD Ke-111 kali ini telah melakukan paparan terkait perencanaan dan persiapan pelaksanaannya kepada Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., secara virtual melalui video conference, Rabu (5/4/2021).

Dari Ruang Data Kodim 1623/Karangasem, Dansatgas TMMD menjelaskan terkait pelaksanaan TMMD Ke-111 tersebut berlokasi di Dusun Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem dengan sasaran utamanya berupa pembangunan jembatan sebagai sasaran fisik dengan panjang 15 meter dan lebar 5 meter.

“Sasaran fisiknya adalah pembangunan jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter sebagai akses penghubung antara dua desa yaitu Desa Sebudi dan Desa Jungutan,” sebut Dansatgas.

Menurutnya, dengan dibangunnya jembatan tersebut akan mempermudah transportasi  bagi masyarakat Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat maupun Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Selama ini masyarakat setempat terkendala apabila ke pasar harus menuju Desa Amerta Buana  dengan jarak tempuh 10 kilometer, sehingga dengan dibangunnya jembatan ini maka jarak tempuh ke Pasar Bebandem menjadi lebih dekat.

Kemudian terkait akses pendidikan, masyarakat Dusun Bukit Galah yang bersekolah ke SMP Negeri 1 Atap Jungutan, tidak lagi harus menyeberangi sungai dan bisa menggunakan fasilitas sepeda motor.

Bila dilihat dari aspek geografis Desa Sebudi berada di kaki Gunung Agung sehingga pembangunan jembatan juga digunakan sebagai akses atau jalur evakuasi bila terjadi bencana erupsi Gunung Agung.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa yang juga hadir pada acara paparan tersebut. Menurut Wakil Bupati Karangasem, Desa Sebudi terletak di Kaki Gunung Agung sehingga sebagai area dengan tanah yang subur dan bersuhu cukup dingin.

“Desa Sebudi memang tanahnya subur sehingga banyak warga masyarkat bertempat tinggal disana. Pada saat erupsi Gunung Agung tahun 2017 lalu banyak warga untuk sementara mengungsi dan setelah situasi aman masyarakat akan kembali. Warga masyarakat Sebudi tidak akan meninggalkan desanya karena tahu Gunung Agung sebagai berkah sehingga wilayahnya subur,” ungkapnya.

Wakil Bupati dua periode ini berterima kasih atas program TMMD Ke-111 kali ini sebagai wujud kerjasama yang baik antara TNI, Pemerintah Kabupaten Karangasem serta masyarakat setempat. Ia menilai pembangunan jembatan tersebut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Juga pengembangan potensi pariwisata yang ada karena di sejumlah tempat seperti Bukit Sorga dan Bukit Cemara merupakan tempat yang indah dengan wisata alamnya.

Sementara itu Danrem 163/Wira Satya yang mengikuti paparan dari Ruang Puskodalops Korem 163/Wira Satya dalam arahannya menyebut program TMMD Ke-111 Kodim 1623/Karangasem sebagai hal menggembirakan karena kegiatan TMMD melibatkan TNI, Pemerintah Daerah dan juga masyarakat sehingga merupakan suatu sinergi, kebersamaan dalam mewujudkan kemanunggalan dengan semua komponen yang sejauh ini berjalan baik.

“Semoga setelah direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan maka program TMMD kali ini nantinya dapat berjalan aman dan lancer,” harap Brigjen Husein.

Danrem menilai dan menyimak dari paparan Dansatgas bahwa ada hal strategis dari pembuatan jembatan ini sebagai jalur evakuasi bila terjadi erupsi Gunung Agung karena memahami Desa Sebudi berada di kaki gunung tertinggi di Pulau Dewata tersebut.

“Tentunya hal ini menjadi suatu kesiapan apabila kita menghadapi bencana sehingga akan bermanfaat bagi keselamatan masyarakat. Ini nilai strategis yang dapat saya lihat serta lebih besarnya tentu memberikan kemudahan bagi seluruh aktivitas masyarakat baik di sektor ekonomi, pertanian, pendidikan dan yang lainnya,” pungkas Danrem. (gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tingkatkan Keselamatan Penerbangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Tingkatkan Sinergi dengan Stakeholder Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

layang
TERIMA KOMANDAN LANUD: Pj. Gubernur Mahendra Jaya saat menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, menegaskan akan segera mengambil langkah strategis guna menghindari terulangnya peristiwa helikopter jatuh akibat lilitan tali layangan belum lama ini.

Hal ini tercetus saat Pj. Gubernur menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7).

Pj. Gubernur menekankan kembali Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya.

“Tentu ini akan kita sosialisasikan dengan lebih intensif lagi, melibatkan kabupaten/kota dan desa adat serta Satpol PP. Bahwa sudah ada aturan mengenai dimana, pada ketinggian berapa, dan kapan boleh menaikkan layangan,” tandasnya.

Mahendra Jaya mengakui bahwa layang-layang merupakan bagian dari kearifan lokal, budaya yang mengakar dan bahkan menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Namun, ia menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan dan nyawa manusia harus menjadi prioritas.

“Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan, dan ditekankan bahwa hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dilarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melakukan sinergi guna mencegah hal yang sama terulang kembali.

Sebagai informasi, Perda Nomor 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari bandar udara. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Produksi Lele Capai 339,1 Ton, Pemkot Denpasar Dorong Peningkatan Kelompok Budidaya

Published

on

By

lele
Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan Kota Denpasar terus mendorong peningkatan kelompok budidaya yang ada. Dari langkah dan upaya yang telah dilakukan, Dinas Perikanan Denpasar mencatat produksi ikan lele mencapai 339,1 ton pada tahun 2023 lalu.

“Produksi jenis ikan air tawar ini akan terus digenjot sehingga untuk mencukupi konsumsi masyarakat di Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa, yang ditemui di Denpasar, Senin (22/7).

Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Denpasar membutuhkan 8 ton ikan per harinya untuk dikonsumsi. Sementara untuk produksi baru 50 persennya atau sekitar 4 ton per hari. Sisa kebutuhan tersebut selama masih disuplai dari luar kota atau provinsi. Seperti Banyuwangi, Jawa Timur yang masuk melalui Kedonganan.

Untuk itu beragam upaya dilakukan untuk menggejot produksi. Salah satunya mendorong terbentuknya kelompok budidaya lele dan nila. Terlebih hal ini dalam pelaksanaan produksi ikan lele tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan besar. Sehingga memberikan peluang bagi masyarakat, terlebih serapannya di Denpasar juga cukup tinggi.

“Selain lele, prokduksi ikan di Kota Denpasar ada dari perairan tangkap yang mencapai 3 ton per hari. Kemudian ada pula kerapu yang ada di Serangan. Produksi ikan kerapu inipun akan digenjot dengan menumbuhkan kelompok pembudidaya di wilayah tersebut,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Komit Cegah dan Tangani Kasus Stunting

Pemkot Denpasar Rancang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Published

on

By

wawali
PIMPIN RAPAT: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar, Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mencegah dan menangani kasus stunting di Kota Denpasar. Pada Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha, Pemkot Denpasar menggelar rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar, IGA Sri Wetrawati, Perbekel/Lurah, OPD terkait, serta stakeholder lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui OPD dan seluruh stakeholder terkait terus menggencarkan upaya pencegahan stunting berkelanjutan. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan Kota Denpasar bebas stunting.

“Sebelumnya dari data kegiatan intervensi serentak yang dilaksanakan di seluruh Desa/Kelurahan di Kota Denpasar terdapat 450 kasus stunting. Karenannya, berbagai upaya terus digalakkan, mulai dari optimalisasi peran posyandu hingga jemput bola dengan door to door di kediaman masyarakat,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Denpasar menyampaikan, bahwa penanganan stunting sebagai program nasional harus ditindaklanjuti secara serius. Hal ini sebagai upaya mewujudkan Denpasar bebas stunting. Komitmen yang kuat sangat penting dalam mengerahkan upaya penurunan stunting di Kota Denpasar dengan upaya intervensi yang konvergen.

Langkah tersebut meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung, dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Hal ini, berkaitan dengan balita yang mengalami stunting akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan. Sehingga penanganannya harus lebih fokus melalui pendekatan keluarga dengan menyasar remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

“Dalam pertemuan ini nantinya dapat melakukan perumusan pencegahan stunting dari tahapan pra nikah, menikah, hingga ketika sudah punya anak. Serta harus ditingkatkan akselerasi agar zero stunting, termasuk optimalisasi program posyandu serta jemput bola pendataan dengan menyasar masyarakat, dan kami mengajak semua pihak, baik OPD, perbekel/lurah, keluarga hingga masyarakat umum ikut andil untuk terus menggelorakan cegah stunting,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar IGA Sri Wetrawati menjelaskan, dari hasil kegiatan intervensi serentak menyasar sebanyak 23.311 balita. Dari kegiatan tersebut terdapat sebanyak 450 kasus stunting dengan persentase sebanyak 1,9 persen.

“Dari jumlah tersebut tercatat 273 kasus ber KTP Denpasar dan sebanyak 177 kasus non ber-KTP Denpasar. Kami juga mengimbau untuk masyarakat khususnya para ibu-ibu yang memiliki balita, di bulan Agustus mendatang agar membawa anaknya yang  balita hadir ke posyandu terdekat karena ada bulan vitamin A,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati mengatakan, beragam upaya telah dilaksanakan, dimulai dari pendataan sasaran Balita dan Ibu Hamil, Kick Off Posyandu Intervensi penanganan stunting. Di samping itu dilakasanakan kegiatan sweeping dengan menyasar Balita dan Ibu Hamil yang tidak hadir pada Posyandu serentak, serta pendampingan dari Dokter Spesialis dengan menyasar seluruh Puskesmas secara bertahap.

“Semoga dengan beragam upaya ini stunting di Kota Denpasar dapat ditangani dengan baik, dan kami mengajak masyarakat yang memiliki Balita dan Ibu Hamil untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebagai upaya dini dalam mencegah stunting,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca