Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

TP PKK Badung Pentaskan Rejang Giri Putri Secara Kolosal di Pura Lingga Bhuwana

Ny. Seniasih Giri Prasta: Kami Ingin Kenalkan Tari Sakral Milik Badung pada Generasi Muda

Loading

BALIILU Tayang

:

rejang giri putri
REJANG GIRI PUTRI: TP PKK Kabupaten Badung disaksikan Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa saat mementaskan Tari Wali Rejang Giri Putri di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji, Puspem Badung pada hari Purnama Kasa, Senin (3/7). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Tari Wali Rejang Giri Putri dipentaskan secara kolosal oleh TP PKK Kabupaten Badung dalam upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji, Puspem Badung pada hari Purnama Kasa, Senin (3/7). Upacara ini dipuput oleh 4 orang sulinggih dan dihadiri oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, jajaran DPRD Badung, jajaran pejabat dan ASN di lingkup Pemkab Badung.

Pementasan tari sakral yang melibatkan 2.500 orang penari tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta bersama Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Seusai ngayah Nyonya Seniasih Giri Prasta mengatakan, Tari Wali Rejang Giri Putri merupakan tarian sakral milik masyarakat Kabupaten Badung yang terinspirasi dari cerita Itihasa, mengisahkan Dewa Siwa dan Dewi Parwati/Giri Putri melakukan tapa brata semadi di Gunung Kailasa demi keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran alam semesta beserta isinya.

“Tari Wali Rejang Giri Putri merupakan tari sakral milik masyarakat Kabupaten Badung. Dalam rangka mengenalkan tarian ini kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Kabupaten Badung maka hari ini dalam upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana, TP PKK Kabupaten Badung bekerja sama dengan TP PKK Pemerintah Desa / Kelurahan se-Badung ngayah menari Rejang Giri Putri melibatkan 2.500 penari,” ujarnya.

sembahyang
Persembahyangan bersama. (Foto: ist)

Pada saat itu Nyonya Seniasih Giri Prasta juga menjelaskan bahwa Tari Rejang Giri Putri hanya boleh dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara dewa yadnya, karena tari ini merupakan tarian sakral simbol sebuah persembahan yang tulus ikhlas kepada Sang Pencipta, melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan seorang Dewi yang mengayomi dan melindungi seisi alam semesta (Stitiming Bhuwana Langgeng).

Baca Juga  TP PKK Badung Tanam 200 Bibit Pohon Bunga di Tiga Pura di Kecamatan Petang

“Tari ini hanya boleh dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara dewa yadnya di pura, baik itu di pura desa adat, di pura dang kahyangan, maupun di pura kahyangan jagat yang ada di luar Bali dan tari ini tidak boleh dipentaskan dalam perlombaan karena bersifat sakral,” terangnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Published

on

By

Wagub Bali Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben dan Peroras Kinembulan di Bale Pasamuhan Desa Adat Kubu, Bangli.
HADIRI UPACARA: Wagub Bali Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Peroras Kinembulan) di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong-royong yang ditunjukkan warga Desa Adat Kubu, Bangli, dalam melaksanakan yadnya.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat Desa Adat Kubu, Bangli, yang sangat erat menjaga kebersamaan dan gotong-royong dalam beryadnya. Kebersamaan ini harus terus dijaga sampai anak cucu kita nanti,” ungkap Wagub Giri Prasta dalam sambrama wecana saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Peroras Kinembulan) di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7).

Wagub Giri Prasta menambahkan, pelaksanaan Pitra Yadnya yang dirangkaikan dengan sejumlah upacara lainnya, seperti ngaben, ngelungah, ngerorasin, metatah, tiga bulanan, dan otonan, dapat pula dilengkapi dengan upacara menek kelih bagi anak-anak yang mulai menginjak masa remaja.

“Saya sangat mendukung jika pelaksanaan adat istiadat secara bersama-sama yang dapat meringankan masyarakat menjadi pilihan untuk dilaksanakan setiap lima tahun. Namun, alangkah baiknya jika rangkaian upacara ini juga dilengkapi dengan karya menek kelih bagi anak-anak kita yang mulai menginjak masa remaja, yaitu ngeraja singa bagi remaja putra dan ngeraja swala bagi remaja putri. Dengan demikian, pelaksanaan secara massal dapat semakin memberikan kemudahan bagi warga, baik dari segi biaya maupun persiapan kelengkapan upakara, meskipun waktu pelaksanaannya tentu menjadi lebih panjang,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan agar rasa persaudaraan dan semangat gotong-royong yang telah terbangun tidak pernah pupus. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan masyarakat dalam beryadnya, menjalani kehidupan bermasyarakat, serta bersama-sama menjaga Bali ke depan.

Wagub Giri Prasta menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya sehingga masyarakat dapat lebih fokus melaksanakan ngayah dan mempersiapkan upakara banten sebagai bagian dari pelaksanaan yadnya.

Baca Juga  Kunjungan Edukasi TP PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Badung

Sementara itu, Bendesa Adat Kubu, Bangli, I Nengah Miasa menyampaikan bahwa Pitra Yadnya tersebut diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan secara bersama-sama bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat rasa persaudaraan dan semangat gotong-royong.

Menurutnya, yadnya yang pada umumnya ditanggung sepenuhnya oleh keluarga yang melaksanakan upacara akan menjadi lebih ringan apabila dilaksanakan secara massal melalui kebersamaan warga.

I Nengah Miasa melaporkan kepada Wakil Gubernur Bali dan Bupati Bangli bahwa rangkaian upacara tersebut diikuti warga dengan rincian ngaben sebanyak 106 sawa, ngelungah 52, ngerorasin 119 Sang Dewa, metatah 269 orang, tiga bulanan 1 orang, otonan 11 orang, banta meninggal belum genap satu tahun sebanyak 14 sawa, banta meninggal di luar Bali sebanyak 5, Sang Dewa yang belum metatah sebanyak 7, banta yang sudah dibakar sebanyak 5, serta ngaben banta/gumuk sebanyak 96.

Untuk pelaksanaan upacara, biaya yang dikenakan masing-masing sebesar Rp 1 juta untuk ngaben, Rp 1,5 juta untuk ngeroras, serta Rp 2,5 juta untuk ngaben dan ngerorasin. Pelaksanaan yadnya juga memperoleh dukungan dana Semesta Berencana dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp 95 juta, bantuan Bupati Bangli sebesar Rp 103 juta, LPD sebesar Rp 25 juta, serta pepatusan dari masing-masing kepala keluarga sebesar Rp 300 ribu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara menandatangani Prasasti saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan.
TANDA TANGAN: Walikota Jaya Negara menandatangani Prasasti saat menghadiri “Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot” Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7).

Rangkaian upacara yang bertepatan dengan Purnama Sasih Karo ini juga berkaitan dengan telah rampungnya pemugaran beberapa bagian pura. Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara juga turut menandatangani Prasasti Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot pura setempat. Di samping itu Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mendem pedagingan di bale gedong dan penyerahan punia.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela upacara mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaan yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran. Sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya. 

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini, seluruh umat terutama warga dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

Baca Juga  PKK Badung Gelar Rakor Bahas Perkembangan Program PKK Tahun 2026

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Dimana karya hari ini upakara mendem pedagingan dan tanggal 5 Agustus 2026 dilaksanakan upacara puncak karya yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara ngenteg linggih dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya dan mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan “Pujawali” di Pura Praja Natha

Perkuat Sradha Bhakti dan Semangat Pengabdian Terbaik kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa mengikuti persembahyangan Pujawali di Pura Praja Natha, Kantor Walikota Denpasar.
PERSEMBAHYANGAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali Piodalan di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB. Yoga Adi Putra, I Wayan Mariana Wandhira, Made Oka Cahyadi Wiguna beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Prosesi pujawali berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian upacara diisi dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh sulinggih, diiringi lantunan kidung suci, pementasan Tari Rejang, pertunjukan Topeng, serta alunan gambelan Bali yang semakin memperkuat suasana sakral dan religius.

Walikota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha, Kantor Walikota Denpasar, merupakan momentum spiritual bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk memohon tuntunan, keselamatan, dan kerahayuan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Pujawali ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam pelaksanaan pujawali diharapkan mampu menjadi landasan moral bagi seluruh aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Badung Siap Sukseskan Program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali

Pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, budaya, serta tradisi Bali yang merupakan bagian penting dari identitas Kota Denpasar. Iringan kidung, Tari Rejang, pertunjukan Topeng, dan tabuh gambelan sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan yang senantiasa dijaga di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memperoleh tuntunan dan kerahayuan sehingga mampu terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang maju, harmonis, berbudaya, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca