Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Gianyar, Salurkan Bantuan untuk Kader

BALIILU Tayang

:

Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Membina dan Berbagi bersama kader Posyandu di Kabupaten Gianyar.
MEMBINA DAN BERBAGI: Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8). Kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Balai Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan dan Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan apresiasi TP Posyandu Provinsi Bali kepada para kader Posyandu yang selama ini telah meluangkan waktu dan tenaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang diwakili Sekretaris I TP Posyandu Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, menyampaikan kegiatan pertama di Balai Banjar Tiyingan menyasar sebanyak 99 kader Posyandu 6 SPM dari 11 kelompok Posyandu di Desa Bukian. Masing-masing kelompok terdiri dari sembilan kader.

Ia menjelaskan, sebelum penerapan Posyandu 6 SPM, berbagai kegiatan Posyandu di Desa Bukian telah berjalan, mulai dari Posyandu Balita, Remaja, Lansia hingga Posyandu Siklus Hidup. Saat ini seluruh kegiatan tersebut telah terintegrasi dalam satu wadah pelayanan Posyandu Bidang Kesehatan.

“Implementasi Posyandu dengan pendekatan 6 SPM di Desa Bukian telah dilaksanakan sejak tahun 2025. Salah satu implementasi pada bidang sosial adalah pemberian sembako bagi ODGJ,” jelasnya di Balai Banjar Tiyingan Desa Bukian.

Sementara kegiatan kedua dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, dengan sasaran 60 kader dari enam kelompok Posyandu. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 kader Posyandu 6 SPM.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada TP Posyandu Provinsi Bali atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para kader. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menambah semangat dan motivasi kader dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Se-Bali melalui Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera

“Mudah-mudahan bantuan ini memberikan manfaat dan semakin menambah semangat para kader dalam melaksanakan tugas, khususnya meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu 6 SPM di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

Sementara itu, TP Posyandu Provinsi Bali yang diwakili Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, kepada para kader Posyandu.

Pada kegiatan di Desa Bukian, bantuan yang disalurkan berupa 2,9 ton beras, 5.940 butir telur dan 158 kotak susu. Jika digabungkan dengan bantuan untuk lokasi kedua, total bantuan yang disalurkan di dua lokasi mencapai 4,7 ton beras, 9.450 butir telur dan 318 kotak susu. Dengan masing-masing kader menerima 30 kg beras, 2 krat telur dan 2 kotak susu.

“Ini merupakan bukti perhatian pemerintah Provinsi Bali kepada seluruh kader yang selama ini telah bekerja, mengabdi serta meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dwi Dewata.

Ia juga menegaskan, transformasi Posyandu melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 telah memperluas peran Posyandu dari sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan menjadi pelayanan yang mencakup enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Dalam transformasi tersebut, kader tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan menerima informasi dan keluhan masyarakat terkait enam bidang SPM, melakukan verifikasi bersama perangkat desa, mencatat dan melaporkan permasalahan secara berjenjang, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bapak ibu kader tidak harus berpikir bagaimana cara memperbaiki jalan atau menyelesaikan permasalahan secara langsung. Tugas kader adalah menerima laporan masyarakat, melakukan verifikasi bersama perangkat desa terkait, mencatat dan melaporkannya secara berjenjang,” jelasnya.

Baca Juga  Tutup FSBJ VIII 2026, Koster: Festival Seni Bali Jani Kian Diminati, Jumlah Karya dan Pelaku Seni Terus Meningkat

Dwi Dewata menambahkan, TP Posyandu Provinsi Bali juga akan melaksanakan berbagai program lanjutan, diantaranya Bina Posyandu untuk meningkatkan kapasitas kader dan TP Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Kader akan diberikan pembinaan secara bertahap di tingkat provinsi dengan materi mengenai tugas dan peran kader dalam pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Selain itu, TP Posyandu Provinsi Bali juga terus mendorong gerakan Kulkul Posyandu PKK sebagai sarana menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di seluruh Bali.

“Melalui kegiatan membina dan berbagi ini, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kapasitas kader. Harapannya, kader semakin mampu menjadi penggerak pelayanan masyarakat melalui Posyandu 6 SPM,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Banggar Dorong Penguatan Infrastruktur Pariwisata untuk Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan di Bali

Published

on

By

muhidin
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohamad Said (kanan) dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penguatan infrastruktur pariwisata di Bali untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan. Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin Mohamad Said menilai, pengembangan pariwisata Bali tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi perlu diarahkan agar wisatawan lebih lama tinggal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Muhidin dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, termasuk melalui kebijakan fiskal, perlu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur yang menunjang sektor pariwisata.

“Peringkatan pariwisata di Bali ini khususnya terkait dengan bagaimana memperbaiki infrastruktur. Saya kira begitu Pak Gubernur ya. Jadi kalau itu kita bisa perbaiki, bukan hanya sekadar banyaknya kedatangan. Tetapi bagaimana pariwisata itu bisa lebih lama tinggal di Bali,” ujar Muhidin.

Infrastruktur Topang Pariwisata

Muhidin mengatakan, masa tinggal wisatawan yang lebih panjang dapat memperluas manfaat ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk hotel dan UMKM. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik.

“Jadi kalau hanya jumlahnya tetapi tinggalnya kurang, UMKM-nya juga bisa mandek. Hotelnya juga, unit hotelnya juga bisa terbatas. Jadi saya kira inti daripada itu bagaimana merangsang mereka itu bisa senang tinggal di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pariwisata juga perlu didukung dengan tata kelola lingkungan yang baik. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar pertumbuhan kunjungan, tetapi juga mendukung kenyamanan dan keberlanjutan aktivitas pariwisata.

Muhidin juga membuka kemungkinan adanya insentif khusus bagi pembangunan di Bali. Menurutnya, penguatan infrastruktur dapat mendukung kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian, termasuk melalui peningkatan devisa.

Baca Juga  Pemprov Bali Minta Pertamina dan Hiswanamigas Jaga Stok LPG 3 Kg Jelang Hari Raya

“Oleh karena itu Bapak Ibu sekalian, kita harus memberikan mungkin ada sesuatu insentif khusus terkait dengan pembangunan dari Provinsi Bali ini,” katanya.

Ruang Fiskal Daerah Diperkuat

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wijanto mengatakan hubungan pemerintah pusat dan daerah tetap perlu diperkuat melalui dukungan APBN terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Ia menyebut dukungan tersebut antara lain dapat dilakukan melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar.

Pada tahun 2027, menurut Wihadi, pemerintah daerah dapat mengajukan pemanfaatan DBH kurang bayar dalam bentuk program pembangunan sesuai kebutuhan daerah, seperti jalan, flyover, rumah sakit, maupun infrastruktur lainnya.

“Jadi pembangunan itu jelas ada untuk dana bagi hasilnya. Saya kira, ini sudah mungkin bisa mulai dengan Kementerian Keuangan dibuka ruang untuk komunikasi hal seperti itu,” ujar Wihadi.

Wihadi menambahkan, pemerintah pusat juga menyiapkan sekitar Rp 23 triliun untuk pembiayaan PPPK pekerja paruh waktu. Menurutnya, dukungan tersebut dapat membantu ruang fiskal pemerintah daerah sehingga anggaran dapat diarahkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.

“Dananya itu kalau saya nggak salah Rp 23 triliun yang kita siapkan untuk seluruh PPPK dengan pekerja paruh waktu. Jadi amanlah, fiskalnya Bapak agak terbantu lah sekarang ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Banggar Usulkan Skema DBH 2027 Perkuat Fiskal Daerah

Published

on

By

banggar dprri
KUNKER BANGGAR: Tim Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Gubernur Bali beserta jajaran, perwakilan Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia saat kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penerapan skema pendanaan inovatif melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai instrumen pembiayaan pada 2027. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif penyelesaian Kurang Bayar DBH (KB-DBH) pemerintah pusat kepada daerah yang secara nasional telah mencapai sekitar Rp 71 triliun.

Wakil Ketua sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan skema tersebut dirancang untuk membantu menjaga ruang fiskal dan arus kas pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, mekanisme tersebut memungkinkan kewajiban pembiayaan proyek daerah ditangani melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah, dengan kewajiban pokok dan bunga ditanggung pemerintah pusat. Pembayaran tersebut selanjutnya diperhitungkan sebagai bagian dari penyelesaian akumulasi kurang bayar DBH kepada daerah.

“Skema ini memungkinkan pemerintah daerah tetap menjalankan proyek infrastruktur prioritas melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah. Selanjutnya, pemerintah pusat menanggung pokok dan bunga pinjaman tersebut yang diperhitungkan sebagai pelunasan kurang bayar DBH. Dengan demikian, ruang fiskal daerah dapat lebih longgar tanpa menambah beban APBD,” ujar Syarief.

Ia menilai, kelonggaran fiskal tersebut perlu diikuti kesiapan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi. Penguatan infrastruktur menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan agar daerah mampu menarik dan mengembangkan investasi secara lebih optimal.

Senada, Anggota Banggar DPR RI Danang Wicaksana menyebut bahwa Bali memiliki peluang untuk mengembangkan investasi, termasuk dari investor mancanegara. Karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan ekonomi dapat berkembang secara terintegrasi dan efisien.

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Gerakan Tanam Mangrove Setiap Bulan, Perkuat Ekosistem Pesisir Bali

“Jika investor dari kawasan global seperti Dubai dan Singapura bersedia menanamkan modalnya di Bali, maka pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung. Langkah ini penting agar seluruh sektor dapat terintegrasi dengan baik dan memiliki daya saing operasional dengan biaya yang lebih efisien,” kata Danang.

Selain penguatan infrastruktur, Anggota Banggar DPR RI Agus Ambo Djiwa turut menekankan pentingnya mengarahkan penguatan fiskal daerah untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan komoditas bawang putih lokal di Bali.

Agus menyampaikan dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan bibit dan pupuk bagi petani. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang putih lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Kalau Bali membutuhkan lahan untuk pengembangan bawang putih, kami siap mendukung. Kalau diperlukan sampai seribu hektare, kami bisa arahkan dan fasilitasi. Kami siap memberikan dukungan. Karena itu, kami berharap hal ini bisa segera disikapi,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Transfer ke Daerah Didorong Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

wakil banggar dpr ri
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie (kanan) dalam kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menekankan pentingnya memastikan setiap rupiah transfer pemerintah pusat ke daerah memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan transfer ke daerah pada 2026 perlu diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, dan akuntabel.

Syarief mengatakan transfer ke daerah pada 2026 diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, serta prioritas pembangunan nasional. Hal tersebut menjadi perhatian Banggar DPR RI dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali untuk melihat langsung pelaksanaan APBN, penyaluran transfer ke daerah, efektivitas kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, perpajakan, dan pengelolaan keuangan daerah.

“Pada tahun 2026, kebijakan transfer ke daerah semakin diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, akuntabel, serta mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, dan prioritas pembangunan nasional,” kata Syarief saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, efektivitas transfer ke daerah tidak hanya dilihat dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, sinkronisasi kebijakan APBN dan APBD menjadi penting agar dukungan fiskal pemerintah pusat dapat berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah transfer pusat benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat,” ujar Syarief.

Perlu Selaras dengan Pembangunan Daerah

Dalam kunjungan tersebut, Banggar DPR RI mencermati sejumlah kebutuhan pembangunan di Bali, termasuk infrastruktur, konektivitas, pelayanan dasar, serta penguatan sektor ekonomi. Syarief berharap hasil kunjungan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk memperkuat efektivitas transfer ke daerah sekaligus sinkronisasi APBN dan APBD.

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Gerakan Tanam Mangrove Setiap Bulan, Perkuat Ekosistem Pesisir Bali

“Kami berharap kunjungan kerja ini dapat menghasilkan informasi, evaluasi, dan rekomendasi bagi Badan Anggaran DPR RI, khususnya dalam memperkuat efektivitas transfer ke daerah, sinkronisasi APBN dan APBD, stabilitas ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, serta transformasi pariwisata Bali menuju pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” tandas Syarief.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan dukungan anggaran pemerintah pusat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal tersebut juga diperlukan untuk memperluas manfaat pembangunan ke wilayah Bali yang memiliki kapasitas fiskal lebih terbatas.

“Ini yang harus kami atasi di Bali dengan tentunya yang utama adalah infrastruktur untuk memacu pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Koster.

Koster menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut mencakup konektivitas darat, laut, dan udara. Salah satu kebutuhan yang disampaikannya adalah pengembangan infrastruktur pelabuhan, termasuk Pelabuhan Sangsit dan Amed, yang dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak sekadar meningkatkan penyerapan anggaran, tetapi juga menciptakan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas pemerataan pembangunan di Bali. (gs/bi) 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca