Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

TPID Bangli Siap Jaga Kestabilan Harga Jelang Idul Fitri

BALIILU Tayang

:

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha (tengah) didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (kiri) saat memimpin HLM TPID Bangli. (Foto: Ist)

Bangli, baliilu.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli melaksanakan High Level Meeting (HLM) pada Rabu, 20 April 2022 dalam rangka menyikapi perkembangan harga bahan pokok serta barang strategis lainnya menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangli dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, serta seluruh anggota TPID Kabupaten Bangli.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha menyampaikan HLM sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga, ketersediaan pasokan bahan pokok dan barang strategis lainnya menjelang Idul Fitri. Berbagai langkah strategis telah dilakukan oleh TPID Kabupaten Bangli, di antaranya rapat koordinasi bersama Satgas Pangan, pemantauan distribusi, ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok, serta menyelenggarakan operasi pasar menjelang Idul Fitri di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Bangli.

Intruksi Bupati juga diterbitkan untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri, himbauan kepada toko modern untuk memberikan diskon bahan pokok menjelang hari raya dan ajakan untuk bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan. Kerja Sama Antar-daerah terus diperluas, salah satunya berupa penjajakan dengan Kota Mataram di bidang distribusi dan pemasaran pangan. Sedana Artha mengimbau agar OPD teknis terus melakukan langkah-langkah antisipatif menjelang Idul Fitri.

Sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan Pemkab Bangli terhadap kedaulatan pangan, maka pada HLM tersebut dilakukan launching aplikasi Sadiapangan (https://sadiapangan.banglikab.go.id/)

Aplikasi ini bertujuan memberikan informasi secara cepat dan mudah sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dengan tepat sesuai sasaran. Lebih lanjut, Sadiapangan dapat digunakan oleh masyarakat untuk berkonsultasi masalah pertanian, peternakan maupun perikanan. Konsultasi tersebut akan dilayani oleh petugas yang ahli sesuai bidangnya. Sadiapangan juga mampu menyediakan informasi detail dari kelompok tani dan komoditi yang dihasilkan.

Baca Juga  TPID Badung Siap Jaga Kestabilan Harga Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa menjelang Idul Fitri, perlu dilakukan pemantauan harga setiap hari oleh Satgas Pangan. Beberapa komoditas penyumbang inflasi di Bangli dalam beberapa minggu terakhir, seperti minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, ikan tongkol/pindang diawetkan, dan tepung terigu perlu menjadi perhatian Satgas Pangan. Operasi pasar juga perlu terus dilakukan di pasar-pasar yang sudah ada. Di samping itu, kerja sama dengan distributor besar perlu dijalin untuk menjaga ketersediaan pasokan.

TPID Bangli bersama KpwBI Bali Trisno Nugroho foto bersama usai HLM. (Foto: Ist)

Lebih lanjut, Trisno menyampaikan bahwa kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Bangli cukup besar hingga mencapai lebih dari 25%. Oleh karenanya, fokus pengembangan ekonomi dapat dilakukan pada 3 sektor tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mencari investor pada pertanian modern, perikanan modern, peternakan modern, serta pengolahan pascapanen. Risiko inflasi ke depan lebih tinggi. Beberapa faktor risiko ke depan perlu diantisipasi seperti (1) pertumbuhan kunjungan wisatawan, (2) kenaikan harga tiket pesawat, (3) serta konflik geopolitik.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memberikan beberapa rekomendasi, antara lain (1) bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada aksi penimbunan stok pangan, serta memastikan distribusi berjalan dengan baik, (2) membentuk BUMD Pangan dan melakukan perluasan Kerja Sama Antar-daerah baik di dalam maupun di luar Provinsi Bali, (3) peningkatan kualitas data harga dan stok bahan pangan di SIGAPURA, dan (4) melakukan monitoring peta jalan TPID 2022-2024 Kab. Bangli dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan terlaksananya peta jalan sesuai rencana. (gs/bi)
 
 

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Survei Juni 2024, Penjualan Eceran Bali Terus Tumbuh

Published

on

By

survei penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Juni 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Juni 2024 yang diprakirakan sebesar 113,4 atau meningkat 1,9% (mtm) dibandingkan bulan Mei 2024.

Hal ini menunjukkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). IPR Bali tetap dalam tren peningkatan selama 16 (enam belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub-Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 6,0% (mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 5,5% (mtm) dan Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 5,4% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas libur dan cuti bersama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Adha dan periode libur sekolah sehingga mendorong meningkatnya kegiatan pariwisata di Bali.

Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan penjualan eceran secara nasional juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,1% (mtm) yakni dari 228,1 pada Mei 2024 menjadi 232,8 pada Juni 2024.

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  TPID Badung Siap Jaga Kestabilan Harga
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Published

on

By

survei konsumen bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Bali tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali di bulan Juni 2024 yang tercatat sebesar 140,00, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 140,08 dan tetap terjaga pada level optimis (indeks > 100).

Optimisme konsumen yang terjaga juga didorong oleh stabilitas harga, khususnya bahan makanan di tengah periode panen hortikultura pada bulan Juni. Sementara itu, IKK nasional tercatat sebesar 123,3, menurun dari bulan sebelumnya sebesar 125,2 namun masih tetap berada pada level optimis. Survei konsumen merupakan survei bulanan Bank Indonesia untuk mengetahui tingkat keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Keyakinan Konsumen di Bali pada Juni 2024 yang tetap optimis ditopang oleh capaian Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat dari 146,33 menjadi 148,50 (1,48% mtm). Hal ini didorong oleh komponen pembentuk IEK, terutama pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang yang tumbuh 2,33% (mtm) menjadi sebesar 154,0, dan Indeks Ekspektasi Penghasilan yang tumbuh 3,14% (mtm) menjadi sebesar 148,0.

Di sisi lain, keyakinan konsumen tertahan Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang melambat 1,74% mtm dari 133,83 menjadi 131,50. Hal ini disebabkan komponen pembentuk IKE yakni Indeks Penghasilan Saat Ini dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 1,78% (mtm) menjadi sebesar 138,0.

Demikian pula pada indeks konsumsi barang tahan lama dibandingkan 6 bulan yang lalu tercatat turun 6,10% (mtm) menjadi 115,00. Meskipun demikian, secara umum capaian tersebut masih berada pada zona optimis. Ekspektasi konsumen yang tetap terjaga di masa mendatang mempengaruhi perkembangan konsumsi rumah tangga ke depan, perkembangan investasi, meningkatnya produktivitas dan daya saing serta membuka peluang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tetap kuat. Hal ini tetap perlu diiringi dengan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga  TPID Kota Denpasar Siap Jaga Kestabilan Harga Jelang Idul Fitri

Untuk itu, Erwin Soeriadimadja menyampaikan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali senantiasa berkoordinasi erat guna mengawal stabilitas pasokan dan harga komoditas guna menjaga tingkat inflasi Provinsi Bali tetap pada rentang kisaran target 2,5%±1%. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Panen Raya di Bulan Mei Picu Bali Alami Deflasi

Published

on

By

bali deflasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Mei 2024 secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm).

Namun secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy). Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy), diikuti Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan pers mengatakan berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit. Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong oleh melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali.

‘’Penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca. Selanjutnya, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak,’’ ujar Erwin.

Sementara itu, lanjut Erwin, laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir. Pada Juni 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain kenaikan harga minyak kelapa sawit global yang berpotensi merambat ke harga minyak goreng dan bahan bakar di dalam negeri, ketidakpastian cuaca memengaruhi kesuburan tanaman, termasuk tanaman gumitir yang menjadi salah satu komponen canang sari, serta adanya konflik global yang berpotensi berpengaruh pada harga komoditas global yang dapat merambat ke harga-harga dalam negeri.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Bersama 9 Perbankan di Lapangan Renon

‘’Namun, terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan inflasi lebih tinggi, diantaranya peningkatan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat dan penurunan harga jagung global sebagai bahan baku ternak, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras,’’ ujarnya.

TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K antara lain: (i) Pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan pemantauan harga terus diintensifkan, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis; (ii) Imbauan Penjabat Gubernur Bali kepada jajaran di kabupaten/kota untuk memanfaatkan lahan pemerintah provinsi untuk ditanami tanaman bahan pokok sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi; (iii) Mendorong kerja sama antardaerah dan pemberian benih unggul di beberapa kabupaten, seperti Badung dan Tabanan; serta (iv) Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

‘’Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan terjaga dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca