Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Unit Lontar Unud Identifikasi dan Konservasi 36 Naskah Kuno di Gria Seksari Lombok

BALIILU Tayang

:

lontar
Unit Lontar Unud saat melakukan identifikasi dan konservasi 36 naskah kuno di Gria Seksari Lombok. (Foto: Ist)

Cakranegara, Lombok, baliilu.com – Unit Lontar Unud (ULU) sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pernaskahan di Universitas Udayana mengadakan kegiatan sosialisasi, identifikasi, konservasi, dan digitalisasi lontar di Lombok. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud nyata pengabdian ULU di tengah-tengah masyarakat yang memiliki naskah, tetapi belum memiliki keterampilan memadai dalam dunia pernaskahan. Naskah lontar sebagai media literasi tradisional Nusantara memang seringkali tak dirawat oleh pemiliknya, baik karena faktor keterampilan di bidang bahasa, aksara, dan sastra yang kurang maupun anggapan sakral yang melekat di dalamnya. 

Lokasi kegiatan ULU kali ini dipilih di Lombok karena wilayah ini memiliki relasi historis yang kuat dengan Bali, terutama setelah Lombok berhasil dikuasai oleh Raja Karangasem pada tahun 1839. Pasca-penaklukan kerajaan Lombok oleh Karangsaem, terjadi diaspora besar-besaran masyarakat Bali ke Lombok. Seturut dengan peristiwa ini pula terjadi persebaran naskah-naskah lontar Bali ke Lombok.

Tim ULU yang ditugaskan adalah peneliti yang menggeluti dunia pernaskahan. Tim tersebut adalah Dr. Drs. Ida Bagus Rai Putra, M.Hum., Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum., Dr. I Ketut Jirnaya, M.S., Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum, Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum., Putu Widhi Kurniawan, S.S., M.Hum., I Nyoman Suwana, S.S., M.Hum., I Made Agus Atseriawan HS, S.S., Ida Bagus Anom Wisnu Pujana, S.S. dan Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum.

Kegiatan yang berlansung dari Selasa, 19 Juli 2022 sampai Jumat, 22 Juli 2022 tersebut berlokasi di Gria Seksari dan Gria Bagirati Cakranegara Lombok. Kedua gria tersebut adalah keluarga pendeta yang pindah dari wilayah Desa Sidemen, Karangasem ke Lombok karena leluhurnya diminta menjadi Bhagawanta Kerajaan Lombok. Oleh sebab itulah gria ini memiliki warisan naskah penting yang pernah digunakan menata kehidupan sosial dan rohani pada zamannya. Terlebih, hingga saat ini tradisi kebrahmanaan di gria tersebut masih tetap berlanjut. 

Kegiatan yang dilakukan tim ULU di Gria Seksari dan Gria Bagirati terdiri atas empat hal yaitu sosialisasi, identifikasi, konservasi, dan digitalisasi naskah. Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang alasan pentingnya perawatan naskah, tata cara, dan bahan yang diperlukan untuk merawat naskah. Terlebih naskah tersebut sudah berumur tua. Naskah tertua yang ditemukan di Gria Seksari yang berjudul Andakacacar berangka tahun 1797 Saka atau 1875 Masehi. Naskah tertua di Gria Bagirati berjudul Kakawin Bharata Yuddha bertahun 1748 Saka atau 1826 Masehi. 

Usai melakukan sosialisasi, tim ULU melakukan identifikasi judul terhadap naskah-naskah koleksi Gria Seksari dan Gria Bagirati. Dari hasil identifikasi, di Gria Seksari ditemukan 25 judul naskah lontar, di antaranya adalah Kakawin Arjuna Wiwaha, Tata Cara Ngaryanin Tirta, Wangsit Katuwayan, Arga Patra, Usadha Rare, Geguritan Pangalem, Awi-Awian Pangalem Raja Karangasem, Usadha Kacacar, Tutur Sayogadhara, dan yang lainnya. Sementara itu, naskah-naskah yang dikoleksi di Gria Bagirati dan gria berjumlah 11 naskah yang di antaranya adalah Stawa Sanggar, Tattwa Kapatian, Nyikut Karang, Geguritan Krama Selam, Kramaning Puja Shiwaratri, Sundari Bungkah, dan yang lainnya.  

lontar
Unit Lontar Unud foto bersama pendeta di Gria Seksari Lombok. (Foto: Ist)

Naskah-naskah tersebut langsung dikonservasi oleh TIM ULU menggunakan campuran minyak sereh, alkohol, dan ekstrak arang kemiri agar bisa memperpanjang usia naskah. Selanjutnya, kegiatan konservasi dilengkapi dengan melakukan digitalisasi atau pemotoan. Digitalisasi ini bertujuan menambah koleksi digital di Unit Lontar Universitas Udayana. Ada dua belas naskah yang berhasil didigitalisasi dan sebelumnya memang tidak ada di Unit Lontar Universitas Udayana. 

Ida Padanda Gede Putra Pidada sebagai panglingsir di Gria Seksari mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim Unit Lontar Universitas Udayana. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Unit Lontar Universitas Udayana karena telah ngodak (mengkonservasi) naskah lontar koleksi keluarga kami. Selama ini naskah-naskah lontar ini hanya dibaca pada momen-momen tertentu. Semoga pada kesempatan yang lain, Tim Unit Lontar bisa datang untuk ngayah lagi di gria kami”. Demikian diharapkan pendeta yang nyastra ini. 

Tidak berbeda dengan Ida Padanda Gede Putra dari Gria Seksari, Ida Padanda Gde Manuaba Tianyar juga menyampaikan hal senada. “Parama suksma kepada Unit Lontar Universitas Udayana karena telah memberikan penjelasan tentang pentingnya perawatan naskah. Terlebih naskah-naskah lontar tersebut adalah sumber yang menjelaskan berbagai pengetahuan rohani agama Hindu. Jadi, kami sangat memerlukan kegiatan seperti ini untuk terus menerus dilakukan di Lombok. Bila perlu, berpindah dari satu geria ke geria lain karena jumlah gria di sini banyak dan naskah-naskahnya sudah tua,” pungkas Ida Padanda Gde Manuaba Tianyar.  Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)  

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Lestarikan Keberadaan Lontar, Penyuluh Bahasa Bali Konservasi dan Identifikasi Lontar di Desa Panji

Published

on

By

konservasi lontar
KONSERVASI: Penyuluh Bahasa Bali Buleleng saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bagi masyarakat Hindu Bali, lontar tidak hanya sebagai tradisi dan produk budaya Bali, namun sebagai cerminan dan bukti historis peradaban Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi di dunia. Untuk itu lontar menjadi penting untuk dilestarikan di kehidupan masyarakat Bali.

“Salah satu upaya pelestarian lontar yaitu melakukan konservasi dan identifikasi atas lontar-lontar yang dimiliki masyarakat Bali khususnya di Buleleng, agar kondisi, isi dan judul dari lontar tersebut diketahui,” ucap Putu Pertamayasa saat melakukan konservasi lontar di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (8/2).

Bersama 16 orang penyuluh Bahasa Bali, pihaknya mengaku telah mengidentifikasi 15 cakep lontar dengan 17 judul dari klasifikasi Kanda, Wariga, Usada, dan Embatan-embatan dengan berbagai judul seperti, penerang, penyarang, piwelas, kawisesan, pipil dan lain-lain.

“Identifikasi naskah lontar milik keluarga Komang Agus Darmawan Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Panji Kecamatan Sukasada ini merupakan program dari Penyuluh Bahasa Bali, serangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024. Lontar ini merupakan warisan dari kumpinya dengan kondisi awalnya dalam keadaan kering, kotor, sambrag, atau terlepas namun dijadikan satu ikat,” jelas Putu Pertamayasa yang dilansir dari laman bulelengkab.go.id.

Ditambahkan, dalam melakukan konservasi dan identifikasi ini  menggunakan sarana seperti kuas, gunting, benang, kemiri bakar, tisu/kapas, stiker tempel dan minyak sereh.

“Pihaknya memerlukan ketelitian, kesabaran untuk mengidentifikasi judul dan jumlahnya. Tanggapan dari pemilik setelah diidentifikasi sangat bersyukur karena lontar milik keluarganya bisa diketahui judulnya yang sebelumnya belum pernah dibaca,” imbuhnya.

Di pengujung, dirinya mengajak bagi masyarakat yang lontarnya ingin dirawat maupun dibaca bisa langsung melapor ke kepala desa atau menghubungi penyuluh Bahasa Bali terdekat. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar 2024 Resmi Dibuka

Jadi Ajang Pelestarian dan Pengembangan Sastra, Bahasa dan Aksara Bali

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali denpasar
BULAN BAHASA BALI: Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar tahun 2024 resmi dibuka Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan Gong di Lapangan Lumintang, Jumat (2/2). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan ajang pelestarian dan pengembangan sastra, bahasa dan aksara Bali.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang dibacakan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menekankan bahwa Bahasa Bali merupakan bahasa ibu di Bali. Keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Bali menjadi jati diri masyarakat Bali. Karenanya, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali harus terus digelorakan.

“Jika kreativitas sudah didasari oleh kebudayaan Bali, itulah dinamakan jadi diri yang menjadi nafas pembangunan di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa lewat pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.

“Kedepannya tentu kita berharap segala kegiatannya terus dikembangkan sehingga mampu mendukung penguatan dan pengembangan budaya Bali, termasuk bahasa, sastra, dan aksara Bali,” jelasnya.

Pihaknya mengaku bangga dimana pelaksanaan Bulan Bahasa Bali telah dilaksanakan dari tingkat Desa/Lurah, Kecamatan hingga Kota Denpasar.

“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.

Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan tema gelaran Bulan Bahasa tahun ini yakni Jana Kerthi-Dharma Sadhu Nuraga. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni Lomba Nyurat Lontar, Bali Simbar, Nyurat Aksara Bali, Lomba Ngwacen Aksara Bali Ring Lontar, dan Lomba Mesatua Bali, Pidarta hingga Debat Bahasa Bali.

“Dari berbagai lomba yang diadakan diikuti peserta sebanyak 324 orang mulai dari siswa-siswi, sekaa teruna hingga bendesa adat/ kelian adat,” ujarnya. (eka/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Sekda Dewa Indra Wakili Pj. Gubernur Bali Buka Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024

Published

on

By

Bulan Bahasa Bali 2024
BUKA BULAN BAHASA: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Arya Sugiartha membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2). (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2).

Dalam sambutan Pj. Gubernur Bali yang dibacakan oleh Sekda Dewa Indra, dikatakan bahwa Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu komitmen Pemprov Bali dalam melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali. “Patut kita ketahui bahwa Pemprov Bali beserta segenap masyarakat Bali mempunyai keinginan yang sama dalam upaya pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, sehingga Bahasa Bali yang kita cintai bisa semakin membumi dan menjadi sarana komunikasi baik di tingkat keluarga, desa dan lainnya,” ujarnya.

Ia pun berharap, pelaksanaan bulan Bahasa Bali ini bisa diselenggarakan serentak dengan baik hingga di tingkat desa adat, desa dinas dan lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi. “Sehingga Bahasa Bali bisa benar-benar menyusup dan digunakan oleh masyarakat Bali,” imbuhnya.

Apalagi, imbuhnya, dalam perkembangan global ini, sudah banyak bahasa daerah yang tidak terpakai atau punah. Sebagai contoh, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 718 bahasa daerah, dan 11 di antaranya sudah tidak digunakan lagi. Hal itu juga dipertegas dengan pernyataan UNESCO pada tahun 2018 yang mengatakan bahwa telah banyak bahasa Ibu yang punah. Untuk itu pun Lembaga PBB tersebut menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, dan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali pada bulan Februari juga sejalan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

“Sehingga, sudah sepatutnya kita sebagai pemilik Bahasa Bali terus menggunakan Bahasa Bali untuk komunikasi sehari-hari. Jika sudah masyarakat Bali guyub melaksanakan hal itu, terlebih lagi mempunyai semangat yang sama melestarikan, saya yakin Bahasa Bali akan terus ada. Mari kita lestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali,” tutupnya.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra melakukan sesi foto bersama usai membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, pada Kamis (1/2). (Foto: Hms Pemprov)

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Arya Sugiartha sebelumnya melaporkan bahwa Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024 bertemakan Jana Kerthi: Dharma Sadhu Nuraga yang berarti Bulan Bahasa Bali merupakan sarana untuk memuja Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali dan juga menjalankan kewajiban, kebijaksanaan serta cinta kasih masyarakat Bali.

Sama seperti pelaksanaan sebelumnya, Bulan Bahasa Bali VI ini juga akan dilaksanakan selama satu bulan, dari tanggal 1 Februari hingga 2 Maret 2024. Tahun ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Festival Nyurat Lontar dan Ngetik Keyboard Bahasa Bali yang diikuti oleh siswa SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Bali, widyatula/seminar, wimbakara/lomba berjumlah 20 lomba yang diikuti oleh perwakilan Kabupaten/Kota dan masyarakat umum, kriyaloka/workshop, reka aksara/pameran yang diikuti oleh komunitas dan UMKM yang tergabung dalam komunitas bahasa, aksara, dan sastra Bali, sesolahan berupa apresiasi sastra Bali, Konservasi Lontar, dan puncaknya berupa penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama yang merupakan penghargaan tertinggi bagi tokoh yang konsen dalam pelestarian Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca