Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Bekerja Sama dengan BRI Gelar Inagurasi Program Deepening Desa Brilian 2022

BALIILU Tayang

:

universitas udayana
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU saat membuka Inagurasi Program Deepening Desa Brilian 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Udayana melalui Inkubator Bisnis LPPM bekerja sama dengan BRI menggelar Inagurasi Program Deepening Desa Brilian tahun 2022 yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (7/9/2022). 

Program Desa Brilian merupakan inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan dan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa. Inagurasi Program Deepening Desa Brilian ini dibuka oleh Rektor Unud dan menghadirkan dua Keynote Speaker yakni Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Bappeda I Wayan Wiasthana Ika Putra dan Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata I Made Mendra Astawa. 

Kepala Divisi Social Entrepreneurship & Incubation Bank BRI Dani Wildan, S.E.,MBA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan peserta yang terlibat dalam program ini. Setelah menempuh 2 bulan pelatihan dan mengikuti 8 kali kelas online, sebanyak 53 desa yang tergabung pada program deepening desa brilian tahun 2022 ini mendapatkan pelatihan dimana fokusnya memberikan topik di seputar kepemimpinan kolaboratif, penguatan kelembagaan bumdes, digitalisasi, kewirausahaan dan manajemen keuangan bumdes/desa.

‘’Maka saat ini kita sampai pada tahap pengumuman desa-desa terbaik melalui acara inagurasi ini dan akan diumumkan 3 desa terbaik pada program ini yang nantinya akan mendapatkan pendampingan langsung dari Universitas Udayana selama satu bulan. Dimana pendampingan ini dapat dimanfaatkan masing-masing desa untuk dapat lebih mengembangkan potensi yang ada di desa dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk permasalahan dan tantangan yang ada di desa masing-masing,’’ ujarnya.

Dani Wildan juga menyampaikan BRI sebagai bank yang fokus pada segmen usaha mikro kecil menengah, dimana peran BRI tidak hanya fokus pada fungsi finansial namun juga fokus pada pemberdayaan individual pelaku usaha maupun lembaga desa.

Baca Juga  Mochammad, Mahasiswa Teknik Lingkungan Unud Sabet Emas dan Dua Penghargaan Bergengsi di International Environmental Olympiad & Conference 2023
universita sudayana
Pemenang program Deepening Desa Brilian tahun 2022 menerima penghargaan dari Rektor Unud Prof. Antara. (Foto: Ist).

Sementara Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih pada BRI dengan program ini yang memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi desa melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat. Sementara dunia pendidikan tinggi memerlukan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri atau yang kita sebut Dudi. ‘’Jadi pendidikan tinggi akan lengkap jika bisa bermitra dengan dunia usaha maupun dunia industri. Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat desa karena kepala desa telah diberikan konsep bagaimana mengembangkan desanya masing-masing yang tidak hanya berdampak pada perekonomian tapi juga kesejahteraan masyarakat desa,’’ ujar Rektor Prof. Antara.

Lebih lanjut dikatakan, Unud memiliki dua unit yang terkait dengan hal ini yakni Unit Kewirausahaan Mahasiswa dan Inkubator Bisnis. Pihaknya bersyukur BRI menggandeng Inkubator Bisnis Unud berkaitan dengan program deepening desa brilian ini. Harapannya akan ada lagi kerja sama yang lebih intens dengan mitra-mitra lainnya maupun pemerintah daerah dalam bagaimana memainkan peranan sesuai bidang masing-masing terutama terkait kewirausahaan dan pengembangan potensi desa. Pihaknya juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan Unud siap melakukan pendampingan.

Inagurasi diawali dengan pengumuman finalis program Deepening Desa Brilian tahun 2022 wilayah Bali, NTB dan NTT yang dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada tiga finalis terbaik. Adapun tiga finalis terbaik yakni Juari I Desa Panji, Juara II Desa Taro dan Juara III Desa Kesiman Kertalangu. Dalam kegiatan ini juga ditayangkan video special remark dari Menparekraf RI Sandiaga Uno yang mengucapkan selamat kepada 53 desa terbaik dan berharap semoga dapat tercipta sustainable economy bagi masyarakat luas khususnya yang berada di Bali. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4835-Universitas-Udayana-Bekerjasama-dengan-BRI-Gelar-Inagurasi-Program-Deepening-Desa-Brilian-2022.html (gs/bi)

Baca Juga  Jalin Kerja Sama, Unud Terima Kunjungan NUST Pakistan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  BRI Antisipasi Kebutuhan Masyarakat Selama Libur Idul Fitri 1444 H, Siapkan Kas Rp 1,2 Triliun
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Buka Kelas Bahasa Rusia, Unud Jajaki Kerja Sama dengan Krasnoyarsk State Pedagogical University Russia

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  BRI Antisipasi Kebutuhan Masyarakat Selama Libur Idul Fitri 1444 H, Siapkan Kas Rp 1,2 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca