Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Unud Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera

Pius Lustrilanang Ajak Mahasiswa Mengingat Perjuangan Reformasi

Loading

BALIILU Tayang

:

kuliah
Foto bersama saat acara Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera di Unud Jumat (6/1/2023), hadir Pius Lustrilanang sebagai keynote speaker, dua narasumber, Rektor Unud dan Wakil Rektor. (Foto: ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana (Unud) menyelenggarakan Kuliah Umum dan Diskusi Bedah Buku Aldera pada Jumat (6/1/2023) di Gedung Widyasabha, Kampus Bukit, Jimbaran Badung. Hadir dalam acara tersebut Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFRA, CSFA., anggota VI BPK RI sebagai keynote speaker.

Kegiatan ini diawali dengan bedah buku oleh dua narasumber yakni Prof. Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud) dan Dr. Desak Putu Dewi Kasih, S.H.,M.Hum. (Fakultas Hukum Unud) serta selaku moderator Ni Made Sri Permana Dewi (Kompas TV Bali).

rektor unud
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. (Foto: ist)

Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU mengatakan, acara kuliah umum dan diskusi bedah buku Aldera ini adalah event pertama yang diselenggarakan Universitas Udayana seusai perayaan Tahun Baru 2023. Menurutnya kegiatan ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh salah seorang tokoh penting yang ada dalam buku ini yaitu, Dr. Pius Lustrilanang S.IP., M.Si., CFRA, CSFA.

Aldera (Aliansi Demokrasi Rakyat) adalah “Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993 – 1999” yang berisikan potret pergerakan mahasiswa di tahun 1998, dimana momen tersebut merupakan salah satu tonggak sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Buku ini menceritakan dinamika pemuda saat itu dan merupakan sejarah dan spirit gerakan kaum muda yang berkontribusi mendorong reformasi 1998.

Dalam buku ini menuangkan perjuangan Dr. Pius Lustrilanang bersama aktivis 98 lainnya dan perjuangan mereka patut diketahui masyarakat luas, terutama adik-adik mahasiswa karena dapat membuka wawasan dan khasanah pengetahuan dan juga dapat memotivasi adik-adik tentang bagaimana seharusnya mengelola dan menata gerakan mahasiswa untuk mencapai tujuan.

Baca Juga  Unud Gelar Sosialisasi IISMA dan IISMAVo MBKM 2023, Hadirkan Ketua Pokja Jadi Narasumber

Buku ini juga mengungkapkan kegigihan dari seorang aktivis Pius Lustrilanang dalam memperjuangkan idealismenya pada masa orde baru. “Kehadiran Beliau secara langsung hari ini membuat diskusi ini semakin menarik terutama bagi civitas akademika Universitas Udayana yang memiliki idealisme dan semangat perjuangan seperti Beliau,” ujarnya.

kuliah umum
Rektor Unud bersama Pius Lustrilanang dan undangan lainnya saat acara Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera di Unud. (Foto: ist)

Kegiatan diskusi dan bincang buku ini juga merupakan salah satu sarana yang dapat menjaga iklim akademik di lingkungan perguruan tinggi. Melalui forum ilmiah ini, maka civitas akademika mempunyai ruang untuk saling berinteraksi dalam mengoptimalkan pembelajaran di perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan tentang situasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan politik pada salah satu rezim pemerintahan di Indonesia. 

Dengan demikian, civitas akademika mempunyai kesempatan untuk memaksimalkan potensi diri dengan menggali pengetahuan dan informasi, melalui sesi diskusi dan bincang buku. Ia berharap, dengan diselenggarakannya kuliah umum dan diskusi bedah buku ini, para peserta yang hadir mendapatkan informasi serta ilmu pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui dan nantinya dapat dipergunakan untuk kebaikan dan perkembangan Universitas Udayana ke arah yang lebih baik lagi.

pius
Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFRA., CSFA. (Foto: ist)

Keynote speaker, Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFRA., CSFA. mengatakan, dari buku tersebut, ia berharap mahasiswa dapat belajar sejarah bahwa reformasi ini adalah hasil perjuangan mahasiswa pada masanya dan ia berharap mahasiswa juga dapat terilhami untuk senantiasa bersikap kritis terhadap kekuasaan dan terus menjaga reformasi yang sudah bergulir selama 25 tahun ini. Langkah selanjutnya, ia akan menyelenggarakan kuliah umum dan bedah buku ke kampus – kampus di Indonesia sebanyak mungkin dan sampai saat ini sudah 12 kota diselenggarakan kuliah umum dan bedah buku.

tanam pohon
Penanaman pohon oleh Anggota VI BPK RI, Pius Lustrilanang. (Foto: ist)

Kegiatan ini diakhiri dengan penanaman pohon oleh Anggota VI BPK RI, Pius Lustrilanang bertempat di depan Gedung Auditorium Widya Sabha Unud Kampus Jimbaran. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5294-Kuliah-Umum-dan-Bedah-Buku-Aldera-di-Universitas-Udayana-Pius-Lustrilanang-ajak-Mahasiswa-Mengingat-Perjuangan-Reformasi.html (gs/bi)

Baca Juga  FEB Unud Gelar 1st ICONICS International Seminar 2023

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ziarah ke Makam Soekarno, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa

Published

on

By

Kapolri
ZIARAH: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan ziarah ke makam Presiden RI ke-1 Ir. Soekarno (Bung Karno) di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Blitar, Jatim, baliilu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melanjutkan kegiatan ziarah ke makam para mantan Presiden. Hal ini dilakukan dalam rangkaian menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Kali ini, Kapolri melakukan ziarah ke makam Presiden RI ke-1 Ir. Soekarno (Bung Karno) di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026). Sebelumnya, Kapolri telah berziarah ke makam Gus Dur.

“Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur. Dan Alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno. Dan setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata,“ kata Sigit.

Sigit menjelaskan, rangkaian ziarah ini untuk terus mengingat nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pemimpin Bangsa Indonesia. Menurutnya, hal tersebut juga penting untuk kemajuan institusi Polri ke depannya.

“Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting khususnya bagi institusi Polri, yang tentunya kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga terhadap institusi Polri,“ ujar Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan harus dijaga dan dipertahankan. Sebagai penerus, Sigit memastikan, Polri bakal meneruskan semangat perjuangan para pemimpin bangsa terdahulu.

“Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa, dan negara, untuk menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya,“ ucap Sigit. (gs/bi)

Baca Juga  2.976 Orang Siswa Kunjungi Universitas Udayana di Bulan Februari 2023

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Persiapan Timnas Menuju Piala Dunia 2030

Published

on

By

sepak bola
BERI KETERANGAN: Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman memberikan keterangannya kepada awak media usai diterima Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Usai pertemuan, Erick menyebut telah melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai perkembangan sepak bola nasional, termasuk peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen FIFA ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada September–Oktober 2026. Erick mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan respons positif terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.

“Nah jadi Bapak Presiden mendukung. Bapak Presiden akan menyiapkan surat supaya nanti kita bisa dipilih oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah. Jadi kita tunggu nanti dan saya juga diminta segera mengkomunikasikan ke semua kementerian,” ujar Erick dalam keterangannya.

Selain membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Tim Nasional Indonesia. Erick mengatakan bahwa Kepala Negara menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap seluruh program Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), terutama dalam mempersiapkan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang akan dimulai pada September tahun depan.

“Jadi tadi Coach John ditanya gimana persiapan ke depan, apakah yang dibutuhkan. Bapak Presiden bilang pokoknya semua program dari PSSI untuk pengembangan tim nasional, apalagi untuk persiapan 2030 yang sudah akan dimulai babak kualifikasinya tahun depan, bulan September. Ini harus benar-benar kita jaga, kita persiapkan,” ungkap Erick.

Baca Juga  2.976 Orang Siswa Kunjungi Universitas Udayana di Bulan Februari 2023

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berdialog langsung dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengenai kesiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat. John menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kepala Negara dan pemerintah terhadap pengembangan sepak bola nasional.

Lebih lanjut, John menjelaskan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah turnamen penting, termasuk AFF (ASEAN Football Federation) dan FIFA ASEAN. John menyebut kedua ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kualitas tim, memberi pengalaman kepada para pemain, sekaligus mengukur kesiapan skuad menuju target yang lebih besar.

“Dan kemudian ASEAN. FIFA ASEAN. Saya mendapatkan kesempatan besar untuk mengumpulkan yang terbaik dari yang terbaik untuk memenangkan turnamen itu, dan saya pikir itu penting. FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kami menangkan untuk menunjukkan bahwa kami adalah yang terbaik di Asia Timur, dan itu adalah langkah penting yang perlu kami ambil dan untuk membawa pulang piala sekarang,” imbuh John.

Lebih lanjut, John mengatakan bahwa seluruh tim pelatih dan pemain saat ini fokus mempersiapkan diri untuk mewujudkan target besar Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, target tersebut menjadi motivasi utama yang terus mendorong seluruh elemen tim untuk bekerja lebih keras.

“Saya pikir Presiden memiliki semangat yang besar terhadap sepak bola. Beliau, seperti setiap orang Indonesia, sama saja. Saya selalu mengatakan bahwa kami memiliki 280 juta alasan dan beliau adalah salah satunya. Beliau adalah satu dari 280 juta orang itu yang ingin kami lolos untuk tahun 2030. Segala yang kami lakukan. Setiap hari saat kami bangun, kami terobsesi dengan kualifikasi tersebut karena itu akan mengubah segalanya di negara kita untuk selamanya,” pungkas John.

Baca Juga  FKP Unud Rayakan HUT BKFKP Ke-12, Komitmen Bersinergi Membentuk Prestasi

Dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN dan penguatan Tim Nasional menunjukkan tekad pemerintah menjadikan sepak bola sebagai salah satu instrumen pemersatu bangsa, sekaligus sarana membangun kebanggaan Indonesia di tingkat internasional. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia kini semakin percaya diri menatap target besar menuju Piala Dunia 2030. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Olahraga Disabilitas dan Pembinaan Atlet Jangka Panjang

Published

on

By

Presiden Prabowo
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta pelatih sepak bola tim nasional Indonesia John Herdman usai diterima Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk penguatan pembinaan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Menurut Erick, salah satu program yang dilaporkan kepada Kepala Negara adalah pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

“Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” ujar Erick.

Selain membahas olahraga disabilitas, Erick menyebut Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang. Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan perlunya dukungan kebijakan untuk memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya,” kata Erick.

Baca Juga  Satu Jam Bersama Menkumham Digelar di Unud

Presiden Prabowo, lanjut Erick, menyatakan dukungannya terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

“Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi,” ungkap Erick.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas). Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” imbuh Erick.

Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga. “Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” pungkas Erick. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca